15/11/26

0.0(0)
Studied by 0 people
call kaiCall Kai
learnLearn
examPractice Test
spaced repetitionSpaced Repetition
heart puzzleMatch
flashcardsFlashcards
GameKnowt Play
Card Sorting

1/532

flashcard set

Earn XP

Description and Tags

Last updated 6:51 AM on 10/10/26
Name
Mastery
Learn
Test
Matching
Spaced
Call with Kai
Chat

No analytics yet

Send a link to your students to track their progress

533 Terms

1
New cards

DD Lesi di Rongga Mulut dan Tx Nya

Jawaban :

  • Glositis atrofi : ec. Candida/GBHS/Anemia → lidah tampak licin, eritema (+) → TX : etiologi + oral hyegine + chlorhexidine 0,2%

  • Median rhomboid glositis : ec. Imunosupresan (HIV, merokok)/candida → tengah lidah berbentuk layang-layang, eritema (+) → TX : Observasi, antifungal

  • Benign migratory glositis : ec. autoimun/atopi → terdapat peninggian di lidah berbentuk seperti pulau-pulau, berpindah-pindah → TX : oral hyegine

  • Oral candidiasis : plak putih kekuningan berdasar eritem, bisa dikerok → TX : Nistatin drop 4×1 ml 100.000 U

  • Leukoplakia : lesi prekanker, fakris merokok alkohol, plak putih mudah berdarah jika dikerok → TX : Kemoterapi

  • Eritroplakia : lesi prekanker, fakris merokok alkohol, plak eritematosa → TX : Bedah eksisi

  • Karies gigi : kavitasi/root caries

  • Gingivitis : Inflamasi gusi → eritem, edema, berdarah saat gosok gigi → TX : Oral hyegine, scaling

  • Sariawan/Ulkus :

    • Stomatitis aftosa rekuren : ulkus soliter-multipel yang bisa sembuh sendiri 1-2 mgg, lesi keabuan dengan halo eritem, nyeri (+) → TX : Oral hyegine, obat kumur chlorhexidine 0,2%

    • Herpangina : ec. Infeksi virus coxaxcie, ulkus di palatum molle-uvula

    • Herpes labialis : ec. HSV-1 atau 2, lesi herpetiformis di sekitar bibir

    • HFMD : ec. coxacievirus A16 dan Enterovirus 71, lesi di mulut, tangan dan kaki

    • Cicatrical pemphygoid : ec. autoimun, lesi berbentuk vesikel-bula yang mudah pecah

    • Drug induced mucocutaneus syndrome : reaksi HS Tipe 4 ec. alergi obat, lesi di mulut dan mukosa lain + kulit


2
New cards

Klinis khas spermatokel

Jawaban :

Klinis khas : Benjolan di buah zakar → Teraba massa kistik/benjolan di epididimis, batas tegas, NT (-), transiluminasi test (+)

3
New cards

Kecurigaan Papiledema ec. Massa Otak

Jawaban :

Kata kunci : adanya gejala peningkatan TIK (sakit kepala, mual, muntah), transient visus change (membaik sendiri), ditemukan adanya massa dari px penunjang, tanda local neurologis (+), dari oftalmoskop→ diameter diskus optikus lebih besar, macular star, bendungan vena, elevasi papil > 2 D

4
New cards

DD Perdarahan Saluran Cerna Atas

Jawaban :

Esofagus-Duodenum

Klinis khas : hematemesis (darah segar merah atau gelap/ground coffee emesis pada darah yang sudah bercampur asam lambung), melena (red currant jelly stool), aspirasi NGT darah (+), BU meningkat

a. Ruptur esofagus : ec. peningkatan tekanan intraesofageal → mual muntah hebat, trauma, benda asing, iatrogenik, GERD, methylene blue test (+) pada chest tube

  • Mallory-weiss tear (robek hingga lapisan mukosa-submukosa) : hematemesis, nyeri ulu hati → TX : observasi

  • Sindrom boerhaave (robek hingga transmural/komplit jebol) : udara di esofagus bocor ke jaringan → emfisema subkutis, odinofagia, sesak, syok, hamman’s crunch → TX : bedah

b. Varises esofagus : ec. hipertensi portal → dilatasi vena esofageal→ mudah ruptur, tanda luar caput medusa (+) → TX : Stabilisasi ABC, pasang NGT untuk dekompresi dan persiapan endoskopi + beri obat vasoaktif (somatostatin 250 mcg bolus IV) + RUJUK u/endoskopi dan/atau operasi

c. Barret esofagus : kondisi premaligna, perubahan mukosa esofagus ec. metaplasia (dari epitel squamous berlapis → kolumner selapis), gejala sama dengan GERD

d. Gastritis erosiva-Ulkus peptikum

e. Ca Gaster

e. Ulkus duodenum

5
New cards

DD Perdarahan Saluran Cerna Bawah

Jawaban :

Klinis khas : Haematoschezia (darah merah segar menetes saat BAB)/tissue toilet bleeding, aspirasi NGT jernih

a. Celiac disease

b. Diverticulosis

c. IBD

d. Polip kolon

e. Ca Colorectal

f. Hemoroid

g. Fissura ani

6
New cards

Kriteria dan TX GERD-DISPEPSIA

Jawaban :

a. GERD : ada reflux/aliran balik asam lambung ke esofagus-orofaring-saluran nafas, gx tipikal (esofageal) → rasa terbakar did ada-regurgitasi (pahit di lidah)-odinofagia-disfagia-sendawa, gx ekstraesofageal → batuk-suara serak-erosi gigi, PPI Test 2 minggu dosis ganda (+)

b. Dispepsia : sesuai kriteria ROME IV >= 1 gejala → nyeri epigastrium, rasa terbakar di epigastrium, rasa penuh dan tidak nyaman setelah makan, cepat kenyang yang mengganggu, muncul selama 3 bulan terakhir (6 bln sblm diagnosis)

Jenis :

  • Fungsional : tanpa lesi di organ (bukti endoskopi)

    • Ulcer-like type : dominan nyeri epigastrium

    • Dismotility like type : dominan mual-muntah, begah

  • Organik : lesi (+)

    • Ulkus peptikum (kedalaman > 0,5 cm, hingga tunika mukosa-muskularis) : pain-food-pain-relief (setelah 2 jam), nyeri bisa sampai menjalar ke punggung

    • Gastritis erosiva (kedalaman < 0,5 cm)

TX :

  • PPI : PELOR 1-2X selama 8 mgg

    • Pantoprazole 40 mg

    • Esomeprazole 40 mg

    • Lansoprazole 30 mg

    • Omeprazole 20 mg

    • Rebeprazole 20 mg

  • Farmakologi tambahan : prokinetik, antiemetik

  • Eradikasi H. Pylori pada Urea breath test (+) :

    • Tripe theraphy (2xOCA): PPI + Klaritromisin 2×500 mg + Amoxicilin 2×1000 mg

    • Quadraple theraphy (BOMaT): Bismuth 120-300 mg + PPI 2×1 + Metronidazole 3×500 mg + Tetrasiklin 4×250 mg

  • Modifikasi gaya hidup : Penurunan BB, makan maksimal 3 jam sebelum tidur, tinggikan bantal dan posisi miring kiri saat tidur, hindari makan yang memicu refluks


7
New cards

Apa saja Alarm Sign untuk Keluhan GIT (Terutama Dispepsia dan GERD)? Kapan harus Endoskopi?

Jawaban : ALARM

  • A : Age > 50 th

  • L : Loss of weight

  • A : Anemia

  • R : Restriction (Disfagia, Odinofagia)

  • M : Melena/Hematemesis (GI Bleeding)


8
New cards

Cara membedakan Etiologi Ikterik dari Klinis khas dan Hasil Lab?

Jawaban :

a. Pre-Hepatik : ec. Hemolisis → Bilirubin indirek »,

b. Intra-Hepatik : ec. Infeksi (hepatitis)-autoimun-genetik → Bilirubin direk dan indirek », OT PT », Lab khas infeksi (+)

c. Post-Hepatik : ec. obstruksi (batu empedu, keganasan)-infeksi (kolangitis) → Bilirubin direk », ALP GGT », BAK gelap, BAB dempul, Steatorrhea

9
New cards

Jenis-jenis Fatty Liver

Jawaban :

Pada pasien dengan sindroma metabolik : LP >= 90 cm L/80 cm W, TD >= 130/85, TG plasma > 150 mg, HDL-Kolesterol < 40 W/ < 50 L, Prediabetes, Homeostasis model assesment-insulin resistance score >= 2.5, CRP plasma > 2 mg/L

a. Non-alcoholic fatty liver Disease : USG Bright liver/hiperekoik, biopsi >5% hepatosis steatotik

  • NAFL (Non alcoholic fatty liver) : steatosis/perlemakan (+), peradangan (-)

  • NASH (Non alcoholic Steatohepatitis) : steatosis (+), peradangan (+) → SGOT-SGPT cenderung meningkat 2-5x normal-ALP meningkat 2-3x normal

TX : obat antihiperlipidemia (Gemfibrozil, atorvastatin), UDCA, anti-hiperglikemi oral, antioksidan

b. Alcoholic fatty liver disease : pada orang yang konsumsi alkohol 4-5x/hari


10
New cards

Etiologi Infeksi Hepatitis sesuai Jenisnya

Jawaban :

Patah Hati Firasat Rasa Cinta

  • Hepatitis A : Picornaviridae

  • Hepatitis B : Hepadnaviridae

  • Hepatitis C : Flavivirus

  • Hepatitis D : RNA incomplete virus

  • Hepatitis E : Calcivirus


11
New cards

Macam Jenis Lab Hepatitis B dan Interpretasinya

Jawaban :

Sesuai masa infeksinya.

  • Akut (aktif replikasi) : HbsAg (+), HbeAg (+), Anti-Hbc IgM (+)

  • Kronik (tertidur) : HbsAg (-), HbeAg (-), Anti-Hbc IgG (+)

  • Sembuh dari akut : HbsAg (-), Anti-HbS (+), HbeAg (-), Anti-Hbc IgG (+)

  • Window : HbsAg (-), HbeAg (-), Anti-Hbc IgM (+)

  • Imunisasi : HbsAg (-), HbeAg (-), Anti-Hbs (+), Anti-Hbc (-)

Catatan :

  • HbeAg → tanda virus aktif replikasi

  • HbsAg → tanda keberadaan virus

  • Anti-Hbs → tanda kesembuhan

  • Anti-Hbc → menunjukkan antibodi yang terbentuk akut atau kronik


12
New cards

Klinis Khas Sirosis Hepar

Jawaban : SEKASIH

  • Spider Nevi

  • Eritema palmaris

  • Kaput medusa/Kolateral Vein

  • Ascites

  • Splenomegali

  • Inversi albumin <= globulin (albumin turun, globulin naik)

  • Hematemesis-melena

Tambahan : keadaan hiperestrogen → ginekomastia, atrofi testis ; koagulopati → gg perdarahan, ensefalopati hepatikum

13
New cards

Pembeda Khas Massa Hepar ec. Keganasan dan Abses

Jawaban :

a. HCC (Hepatocelullar carcinoma) : tumor marker AFP dan PIVKA-II meningkat, palpasi hepar berdungkul-dungkul dan keras, CT Scan kontras (+) gambaran massa hipodens batas tegas di hepar, gejala keganasan (+)

b. Abses hepar : tampak gambaran massa kistik (hipodens dalam CT scan)/hipoekoik batas tegas mutiple (pada abses piogenik)/soliter (pada amoeba) di salah satu lobus hepar, ikterik (+), ludwig sign (+) NT ICS V/VI

TX :

  • Piogenik : aspirasi + AB IV Ampisilin 4×2 g + Gentamisin 1×5 mg/kgBB + Metronidazole 3×500 mg IV/PO

  • Amoeba : Metronidazole 3×750 mg IV 7-10 hari → Paramomisin 25-35 mg/kg/hari 7 hari (u/ bunuh kista di usus) pada amebiasis paru (menyebar ke paru)

  • Non farmakologi : insisi drainase dengan USG (< 5 cm : needle aspiration ; >= 5 cm aspirasi perkutan)


14
New cards

Temuan Klinis khas Pankreatitis akut dan Ca Pankreas

Jawaban :

  • Pankreatitis akut : autodigest ec. pelepasan enzim proteolitik pankreas, nyeri epigastrium tembus ke punggung yang membaik saat bungkuk-memberat saat berbaring, Amilase/lipase meningkat >= 3x batas atas, USG tampak batas pankreas mengabur (edema), gray turner sign di pinggang (+)/cullen sign di umbilikus (+)/fox’s sign di paha (+)

  • Ca Pankreas : keganasan di sel duktal pankreas, nyeri epigastrik (+) ke punggung memberat dengan berbaring, tanda infeksi/akut (-) → demam (-), courvoisier’s sign (+)/kandung empedu teraba disertai painless jaundice → curiga tumor di caput, steatorrhea, gejala kaganasan, tumor marker (+) CA 19-9 dan CEA


15
New cards

Klinis khas dari Irritable Bowel syndrome?

Jawaban :

Klinis khas : kronis-berulang, nyeri-tak nyaman di abdomen-perubahan kebiasaan BAB minimal 3 bulan ec stress psikologis (mau ujian, dll.), membaik dengan defekasi (+), konstipasi/diare-kembung-anoreksia

TX : Antispasmodik

16
New cards

Jenis dan Klinis Khas dari Inflammatory Bowel Disease?

Jawaban :

Keduanya ec. Autoimun, px utama dengan endoskopi.

  • Kolitis ulseratif : ascending dari rectum-colon proximal, klinis ULCERS → Ulcer, Lead pipe sign, Continous lesion (difus-simetris), Extend proximally, Red diarrhea, Submucosa/mucosa inflammation

  • Crohn disease : seluruh saluran cerna (mulut-anus), klinis CHRISTMAS → Cobble stone, High temperature (demam), Reduced lumen, Intestinal fistulae, Skip lesion, Transmural inflammation, Malabsorption, Abdominal pain, String sign


<p>Jawaban : </p><p>Keduanya ec. Autoimun, px utama dengan endoskopi.</p><ul><li><p><strong>Kolitis ulseratif : </strong>ascending dari rectum-colon proximal, klinis <u>ULCERS </u>→<strong> U</strong>lcer, <strong>L</strong>ead pipe sign, <strong>C</strong>ontinous lesion (difus-simetris), <strong>E</strong>xtend proximally, <strong>R</strong>ed diarrhea, <strong>S</strong>ubmucosa/mucosa inflammation</p></li><li><p><strong>Crohn disease : </strong>seluruh saluran cerna (mulut-anus), klinis <u>CHRISTMAS </u>→ <strong>C</strong>obble stone, <strong>H</strong>igh temperature (demam), <strong>R</strong>educed lumen,<strong> I</strong>ntestinal fistulae,<strong> S</strong>kip lesion, <strong>T</strong>ransmural inflammation, <strong>M</strong>alabsorption, <strong>A</strong>bdominal pain, <strong>S</strong>tring sign</p></li></ul><p></p>
17
New cards

Perbedaan Diverticulum Meckel dan Divertikulosis?

Jawaban :

  • Divertikulum meckel : outpouches dinding usus ec. obliterasi inkomplit duktus omfalomesenterika minggu ke-7 kehamilan → perdarahan rektum tanpa nyeri, black currant jelly stool, inkontinensia alvi, pruritus ani

  • Diverticulosis : divertikulum > 1 paling sering di kolon, asimptomatik, barium enema tampak multiple outpouching

  • Divertikulitis : peradangan divertikulum


18
New cards

Klinis khas dari Ca Colorectal?

Jawaban :

Khas : usia tua, tumor marker meningkat (+) CEA, jika lesi di caecum-colon kanan (perdarahan bercampur feses → gejala anemia, mudah lelah, kelemahan), jika lesi di kolon kiri (perubahan BAB jadi diare/konstipasi dan feses kecil-kecil seperti kotoran kambing → darah bercampur feses, Nyeri kuadran kiri bawah, RT teraba massa), barium enema apple core (+)

19
New cards

Tahapan diagnosis Pre-DM dan DM

Jawaban :

Dengan bagan.

Kesimpulan :

  • Ada gejala : Abnormal → langsung DM, meragukan → ulang 1x lagi → abnormal → DM, Normal → ulang 1x lagi → normal → TTGO → Normal → Normal

  • Ga ada gejala : Normal → Normal, Abnormal → Cek ulang → abnormal → DM, Pre-DM → TTGO → Abnormal → DM


<p>Jawaban : </p><p>Dengan bagan.</p><p>Kesimpulan : </p><ul><li><p><strong>Ada gejala : </strong>Abnormal → langsung <strong>DM</strong>, meragukan → ulang 1x lagi → abnormal → <strong>DM</strong>, Normal → ulang 1x lagi → normal → TTGO → Normal → Normal</p></li><li><p><strong>Ga ada gejala</strong> : Normal → Normal, Abnormal → Cek ulang → abnormal → <strong>DM, </strong>Pre-DM → TTGO → Abnormal → DM</p></li></ul><p></p>
20
New cards

Jenis DM tipe hybrid, cara membedakannya dengan DM lain

Jawaban :

  • Maturity-onset diabetes of youth (MODY) : resistensi insulin pada anak-remaja (> 15 thn), autosomal dominan/RPK (+), autoantibodi (-), C peptide normal, klinis mirip DM tipe 2

  • Latent autoimmune diabetes of adults (LADA) : pada orang dewasa, klinis DMT1, autoantibodi (+)

  • DMT2 : Kadar C-peptide Normal-Tinggi (karena insulin yang dihasilkan banyak)

  • DMT1 : Kadar C-peptide rendah, autoantibodi (±)


21
New cards

Alur terapi intensifikasi Insulin untuk DM

Jawaban :

Mulai terapi insulin pada : HbA1C >= 9% atau gagal OAD dosis optimal (Target < 7%), pada HbA1C >= 7,5% OAD masih 2-3

  1. Insulin basal ± OAD

  2. Intensifikasi 1 : Insulin basal + insulin bolus 1x pada porsi makan terbesar (Pandrial) atau Insulin premixed 2x

Ket :

Dosis insulin inisiasi (awal) → 0,1-0,2 U/kg/hari di malam hari 1x

Dosis optimalisasi (total) → 0,3-0,5 U/kg/hari → dibagi jadi basal dan pandrial

Contoh : BB 50 kg → Optimalisasi : 25 U → Basal 1x10 U + Pandrial (3 makan besar ×5 U = 15 U)

22
New cards

Tatalaksana Hipoglikemia Dewasa

Jawaban :

  • Ringan : PO 15-20 gr (2-3 sdm) gula dilarutkan di 20 ml → evaluasi 15 menit lagi → jika menetap 3x ganti ke tx sedang-berat

  • Berat : IV Dextrose evaluasi per 15 menit dapat diulang jika belum tercapai, mulai dari terkecil

    • D10% 150-200 ml dalam 15 menit

    • D20% 75-100 ml dalam 15 menit

    • D40% 25-50 ml dalam 15 menit

  • Maintenance : Inf D10% 100 ml/jam hingga mampu makan

  • Akses sulit : IM Glukagon 1 mg


23
New cards

Tatalaksana Krisis Hiperglikemia

Jawaban :

Pada KAD maupun HHS

  1. Rehidrasi : Nacl 0,9% 1L/jam → lanjut 250-500 ml/jam hingga status hidrasi adekuat

    1. Jika Na >= 140 → ganti dengan Nacl 0,45% 250-500 ml/jam

  2. Kalium → CEK dan KOREKSI bila rendah/terlalu tinggi sebelum INSULIN

    1. TIDAK PERLU koreksi bila >= 4,5 mEq/L

    2. KOREKSI dan TUNDA INSULIN :

      1. < 3 mEq/L : beri KCL 20-30 mEq/jam sampai > 3,5 (masuk insulin kalau >= 3)

      2. 3-4,5 mEq/L : beri 20-30 mEq KCL tiap L cairan IV

  3. Insulin Bolus IV 0,05-0,1 U/kgBB → Drip 0,1 U/kg/jam

  4. Bikarbonat pada KAD HANYA JIKA pH < 6,9 : 50-100 mEq selama 2 jam ulangi tiap 2 jam hingga pH >= 7,0


24
New cards

Perbedaan Jenis Klinis Diabetes Insipidus

Jawaban :

Klinis umum : Kekurangan ADH → air keluar terus lewat pipis → gx : polidipsi, poliuri, dehidrasi ec. Volume urin > 3L/hari

  • Central : ec. gg sekresi central ADH di hipofisis posterior → ADH kurang, water deprivation test (+) osmolaritas urin meningkat post vasopressin

  • Nefrogenik : ADH normal, namun reseptor ginjal bermasalah (lithium, familial), water deprivation test (-) osmolaritas urin tidak meningkat post vasopressin maupun saat dehidrasi

  • Psikogenik : normal namun karena perilaku minum berlebih jadi poliuri, water deprivation test (+) osmolaritas urin meningkat setelah dehidrasi

TX : Desmopressin (sentral), Tiazid (Nefrogenik)

25
New cards

Kategori risiko Dislipidemia dan Terapi Pilihannya

Jawaban :

Definisi : kelainan metabolisme lipid peningkatan kolestrol total (>200)/LDL (>130)/HDL (<40)/TG >150

Faktor risiko utama (MeHiKoH 45 55) : RPK kardiovaskular prematur (L < 55 th, P < 65), Merokok, HDL rendah, Usia tua (L > 45, P > 55), hipertensi

Stratifikasi risiko :

  • Rendah : 0 FR

  • Sedang : <= 2 FR

  • Tinggi : >= 2 FR + Risiko PJK < 10-20% (10 thn terakhir) + DM dan CKD tanpa FR

  • Sangat tinggi : Ada penyakit kardiovaskular (PJK, PAD), DM + >=1 FR, CKD stage 3-4 + >=1 FR, Hiperkolesterolemia familial

  • Ekstrem : PJK progresif (UAP), PJK + DM, PJK + CKD St 3-4, PJK + HF, Riw. PJK prematur

TX :

  1. TLC : Modifikasi gaya hidup + Aktivitas fisik

  2. Farmakologi :

    1. (+) Statin : pada dominan peningkatan Kolestrol total dan LDL

      1. Statin intensitas sedang : pada risiko rendah namun LDL>130 atau risiko sedang-tinggi namun LDL < 100 (Atorvastatin 10 mg atau Rosuvastatin 5 mg atau Simvastatin 20-40 mg)

      2. Statin intensitas tinggi : risiko sedang-tinggi LDL >100, risiko sangat tinggi-ekstrem (Atorvastatin 40-80 mg atau Rosuvastatin 20-40 mg)

    2. (+) Fenofibrat atau As. Nikotinik : pada dominan peningkatan TG

      1. Gemfibrozil 2×600 mg atau 1×900 mg

      2. Fenofibrat 1×200 mg → Jika sudah ada statin, tambahannya lebih prefer ini


26
New cards

Sindroma metabolik

Jawaban :

  • Obes sentral : LP >= 90 cm L/80 cm W,

  • Pre hipertensi : TD >= 130/85,

  • Dislipid : TG plasma > 150 mg, HDL-Kolesterol < 40 W/ < 50 L,

  • Prediabetes-DM : GDP >= 100 mg/dl dan/atau DM

  • Homeostasis model assesment-insulin resistance score >= 2.5

  • CRP plasma > 2 mg/L


27
New cards

GG. Tiroid Primer/Sekunder/Subklinis?

Jawaban :

Hipertiroid/Hipotiroid

  • Primer : gg. di kelenjar tiroid (ec. autoimun, dll.) → TSH turun, FT4-FT3 »/«

  • Sekunder : gg. di pusat/central/pituitari (ec. tumor, dll) → TSH naik (hiper)/turun (hipo), FT4-FT3 »/«

  • Subklinis : TSH naik/turun, FT3-FT4 N


28
New cards

DD Pasien dengan Gejala Tirotoksikosis, Kapan bisa didiagnosis Hipertiroid?

Jawaban :

Gejala Tirotoksikosis (+) : semua sistem Heboh ec. peningkatan metabolisme/BMR → katabolsime meningkat (glukoneogenesis », lipolisis », proteolisis ») → penurunan BB, rambut tipis + peningkatan suhu tubuh → banyak berkeringat + kuku tumbuh cepat + neuromuskular hiperaktif → cemas, gelisah, insomnia, tremor + GIT hiperaktif → diare

Diagnosis Hipertiroid : ketika sudah dilakukan tes Lab kadar tiroid → hasil sesuai jenis

Tipe spesifik :

  • Grave’s disease (termasuk Primer) : exoftalmos, TSH menurun + T3T4 », massa difuse nyeri (-), antibodi tiroid (+) → TSI/TBII, anti-TPO, anti-thyroglobulin, indeks wayne (+) > 19

    • Khas lain :

      • Rosenbach’s sign : tremor palpebra superior saat menutup mata

      • Stellwag’s sign : sensasi bola mata menonjol

      • Lid lag/Von graefe’s sign : kelopak mata atas bergerak lebih lambat dibanding bola mata → kelopak mata atas berada di atas iris saat mata gerak ke atas/bawah → limbus ga ketutup margo palpebra

      • Jofroy sign : kerut kening hilang

      • Mobious : mata gabisa konvergen → juling

  • Tiroid storm : demam, penkes, kolaps kardiovaskular (AF, CHF), takikardia, ikterus, diare, burch-watofsky score > 45

Urutan Px : TSH (awal) → T4/FT4 dan T3/FT3 (tepat) → Radiologi (USG tiroid) → Skintigrafi (susp Ca)

TX :

  • General : 1st Metimazole 20-40 mg/hari ATAU 2nd PTU : 3×100-300 mg-600 mg/hari

  • Bumil : 1st trimester PTU, 2nd-3rd boleh Metimazole

  • Tiroid storm/krisis tiroid : Stabilisasi hemodinamik + PTU dosis tinggi 600-1000 mg via NGT → 6×200 mg/hari + Antipiretik + Propanolol 30-60 mg (3×20 mg) + larutan lugol


29
New cards

DD Pasien dengan Hipotiroid

Jawaban :

Gejala Hipotiroid (+) : semua sistem mager ec. penurunan metabolisme/BMR → anabolisme meningkat (glukoneogenesis «, lipolisis «, proteolisis «) → peningkatan BB, nafsu makan menurun, mudah kedinginan, kulit kering, edema, rambut rontok, wajah bengkak, penurunan aktivitas jantung (HR menurun, dispneu), neuromuskular menurun (depresi, reflek fisiologis menurun, berfikir lambat, cepat lelah, mudah mengantuk), konstipasi, oligomenorea, infertil, skor billewics >= 25

Tipe spesifik :

  • Goiter endemik : ec. defisiensi yodium di satu wilayah (biasanya pegunungan) → banyak di wilayah itu kasusnya, struma difusa non-toksik (gejala -) → TX : Yodium - Operatif (jika ada tanda obstruksi)

  • Tiroiditis hasimoto

  • Koma miksedema (dekompensata berat) : dipicu infeksi/sepsis/trauma, penkes-hipotermia-gg. hemodinamik (hipotensi-bradikardia-hipoglikemi), gejala hipotiroid

TX :

  • General : Levotiroksin pagi 1 jam sblm makan 112 mcg/hari atau 1,6 mcg/hari atau 50-100 mcg

  • Koma miksedema : stabilisasi hemodinamik + atasi hipotermia + Levotiroksin IV 500 ug Loading dose → 100 ug/hari + IV Hidrokortison 3×100 mg


30
New cards

DD untuk Tiroiditis

Jawaban :

Klinis : struma (+), ada gejala gangguan hormon tiroid (sementara) + gejala lokal/sistemik dari peradangan/infeksi

a. Akut (Beberapa hari) : Supuratif → demam tinggi, nyeri hebat, pus (+), leukositosis, hormon N → TX : NSAID, insisi drainase pus, AB, Betablocker

b. Subakut (1-2 bulan)

  • Postpartum : 1 tahun post-melahirkan/post abortus, mekanisme autoimun → anti-TPO (+)/Anti-tiroglobulin (+)/TRAb (-), NT (-), tirotoksikosis dengan/atau tanpa hipotiroid → TX : sesuai fase, saat Tirotoksikosis Propanolol 3x10-20 mg, saat Hipotiroid Levotiroksin tapper off 12 bulan postpartum

  • De Quervain : inflamasi folikel ec. viral (ISPA), tanda peradangan (+) → nyeri leher anterior uni/bilateral menjalar ke rahang-telinga, demam, pembesaran kelenjar difus (disfagia) + NT (+), pola trifasik (tirotoksikosis-hipo-eutiroid), marker inflamasi », FT4/FT3 bisa berubah sesuai pola trifasik, FNAB multinucleated giant cell → TX : NSAID, betablocker (fase hiper), levotiroksin (fase hipo)

c. Kronis

  • Hashimoto : antibodi ec. trigger lingkungan (e.g : stress, infeksi, intake yodium), ada penyakit autoimun lain, difus-teraba keras-iregular-tidak nyeri, gejala hipotiroid, FNAB Hurthle cell, TSH naik dan T4-T3 N/turun, anti-tpo (+) → TX : Levotiroksin

  • Riedel : goiter keras, nyeri (-), FNAB jaringan fibrotik, Anti-TPO (+)


31
New cards

DD Tumor/Benjolan di Leher lainnya (Non-Abses leher)

Jawaban :

  • Kista tiroglosus : lokasi di Midline-Dekat os hyoid, naik ketika menelan dan saat lidah dijulurkan, jika infeksi -> (+) tanda peradangan, mekanisme : Embriologi gagal obliterasi → kista di jalur turun tiroid.

  • Kista dermoid : midline/submental, konsistensi kenyal, Tidak bergerak saat menjulurkan lidah, Pertumbuhan lambat, Mekanisme: inklusi epitel/komponen kulit di bawah permukaan saat perkembangan embrio.

  • Branchial cyst : lateral-di anterior m. sternocleidomastoideus, Kistik-mobile, bisa muncul/membesar setelah infeksi saluran napas atas, Mekanisme: sisa aparatus branchial yang gagal mengalami obliterasi.

  • Limfadenopati : bisa ec. infeksi-keganasan (metastasis-limfoma)


32
New cards

Keganasan pada Tiroid

Jawaban :

Klinis lokasi di tiroid : Benjolan leher anterior + ikut bergerak saat menelan

  • Papillary adenocarcinoma of thyroid / papillary thyroid carcinoma (PTC) : tumbuh lambat, Nodul tiroid + KGB servikal (metastasis limfatik), PA Orphan Annie eye nuclei/nuclear groove/psammoma bodies (Lapisan bawang).

  • Follicular adenocarcinoma of thyroid / follicular thyroid carcinoma (FTC) : Metastasis hematogen, metastasis tulang → nyeri tulang/fraktur patologi, PA capsular invasion + vascular invasion

  • Medullary thyroid carcinoma (MTC) : Berasal dari sel C/Parafolikular -> Nodul + ↑ kalsitonin, diare/flushing, familial → MEN 2A/2B, mutasi RET

  • Undifferentiated thyroid carcinoma (Anaplastik) : diferensiasi Sel folikular, lansia, progresif cepat, keras, invasif (agresif) -> disfagia, sesak, suara serak


<p>Jawaban : </p><p><strong>Klinis lokasi di tiroid : Benjolan leher anterior + ikut bergerak saat menelan</strong></p><ul><li><p><strong>Papillary adenocarcinoma of thyroid / papillary thyroid carcinoma (PTC) : </strong>tumbuh lambat, Nodul tiroid + KGB servikal (metastasis limfatik),<u> PA Orphan Annie eye nuclei/nuclear groove/psammoma bodies (Lapisan bawang).</u>  </p></li><li><p><strong>Follicular adenocarcinoma of thyroid / follicular thyroid carcinoma (FTC) : </strong>Metastasis hematogen, metastasis tulang → nyeri tulang/fraktur patologi, <u>PA capsular invasion + vascular invasion</u></p></li><li><p><strong>Medullary thyroid carcinoma (MTC) </strong>: Berasal dari sel C/Parafolikular -&gt; Nodul + ↑ kalsitonin, diare/flushing, familial → MEN 2A/2B, mutasi RET  </p></li><li><p><strong>Undifferentiated thyroid carcinoma (Anaplastik) </strong>: diferensiasi Sel folikular, lansia, progresif cepat, keras, invasif (agresif) -&gt; disfagia, sesak, suara serak  </p></li></ul><p></p>
33
New cards

Hiperparatiroid vs Hipoparatiroid → Kata kunci dan Klasifikasinya

Jawaban :

Klasifikasi sesuai lokasi gangguan :

  • Primer : di kelenjar paratiroid (e.g : tumor/adenoma)

  • Sekunder : di luar kelenjar tiroid (e.g : pada gg. organ → gagal ginjal)

Klinis khas :

A. Hiperparatiroid : Hiperkalsemia (dan gejalanya : keram, kaku, kejang, takikardia, QT interval memendek, Tall-T), PTH tinggi

  • Primer (etiologi : adenoma paratiroid) : Ca », fosfat «, PTH dan Vit. D tinggi → TX : paratiroidektomi, bedah adenoma

  • Sekunder (etiologi : Defisiensi Vit. D dan Ca pada CKD → kompensasi PTH ») : Ca N/«, fosfat N/» (CKD) atau « (etiologi lain), Vit. D rendah, PTH tinggi → TX : Reduksi fosfat + Calcitrol 0,25-2 mcg/hari + Ca Carbonat

  • Tersier (etiologi : sekunder yang ireversibel) : Ca », fosfat » → TX : paratiroidektomi

B. Hipoparatiroid : Hipokalsemia (gejala : keram, kaku, lemah otot, cvostek sign +, trosseau sign +, carpopedal +), sering pada pasien post.op tiroidektomi (paratiroid ikut terambil), PTH rendah, Mg «, Hiperfosfatemia, EKG QT interval memanjang

TX : Atasi etiologi + Ca Glukonas 1-2 gr + Pro vitamin D 40.000-120.000 U/hari (seumur hidup)

34
New cards

Klinis gangguan Hormon Kortisol

Jawaban :

A. Hiperkortisol : kortisol berlebih → katabolisme meningkat → Hiperlipidemia, TD Meningkat, Tubuh bengkak (BB meningkat, Buffalo hump (+), obesitas sentral, striae, moon face), osteopenia-fraktur, hisrutisme, gg. hormonal → amenorhea, delayed puberty, ginekomastia

Sesuai sumber kortisol tambahan :

  • Eksogen : dari luar → Kortikosteroid jangka panjang (fakris : menderita sakit kronis/autoimun, minum jamu), Dexametason supression test (+) low dose → DX : Pseudocushing disease/CUSHING SYNDROME EXOGEN → TX : Tapper off dosis steroid

  • Primer (dari kelenjar adrenal sekresi banyak sendiri tanpa ACTH/ACTH independent) : ec. Tumor (e.g ca adrenal, hiperplasia, adenoma), Dexametason supression test (+) low dose → DX : Pseudocushing disease/CUSHING SYNDROME ADRENAL/INDEPENDEN → TX : Etiologi + Obat hambat sintesis kortisol (metyrapone, mitotane, ketoconazole, analog somatostatin)

  • Sekunder (dari hipofisis atau Sumber ektopik yang hipersekresi ACTH/ACTH dependent) : ec. Adenoma hipofisis/SCC, Dexametason supression test (-) low dose dan (+) high dose → DX : CUSHING DISEASE (ec. SCC → ECTOPIC CUSHING DISEASE) → TX : Etiologi + Obat hambat sintesis kortisol (metyrapone, mitotane, ketoconazole, analog somatostatin)

Ket : Dexametason supression test (GS) low dose 0,5 mg/6 jam atau 1 mg/12 jam atau < 2 mg/hari ; High dose 8 mg/hari

B. Hiporkortisol/Insufisiensi Adrenal : insufisiensi produksi kortisol → kortisol sedikit → Anorexia, mudah lelah, BB turun, hiperpigmentasi kulit, hipotensi, dehidrasi, amenorhea, diare-konstipasi, mual muntah

Sesuai sumber kortisol yang kurang:

  • Primer : dari kelenjar adrenal (e.g : Addison’s disease) → kortisol «, feedback → ACTH » CRH », cosyntropin/ACTH stimulation test (-) tidak ada peningkatan cortisol

  • Sekunder : dari hipofisis → CRH » (feedback), ACTH RENDAH → Kortisol «

  • Tersier : dari hipotalamus → CRH RENDAH, ACTH « → Kortisol «

  • Dekompensata → Krisis Hipoadrenal : keadaan akut akibat kekurangan cortisol ± aldosteron ec. addison disease (kerusakan kelenjar adrenal)/ penghentian steroid mendadak/ sepsis/ trauma/ congenital adrenal hyperplasia (defisiensi 21-Hidroksilase) → kortisol menurun hingga undetectable, penurunan kesadaran, dehidrasi, hipotensi, syok, mual-muntah, riw. BB turun dan anorexia, hipoglikemia, hiponatremia

TX :

  • Umum :

    • Pengganti glukokortikoid : Hidrokortison 15-20 mg saat bangun tidur dan 5-10 mg sore hari

    • Pengganti mineralokortikoid : fludrokortison 0,05-0,2 mg/hari

    • Pengganti androgen : DHEA 25-50 mg/hari

  • Krisis hipoadrenal : Infus Nacl 0,9% 1L dalam 1 jam + IV Hidrokortison 100 mg lanjut 100 mg/6 jam u/24 jam pertama + IV bolus dextrose 20% 75-100 cc


35
New cards

Bagaimana mekanisme Krisis adrenal pada Congenital adrenal hyperplasia?

Jawaban :

Terjadi defisiensi enzim 21-hidroksilase (21-OH) → Hambat sekresi cortisol dan aldosteron, namun tidak dengan androgen → Kadar cortisol dan aldosteron «, androgen N → feedback negative → ACTH meningkat → cortisol dan aldosteron tetap «, androgen »» → gejala krisis adrenal + hiperandrogen

Tipe :

  • Salt wasting : cortisol dan aldosteron «, androgen »

  • Non-salt wasting : cortisol dan aldosteron N/sedikit «, androgen »


36
New cards

Kelenjar Adrenal dan Hormon yang Disekresinya

Jawaban :

Lapisan : Kapsul → Korteks (G-F-R) → Medulla (Sel chromaffin)

  • Kapsul

  • Korteks

    • Zona Glomerulosa : Hormon Aldosteron (mineralcorticoid) → Klinis : Anti-diuretik

    • Zona Fasiculata : Hormon Cortisol → Klinis : Cushing/addison

    • Zona Reticularis : Hormon Androgen/DHEA → Klinis : Ambiguous genitalia, hisrutisme, suara dalam

  • Medulla : hormon katekolamin (Epinefrin/Norepinefrin) → klinis : pheochromocytoma


37
New cards

Prolaktinoma dan Klinis khasnya

Jawaban :

Ada HIPERPROLAKTINEMIA non puerperal (non-hamil) dari hipofisis anterior ec. adenoma pituitary (paling sering) atau lainnya seperti obat-obatan (e.g : metildopa, fenotiazin, risperidon), gg. ginjal, sirosis, hipotiroidisme, dll.

Klinis : Efek prolaktin → Galaktorrhea, gg. siklus menstruasi (efek menekan GnRH), penurunan libido, infertile, hipoestrogenisme (dispareunia, osteopenia), testis kecil, efek massa otak (nyeri kepala, gg. lapang pandang, neuropati kranialis, kejang), ginekomastia

TX : Hentikan etiologi + Bromokriptin mesilat (simptomatik)

38
New cards

Porfiria, gangguan pada apa dan klinisnya?

Jawaban :

Penyakit herediter ec. Gangguan jalur sintesis Heme → Deposisi porfirin di berbagai organ tubuh. Sering dipicu paparan obat (CYP450 induced)

Klinis : abdominal pain (tanpa nyeri tekan), polyneuropathy, gejala neurologis (kejang, paralisis), psikiatrik symptomps (kecemasan, insomnia), port-wine colored urine (keunguan), takikardia, hipertensi, UL Porfobilinogen meningkat, Uroporpfirin III (+)

39
New cards

Jenis PJK dan Tatalaksana Definitif nya

Jawaban :

Nyeri dada PJK : terasa berat/tertekan menembus punggung, menjalar ke lengan kiri-leher-rahang-ulu hati

(+) Gejala otonom : diaforesis, mual-muntah, sinkop

a. Angina Pektoris Stabil/CCS (Chronic coronary syndrome) : nyeri dada durasi < 20 menit, membaik dengan istirahat, enzim jantung N, EKG N, Exercise stress test (+) ST Depresi/T inversi

TX : Nitrat SL 5 mg (KI : Hipotensi, post sildenafil), B-Blocker, Statin High Intensity

b. Acute Coronary Syndrome : Nyeri dada durasi >= 20 menit, tidak membaik dengan istirahat

  • Unstable angina pektoris (UAP) : Enzim jantung N, EKG N/T inversi/ST depresi

  • NSTEMI (Non-ST Elevasi Myocardial Infarct) : Enzim jantung meningkat, EKG T inversi/ST depresi → Tx : Antiplatelet, Reperfusi segera (bila risiko sangat tinggi : hemodinamik tidak stabil, syok kardiogenik, nyeri dada terjadi berulang, aritmia maligna, arrest, gagal jantung akut)

  • STEMI (ST Elevasi Myocardial Infarct) : Enzim jantung meningkat, EKG ST Elevasi di minimal 2 sadapan bersebelahan → TX Definitif : Reperfusi

DD : Angina prinzmetal → vasospasme arteri coroner akut saat tidur/istirahat, usia muda, saat serangan mirip ACS EKG nya → TX : nitrat

TX :

  • Tx awal : O A Ni Mo

    • Oksigenasi jika SpO2 < 90%

    • Anti-platelet : Aspirin 2-4 tab 80 mg (160-320 mg) kunyah + Clopidogrel 4 tab 75 mg (300 mg) (Alt : Ticagrelor 2 tab 90 mg (180 mg))

    • Nitrat : ISDN SL 5 mg atau Nitrogliserin 0,4-0,5 mg (maksimal diulang 3x per 5 menit) → KI : Hipotensi, post sildenafil, bradikari-takikardi parah, infark inferior, infark ventrikel kanan

    • Morfin IV : 5-10 mg bisa diulang 10-30 menit

  • Tx definitif : Reperfusi

    • Primary PCI : onset <= 12 jam, mampu door to baloon < 120 menit (pada faskes tanpa PCI) atau < 90 menit (pada faskes dengan PCI)

    • Fibrinolisis : onset <= 12 jam (paling efektif < 3 jam), alternatif PCI, door to needle < 30 menit

      • KI absolut : perdarahan intrakranial (kapanpun), SNH > 3 jam/< 3 bulan, neoplasma intrakranial, active internal bleeding, koagulopati, trauma kraniofasial signifikan dalam 3 bulan, susp. diseksi aorta

      • Obat-obatan :

        • Streptokinase : 1,5 Jt U dalam 100 ml D5% atau NaCl 0,9% selama 30-60 menit

        • Alteplase : Bolus 15 mg IV → 0,75 mg/kg selama 30 menit → 0,5 mg/kg selama 60 menit (maks dose 100 mg)

      • Evaluasi :

        • Berhasil → angografi koroner

          • Nyeri dada berkurang

          • Resolusi Segmen ST > 50%

          • Adanya aritmia reperfusi (AIVR)

        • Tidak berhasil → Rescue PCI


40
New cards

Arteri Koroner Utama dan ST Elevasi pada EKG

Jawaban :

a. Arteri Koroner Kiri (A. Coronaria Sinistra/LCA) : Bagian anterior, lateral kiri, dan Septal jantung (Anterior-Kiri) → I, aVL, V1-V6

  • A. Circumflex sinistra : Lateral kiri → I, aVL, V5-V6

  • A. Anterior Descendens Sinistra/Intraventricular : Septal dan anterior → V1-V2 (Septal), V3-V4 (Anterior), Anterior-Septal (V1-V4)

b. Arteri Koroner Kanan (A. Coronaria Dextra) : Bagian lateral kanan-Inferior-Posterior jantung → II, III, aVF (Inferior) - V7, V8, V9 (Posterior) - V3R, V4R, V5R (Lateral kanan)

  • A. Marginalis Dextra

  • A. Descendens Posterior


41
New cards

Kriteria Kilip

Jawaban :

  1. I : Tanpa gejala gagal jantung

  2. II : Gagal jantung akut → Ronki basah basal, S3 (+)

  3. II : Edema pulmonum (gagal jantung akut severe)

  4. IV : Syok kardiogenik


42
New cards

Cardiac Marker untuk Deteksi Infark Miokard

Jawaban :

  • Myoglobin (tidak spesifik, cepat) : 30 menit

  • CK-MB (tidak spesifik, kerusakan otot skelet) : 4-6 jam, puncak 24 jam

  • Troponin I dan T : 3-12 jam, puncak 24 jam


43
New cards

Gangguan Katup Jantung

Jawaban :

  • Stenosis : ketidakmampuan katup membuka sempurna

  • Regurgitasi/insufisiensi : ketidakmampuan katup menutup sempurna

Menentukan dari suara murmur : Bunyi murmur + Lokasi katup

  • MISAS : Mitral (trikuspid) Insufisiensi Stenosis Aorta (Pulmonal) Sistolik

  • MSAID : Mitral Stenosis Aorta Insufisiensi Distolik

Lokasi katup : ANAK-PAPA-TIDAK-MAIN

  • Aorta : SIC II LPSD

  • Pulmonal : SIC II LPSS

  • Trikuspid : SIC IV LPSS

  • Mitral : SIC V LMCS

Contoh : murmur holosistolik di SIC II LPSS → Stenosis Pulmonal

44
New cards

Klasifikasi Gagal Jantung dan Tx nya

Jawaban :

Klinis :

Gagal jantung kanan : ventrikel kanan gagal memompa → kongesti jaringan perifer : edema seluruh tubuh, ascites, peningkatan JVP, hepatojugular reflex +

Gagal jantung kiri : ventrikel kiri gagal memompa → CO menurun + kongesti paru → edema paru (dahak pink berbusa, ortopneu, PND, ronki basah basal +), sianosis, hipoksia

Klasifikasi :

a. Gagal jantung akut : gejala < 2 mgg, BNP/Pro BNP (+) meningkat

  • De Novo : pertama kali, tiba-tiba, riw. HF (-), kardiomegali (-), biasa karena Infark miokard luas

  • ADHF (Acute decompensated heart failure) : perburukan gagal jantung sebelumnya, kardiomegali, fakris metabolik (+)

TX : PODMoN

  • Posisi semi fowler 30 derajat

  • O2 NC 2-4 Lpm target SpO2 > 95%

  • Diuretic/furosemide IV 20-40 mg

  • Morfin IV 2-4 mg bila masih takipneu

  • NTG Drip 5-200 mcg/mnt jika TDS > 110 mmHg

b. Gagal jantung kronis : > 3 bulan

  • Sistolik (EF berkurang)

    • HFrEF : <= 40% → kalo membaik jadi HFimpEF

    • HFmrEF : 41-49%

  • Diastolik (EF normal)/HFpEF : >=50%

TX :

  • Sesak : Furosemide

  • Tidak sesak : 4 pilar (ABMS)

    • ARNI/ACE-I/ARB

    • Beta blocker

    • MRA : Spironolakton

    • SGLT2 Inhibitor → Dengan DM

c. Congestive heart failure : gagal jantung kanan + kiri

d. Cor-pulmonale : Gx Gagal jantung kanan (hipertrofi dan dilatasi ventrikel kanan sekunder ec. Hipertensi pulmonal karena penyakit paru) + Gx Peny. Paru, etiologi (akut : emboli paru, dvt ; kronis : PPOK, tb, dll.), EKG RAD-Hipertrofi ventrikel kanan-P pulmonal

TX : Etiologi, Oksigenasi, Diuretik, Vasodilator (CCB)

45
New cards

Kriteria NYHA untuk Derajat Keparahan Gagal Jantung

Jawaban :

  • Kelas 1 : tidak ada gangguan sehari-hari

  • Kelas 2 : sedikit keterbatasan, gejala muncul saat aktivitas berat (contoh : naik tangga), membaik dengan istirahat

  • Kelas 3 : keterbatasan signifikan, gejala muncul saat aktivitas harian ringan (contoh : jalan), membaik dengan istirahat

  • Kelas 4 : gejala muncul bahkan saat istirahat


<p>Jawaban : </p><ul><li><p>Kelas 1 : tidak ada gangguan sehari-hari </p></li><li><p>Kelas 2 : sedikit keterbatasan, gejala muncul saat aktivitas berat (contoh : naik tangga), membaik dengan istirahat</p></li><li><p>Kelas 3 : keterbatasan signifikan, gejala muncul saat aktivitas harian ringan (contoh : jalan), membaik dengan istirahat </p></li><li><p>Kelas 4 : gejala muncul bahkan saat istirahat</p></li></ul><p></p>
46
New cards

Jenis Umum dan Khusus dari Kardiomiopati

Jawaban :

Kardiomiopati = kelainan/gangguan miokardium

Jenis umum :

  • Kardiomiopati hipertrofi : miokard menebal

    • Concentric : menebal ke dalam → ruangan sempit → gangguan pengisian ventrikel (volume diastolik) dan penurunan compliance

    • Excentric : menebal ke luar → volume ventrikel bertambah → kontraksi makin tidak efektif → gg. sistolik

  • Kardiomiopati dilatasi : miokard menipis → ventrikel dilatasi dan gangguan kontraktilitas dan ejeksi darah → gg. sistolik

  • Kardiomiopati restriktif : fibrosis jaringan ikat endomiokardium → miokard kaku → gg. pengisian ventrikel → gg. diastolik

Jenis khusus :

  • Kardiomiopati takutsubo (broken heart syndrome) : Gejala angina cardiac (ACS), RPD PJK (-), EKG ST elevasi/T inversi, Mekanisme : Pemicu stress emosional/psikis -> aktivasi simpatis berlebihan katekolamin (epinefrin & norepinefrin) >> -> disfungsi sistolik ventrikel kiri (gg. kontraktilitas) -> apical balooning

    TX suportif : ACEi/ARB (antiremodelling), BB (menurunkan simpatis), Aspirin, Anti-dislipidemia

  • Kardiomiopati peripartum : gejala gagal jantung terjadi pada akhir kehamilan (TM3) - 5 bulan Postpartum, RPD jantung (-), Echo LVEF < 45%, BNP meningkat, ro thorax cardiomegali dengan edema pulmo

    TX gagal jantung : BB, diuretik loop, hidralazin/nitrat, digoxin, pembatasan Natrium


<p>Jawaban : </p><p><strong>Kardiomiopati </strong>= kelainan/gangguan miokardium</p><p>Jenis <strong>umum </strong>: </p><ul><li><p>Kardiomiopati <strong>hipertrofi </strong>: miokard menebal</p><ul><li><p><strong>Concentric </strong>: menebal ke dalam → ruangan sempit → gangguan pengisian ventrikel (volume diastolik) dan penurunan compliance </p></li><li><p><strong>Excentric </strong>: menebal ke luar → volume ventrikel bertambah → kontraksi makin tidak efektif <strong>→</strong> gg. sistolik </p></li></ul></li><li><p>Kardiomiopati <strong>dilatasi </strong>: miokard menipis → ventrikel dilatasi dan gangguan kontraktilitas dan ejeksi darah → gg. sistolik</p></li><li><p>Kardiomiopati <strong>restriktif </strong>: fibrosis jaringan ikat endomiokardium → miokard kaku → gg. pengisian ventrikel → gg. diastolik</p></li></ul><p>Jenis <strong>khusus </strong>: </p><ul><li><p><strong>Kardiomiopati takutsubo</strong> (broken heart syndrome) : Gejala angina cardiac (ACS), RPD PJK (-), EKG ST elevasi/T inversi, <u>Mekanisme </u>: Pemicu stress emosional/psikis -&gt; aktivasi simpatis berlebihan <strong>katekolamin</strong> (epinefrin &amp; norepinefrin) &gt;&gt; -&gt; disfungsi sistolik ventrikel kiri (gg. kontraktilitas) -&gt; apical balooning</p><p>TX suportif : ACEi/ARB (antiremodelling), BB (menurunkan simpatis), Aspirin, Anti-dislipidemia</p></li><li><p><strong>Kardiomiopati peripartum</strong> : gejala gagal jantung terjadi pada akhir kehamilan (TM3) - 5 bulan Postpartum, RPD jantung (-), Echo LVEF &lt; 45%, BNP meningkat, ro thorax cardiomegali dengan edema pulmo </p><p>TX gagal jantung : BB, diuretik loop, hidralazin/nitrat, digoxin, pembatasan Natrium</p></li></ul><p></p>
47
New cards

Dx dan Tx Hipertensi Pulmonal

Jawaban :

Klinis : sesak saat aktivitas dan muda lelah kronis, tekanan arteri pulmonalis tinggi (> 20 mmHg), gejala gagal jantung kanan, batuk, hemoptisis, Thorax tampak pelebaran A. Pulmonalis dan Ground glass app., EKG P Pulmonal

TX : monoterapi awal

  • PDE-5 inhibitor/Phosphodiesterase inhibitor (vasodilatasi a. Pulmonal) : Sildenafil

  • ERA (Endotelin receptor antagonis) : Ambisentan

  • CCB : amlodipin, nifedipin, diltiazem


48
New cards

Tatalaksana awal syok hipovolemik dan gg. pompa (syok kardiogenik)

Jawaban :

  1. Tatalaksana masalah irama → tx aritmia (taki-bradiaritmia), setelah stabil baru lanjut

  2. Fluid challenge 2-4 ml/kgBB dalam 10 menit

    1. TD Naik, HR turun : responsif

    2. Inkonlusif, TD tetap, HR tetap : ulangi fluid challenge 1x lagi

  3. Jika iresponsif fluid challenge atau HR meningkat dan TD turun/tetap → Bukan masalah volume → Masalah pompa (Syok Kardiogenik)

    1. Hipotensi TDS < 90 mmHg, tanda syok (-) : Dobutamin 2 mcg/kg/menit IV drip

    2. Hipotensi TDS < 90 mmHg, tanda syok (+) :

      1. Nadi < 50x/mnt : Dopamin 5-20 mcg/kg/menit IV drip

      2. Nadi > 50x/mnt : Norepinefrin 0,1-0,5 mcg/kg/mnt IV drip


49
New cards

Tatalaksana Takiaritmia

Jawaban :

Takiaritmia : HR > 100x/mnt atau >150x/mnt, palpitasi-mudah lelah-presinkop/sinkop-lemah

Mekanisme :

  • Gangguan pembentukan impuls

    • Peningkatan depolarisasi automatisasi (simpatis) di SA node

    • Durasi potensial aksi memanjang → depolarisasi abnormal

  • Gangguan konduksi impuls (re-entry) : impuls terus menerus re-entry → depolarisasi berulang

Jenis : (gambar)

  • QRS Sempit (< 3 kk) :

    • Ireguler :

      • P tidak terlihat : AF

      • P >= 3 karakteristik berbeda : Takikardia atrium multifokal

    • Reguler :

      • R-R 1 gel → SVT

      • R-R 2 gel → STC

      • R-R > 2 gel → Atrial flutter

  • QRS lebar (>= 3kk) :

    • Ireguler : VF

    • Reguler : VT

TX :

  1. Instable : NIH PAS (Nyeri dada-Iskemik-Hipotensi-Penkes-Akut gagal jantung-Syok) → Kardioversi tersinkronisasi

    1. Reguler sempit : 50-100 J

    2. Regular lebar : 100 J

    3. Irregular sempit : Bifasik 120-200 J

    4. Irregular lebar : Defibrilasi 360 J

  2. Stable : tanda instable (-)

    1. QRS lebar : Adenosin 6 mg → 12 mg pada irama reguler + monomorfik

    2. QRS sempit :

      1. Reguler : Vagal manuver → Adenosin

      2. BB atau CCB

Obat antiaritmia lain :

  • VT : Amiodarone IV 150 mg

  • AF + HF akut : Digoxin

  • Atrial flutter/AF : BB, CCB, Digitalis


<p>Jawaban :</p><p><strong>Takiaritmia :</strong> HR &gt; 100x/mnt atau &gt;150x/mnt, palpitasi-mudah lelah-presinkop/sinkop-lemah</p><p>Mekanisme : </p><ul><li><p>Gangguan pembentukan impuls </p><ul><li><p>Peningkatan depolarisasi automatisasi (simpatis) di SA node</p></li><li><p>Durasi potensial aksi memanjang → depolarisasi abnormal</p></li></ul></li><li><p>Gangguan konduksi impuls (re-entry) : impuls terus menerus re-entry → depolarisasi berulang</p></li></ul><p>Jenis : (gambar)</p><ul><li><p>QRS Sempit (&lt; 3 kk) : </p><ul><li><p>Ireguler : </p><ul><li><p>P tidak terlihat : AF</p></li><li><p>P &gt;= 3 karakteristik berbeda : Takikardia atrium multifokal</p></li></ul></li><li><p>Reguler : </p><ul><li><p>R-R 1 gel → SVT</p></li><li><p>R-R 2 gel → STC</p></li><li><p>R-R &gt; 2 gel → Atrial flutter</p></li></ul></li></ul></li><li><p>QRS lebar (&gt;= 3kk) : </p><ul><li><p>Ireguler : VF</p></li><li><p>Reguler : VT</p></li></ul></li></ul><p>TX : </p><ol><li><p>Instable : NIH PAS (Nyeri dada-Iskemik-Hipotensi-Penkes-Akut gagal jantung-Syok) → Kardioversi tersinkronisasi</p><ol><li><p>Reguler sempit : 50-100 J</p></li><li><p>Regular lebar : 100 J</p></li><li><p>Irregular sempit : Bifasik 120-200 J</p></li><li><p>Irregular lebar : Defibrilasi 360 J</p></li></ol></li><li><p>Stable : tanda instable (-)</p><ol><li><p>QRS lebar : Adenosin 6 mg → 12 mg pada irama reguler + monomorfik</p></li><li><p>QRS sempit : </p><ol><li><p>Reguler :  Vagal manuver → Adenosin</p></li><li><p>BB atau CCB</p></li></ol></li></ol></li></ol><p>Obat antiaritmia lain : </p><ul><li><p>VT : Amiodarone IV 150 mg</p></li><li><p>AF + HF akut : Digoxin </p></li><li><p>Atrial flutter/AF : BB, CCB, Digitalis</p></li></ul><p></p>
50
New cards

Jenis-Jenis VES/PVC

Jawaban :

Mekanisme : depolarisasi miokardium awal (premature) akibat fokus ektopik di ventrikel di bawah Nodus AV

EKG : kompleks QRS > 3 kk, tidak diawali gelombang P

Jenis : (gambar)

TX :

  • Asimptomatik : tidak perlu terapi, reassurance

  • Simptomatik : koreksi etiologi, farmakologi (CCB non-DHP, amiodarone)

  • Definitif : ablasi radio frekuensi


<p>Jawaban :</p><p><strong>Mekanisme </strong>: depolarisasi miokardium awal (premature) akibat fokus ektopik di ventrikel di bawah Nodus AV</p><p><strong>EKG </strong>: kompleks QRS &gt; 3 kk, tidak diawali gelombang P</p><p><strong>Jenis </strong>: (gambar)</p><p><strong>TX : </strong></p><ul><li><p>Asimptomatik : tidak perlu terapi, reassurance</p></li><li><p>Simptomatik : koreksi etiologi, farmakologi (CCB non-DHP, amiodarone)</p></li><li><p>Definitif : ablasi radio frekuensi</p></li></ul><p></p>
51
New cards

Tatalaksana Bradiaritmia

Jawaban :

Bradiaritmia : HR < 60x/mnt atau < 50x/mnt, lemas, presinkop-sinkop

Mekanisme :

  • Gangguan pembentukan impuls → penurunan depolarisasi automatisasi (parasimpatis) di SA node

  • Gangguan konduksi impuls (re-entry) → konduksi impuls terhambat

Jenis :

  • Sinus Bradikardia : yang abnormal hanya HR

  • AV Block derajat 1 : PR interval memanjang konstan

  • AV Block derajat 2 :

    • Mobitz 1 : PR interval memanjang progresif (semakin memanjang) → drop beat (P tidak diikuti QRS)

    • Mobitz 2 : PR Interval memanjang konstan → drop beat (P tidak diikuti QRS)

  • AV Block derajat 3 : P dan QRS berjalan sendiri-sendiri, jarak P-P dan R-R reguler

TX :

  1. Tanda instable (+) : IV Atropin dosis pertama 1 mg, ulangi tiap 3-5 menit (maks 3x, dosis max 3 mg) → Irespon → Transcutaneus Pacemaker ATAU Dopamin 5-20 mcg/kgbb/mnt titrasi IV drip ATAU Epinefrin IV drip 2-10 mcg/mnt titrasi

  2. Cat : Pada AV Block derajat II mobitz 2 dan III langsung dilakukan pacemaker tanpa SA

  3. Tanda instable (-) : Monitor dan observasi


52
New cards

Tatalaksana dan Alur Cardiac Arrest

Jawaban :

  1. Start CPR (30 : 2, 2 menit = 5 siklus) dan Analisis Irama

  2. Shockable : pVT atau VF

    1. Shock (Defibrilasi : Bifasik 120-200 J atau Monofasik 360 J) → Lanjut CPR 2 menit (5 siklus) lalu evaluasi

    2. Farmakologi :

      1. Epinefrin 1 mg tiap 3-5 menit

      2. Amiodarone 300 mg (dosis 1) dengan/atau tanpa dosis kedua 150 mg setelah epinefrin (bergantian, maks pemberian 2x) → antiaritmia gol. 3 (gol 1 : lidocaine)

    3. Non-farmakologi lain : advanced airway → jika sudah terpasang CPR dan kompresi jalan sendiri (CPR : 100-120x/mnt dan VTP tiap 6-8 detik)

  3. Non-shockable : Asistol/PEA → Epinefrin 1 mg tiap 3-5 menit + lanjut CPR 2 menit (5 siklus) lalu evaluasi (denyut, usaha nafas, irama)

  4. Post ROSC → Recovery position, pertahankan airway, SpO2 dipertahankan > 94%, TDS dipertahankan > 90 mmHg, Lakukan EKG 12 lead, STEMI → PCI


<p>Jawaban :</p><ol><li><p><strong>Start CPR (30 : 2, 2 menit = 5 siklus) dan Analisis Irama</strong></p></li><li><p><strong>Shockable </strong>: pVT atau VF</p><ol><li><p>Shock (Defibrilasi : Bifasik 120-200 J atau Monofasik 360 J) → Lanjut CPR 2 menit (5 siklus) lalu evaluasi</p></li><li><p>Farmakologi :</p><ol><li><p>Epinefrin 1 mg tiap 3-5 menit</p></li><li><p>Amiodarone 300 mg (dosis 1) dengan/atau tanpa dosis kedua 150 mg setelah epinefrin (bergantian, maks pemberian 2x) → antiaritmia gol. 3 (gol 1 : lidocaine)</p></li></ol></li><li><p>Non-farmakologi lain : advanced airway → jika sudah terpasang CPR dan kompresi jalan sendiri (CPR : 100-120x/mnt dan VTP tiap 6-8 detik)</p></li></ol></li><li><p><strong>Non-shockable :</strong> Asistol/PEA → Epinefrin 1 mg tiap 3-5 menit + lanjut CPR 2 menit (5 siklus) lalu evaluasi (denyut, usaha nafas, irama)</p></li><li><p><strong>Post ROSC </strong>→ Recovery position, pertahankan airway, SpO2 dipertahankan &gt; 94%, TDS dipertahankan &gt; 90 mmHg, Lakukan EKG 12 lead, STEMI → PCI</p></li></ol><p></p>
53
New cards

Jenis Kelainan anatomi jantung yang dapat dilihat di EKG

Jawaban :

  • Hipertrofi atrium :

    • RAH : P Pulmonal (P tinggi > 3 kk)

    • LAH : P Mitral (P lebar > 3 kk, M shaped)

  • Hipertrofi ventrikel :

    • RVH : Gel R/S di V1 > 1

    • LVH :

      • Sokolow-lion : Gel S di V1 + Gel R di V5/V6 > 35

      • Cornell : R di V5 atau V6 > 27 mm

  • Bundle branch block :

    • RBBB (depolarisasi ventrikel kanan terhambat) : MoRRoW → gelombang rSR (huruf M) di V1-V3, inversi gel. T di V1-V3, gel S lebar di I, aVL, V5-V6

    • LBBB (depolarisasi ventrikel kiri terhambat) : WiLLiaM → S wave dalam di V1-V3, Notched R wave (huruf M) di I, aVL, V5-V6


<p>Jawaban : </p><ul><li><p><strong>Hipertrofi atrium : </strong></p><ul><li><p><strong>RAH </strong>: P Pulmonal (P tinggi &gt; 3 kk)</p></li><li><p><strong>LAH </strong>: P Mitral (P lebar &gt; 3 kk, M shaped)</p></li></ul></li><li><p><strong>Hipertrofi ventrikel : </strong></p><ul><li><p><strong>RVH </strong>: Gel R/S di V1 &gt; 1</p></li><li><p><strong>LVH </strong>: </p><ul><li><p>Sokolow-lion : Gel S di V1 + Gel R di V5/V6 &gt; 35</p></li><li><p>Cornell :  R di V5 atau V6 &gt; 27 mm</p></li></ul></li></ul></li><li><p><strong>Bundle branch block : </strong></p><ul><li><p><strong>RBBB </strong>(depolarisasi ventrikel kanan terhambat) : <u>MoRRoW </u>→ gelombang rSR (huruf M) di V1-V3, inversi gel. T di V1-V3, gel S lebar di I, aVL, V5-V6</p></li><li><p><strong>LBBB </strong>(depolarisasi ventrikel kiri terhambat) : <u>WiLLiaM </u>→ S wave dalam di V1-V3, Notched R wave (huruf M) di I, aVL, V5-V6</p></li></ul></li></ul><p></p>
54
New cards

Kriteria Mayor dan Minor Demam Rematik

JONES x PEACE

- Joint involvement (px)

- myOcarditis

- Nodul subkutan

- Eritema marginatum

- Sydenham chorea

- Previous demam rematik

- Ekg interval pr memanjang

- Arthralgia (subjektif)

- Crp atau led meningkat

- Elevated temperature

55
New cards

Klinis pasien Infective Endocarditis?

Jawaban :

Mekanisme : Infeksi pada endokard dan katup jantung ec. Adhesi bakteri pada trombus fibrin-trombosit yang terbentuk pada endotel katup yang mengalami kerusakan

Etiologi : TAS MeGan Vox (Tricuspid S. Aureus Suntikan - Mitral Gigi S. Viridans/Bovis)

Klinis : FROM JANE

- Fever

- Roth spot

- Osler nodes

- Murmur

- Janeway lesion

- Anemia

- Nailbed hemorrhage

- Emboli

Tx : AB monoterapi 4 mgg (NVE) atau 6 mgg (PVE)

  • Penisilin G 12-18 jt U/hari : 4-6 dosis/kontinyu (Anak : 200.000 U/kgbb/hari)

  • Amoxicilin 12 g/hari : 4-6 dosis (Anak : 200-300 mg/kgbb/hari)

  • Ceftriaxon 2 g/hari 1x (Anak : 100 mg/kgbb/hari)

  • Alergi penicilin : vancomycin


56
New cards

Terapi perikarditis?

Kombinasi anti-inflamasi:

NSAID (Aspirin 3×750 mg-1000 mg atau Ibuprofen 3x600-800 mg)

Kolkisin 2x0.5-0.6 mg

57
New cards

Diagnosis?

- Nyeri dada tiba-tiba seperti dirobek dan menembus ke

punggung

- Syok/hipotensi

- Tekanan darah sistolik berbeda pada tiap ekstremitas

- Defisit neurologis fokal

- Insufisiensi aorta

Diseksksi aorta

(Robekan lapisan tunika intima aorta → pemisahan dinding aorta membentuk false lumen)

58
New cards

Pada palpasi abdomen teraba massa pulsatif.

Diagnosis dan pemeriksaan gold-standard nya?

Dx : Aneurisma Aorta Abdominalis

Gold-standard : CT angiografi → pelebaran aorta abdominalis > 3 cm (D)

Bila ruptur : nyeri hebat mid-abdomen menjalar ke punggung, teraba massa pulsatif intraabdomen, hipotensi

59
New cards

Gejala dan patofisiologi dari Subclavian Steal Syndrome?

Patofisiologi : Aliran darah retrograde pada cabang arteri subclavia (arteri vertebral/arteri internal mammary) akibat stenosis atau oklusi arteri subklavia

Manifestasi klinis :

- Klaudikasio lengan → terutama saat mengangkat

tangan atau melakukan aktivitas berat karena gangguan perfusi

- Perbedaan tekanan darah pada lengan kanan dan kiri

(

60
New cards

6P dalam Acute Limb Ischemia?

- Pain (menetap, tidak membaik dengan istirahat, progresif)

- Pallor

- Paresthesia

- Pulseless

- Paralisis

- Poikilothermia

61
New cards

Perbedaan onset Acute Limb Ischemi dengan Chronic Limb Ischemi?

< 2 mgg : ALI (ec emboli) → gejala 6P (+), TX : Revaskularisasi dalam 6 jam (embolektomi, trombolisis, heparin bolus 100 U/kg lanjut 150 U/kg/jam)

> 2 mgg : CLI (ec atherosclerosis) → manifestasi ulkus (+), nyeri saat istirahat, hilang tumbul → TX : rawat luka dan AB, revaskularisasi

62
New cards

Penyakit Vaskular di Arteri dan Vena di Ekstremitas

Jawaban :

A. Arteri : pulsasi arteri (-)

a) Peripheral artery disease (PAD): penyumbatan arteri perifer ec. aterosklerosis/ inflamasi/ trombus → ABI < 0,9, Klaudikasio intermitten (nyeri, sensasi lelah, kram/nyeri saat aktivitas hilang dengan istirahat), gg. sirkulasi (kaki dingin, pulsasi abnormal, CRT melambat)

Klasifikasi fontaine : 1) asimptomatik; 2a) klaudikasio ringan (jalan > 200 m); 2b) klaudikasio berat (jalan < 200 m); 3) rest pain; 4) ulkus-gangren

KET : ABI = TDS ankle/TDS brakial tertinggi

TX : Aktivitas fisik, antiplatelet (aspirin-clopidogrel), arteriodilator (cilostazol), tx fakris metabolik, hindari merokok

b) Buerger disease/Tromboangitis obliterans : vasculitis arteri/vena, fakris PEROKOK, klaudikasio intermitten, nyeri di ujung kaki saat istirahat, gangren/ulkus pada ujung jari, GS Arteriography → (+) corkscrew app./gambaran kolateral berkelok-kelok

TX : Inhibitor fosfodiesterase-3 (Cilostazol 2x100 mg, Pada HF : 2x50 mg), STOP MEROKOK

c) Raynaud disease (primer) : vasospasme pembuluh arteri ekstremitas (terutama jari tangan-kaki) ec. paparan suhu dingin dan stress, penyakit penyerta (-), kulit berubah pucat-biru (spasme dan hipoksia) lalu merah disertai baal, ANA test (-), doppler (px awal), GS Arteriografi

d) Raynaud phenomenon (sekunder) : RPD (+ : SLE, RA, Sjorgen, scleroderma), nyeri hebat saat serangan, pembengkakan-ulkus-gangren, ANA test (+)

e) Emboli arteri : gejala ALI pada ekstremitas (6P+), fakris riw. atrial fibrilasi tidak rutin konsumsi antikoagulan/tirah baring lama, GS Angiografi

TX : embolektomi


B. Vena : pulsasi arteri (+)

a) Vena varikosa : tampak dinding vena tebal-berkelok (Asal dari vena superficial), trendelenberg test (+)

Jenis : primer (dari vena superficial biasa), sekunder (dari insufisiensi vena dan DVT)

TX : Hindari berdiri terlalu lama, compression stocking, elevasi tungkai

b) DVT : kaki bengkak-tanda inflamasi-UNILATERAL, nyeri saat berjalan-berdiri-istirahat, homan sign (+), riwayat imobilisasi (post operasi besar, cedera di ekstremitas, ranap, kanker), diagnostik dengan USG Vena, dapat diikuti emboli paru, skor wells > 2 poin

TX : Antikoagulan (Heparin warfarin 80 U/kg IV bolus → infus kontinyu 18 U/kg/jam, Dalteparin, enoxaparin, rivoraxaban, dabig

c) Trombofeblitis : peradangan permukaan vena disertai pembekuan darah, fakris → infus, varises, obes, hamil, malignansi, homan sign (-), px tanda peradangan lokal (+) KDRT

TX : analgetik (NSAID) + kompres hangat, AB (bila infeksi)

d) Insufisiensi vena kronik : gg. aliran balik darah dari tungkai ke jantung menahun, fakris berdiri dan duduk terlalu lama-kehamilan, tungkai nyeri-panas-berat, tampak pelebaran vena permukaan, kulit berubah warna jadi kuning-kecoklatan → dermatitis statis-edema-ulcer

Tx : elevasi tungkai periodik, hindari berdiri/duduk terlalu lama, compression stocking

63
New cards

Kelainan pada Tetralogy of Fallot?

VORS

- Vsd

- Overiding aorta

- Rvh

- Stenosis pulmonal

(+) Pentalogy : ASD

64
New cards

Penyempitan aorta seringkali pada area distal percabangan a. Subclavia terjadi pada apa dan khas nya?

Jawaban : Koarktasio aorta

Khas : Perbedaan TD ekstremitas atas dan bawah, Figure of 3

TX : PGE1 (E.g : alpostadil), inotropik, diuretik, ACE-i

65
New cards

Gambaran ST Elevasi difus (di semua lead) dan adanya water bottle appereance?

Pericarditis

66
New cards

Gambaran thorax egg on string ada pada?

TGA (transposition of great arteries)

<p>TGA (transposition of great arteries)</p>
67
New cards

Pasien susp. DF OF H2, pemeriksaan yang tepat?

NS1 dan RT-PCR

68
New cards

Apa gejala khas Dengue Fever?

Demam (mendadak tinggi) + KLMNOP

- Kepala nyeri

- Lemas

- Mual muntah

- Nyeri

- Otot dan orbita

- Perdarahan spontan

69
New cards

Pasien dengan serologi dengue (+), dengan keluhan tiba-tiba mimisan dan gusi berdarah. Klasifikasi WHO nya?

DBD derajat 2 : ada bukti kebocoran plasma + perdarahan spontan

Kriteria lain :

DB : gejala khas + tanpa bukti plasma leakage

DBD 1 : plasma leakage + manifestasi perdarahan spontan (-)

DBD 3 : ada kegagalan sirkulasi, TD masih bisa terukur

DBD 4 : TD dan Nadi tak terukur

Cat : 3 dan 4 itu DSS

70
New cards

Warning Sign dari Dengue Fever

Jawaban :

Dengan cerita : Ada pasien yang MUNTAH terus (persisten) → PERUT nya jadi NYERI dan seperti terisi CAIRAN (akumulasi cairan) → dia sampai LETARGI dan LEMAS → Saat diperiksa ada PEMBESARAN HEPAR > 2 cm → Dicek Lab HT nya meningkat namun AT nya menurun cepat → akhirnya ada PERDARAHAN MUKOSA

List :

  • Muntah persisten

  • Nyeri perut

  • Tanda akumulasi cairan

  • Pembesaran hepar > 2 cm

  • Letargi dan lemas

  • HT meningkat, AT menurun cepat

  • Perdarahan mukosa

Klasifikasi :

  • Tanpa Warning sign : Dengue fever

  • Dengan warning signs : DHF 1-2

  • Kebocoran plasma berat + perdarahan berat + kerusakan organ berat : Severe dengue


71
New cards

Hitung kebutuhan cairan dengan Holliday Segar jika BB 50 kg!

Jawaban :

Per hari :

- 10 kg pertama : 10 x 100 = 1000

- 10 kg kedua : 10 x 50 = 500

- Setiap 1 kg setelahnya : 30 x 20 = 600

Total = 2100 ml/hari

Per jam :

- 10 kg pertama = 10 x 4 = 40

- 10 kg kedua = 10 x 2 = 20

- 1 kg setelahnya = 30 x 1 = 30

Total = 90 ml/jam

Rumus :

Per Hari (100-50-20)

10 kg pertama → 100 mL/kg/hari

10 kg berikutnya (11-20 kg) → 50 mL/kg/hari

BB >20 kg → 20 mL/kg/hari untuk setiap kg di atas 20 kg

Per Jam (4-2-1)

10 kg pertama → 4 mL/kg/jam

10 kg berikutnya → 2 mL/kg/jam

Di atas 20 kg → 1 mL/kg/jam

72
New cards

Terapi Dengue Fever, DHF, dan DSS

Jawaban :

a. DF : Rawat jalan + Manajemen cairan (holliday segar) + perhatikan warning sign + Cek DL setiap hari → ke RS jika ada peningkatan HT dan/atau penurunan AT

b. DHF/Tanpa syok (1-2) : Rawat inap + resusitasi cairan

Start : 7 ml/kgBB dalam 1 jam → Evaluasi TTV dan HT

  • Membaik terus (TTV normal, HT turun) : turunkan per jam 2 ml/kgbb (Jam-2 : 5 ml/kgBB/jam → Jam 3 : 3 ml/kgBB/jam → Jam 4 : 1,5 ml/kgBB/jam dilanjutkan selama 24 jam)

  • Tidak ada perbaikan : naikkan 5 ml/kgBB/jam hingga jam ke-3 (Jam 2 : 10 ml/kgBB/jam → Jam 3 : 15 ml/kgBB/jam) → Tidak naik Jam 4 : Koloid 10 ml/kgBB/jam → Tidak naik Jam 5 : tx penyebab lain (anemia, asidosis, disfungsi miokard, dll.)

  • Kesimpulan : Jika membaik → diturunkan, Jika memburuk → dinaikkan

c. DSS (3-4) :

DSS (3) : Start 10-20 ml/kgBB dalam 1 jam → Evaluasi TTV dan HT

DSS (4) : Start 10-20 ml/kgBB dalam 10-20 menit → Evaluasi TTV dan HT

  • Membaik terus (TTV normal, HT turun) : Jam ke 2 jadi 10 ml/kgBB → Jam ke 3 diturunkan ke seperti terapi DHF 1-2 yaitu 7 ml/kgBB/jam → Jam ke 4 jadi 5 ml/kgBB/jam → Jam ke 3 jadi 3 ml/kgBB/jam → Jam ke 4 jadi 1,5 ml/kgbb/jam lalu dipertahankan 24 jam

  • Tidak membaik/Memburuk : TTV memburuk disertai →

    • HT menurun (susp terjadi perdarahan) : transfusi darah

    • HT meningkat (susp plasma leakage masih terjadi) : masuk cairan bolus kedua kristaloid/koloid 10-20 ml/kgBB dalam 1 jam → menetap → transfusi


73
New cards

Gambaran Apusan Darah Tepi Tipis dari Malaria?

M. Falciparum (FM): Maurer dot (khas), trofozoit (accole ring, cincin/ringform, double dot), gametosit (bulan sabit/pisang/sosis)

M. Vivax (ViS) : Schuffer dot (Khas), trofozoit (ameboid, double ring) gametosit (sferis besar)

M. Ovale (OJek) : James dot (khas), trofozoit (fimbriated/berekor/mirip roket), gametosit (sferis lebih kecil)

M. Malariae (MaZ) : Ziemann's dot (khas), trofozoit (band/rectangular), skizon (rosette/daisy 8 merozoit), gametosit (basket)

74
New cards

Pola demam jenis malaria?

M. Falciparum : tropikana/intermitten (1 hari bebas demam)

M. Vivax dan Ovale : tertiana (2 hari bebas demam)

M. Malariae : quartana (3 hari bebas demam)

75
New cards

Terapi malaria dewasa first line?

Durasi :

M. Falciparum : 3DHP 1P

M. Vivax dan Ovale : 3DHP 14P

M. Malariae : 3DHP

Jumlah tablet harian/BB : DHP

- 40-60 kg : 3 tab

- 60-80 kg : 4 tab

- > 80 kg : 5 tab

Jumlah tablet harian/BB : Primakuin

> 40 kg : 1 tab

Cat :

- Dosis normal Primakuin : 0.25/kgBB/hari -> Jika kasus relaps : 0.5/kgBB/hari

- Kalau infeksi campuran : 3DHP 14P

76
New cards

Terapi malaria dewasa second line?

Falciparum : 7Kina 1P 7Ab (Doxicyclin/Tetracyclin)

Vivax/ovale : 7Kina 14P

Malariae : 7 Kina + 7Ab

Bumil : 7 Kina + 7Ab (khusus : klindamisin)

Cat :

Sediaan Kina : Tablet (Tanpa komplikasi) atau Injeksi (Berat)

77
New cards

Dosis terapi malaria berat?

Artesunat (sediaan vial 60 mg/ml)

- H1 : 2,4 mg/kgBB di jam 0-12-24

- H-selanjutnya : 1x2,4 mg/kgBB/jam

Artemeter (sediaan ampul 80 mg/ml)

- H1 : 1x3,2 mg/kgBB

- H-selanjutnya : 1x1,6 mg/kgBB

78
New cards

Profilaksis malaria?

- Klorokuin tab 300 mg/minggu : 1 mgg sblm - selama - 4 mgg sesudah

- Doxisiklin tab 100 mg/ hari : 1-2 hari sblm - selama - 4 mgg sesudah

- Mefloquin tab 250 mg/minggu : 2 mgg sblm - selama - 4 mgg sesudah

- Atovaquon 250 mg + Proguanil 100 mg per Hari : 1-2 hafi sblm - selama - 1 mgg sesudah

79
New cards

Terapi antibiotik untuk leptospirosis?

berDoA pakai PeCi Dulu selama 7 hari

Ringan : DoA (PO)

- Doksisiklin 2x100 mg 7 hari (KI : anak, bumil)

- Amoxicilin 3x500 mg 7 hari

- Ampicilin 4x500-750 mg 7 hari (DOC bumil dan anak)

- Azitromisin 1x500 mg 3 hari

Berat : PeCi Dulu (Parenteral)

- Penicilin G 4x1,5 jt U 7 hari

- Ceftriaxon 1x1 gr 7 hari

- Cefotaxime 4x1 gr 7 hari

- Doxisiklin 2x100 mg 7 hari

Durasi : Ami Pesan Celana 4, sedangkan Azi dan Cefo 1. Sisa 7.

80
New cards

Pemeriksaan penunjang untuk diagnosis leptospirosis?

1) Fase Leptospiremia (

81
New cards

Px penunjang Gold standard untuk tifoid sesuai waktunya?

D-F-U

Minggu 1 : Kultur darah

Minggu 2 : Kultur feses

Minggu 3 : Kultur urin

82
New cards

Px penunjang lain dari tifoid?

Lab rutin : leukopenia, trombositopeni, limfositosis relatif

Demam H4-5 : Tes Tubex dan Typhidot

Demam H7-dst : Widal

83
New cards

Widal positif pada hasil?

- Titer O >= 1/320

- Titer H >= 1/640

- Kenaikan titer 4x

84
New cards

Tubex positif jika warna/indikator?

(+) 4 : merah bata soft

(+) kuat 6 : ungu

85
New cards

Terapi antibiotik untuk demam tifoid?

DeCi Anak haRAM

Dewasa :

  • 1st line : Ciprofloxacin 2x500 mg 7 hari

  • Lainnya : Ofloxacin 2x400 mg 7 hari, Levofloxacin 1x500 mg 5 hari

  • Udah jarang : Kloramfenikol 4x500 mg 10-14 hari PO/IV sampai 7 hari bebas demam

Anak :

  • 1st line : Kloramfenikol 4x50-100 mg/kgBB sampai 7 hari bebas demam (KI : AL < 2000)

    • Alt : Tiamfenikol 4x500 mg

  • 2nd line :

    • Ampicilin 100 mg/kgBB/hari

    • Ceftriaxon : 1x3-4 gr/hari dalam Infus Dextrose 100 cc selama 30 menit durasi 3-5 hari

    • Cefixime : 2x20 mg/kgBB selama 10 hari

    • Cortimoxazole : 6 mg/kgBB/hari

Cat : Bumil dikasi amox/ampi/ceftri/cefixime

86
New cards

Pemeriksaan HIV pada bayi baru lahir?

Usia < 18 bulan : Virologi (replikasi virus) -> PCR

Usia > 18 bulan : Serologi (lihat Antibodi) -> Rapid Test, ELISA, western blot

Gold standard : PCT, western blot

Skrining : Rapid Test

87
New cards

Pemeriksaan penunjang untuk monitoring terapi HIV?

Jumlah CD4+ dan Viral load

88
New cards

Regimen ARV HIV dewasa?

1st line : TeLE (Tenofovir, Lamivudine, Efaviren) -> TDF + 3TC + EFV

2nd line : ZaLEF (Zidovudin, Lamivudin, Efaviren) -> AZT + 3TC + EFV

3rd line : TeLAN (Tenofovir + Lamivudin + Nevirapin) -> TDF + 3TC + NVP

Catatan : Kontraindikasi

- TDF : Pasien renal clearance kurang (CKD, DM, HT)

- AZT : Hb < 10

89
New cards

Stadium HIV pada Pasien dengan diare kronis tanpa penyebab yg jelas dan demam berulang?

Jawaban : St. 3

Derajat HIV :

  • St.1 : KGB generalisata, NT (-)

  • St.2 : Penurunan BB < 10%, Infeksi mukokutan (Ulkus mulut berulang, Herpes Zooster, Dermatitis seboroik, ISPA berulang)

  • St.3 : Penurunan BB > 10%, Demam Intermitten/> 1 bulan, Diare kronis tanpa penyebab yg jelas, Infeksi Per Organ (TB paru, Candidiasis oral, oral hairy leukoplakia, meningitis, empyema, bakteremia), Anemia (< 8), neutropenia (<500), dan trombositopenia (<50.000)

  • St.4 : Wasting, Pneumonia Pneumocystis Jiroveci, Infeksi menyebar (Kandidiasis esofageal-trakea-paru, TB ekstraparu, Toxoplasmosis, Kriptokoksis, Limfoma Serebral/non-hodgkin), Diare/demam kronik


90
New cards

Klasifikasi Ablett pada Tetanus derajat 2 adalah?

Derajat 1 : Trismus ringan, rigiditas (-) TTV stabil

Derajat 2 : Trismus sedang, disfagia ringan, rigiditas (+), spasme singkat, TTV abnormal (RR > 30)

Derajat 3 : Trismus berat, disfagia berat, rigiditas generalisata, spasme lama, TTV abnormal (RR > 40, apneu spell, Nadi > 120x)

Derajat 4 : derajat 3 + gangguan otonom

91
New cards

Pada pasien tetanus dengan luka kotor dan riwayat baru 1 dosis vaksin diberikan?

Jawaban : Td (vaksin) + Imunoglobulin/ATS

Pasien luka bersih :

- Dosis < 3 : Beri Td

- Dosis >= 3 :

—> Riw. Vaksin >= 10 thn (+) : Beri td

—> Riw. Vaksin < 10 th (+) : Tidak beri

Pasien luka kotor :

- Dosis < 3 : Beri Td + Imunoglobulin

- Dosis >= 3 :

—> Riw. Vaksin < 5 th : Tidak diberi

—> Riw. Vaksin >= 5 th : Beri Td

92
New cards

Bagaimana jenis luka yang termasuk risiko tetanus?

Luka KLL, luka bakar, luka tertusuk paku berkarat, luka terkontaminasi feses dan saliva

93
New cards

Berapa dosis ATS dan TIG?

Jawaban :

ATS (skin test dulu) :

  • Dewasa : IM 50.000 U -> Infus lambat 50.000 U

  • Anak : 5.000-10.000 U ( ½ dosis IM, ½ dosis IV)

HTIG :

  • Dewasa : IM SD 3000-6000 U (1A = 250 U)

  • Anak : IM 300-600 U


94
New cards

Terapi kuratif untuk tetanus?

Antibiotik :

Dewasa :

  • IV Metronidazole 3-4 x 500 mg 7-10 hari

  • IV Penicilin G 2-4 Juta U 4-6 dd 7-10 hari

Anak :

  • Metronidazole Loading dose 15 mg/kgbb → 2-3x7,5 mg/kgbb

  • IM Penisilin prokain 2x50.000 U/kgbb

  • Ampisilin 2-3x50 mg/kgbb

  • Eritromisin 3x15-25 mg/kgbb


95
New cards

Pasien BAB berdarah, apa saja kemungkinan diagnosis bandingnya? Untuk pemeriksaan awal/skrining apakah yang pemeriksaan yang digunakan dan apa hasilnya?

Px penunjang awal : Feses lengkap -> Gold standard : Kultur feses

DD :

1) Shigellosis (Disentri basiler)

Klinis : Gejala infeksi sistemik (Demam, lemas), infeksi lokal (nyeri perut, kram perut), BAB > 10x namun sedikit-sedikit

Hasil feses : Merah terang, pH basa, tidak berbau, Bakteri gram (-), ghost cell (+)

2) E. Histolytica (Disentri amoeba) : Gejala ringan (walking diarrhea), BAB > 10x namun banyak, berbau busuk

Hasil feses : Merah gelap, bau busuk, pH asam, Kista berinti 4, kristal charcot leyden, eusinofilia

3) Balantidiasis :

Hasil mikroskopis : parasit dengan silia, berbentuk lonjong, mikro dan makro nuklear

<p>Px penunjang awal : Feses lengkap -> Gold standard : Kultur feses</p><p>DD :</p><p>1) Shigellosis (Disentri basiler)</p><p>Klinis : Gejala infeksi sistemik (Demam, lemas), infeksi lokal (nyeri perut, kram perut), BAB > 10x namun sedikit-sedikit</p><p>Hasil feses : Merah terang, pH basa, tidak berbau, Bakteri gram (-), ghost cell (+)</p><p>2) E. Histolytica (Disentri amoeba) : Gejala ringan (walking diarrhea), BAB > 10x namun banyak, berbau busuk</p><p>Hasil feses : Merah gelap, bau busuk, pH asam, Kista berinti 4, kristal charcot leyden, eusinofilia</p><p>3) Balantidiasis :</p><p>Hasil mikroskopis : parasit dengan silia, berbentuk lonjong, mikro dan makro nuklear</p>
96
New cards

Terapi antibiotik untuk diare diberikan pada kausa apa? DOC nya?

Jawaban : bakterial dan parasit

Bakterial

1) Shigellosis

- Adult : Ciprofloxacin 2x500 mg 3 hari ATAU Koltrimoxazole 1x960 mg 3 hari

- Child : Klotrimoxazole 1x15 mg/kgBB/hari 3 hari

2) E. Histolytica

- Adult : Metronidazole 3x500 mg 5-10 hari

- Child : Metronidazole 35-50 mg/kgBB 5-10 hari

3) Giardiasis

- Adult : Metronidazole 3x250 mg 5 hari

- Child : Metronidazole 3x15mg/KgBB 5 hari

4) Balantidiasis

- Adult : Metronidazole 3x500 mg 5 hari

- Child : Metronidazole 4x250 mg 5 hari

5) Cholera

- Adult : Doxisiklin 300 mg SD atau Azitromisin 1 gr SD, Eritromisin 4x500 mg 3 hari

- Anak : Azitromisin 20 mg/kgBB SD atau Eritromisin 4x12.5 mg/kgBB 3 hari

6) C. Defficile : Metronidazole 3x500 mg 7-10 hari

97
New cards

Bagaimana gambaran mikroskopis giardiasis?

Gambaran Kista, trofozoit Berbentuk Pir, Berinti (mirip wajah), berflagel simetris lateral

<p>Gambaran Kista, trofozoit Berbentuk Pir, Berinti (mirip wajah), berflagel simetris lateral</p>
98
New cards

Bakteri gram negatif berbentuk koma dengan monotrichoua flagel yang menyebabkan diare? Pemeriksaan khusus yang bisa melihatnya?

Vibrio cholera, pemeriksaan mikroskopis lapang gelap.

Klinis : diare seperti cucian beras (odorless, colorless) tanpa kram perut, muntah tanpa mual, dehidrasi berat

99
New cards

Gambaran kolonoskopi pada pasien Infeksi C. Defficile adalah?

Colitis pseudomembran

100
New cards

Stadium infektif dan diagnostik dari filariasis?

Infektif (dari nyamuk) : Larva L3

Diagnostik (dari darah/limfatik) : mikrofilaria

Diperiksa dengan Apusan Darah Tebal/Tipis dengan Pewarnaan Giemsa /wright