1/29
Kumpulan kosakata kunci mengenai anatomi, fisiologi, hormon, dan gangguan pada sistem reproduksi manusia berdasarkan modul Biologi Kelas XI.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Akrosom
Ujung kepala sperma dengan selubung tebal yang mengandung enzim hialurodinase dan proteinase untuk menembus pelindung ovum.
Alantois
Membran yang membentuk tali pusar (ari-ari) dan berfungsi menyalurkan nutrisi serta oksigen dari ibu ke embrio.
Amnion
Kantong berisi cairan yang melindungi janin dari pengaruh luar, gesekan, atau tekanan, serta mengatur suhu tubuh embrio.
Epididimis
Saluran di dalam skrotum yang menempel pada belakang testis, berfungsi untuk menyimpan sperma sementara hingga matang.
Endometrium
Lapisan terdalam yang membatasi rongga uterus, menghasilkan banyak lendir, dan kaya akan pembuluh darah.
Fertilisasi
Penyatuan gamet jantan (sperma) dengan gamet betina (sel telur) yang biasanya berlangsung di dalam oviduk.
Folikel de Graaf
Folikel matang atau tersier yang siap melakukan ovulasi.
Implantasi
Proses penanaman ovum yang telah difertilisasi (blastosit) pada dinding uterus, biasanya terjadi sekitar 5 hari setelah fertilisasi.
Kelenjar Cowper (Bulbouretralis)
Kelenjar yang menghasilkan getah bersifat alkali (basa) untuk menetralkan urine asam pada uretra.
Menstruasi
Pendarahan periodik dari uterus akibat luruhnya lapisan endometrium karena ovum tidak dibuahi.
Oogenesis
Proses pembentukan sel telur (ovum) yang terjadi di dalam ovarium.
Oviduk (Tuba Fallopi)
Saluran yang menghubungkan ovarium dengan uterus dan merupakan tempat terjadinya pembuahan.
Ovulasi
Peristiwa keluarnya sel telur yang sudah matang dari ovarium.
Plasenta
Organ nutrisi bagi embrio yang terbentuk dari korion dengan jaringan endometrium uterus.
Spermatogenesis
Proses pembentukan sperma atau spermatozoa yang terjadi di dalam tubulus seminiferus di testis.
Testis
Alat reproduksi pria yang berfungsi memproduksi sperma dan hormon testosteron.
Uterus
Organ tebal dan berotot berbentuk buah pir yang berfungsi sebagai tempat pertumbuhan dan perkembangan janin.
Vas deferens
Saluran lurus yang merupakan lanjutan dari epididimis untuk mengangkut sperma menuju kantung semen.
Vesikula seminalis
Kelenjar yang menghasilkan cairan bersifat basa dan mengandung gula fruktosa sebagai sumber energi sperma.
Zona pelusida
Lapisan bening dan tebal yang menyelubungi membran plasma ovum.
Sel Leydig
Sel yang terletak di antara tubulus seminiferus dan berfungsi menghasilkan hormon testosteron serta androgen.
Sel Sertoli
Sel dalam tubulus seminiferus yang berfungsi menyediakan sumber makanan bagi sperma serta membantu proses spermatogenesis.
Hormon LH (Luteinizing Hormone) Pria
Hormon yang menstimulasi sel-sel Leydig untuk menyekresikan hormon testosteron.
Hormon FSH (Follicle Stimulating Hormone) Wanita
Hormon yang merangsang pertumbuhan dan pematangan folikel di dalam ovarium.
Oksitosin
Hormon yang dihasilkan oleh kelenjar hipofisis yang berfungsi meningkatkan kontraksi dinding rahim saat persalinan.
Relaksin
Hormon yang diproduksi korpus luteum dan plasenta untuk melunakkan serviks dan melonggarkan tulang panggul saat kelahiran.
Amenore primer
Gangguan di mana menstruasi tidak terjadi sampai usia 17 tahun.
Endometriosis
Keadaan di mana jaringan endometrium terdapat di luar uterus, seperti di sekitar ovarium atau oviduk.
Hipogonadisme
Penurunan fungsi testis pada pria yang disebabkan oleh gangguan interaksi hormon, menyebabkan infertilitas atau impotensi.
Kriptokidisme
Kegagalan satu atau dua testis untuk turun dari rongga abdomen ke dalam skrotum pada waktu bayi.