1/428
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Kriteria Mayor dan Minor Demam Rematik
JONES x PEACE
- Joint involvement (px)
- myOcarditis
- Nodul subkutan
- Eritema marginatum
- Sydenham chorea
- Previous demam rematik
- Ekg interval pr memanjang
- Arthralgia (subjektif)
- Crp atau led meningkat
- Elevated temperature
Klinis pasien Infective Endocarditis?
FROM JANE
- Fever
- Roth spot
- Osler nodes
- Murmur
- Janeway lesion
- Anemia
- Nailbed hemorrhage
- Emboli
Terapi perikarditis?
Kombinasi anti-inflamasi:
Aspirin 3x650 mg-1000 mg
Kolkisin 2x0.5-0.6 mg
Diagnosis?
- Nyeri dada tiba-tiba seperti dirobek dan menembus ke
punggung
- Syok/hipotensi
- Tekanan darah sistolik berbeda pada tiap ekstremitas
- Defisit neurologis fokal
- Insufisiensi aorta
Diseksksi aorta
(Robekan lapisan tunika intima aorta → pemisahan dinding aorta membentuk false lumen)
Pada palpasi abdomen teraba massa pulsatif.
Diagnosis dan pemeriksaan gold-standard nya?
Dx : Aneurisma Aorta Abdominalis
Gold-standard : CT angiografi
Gejala dan patofisiologi dari Subclavian Steal Syndrome?
Patofisiologi : Aliran darah retrograde pada cabang arteri subclavia (arteri vertebral/arteri internal mammary) akibat stenosis atau oklusi arteri subklavia
Manifestasi klinis :
- Klaudikasio lengan → terutama saat mengangkat
tangan atau melakukan aktivitas berat karena gangguan perfusi
- Perbedaan tekanan darah pada lengan kanan dan kiri
(
6P dalam Acute Limb Ischemia?
- Pain (menetap, tidak membaik dengan istirahat, progresif)
- Pallor
- Paresthesia
- Pulseless
- Paralisis
- Poikilothermia
Terapi buerger disease?
Cilostazol 2x100 mg
Pada HF : 2x50 mg
Perbedaan onset Acute Limb Ischemi dengan Chronic Limb Ischemi?
< 2 mgg : ALI (ec emboli)
> 2 mgg : CLI (ec atherosclerosis)
Kelainan pada Tetralogy of Fallot?
VORS
- Vsd
- Overiding aorta
- Rvh
- Stenosis pulmonal
(+) Pentalogy : ASD
Penyempitan aorta seringkali pada area distal percabangan a. Subclavia terjadi pada apa dan khas nya?
Koarktasio aorta
Khas : Perbedaan TD ekstremitas atas dan bawah, Figure of 3
Gambaran ST Elevasi difus (di semua lead) dan adanya water bottle appereance?
Pericarditis
Gambaran thorax egg on string ada pada?
TGA (transposition of great arteries)

Pasien susp. DF OF H2, pemeriksaan yang tepat?
NS1 dan RT-PCR
Apa gejala khas Dengue Fever?
Demam (mendadak tinggi) + KLMNOP
- Kepala nyeri
- Lemas
- Mual muntah
- Nyeri
- Otot dan orbita
- Perdarahan spontan
Pasien dengan serologi dengue (+), dengan keluhan tiba-tiba mimisan dan gusi berdarah. Klasifikasi WHO nya?
DBD derajat 2 : ada bukti kebocoran plasma + perdarahan spontan
Kriteria lain :
DB : gejala khas + tanpa bukti plasma leakage
DBD 1 : plasma leakage + manifestasi perdarahan spontan (-)
DBD 3 : ada kegagalan sirkulasi, TD masih bisa terukur
DBD 4 : TD dan Nadi tak terukur
Cat : 3 dan 4 itu DSS
Warning Sign dari Dengue Fever
Jawaban :
Dengan cerita : Ada pasien yang MUNTAH terus (persisten) → PERUT nya jadi NYERI dan seperti terisi CAIRAN (akumulasi cairan) → dia sampai LETARGI dan LEMAS → Saat diperiksa ada PEMBESARAN HEPAR > 2 cm → Dicek Lab HT nya meningkat namun AT nya menurun cepat → akhirnya ada PERDARAHAN MUKOSA
List :
Muntah persisten
Nyeri perut
Tanda akumulasi cairan
Pembesaran hepar > 2 cm
Letargi dan lemas
HT meningkat, AT menurun cepat
Perdarahan mukosa
Klasifikasi :
Tanpa Warning sign : Dengue fever
Dengan warning signs : DHF 1-2
Kebocoran plasma berat + perdarahan berat + kerusakan organ berat : Severe dengue
Hitung kebutuhan cairan dengan Holliday Segar jika BB 50 kg!
Jawaban :
Per hari :
- 10 kg pertama : 10 x 100 = 1000
- 10 kg kedua : 10 x 50 = 500
- Setiap 1 kg setelahnya : 30 x 20 = 600
Total = 2100 ml/hari
Per jam :
- 10 kg pertama = 10 x 4 = 40
- 10 kg kedua = 10 x 2 = 20
- 1 kg setelahnya = 30 x 1 = 30
Total = 90 ml/jam
Rumus :
Per Hari (100-50-20)
10 kg pertama → 100 mL/kg/hari
10 kg berikutnya (11-20 kg) → 50 mL/kg/hari
BB >20 kg → 20 mL/kg/hari untuk setiap kg di atas 20 kg
Per Jam (4-2-1)
10 kg pertama → 4 mL/kg/jam
10 kg berikutnya → 2 mL/kg/jam
Di atas 20 kg → 1 mL/kg/jam
Terapi Dengue Fever, DHF, dan DSS
Jawaban :
a. DF : Rawat jalan + Manajemen cairan (holliday segar) + perhatikan warning sign + Cek DL setiap hari → ke RS jika ada peningkatan HT dan/atau penurunan AT
b. DHF/Tanpa syok (1-2) : Rawat inap + resusitasi cairan
Start : 7 ml/kgBB dalam 1 jam → Evaluasi TTV dan HT
Membaik terus (TTV normal, HT turun) : turunkan per jam 2 ml/kgbb (Jam-2 : 5 ml/kgBB/jam → Jam 3 : 3 ml/kgBB/jam → Jam 4 : 1,5 ml/kgBB/jam dilanjutkan selama 24 jam)
Tidak ada perbaikan : naikkan 5 ml/kgBB/jam hingga jam ke-3 (Jam 2 : 10 ml/kgBB/jam → Jam 3 : 15 ml/kgBB/jam) → Tidak naik Jam 4 : Koloid 10 ml/kgBB/jam → Tidak naik Jam 5 : tx penyebab lain (anemia, asidosis, disfungsi miokard, dll.)
Kesimpulan : Jika membaik → diturunkan, Jika memburuk → dinaikkan
c. DSS (3-4) :
DSS (3) : Start 10-20 ml/kgBB dalam 1 jam → Evaluasi TTV dan HT
DSS (4) : Start 10-20 ml/kgBB dalam 10-20 menit → Evaluasi TTV dan HT
Membaik terus (TTV normal, HT turun) : Jam ke 2 jadi 10 ml/kgBB → Jam ke 3 diturunkan ke seperti terapi DHF 1-2 yaitu 7 ml/kgBB/jam → Jam ke 4 jadi 5 ml/kgBB/jam → Jam ke 3 jadi 3 ml/kgBB/jam → Jam ke 4 jadi 1,5 ml/kgbb/jam lalu dipertahankan 24 jam
Tidak membaik/Memburuk : TTV memburuk disertai →
HT menurun (susp terjadi perdarahan) : transfusi darah
HT meningkat (susp plasma leakage masih terjadi) : masuk cairan bolus kedua kristaloid/koloid 10-20 ml/kgBB dalam 1 jam → menetap → transfusi
Gambaran Apusan Darah Tepi Tipis dari Malaria?
M. Falciparum (FM): Maurer dot (khas), trofozoit (accole ring, cincin/ringform, double dot), gametosit (bulan sabit/pisang/sosis)
M. Vivax (ViS) : Schuffer dot (Khas), trofozoit (ameboid, double ring) gametosit (sferis besar)
M. Ovale (OJek) : James dot (khas), trofozoit (fimbriated/berekor/mirip roket), gametosit (sferis lebih kecil)
M. Malariae (MaZ) : Ziemann's dot (khas), trofozoit (band/rectangular), skizon (rosette/daisy 8 merozoit), gametosit (basket)
Pola demam jenis malaria?
M. Falciparum : tropikana/intermitten (1 hari bebas demam)
M. Vivax dan Ovale : tertiana (2 hari bebas demam)
M. Malariae : quartana (3 hari bebas demam)
Terapi malaria dewasa first line?
Durasi :
M. Falciparum : 3DHP 1P
M. Vivax dan Ovale : 3DHP 14P
M. Malariae : 3DHP
Jumlah tablet harian/BB : DHP
- 40-60 kg : 3 tab
- 60-80 kg : 4 tab
- > 80 kg : 5 tab
Jumlah tablet harian/BB : Primakuin
> 40 kg : 1 tab
Cat :
- Dosis normal Primakuin : 0.25/kgBB/hari -> Jika kasus relaps : 0.5/kgBB/hari
- Kalau infeksi campuran : 3DHP 14P
Terapi malaria dewasa second line?
Falciparum : 7Kina 1P 7Ab (Doxicyclin/Tetracyclin)
Vivax/ovale : 7Kina 14P
Malariae : 7 Kina + 7Ab
Bumil : 7 Kina + 7Ab (khusus : klindamisin)
Cat :
Sediaan Kina : Tablet (Tanpa komplikasi) atau Injeksi (Berat)
Dosis terapi malaria berat?
Artesunat (sediaan vial 60 mg/ml)
- H1 : 2,4 mg/kgBB di jam 0-12-24
- H-selanjutnya : 1x2,4 mg/kgBB/jam
Artemeter (sediaan ampul 80 mg/ml)
- H1 : 1x3,2 mg/kgBB
- H-selanjutnya : 1x1,6 mg/kgBB
Profilaksis malaria?
- Klorokuin tab 300 mg/minggu : 1 mgg sblm - selama - 4 mgg sesudah
- Doxisiklin tab 100 mg/ hari : 1-2 hari sblm - selama - 4 mgg sesudah
- Mefloquin tab 250 mg/minggu : 2 mgg sblm - selama - 4 mgg sesudah
- Atovaquon 250 mg + Proguanil 100 mg per Hari : 1-2 hafi sblm - selama - 1 mgg sesudah
Terapi antibiotik untuk leptospirosis?
berDoA pakai PeCi Dulu selama 7 hari
Ringan : DoA (PO)
- Doksisiklin 2x100 mg 7 hari (KI : anak, bumil)
- Amoxicilin 3x500 mg 7 hari
- Ampicilin 4x500-750 mg 7 hari (DOC bumil dan anak)
- Azitromisin 1x500 mg 3 hari
Berat : PeCi Dulu (Parenteral)
- Penicilin G 4x1,5 jt U 7 hari
- Ceftriaxon 1x1 gr 7 hari
- Cefotaxime 4x1 gr 7 hari
- Doxisiklin 2x100 mg 7 hari
Durasi : Ami Pesan Celana 4, sedangkan Azi dan Cefo 1. Sisa 7.
Pemeriksaan penunjang untuk diagnosis leptospirosis?
1) Fase Leptospiremia (
Px penunjang Gold standard untuk tifoid sesuai waktunya?
D-F-U
Minggu 1 : Kultur darah
Minggu 2 : Kultur feses
Minggu 3 : Kultur urin
Px penunjang lain dari tifoid?
Lab rutin : leukopenia, trombositopeni, limfositosis relatif
Demam H4-5 : Tes Tubex dan Typhidot
Demam H7-dst : Widal
Widal positif pada hasil?
- Titer O >= 1/320
- Titer H >= 1/640
- Kenaikan titer 4x
Tubex positif jika warna/indikator?
(+) 4 : merah bata soft
(+) kuat 6 : ungu
Terapi antibiotik untuk demam tifoid?
DeCi Anak haRAM
Dewasa :
1st line : Ciprofloxacin 2x500 mg 7 hari
Lainnya : Ofloxacin 2x400 mg 7 hari, Levofloxacin 1x500 mg 5 hari
Udah jarang : Kloramfenikol 4x500 mg 10-14 hari PO/IV sampai 7 hari bebas demam
Anak :
1st line : Kloramfenikol 4x50-100 mg/kgBB sampai 7 hari bebas demam (KI : AL < 2000)
Alt : Tiamfenikol 4x500 mg
2nd line :
Ampicilin 100 mg/kgBB/hari
Ceftriaxon : 1x3-4 gr/hari dalam Infus Dextrose 100 cc selama 30 menit durasi 3-5 hari
Cefixime : 2x20 mg/kgBB selama 10 hari
Cortimoxazole : 6 mg/kgBB/hari
Cat : Bumil dikasi amox/ampi/ceftri/cefixime
Pemeriksaan HIV pada bayi baru lahir?
Usia < 18 bulan : Virologi (replikasi virus) -> PCR
Usia > 18 bulan : Serologi (lihat Antibodi) -> Rapid Test, ELISA, western blot
Gold standard : PCT, western blot
Skrining : Rapid Test
Pemeriksaan penunjang untuk monitoring terapi HIV?
Jumlah CD4+ dan Viral load
Regimen ARV HIV dewasa?
1st line : TeLE (Tenofovir, Lamivudine, Efaviren) -> TDF + 3TC + EFV
2nd line : ZaLEF (Zidovudin, Lamivudin, Efaviren) -> AZT + 3TC + EFV
3rd line : TeLAN (Tenofovir + Lamivudin + Nevirapin) -> TDF + 3TC + NVP
Catatan : Kontraindikasi
- TDF : Pasien renal clearance kurang (CKD, DM, HT)
- AZT : Hb < 10
Stadium HIV pada Pasien dengan diare kronis tanpa penyebab yg jelas dan demam berulang?
Jawaban : St. 3
Derajat HIV :
St.1 : KGB generalisata, NT (-)
St.2 : Penurunan BB < 10%, Infeksi mukokutan (Ulkus mulut berulang, Herpes Zooster, Dermatitis seboroik, ISPA berulang)
St.3 : Penurunan BB > 10%, Demam Intermitten/> 1 bulan, Diare kronis tanpa penyebab yg jelas, Infeksi Per Organ (TB paru, Candidiasis oral, oral hairy leukoplakia, meningitis, empyema, bakteremia), Anemia (< 8), neutropenia (<500), dan trombositopenia (<50.000)
St.4 : Wasting, Pneumonia Pneumocystis Jiroveci, Infeksi menyebar (Kandidiasis esofageal-trakea-paru, TB ekstraparu, Toxoplasmosis, Kriptokoksis, Limfoma Serebral/non-hodgkin), Diare/demam kronik
Klasifikasi Ablett pada Tetanus derajat 2 adalah?
Derajat 1 : Trismus ringan, rigiditas (-) TTV stabil
Derajat 2 : Trismus sedang, disfagia ringan, rigiditas (+), spasme singkat, TTV abnormal (RR > 30)
Derajat 3 : Trismus berat, disfagia berat, rigiditas generalisata, spasme lama, TTV abnormal (RR > 40, apneu spell, Nadi > 120x)
Derajat 4 : derajat 3 + gangguan otonom
Pada pasien tetanus dengan luka kotor dan riwayat baru 1 dosis vaksin diberikan?
Jawaban : Td (vaksin) + Imunoglobulin/ATS
Pasien luka bersih :
- Dosis < 3 : Beri Td
- Dosis >= 3 :
—> Riw. Vaksin >= 10 thn (+) : Beri td
—> Riw. Vaksin < 10 th (+) : Tidak beri
Pasien luka kotor :
- Dosis < 3 : Beri Td + Imunoglobulin
- Dosis >= 3 :
—> Riw. Vaksin < 5 th : Tidak diberi
—> Riw. Vaksin >= 5 th : Beri Td
Bagaimana jenis luka yang termasuk risiko tetanus?
Luka KLL, luka bakar, luka tertusuk paku berkarat, luka terkontaminasi feses dan saliva
Berapa dosis ATS dan TIG?
Jawaban :
ATS (skin test dulu) :
Dewasa : IM 50.000 U -> Infus lambat 50.000 U
Anak : 5.000-10.000 U ( ½ dosis IM, ½ dosis IV)
HTIG :
Dewasa : IM SD 3000-6000 U (1A = 250 U)
Anak : IM 300-600 U
Terapi kuratif untuk tetanus?
Antibiotik :
Dewasa :
IV Metronidazole 3-4 x 500 mg 7-10 hari
IV Penicilin G 2-4 Juta U 4-6 dd 7-10 hari
Anak :
Metronidazole Loading dose 15 mg/kgbb → 2-3x7,5 mg/kgbb
IM Penisilin prokain 2x50.000 U/kgbb
Ampisilin 2-3x50 mg/kgbb
Eritromisin 3x15-25 mg/kgbb
Pasien BAB berdarah, apa saja kemungkinan diagnosis bandingnya? Untuk pemeriksaan awal/skrining apakah yang pemeriksaan yang digunakan dan apa hasilnya?
Px penunjang awal : Feses lengkap -> Gold standard : Kultur feses
DD :
1) Shigellosis (Disentri basiler)
Klinis : Gejala infeksi sistemik (Demam, lemas), infeksi lokal (nyeri perut, kram perut), BAB > 10x namun sedikit-sedikit
Hasil feses : Merah terang, pH basa, tidak berbau, Bakteri gram (-), ghost cell (+)
2) E. Histolytica (Disentri amoeba) : Gejala ringan (walking diarrhea), BAB > 10x namun banyak, berbau busuk
Hasil feses : Merah gelap, bau busuk, pH asam, Kista berinti 4, kristal charcot leyden, eusinofilia
3) Balantidiasis :
Hasil mikroskopis : parasit dengan silia, berbentuk lonjong, mikro dan makro nuklear

Terapi antibiotik untuk diare diberikan pada kausa apa? DOC nya?
Jawaban : bakterial dan parasit
Bakterial
1) Shigellosis
- Adult : Ciprofloxacin 2x500 mg 3 hari ATAU Koltrimoxazole 1x960 mg 3 hari
- Child : Klotrimoxazole 1x15 mg/kgBB/hari 3 hari
2) E. Histolytica
- Adult : Metronidazole 3x500 mg 5-10 hari
- Child : Metronidazole 35-50 mg/kgBB 5-10 hari
3) Giardiasis
- Adult : Metronidazole 3x250 mg 5 hari
- Child : Metronidazole 3x15mg/KgBB 5 hari
4) Balantidiasis
- Adult : Metronidazole 3x500 mg 5 hari
- Child : Metronidazole 4x250 mg 5 hari
5) Cholera
- Adult : Doxisiklin 300 mg SD atau Azitromisin 1 gr SD, Eritromisin 4x500 mg 3 hari
- Anak : Azitromisin 20 mg/kgBB SD atau Eritromisin 4x12.5 mg/kgBB 3 hari
6) C. Defficile : Metronidazole 3x500 mg 7-10 hari
Bagaimana gambaran mikroskopis giardiasis?
Gambaran Kista, trofozoit Berbentuk Pir, Berinti (mirip wajah), berflagel simetris lateral

Bakteri gram negatif berbentuk koma dengan monotrichoua flagel yang menyebabkan diare? Pemeriksaan khusus yang bisa melihatnya?
Vibrio cholera, pemeriksaan mikroskopis lapang gelap.
Klinis : diare seperti cucian beras (odorless, colorless) tanpa kram perut, muntah tanpa mual, dehidrasi berat
Gambaran kolonoskopi pada pasien Infeksi C. Defficile adalah?
Colitis pseudomembran
Stadium infektif dan diagnostik dari filariasis?
Infektif (dari nyamuk) : Larva L3
Diagnostik (dari darah/limfatik) : mikrofilaria
Diperiksa dengan Apusan Darah Tebal/Tipis dengan Pewarnaan Giemsa /wright
Apa vektor tersering yang membawa nyamuk brugia malayi?
Jawaban : Mansonia
Ket tambahan :
- W. bancrofti : Culex
- Brugia timor : anopheles
Apa saja jenis cacing yang menyebabkan filariasis dan cara membedakannya?
Membedakan dengan hasil apusan darah : BMT 123
- W. Bancrofti : space head 1:1
- B. Malayi : space head 2:1
- B. Timori : space head 3:1

Terapi first line pasien filariasis?
DEC (Dietilcarbamazine) 3x100 mg selama 1 hari atau 12 hafi untuk limfatik filariasis
—> Anak : 6 mg/kgBB/hari
Dapat dikombinasi dengan : Ivermectin 150 ug/kg SD (KI : anak < 5 th dan bumil)
2nd line :
DEC 6 mg/kgBB 12 hari + Doksisiklin 1x200 mg 6 minggu
Atau Doksisikljn 200 mg/hari 4-6 mgg
Profilaksis filariasis?
DEC 6 mg/kgBB SD/ tahun + Albendazole 400 mg SD/tahun
Apakah stadium Infektif dan Diagnostik cacing tambang (nematoda)?
Jawaban : Hookworm (manusia : ancylostoma duodenale & americanus, hewan : ancylostoma braziliensis & caninum)
- Infektif : larva filariform
- Diagnostik : Telur (berbentuk oval, lapisan tipis 1 lapis bening, berisi fragmented ovum)
Klinis khas : anemia, bab berdarah, gatal-gatal, fakris tidak memakai alas kaki/alas duduk
Lainnya : Nematoda
1) Ascariasis (ec. Ascaris lumbricoides)
- Infektif : Telur (3 lapis tebal, lapisan luar berkelok-kelok)
- Diagnostik : Telur
Klinis khas : cacing di feses kasat mata/besar, loefler syndrome di paru
2) Trichuriasis (ec. Trichuris trichura)
- Infektif : Telur (berbentuk tong/lemon, double knop)
- Diagnostik : Telur
Klinis khas : prolaps ani
3) Enterobiasis (ec. Oxyuris vermicularis)
- Infektif : telur berbentuk seperti huruf D
- Diagnostik : cacing
Klinis khas : pruritus ani di malam hari, keluar cacing dari anus berukuran kecil-kecil
4) Strongyloides
- Infektif : L. filariform
- Diagnostik : L. rhabditiform
Khas : infeksi lama, imunosupresi

Terapi untuk cacing nematoda?
A. Albendazole 400 mg SD : Ascariasis, Hookworm, Enterobiasis (tapi diulang 2 minggu lagi, total : 2x)
B. Albendazole 1x400 mg 3-7 hari : CLM, trichuriasis, creeping erruption
C. Mebendazole 500 mg SD atau 2x100 mg 3 hari : Ascariasis, hookworm, trichuriasis
D. Ivermectin 1x200 ug/kgBB 2 hari : Strongyloides
Apakah stadium infektif dan diagnostik dari cacing platyhelminthes?
Trematoda
1) Schisostomiasis
- Infektif : Serkaria
- Dx : Telur berspina (S. Hematobium dengan spina terminal, S. mansoni dengan spina di pinggir, dan S. Japonicum spina rudimenter)
Khas : swimmer itch, hematuria pada SH
2) Fasciola hepatika
- Infektif : Metaserkaria
- Dx : Telur di feses dengan 1 knop/beroperculum
Cestoda
1) Taeniasis (O/ T. Saginata + Solium)
- Infektif : Sisterkus
- Dx : Telur
2) Sisterkosis
- Infektif : telur
- Dx : sisterkus di jaringan

Terapi untuk infeksi cacing platyhelmintes?
Cestoda (Taenia sp.)
- Taeniasis : Prazikuantel 10 mg/kgBB SD
- Sistiserkosis : Prazikuantel 50 mg/kgBB/hari 5-10 hari
Trematoda
A) Schistosomiasis : Prazikuantel 20 mg/kgBB/kali
- S. Haematobium & mansoni : 2dd, SD -> ulangi 2-4 mgg
- S. Japonicum : 3dd SD
B) Fascioliasis : Triclabendazole 2x10 mg/kgBB SD
Pasien serangan asma saat siang 5x dan malam 3x dalam 1 bulan, derajat asma?
Jawaban : Persisten ringan
1) Intermitten : bulanan (
2) Persisten ringan : mingguan (>1x/minggu) serangan malam > 2x/bulan, serangan bisa mengganggu aktivitas dan tidur, APE >=80%
3) Persisten sedang : harian (serangan setiap hari), serangan malam > 1x/mgg, mengganggu tidur dan aktivitas, perlu penggunaan bronkodilator terus, APE 60-80%
4) Persisten berat : serangan kontinyu/setiap saat, aktivitas terbatas, serangan malam >3x/mgg, APE
Dosis obat pengontrol asma sesuai derajatnya?
Intermitten : Prn ICS + formoterol
Persisten ringan : ICS 200-400 ug/hari
Persisten sedang : ICS 400-800 ug/hari
Persisten berat : ICS > 800 ug/hari
Pada pasien asma, bagaimana menilai derajat kontrol nya?
S M R A
gejala Siang : >= 2x/mgg
gejala Malam : ada
penggunaan Reliever/SABA > 2x/mgg untuk melegakan : ada
Aktivitas terbatas : ada
Interpretasi :
(+) 0-1 : terkontrol
(+) 1-2 : terkontrol sebagian
(+) 3-4 : tidak terkontrol
Pada pasien dengan asma eksasebrasi akut derajat ringan sedang, apa tx yg diberikan?
Berikan :
SABA 3-4 puff setiap 20 menit maksimal 3x
Oksigenasi dengan target 93-95% SpO2
Moderate : Prednisolone 40-50 mg (anak : 1-2 mg/kgBB)
Menurut kriteria GOLD 2025, FEV1/FVC 45% termasuk obstruksi derajat?
Jawaban : Obstruksi berat
Ket :
- Ringan : >= 80%
- Sedang : 79-50%
- Berat : 49-30%
- Sangat berat : < 30%
Berapa skor mMRC pada pasien dengan keluhan sesak saat berjalan jauh sehingga harus berhenti-henti?
Jawaban : Skor 2
Ket :
0 : aktivitas berat
1 : berjalan jauh, tidak berhenti
2 : berjalan jauh, harus berhenti-berhenti
3 : berjalan > 100 m, harus berhenti
4 : aktivitas ringan (e.g berpakaian)
Pada pasien PPOK dengan riwayat eksaserbasi 1x/bulan sampai harus rawat inap termasuk dalam grup terapi?
Jawaban : E
Ket :
E : Eksaserbasi >= 2x/bulan ATAU perlu rawat inap
A : Eksaserbasi < 2x/bulan ATAU tidak perlu ranap, skor mMRC 0-1 dan CAT < 10
B : Eksaserbasi < 2x/bulan ATAU tidak perlu ranap, skor mMRC >=2 dan CAT >= 10
Pada pasien grup E pada PPOK, terapi yang diberikan?
Jawaban : LABA + LAMA + Consider ICS (pada Eosinofil > 300)
Ket :
A : LABA (e.g formoterol) atau LAMA (e.g tiotropium bromide)
B : LABA + LAMA

Apakah derajat eksaserbasi pasien PPOK dengan gejala sesak bertambah dan sputum bertambah banyak?
Jawaban : sedang-berat
Ket :
3 gejala cardinal eksaserbasi PPOK bertambahnya : Dispneu - Sputum - Purulensi sputum
- Ringan : 1/3
- Sedang-berat : >= 2/3
Terapi yang diberikan pada pasien PPOK derajat ringan adalah?
Jawaban : Tingkatkan bronkodilator, tx simptomatik dan suportif
Ket :
Sedang-berat : tambahan -> beri antibiotik
a) Non-complicated (pasien < 65 th, FEV1 > 50%, eksaserbasi < 3x/thn) : Azitromisin, doksisiklin
b) Complicated (pasien > 65 th, FEV1 < 50%, eksaserbasi > 3x/thn) : Levofloxacin, Amoxiclav
Bagaimana alur diagnosis pasien TB sesuai permenkes 2021?
Pasien terduga TB (gejala klinis sesuai TB) semuanya akan dicek TCM terlebih dahulu. Kelanjutan sesuai hasilnya.
1) Eror/Tidak ada hasil -> ulang
2) Negatif -> Lakukan Ro thorax ATAU Uji antibiotik
- Ro thorax sugestif TB ATAU Uji antibiotik tidak membaik : mulai OAT
- Ro thorax tidak sugestif TB ATAU Uji antibiotik membaik : bukan TB
3) Positif TCM -> Cek sensitivitas Rifampisin
a. Sensitif :
- cek sensitivitas isoniazid (pada riwayat pengobatan sebelumnya) -> sensitif : mulai terapi lini pertama
- cek sensitivitas isoniazid -> resisten : mulai regimen monoresisten INH
b. Indeterminate (blm bisa ditentukan) -> ulang TCM
c. Resisten -> cek kultur (untuk cek sensitivitas yang lain) : terapi sesuai sensitivitas obat

TB milier termasuk dalam TB ekstra-paru atau intra-paru?
Jawaban : Intraparu
Penjelasan :
- Intraparu (di parenkim paru) : lesi aktif di paru, limfadenitis TB di rongga dada, TB milier
- Ekstraparu (di organ luar paru) : pleura, kelenja, limfe, abdomen, meninges, tulang
Jelaskan perbedaan pasien TB Gagal pengobatan dengan Drop-out/loss to follow up?
Klasifikasi TB berdasarkan riwayat pengobatan :
1) TB baru : baru pertama kali TB, konsumsi OAT < 28 hari
2) TB Drop out/loss to follow-up : konsumsi OAT >= 1 bulan, tidak minum OAT 2 bulan berturut-turun
3) TB Gagal pengobatan : BTA (+) di bulan ke-5 terapi OAT
4) TB Relaps : Sudah dinyatakan sembuh/pengobatan selesai -> kambuh lagi
Apakah uji pemeriksaan gold-standard untuk memeriksa sensitivitas obat TB?
Jawaban : Kultur Dahak (bisa memeriksa semua sensitivitas obat)
Alternatif -> TCM : Hanya bisa cek sensitivitas rifampisin saja
Bagaimana klasifikasi TB berdasarkan hasil uji kepekaan obat?
- Sensitif obat (TB SO) : Sensitif OAT lini pertama
- Resistensi Rifampisin (TB-RR) : resistensi rifampisin berdasarkan hasil uji TCM
- Monoresisten (TB-MR) : resisten 1 jenis OAT dari lini pertama berdasarkan hasil uji kultur
- Poliresisten (TB-PR) : resisten >= 2 jenis OAT dari lini pertama selain R dan H berdasarkan hasil uji kultur
- Multi-Drug Resistant (TB MDR) : resisten R dan H berdasarkan hasil uji kultur
- Pre-extensive drug resistant (TB Pre-XDR) : MDR + Resistensi FQ (Floroquinolon e.g mofloxacin)
- Extensive drug resistant (TB-XDR) : MDR + FQ + Obat Injeksi (e.g kanamisin, amikasin)
Pada pasien konsumsi OAT 1 bulan muncul rasa nyeri di perut kanan atas, mual, muntah dan mata menjadi kuning. Ketika diperiksa SGOT SGPT meningkat 4x lipat. Apa OAT yang paling sering menyebabkan kondisi tersebut dan tindakan yang harus dilakukan?
Jawaban : Drug Induced Hepatitis ec Pirazinamide (Z) -> Hentikan OAT
Efek samping :
- PirRAziNamide : Purin berlebih/hiperurisemia, hePatotoksik, Reumatoid Arthritis, ARthralgia
- INH/Isoniazid : Iron akumulasi di mitokondria/ anemia sideroblastik, Neuritis perifer, Hepatotoksik
- RifamPisin : Red urine, hePatotoksik, trombositoPenia
- Etambutol : Eye problem (mata kabur, buta warna sulit membedakan hijau merah)
Hentikan OAT jika menyebabkan hepatitis dengan :
1) Asimptomatis, SGOT SGPT meningkat > 5x
2) Simptomatis, SGOT SGPT meningkat > 3x
Pada kasus yang masih belum memenuhi, OAT dilanjutkan namun lakukan observasi.
Dosis Regimen OAT KDT lini pertama?
Regimen RHZE + RH 6 bulan untuk TB paru (6-12 bulan)
-> TB lain 9-12 bulan, Limfadenitis TB (6-12 bulan)
Dosis sesuai BB :
----- 30------35------65------
2-------- 3-------4--------5--
Versi lama :
-----30------37-------55------71----
--2------- 3------ 4------- 5----------
Pemantauan terapi TB menggunakan pemeriksaan? Dan kapan saja waktunya?
Jawaban : BTA sputum pada bulan 2, 5, dan 6
Kecuali pada bulan ke-2 BTA (+) -> cek kultur resistensi dan cek BTA di bulan 3
Pada pasien dengan DM lama terapi OAT TB ?
Jawaban : 9 bulan
Karena imunitas rendah, rifampisin menurukan efektivitas sulfonilurea, dan efek samping etambutol dapat mempengaruhi komplikasi mata pada DM,
Pada kondisi apa saja pemberian obat terapi tambahan/simptomatik diberikan pada TB?
DM (gejala neuropati + neuritis) : Suplementasi B6
Bumil : Suplementasi B6 50 mg/hari + Vit K 10 mg/hari (untuk meminimalisir perdarahan peripartum di TM3)
Cara mengetahui bahwa seseorang adalah TB laten adalah?
Jawaban : asimptomatik namun TST/mantoux (+) dan IGRA (+) Meski Rontgen thorax dan sputum (-)
Regimen yang diberikan untuk pencegahan TB pada pasien yang berisiko adalah?
3HR KDT selama 3 bulan
ATAU
3HP KDT selama 3 bulan
Pasien yang mengalami Pneumonia setelah 2 hari intubasi termasuk jenis apa? Apa patogen yang paling sering menjadi etiologi?
Jawaban : VAP (Ventilator Associated Pneumonia) -> Syarat : post 48 jam pemasangan ET
Lainnya :
- CAP (Community Acquired Pneumonia) :
Pasien usia 78 th dengan keluhan sesak, demam, dan batuk 2 hari yang lalu diranap karena keluhannya. RPD : DM, HT. Saat diperiksa pasien CM, RR 25x/menit, TD : 152/89 mmHg. Saat dilakukan lab didapatkan AL : 17.000 dan Urea 32. Terapi antibiotik yang pas?
Jawaban : Pemberian antibiotik sesuai dengan derajat keparahan dan komorbid pasien yang dinilai dengan CURB-65.
- Confusion
- Urea > 40
- RR >= 30x/mnt
- BP < 90 / <= 60
- Age >= 65 th
Interpretasi :
0-1 : ringan -> rajal
2-3 : sedang -> ranap
4-5 : berat -> ICU
Skor pada pasien : 1 -> Rajal
A) Rawat jalan :
- Sehat : Amoxicilin 3 x 1 gr ATAU Doksisiklin 2x100 mg ATAU Azitromisin 1x500 mg
- Komorbid : Levofloxacin 1x750 mg (monoterapi), Double (Amoxiclav 2x1 (875 mg/125 mg) + Azitromisin 1x500 mg ATAU Amoxiclav 2x1 (875 mg/125 mg) + Doksisiklin 2x100 mg )
B) Ranap :
- Monoterapi : Levofloxacin 1x750 mg
- Double : Ceftriaxon + azitromisin
Temuan sputum 3 lapis ada pada penyakit? Gold standard pemeriksaan penunjang untuk diagnosis?
Bronkiektasis (3 lapis : busa, saliva/cairan jernih, pus/endapan)
Gold standard : HRCT (Ditemukan gambaran signet ring cell)
Lainnya : Ro thorax (gambaran : tram-track line untuk jenis cilinder ATAU honeycomb apperance untuk cystic)
Terapi yang diberikan pada pasien bronkiektasis eksaserbasi akut adalah?
Jawaban : tambahkan antibiotik
1) Empiris : Amoxicilin 3x500-1000 mg ATAU Doksisiklin 2x100 mg ATAU Ciprofloxacin 2x500-750 mg
2) Jika kultur keluar -> sesuai kultur
Lainnya saat stabil : bronkodilator, mukolitik, ICS
Sebutkan jenis cairan efusi pleura berdasarkan patomekanisme dasarnya?
Transudat : MARCH
- Meig's syndrome
- Albumin (Low)
- Renal failure
- Cirrhosis/ CCF
- Heart failure/ Hyperthyroidism
Eksudat : MYOPIA
- Malignancy
- Yellow nail syndrome
- Oesophageal rupture
- Pancreatitis/ Pulmonary embolism
- Infection
- Autoimmune
Tes yang digunakan untuk membedakan cairan eksudat dan transudat?
Jawaban : tes rivalta
- Positif : (+) penggumpalan -> eksudat
- Negatif : (-) penggumpalan -> transudat
Menurut ligh's criteria, pasien dengan Protein serum 0.9, LDH serum 0.7, dan LDH cairan pleura > 2/3 normal adalah jenis cairan efusi pleura yang?
Jawaban : Eksudat
- Eksudat : Protein > 0,5, LDH > 0,6 dan LDH pleura > 2/3 normal
- Transudat : Protein
Kapan pasien efusi pleura harus dilakukan torakosintesis dan kapan dilakukan WSD, lokasinya di?
Jawaban :
- Torakosintesis pada pasien TIDAK STABIL : lokasi di SIC V Linea axilaris anterior
- WSD pada pasien STABIL : lokasi di SIC V line axilaris media
Seorang pasien dengan riwayat infeksi rongga mulut dan oral hygiene buruk datang dengan keluhan batuk berdahak dan demam. Kemungkinan temuan rontgen thorax adalah? Terapi yang diberikan?
Jawaban : Gambaran kavitas dengan air-fluid level
Terapi : Antibiotik Clindamycin 3x600 mg IV (hari 1) -> lanjut 4x150-300 mg PO (hingga terjadi resolusi ro thorax, 3-6 mgg)
Jika tidak berhasil -> drainase precutaneuous atau operatif
Tanda khas membedakan lokasi aspirasi benda asing di saluran pernafasan adalah dengan?
Laring : tercekik, stridor (karena proximal, sempit -> jadi kaya suling/stridor)
Trakea : audible slap, palpatory thud (karena struktur cincin -> benda jd berpindah-pindah)
Bronkus : akan masuk ke kanan/kiri (lebih sering kanan) -> suara nafas menurun unilateral
Bagaimana tatalaksana aspirasi benda asing pada pasien sesuai dengan kondisinya?
1) Jika pasien sadar dan bisa batuk efektif -> minta batuk kuat
2) Jika pasien tidak bisa batuk efektif :
a) Tidak sadar -> RJP
b) Sadar : bantu dengan manuver
- Anak < 1 th : Back blow 5x -> chest trust 5x (karena stenrum masih elastis)
- > 1 th : Back blow 5x -> abdominal thrust 5x
- Bumil/ obes/ berbadan lebih besar : chest trust
Pasien mengalami batuk lama, sesak, dan demam yang disertai penurunan berat badan. Pasien adalah pekerja galangan kapal dan rumahnya beratap asbes. Dilakukan pemeriksaan ro thorax, apakah temuannya dan kemungkinan Dx nya?
Jawaban : Pneumokoniosis ec Asbes/ Asbestosis (Gambaran : Plak pleura)
Lainnya dan temuan khas :
- Silikosis (karena debuk silika, pada pekerja pabrik besi, keramik) : eggshell calcification
- Bisinosis/ Monday morning fever (kapas) : monday sickness (batuk dan sesak di hari pertama kerja)
- Bagassosis (Tebu) : Bekerja di perkebunan tebu
- Farmer's lung (spora) : perkebunan
- Antrakosis/ black lung disease (batu bara) : fibrosis fokal dan interstisial, bekerja di pertambangan
- Berliosis (berilium) : kerja di pabrik seng
Diagnosis pasien dengan riwayat merokok aktif 20 tahun dengan keluhan batuk berdarah kronis, nyeri dada, sesak, sulit menelan dan suara serak, disertai penurunan BB 10 kg dalam 2 bulan ini adalah?
Ca Paru
Kriteria KDIGO untuk AKI adalah SCr > (....) mg/dl dalam (....) jam ATAU SCr meningkat (...) dari baseine/dalam 7 hari ATAU dari volume urin terhitung (....) ml/kgBB selama >= 6 jam
Kriteria KDIGO untuk AKI :
- Scr >= 0.3x mg/dl dalam 48 jam
- Scr meningkat >= 1,5x dari baseline 7 hari terakhir
- UO
Staging AKI menurut KDIGO dan RIFLE?
Jawaban :
1 = Risk -> peningkatan Scr 1.5x-1.9x lipat, penurunan GFR > 25%, UO < 0,5 ml/kg/jam selama 6 jam
2 = Injury -> peningkatan Scr 2x-2.9x lipat, penurunan GFR > 50%, UO < 0,5 ml/kg/jam selama 12 jam
3 = Failure -> Peningkatan Scr 3x lipat atau >= 4.0 mg/dl, penurunan GFR > 75%, UO < 0,3 ml/kg/jam selama 24 jam atau anuria >= 12 jam
Loss = gagal ginjal akut presisten, fungsi hilang > 4 minggu
End-stage = > 3 bulan
Indikasi HD Cito?
Jawaban :
- Asidosis (pH < 7,2 irespon bicnat)
- Intoksikasi
- Uremia (ensefalopati, penkes, pericarditis, kejang, dll.)
- Elektrolit imbalans (Hiperkalemia K > 6,5, perubahan EKG)
- Overload (edem pulmo, refrakter/iresponsif dengan diuretik)
Pada pasien dengan gajala AKI dan temuan sedimen urin abnormal yaitu Eritrosit Cast, kira-kira dimana letak kerusakannya?
Jawaban : eritrosit cast -> gangguan filtrasi vaskuler karena peningkatan permeabilitas vaskular di Glomerulus (Intrarenal/intrinsik -> AGN)
Lainnya :
- Prerenal (Etiologi hipoperfusi : hipovolemia) -> Hialin cast
- intrarenal (Etiologi kerusakan/gangguan renal)
a. AGN (Glomerulus) : GNAPS -> Eritrosit cast
b. ATN (Tubulus) : Hipoperfusi, kristal -> Muddy brown cast/ granular cast
c. AIN (Interstisial) : Hipersensitivitas, obat-obatan, autoimun -> Leukosit cast
- Postrenal (Etiologi obstruksi : BSK, prostat) -> Batu
Trias Hemolytic uremic syndrome dan khas nya?
Jawab : Anemia hemolitik (MDT : (+) Skistosit) + Trombositopenia + AKI
Khas : anak-anak (< 5 thn), post infeksi E.Coli (EHEC), Shigelosis, S. Pneumonia, HIV, toksisitas obat -> Diare berdarah
Staging pada pasien CKD dengan GFR 35% adalah?
Jawaban : 3b
Staging menurut GFR :
Normal = 90-120%
1 : >= 90%
2 : 89-60%
3a : 59-45%
3b : 44-30%
4 : 29-15%
5 : < 15% ---> Mulai Dialisis
Apa temuan radiologi USG abdomen pada pasien CKD?
Jawaban : contracted kidney (ginjal mengecil, batas korteks-medulla menipis mengabur/menipis)
Rumus asam basa adalah?
Respiratory Opposite : pH > , PCO2 < ATAU pH < , PCO2 >
Metabolic Equal : pH > , HCO3 > ATAU pH < , HCO3 <
Secara klinis pembeda ISK Atas dan Bawah adalah?
Jawaban :
a. Bawah (sistitis - uretritis) : Demam (-)
- Sistitis : LUTS syndrome (Frequency, Urgency, Nocturia, Disuria), Nyeri suprapubik
- Uretritis : Duh (+), disuria
b. Atas (Pyelonefritis - ureteritis) : Demam (+)
- Pyelonefritis : Nyeri ketok CVA (+), nyeri pinggang, mual muntah
- Ureteritis : Nyeri area pinggang menjalar ke perut bawah, urin keruh
DOC terapi antibiotik dan durasinya untuk ISK non komplikata adalah?
Jawaban : Non-komplikata (Wanita sehat dan non-hamil, tidak ada gangguan struktural) -> Durasi 3-5 hari
- Nitrofurantoin 4x50-100 mg 5 hari
- Fosfomycin 1x3 gr SD
- Ciprofloxacin 2x250 mg atau 1x500 mg 3 hari
- TMP/SMX (Kotrimoxazol) 2x960 mg 3 hari