1/22
Flashcards tentang sejarah perkembangan museum di Indonesia, mencakup definisi istilah penting, tokoh, dan nama museum.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Museum (Yunani, mouseion)
Kuil untuk memuja dewi-dewi inspirasi, pembelajaran, dan patron seni.
Antiquarian
Kalangan terpelajar dan bangsawan Eropa yang mengumpulkan benda-benda kuno yang dianggap menarik, indah, aneh, atau langka.
Georg Eberhard Rumpf (Rumphius)
Seorang naturalis kelahiran Jerman yang bekerja untuk VOC, terkenal karena mengumpulkan spesies tumbuhan dan kerang di Pulau Ambon pada abad ke-17.
Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen
Lembaga yang didirikan pada 24 April 1778 di Batavia, menjadi cikal bakal Museum Nasional, tempat mengumpulkan benda arkeologi dan etnografi.
Raden Saleh Sjarif Bustaman
Seorang pelukis, bangsawan, dan ilmuwan yang menyumbangkan benda arkeologi dan manuskrip ke Bataviaasch Genootschap.
Museum Radya Pustaka
Museum yang didirikan pada 1890 di Surakarta oleh K.R.A Sosrodiningrat IV, menyimpan benda dan naskah kuno dari Kasunanan Surakarta.
Museum Sonobudoyo
Museum di Yogyakarta yang berawal dari Java Instituut, diresmikan pada 6 November 1935 oleh Sri Sultan Hamengku Buwono VII, bergerak dalam bidang kebudayaan Jawa, Madura, Bali, dan Lombok.
Oudheidkundige Vereniging Majapahit (OVM)
Perkumpulan yang didirikan pada 1924 oleh Ir. Henry Maclaine Pont untuk meneliti peninggalan Majapahit.
Museum Mpu Tantular
Museum di Jawa Timur, kelanjutan dari Stedelijk Historisch Museum Surabaya, didirikan oleh Godfried Hariowald Von Faber pada 1933.
Museum Zoologi Bogor
Museum yang didirikan pada 1894 oleh Dr. J.C. Koningsberger, mengumpulkan dan memamerkan koleksi binatang yang diawetkan.
Museum Geologi Bandung
Museum yang didirikan oleh pemerintah Hindia Belanda pada 1929.
VOC (Verenigde Oost-Indische Compagnie)
Persekutuan Dagang Hindia Timur yang didirikan pada 20 Maret 1602, memiliki hak dagang luas dan kewenangan politik di Nusantara.
Perjanjian Gianti
Surat perjanjian yang mengatur wilayah kekuasaan antara Belanda dan raja Paku Buwono VII dari Surakarta, berdampak pada tata budaya Jawa.
Indis
Gaya arsitektur kolonial yang berkembang di Indonesia pada masa penjajahan Belanda.
Sendenbu
Departemen Propaganda pada masa pemerintahan Jepang, mengawasi organisasi kebudayaan seperti Hoso Kanri Kyoku dan Keimin Bunka Sidosho.
Keimin Bunka Sidosho
Pusat Kebudayaan yang dibentuk oleh Jepang pada April 1943, bertujuan memelihara kesenian klasik dan asli Indonesia serta menyebarkan kesenian Nippon.
Literary Society
Nama baru dari Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen pada masa pemerintahan kolonial Inggris(1811-1816).
Museum van Het Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen
Gedung museum yang dirintis pada 1862 untuk menyimpan koleksi dari Bataviaasch Genootschap van Kunsten en Wetenschappen.
Ejaan Sriwedari
Kesepakatan dalam cara penulisan huruf Jawa yang lahir setelah seminar yang dihadiri oleh utusan Keraton Surakarta, Yogyakarta, Pura Mangkunagaran, Pura Paku Alaman serta sejumlah hadirin pada 29 Desember 1922.
MZB (Museum Zoologicum Bogoriensis)
Nama awal untuk museum Zoologi Bogor pada Agustus 1894, merupakan bagian dari ‘s Lands Plantentuin. Fungsi awalnya adalah laboratorium zoologi sebagai wadah penelitian bidang pertanian dan zoologi, dengan nama Landbouw Zoologisch Museum.
Museum Rumoh Aceh
Rumah panggung tradisi Aceh yang digunakan sebagai ruang pameran kebudayaan Aceh pada “Pameran Kolonial” (Colonial Exhibition) yang berlangsung di beberapa kota di Eropa pada 1914.
Oud Bataviaasche Museum (Museum Kota Batavia Lama)
Museum yang dibuka untuk umum pada 22 Desember 1939 mengenenai sejarah kota Batavia.