1/10
Looks like no tags are added yet.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Berdasarkan daya hantar listriknya, larutan terbagi menjadi dua jenis.
Larutan yang menghantar listrik (elektrolit) dan tidak menghantar listrik (nonelektrolit).
Larutan elektrolit kuat
Larutan yang daya hantar listriknya kuat
Larutan elektrolit lemah
Larutan yang daya hantar listriknya lemah
Terjadinya larutan elektrolit
Terjadi apabila senyawa ionik atau senyawa kovalen polar dilarutkan dalam air.
Pendapat Svante Arrhenius (1889) mengenai alasan air bisa menghantarkan arus listrik.
Ada ion-ion yang bergerak di dalam air yang menghantarkan arus listrik.
Alasan pendapat Svante Arrhenius (1884) mengenai alasan air bisa menghantarkan arus listrik.
Percobaan CuCrO₄ yang dialirkan arus listrik searah. Di dalam larutan, CuCrO₄ mengalami reaksi ionisasi menjadi Cu²⁺ dan CrO₄²⁻. Ion CrO₄ berkumpul pada kutub positif dan ion Cu²⁺ berkumpul pada kutub negatif.
Arah perginya masing-masing ion saat dihantarkan listrik di dalam air.
Ke kutub listrik yang berlawanan muatan.
Penyebab air menghantar arus listrik.
Ada pelarutan ion-ion positif dan negatif di dalam air.
Cara NaCl yang bukan penghantar listrik bisa menghantarkan listrik.
Ditaruh dalam air, akan terurai menjadi ion positif (kation) Na⁺ dan ion negatif (anion) Cl⁻ yang bebas bergerak menghantarkan listrik.
Alasan NaCl padat tidak dapat menghantarkan listrik.
Ion-ion Na⁺ dan Cl⁻ terikat sangat rapat dalam kristal, sehingga tidak bisa bebas bergerak menghantarkan listrik.