1/19
Flashcards materi fisiologi respon tubuh terhadap stres, tahap General Adaptation Syndrome (GAS), jalur hormonal endokrin, pemulihan (recovery), dan jenis-jenis adaptasi.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Stres
Reaksi tubuh terhadap berbagai situasi mengancam yang dapat menyebabkan perubahan fisik dan fisiologis yang mengganggu homeostasis.
Stresor
Pengaruh atau stimulus tidak menyenangkan/berbahaya yang mengganggu keseimbangan homeostatis tubuh dan menyebabkan respons fisiologis atau adaptasi.
General Adaptation Syndrome (GAS)
Respons adaptif di mana tubuh berpindah dari kondisi homeostasis ke krisis, terdiri dari tiga fase: reaksi alarm, fase resistensi, dan fase kelelahan.
Local Adaptation Syndrome (LAS)
Respons fisiologis terhadap stresor pada bagian tubuh tertentu (seperti trauma atau penyakit) yang memicu timbulnya inflamasi lokal.
Alarm reaction phase
Fase pertama GAS yang melibatkan respons fight or flight serta perubahan fisiologis seperti peningkatan denyut jantung, laju respirasi, dan aliran darah ke otak serta otot.
Phase shock
Reaksi sistem saraf otonom yang terjadi pada 1 menit hingga 24 jam pertama dalam reaksi alarm stres yang melibatkan pelepasan cortison dan epineprin.
Stage of resistance
Tahap kedua dari General Adaptation Syndrome di mana sumber daya adaptasi dimobilisasi dan sistem endokrin berperan untuk beradaptasi melawan stresor.
Stage of exhaustion
Tahap ketiga dari General Adaptation Syndrome ketika simpanan energi adaptasi habis, yang dapat berujung pada istirahat (rest) atau kematian (death).
HPA Axis
Jalur endokrin yang melibatkan Hypothalamus, Anterior pituitary (mensekresi ACTH), dan Adrenal cortex (mensekresi Cortisol) untuk menurunkan respons imun dan inflamasi.
SAM Axis
Jalur neuroendokrin yang melibatkan saraf simpatik spinal (Sympathetic spinal nerve) dan Medula Adrenal (Adrenal medulla) yang mensekresikan Epinephrine dan Norepinephrine.
Catecholamines
Hormon reaksi Fight or Flight (seperti epinefrin dan norepinefrin) yang distimulasi oleh glukosa darah rendah, volume/tekanan darah rendah, olahraga, atau stresor.
Glukokortikoid
Hormon antiinflamatori yang dihasilkan oleh korteks adrenal yang berfungsi dalam katabolisme protein dan glukoneogenesis.
Mineralkortikoid
Hormon proinflamatori yang dihasilkan oleh korteks adrenal yang berperan dalam retensi Na dan anabolisme protein.
Rapid recovery
Fase pemulihan cepat yang mencakup normalisasi aktivitas fungsional, pemulihan oksigen, oksidasi laktat & keseimbangan pH, serta reposisi elektrolit Na-K.
Late recovery
Fase pemulihan lanjut yang mencakup resusitasi kapasitas kerja, resusitasi dan super-kompensasi sumber energi, serta rekonstruksi fungsi tubuh.
Super-compensation
Proses sintesis ulang glikogen dan fosfokreatin setelah stres hingga tingkatnya mencapai lebih tinggi dibandingkan sebelum stres terjadi.
Accommodation
Bentuk adaptasi jangka pendek berupa perubahan fisiologis mendadak pada sensitivitas sel atau jaringan yang berkembang dalam hitungan menit hingga jam.
Acclimation
Adaptasi jangka menengah pada jaringan atau organ yang diinduksi secara eksperimental dalam lingkungan buatan selama beberapa hari hingga minggu.
Acclimatization
Adaptasi jangka menengah pada sistem organ atau tubuh yang diinduksi oleh paparan lingkungan alamiah selama beberapa hari hingga minggu.
Genetic adaptation
Adaptasi jangka panjang yang diwariskan sejak lahir pada tingkat populasi dalam bentuk sifat atau genotipe yang berkembang selama bertahun-tahun atau generasi.