1/84
Kumpulan kartu kosakata yang mencakup istilah-istilah penting dalam Analisis Pengujian Laboratorium (APL), mulai dari stoikiometri, teknik dasar lab, hingga analisis instrumen dan mikrobiologi.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Stoichiometry
Istilah untuk perhitungan kimia dalam analisis laboratorium.
Mole
Satuan yang digunakan untuk mengubah gram menjadi mol.
Massa molar
Massa dari satu mol zat yang digunakan dalam perhitungan kimia.
Persamaan reaksi
Representasi kimia yang menunjukkan reaksi yang terjadi pada analisis.
Balanced equation
Memastikan jumlah atom reaksi sesuai antara sisi reaktan dan produk.
Reactant
Zat awal yang bereaksi dalam proses analisis.
Product
Hasil reaksi yang digunakan untuk menentukan jumlah produk maksimal.
Excess reagent
Pereaksi berlebih yang digunakan untuk menjamin reaksi berlangsung sempurna.
Dilution
Proses pembuatan larutan dengan konsentrasi yang lebih rendah.
Standard solution
Larutan yang konsentrasinya sudah diketahui secara pasti.
Primary standard
Bahan acuan murni yang digunakan untuk membuat larutan standar.
Secondary standard
Larutan standar yang perlu distandarisasi terlebih dahulu.
Titration
Prosedur di mana larutan standar ditambahkan secara bertahap selama analisis.
Analyte
Sampel atau zat yang sedang dianalisis dalam laboratorium.
Indicator
Zat yang menunjukkan perubahan warna pada saat mencapai titik akhir.
End point
Titik dalam titrasi di mana terjadi perubahan warna yang diamati.
Equivalence point
Titik di mana reaksi setara secara stoikiometri antara analit dan titran.
Buffer solution
Larutan yang berfungsi menjaga pH tetap stabil selama reaksi analisis.
Percent yield
Perhitungan yang digunakan untuk menentukan efisiensi dari hasil reaksi.
PPE (Personal Protective Equipment)
Alat Pelindung Diri (APD) untuk menghindari kecelakaan dan paparan bahan berbahaya.
Lab coat
Jas laboratorium untuk melindungi pakaian dan tubuh dari tumpahan bahan kimia.
Kacamata safety
Alat pelindung mata dari percikan bahan kimia berbahaya.
Fume hood
Lemari asam yang menyedot uap atau gas berbahaya saat terjadi reaksi kimia.
Beaker
Gelas beker yang digunakan untuk menampung atau mencampur larutan secara kasar.
Erlenmeyer flask
Wadah untuk pencampuran larutan tanpa risiko tumpah karena bentuknya yang mengerucut.
Volumetric flask
Labu ukur yang digunakan untuk membuat larutan dengan volume yang sangat tepat.
Graduated cylinder
Gelas ukur untuk mengukur volume larutan dengan tingkat presisi sedang.
Micropipette
Alat untuk mengambil volume cairan yang sangat kecil dalam skala μL secara presisi.
Burette
Alat untuk meneteskan cairan titran saat titrasi dengan tingkat presisi tinggi.
Filter paper
Kertas saring yang berfungsi memisahkan padatan dari cairan.
Centrifuge
Alat untuk memisahkan komponen berdasarkan perbedaan massa jenis menggunakan gaya putar.
Evaporation
Proses penguapan untuk menghilangkan pelarut sehingga diperoleh residu.
Analytical balance
Neraca analitik yang digunakan untuk menimbang massa sampel atau zat secara akurat.
SOP (Standard Operating Procedure)
Pedoman kerja standar untuk menjalankan prosedur di laboratorium.
Calibration
Proses penyesuaian alat ukur agar hasil yang diberikan akurat.
Gravimetry
Metode analisis untuk mengukur kadar berdasarkan massa endapan.
Volumetry
Analisis untuk mengukur kadar berdasarkan volume pemisahan atau penetesan.
Precipitation
Proses pengendapan atau pembentukan padatan dari suatu larutan.
Precipitate
Padatan hasil reaksi yang kemudian ditimbang atau diamati.
Filtrate
Cairan yang dihasilkan setelah melewati proses penyaringan.
Residue
Padatan yang tertinggal pada media penyaring setelah proses filtrasi.
Ignition
Proses pemanasan endapan untuk mencapai berat konstan atau untuk uji kadar abu.
Back titration
Titrasi balik yang digunakan apabila reaksi utama berlangsung lambat.
Redox titration
Titrasi yang mengukur zat berdasarkan reaksi oksidasi dan reduksi.
EDTA Titration
Metode untuk menentukan kadar ion logam menggunakan ligan EDTA.
Accuracy
Ukuran yang menunjukkan kedekatan hasil analisis terhadap nilai yang benar.
Precision
Ukuran yang menunjukkan konsistensi hasil antara pengulangan pengujian.
Masking agent
Agen pemasker yang digunakan untuk menutupi gangguan ion logam saat titrasi.
Ksp (Solubility product)
Konstanta yang menentukan kelarutan suatu endapan dalam larutan.
Moisture content
Kadar air yang terkandung dalam suatu sampel.
Dry matter
Massa sampel yang tersisa setelah seluruh kandungan air dihilangkan.
Ash content
Mineral sisa yang tertinggal setelah sampel dibakar pada suhu tinggi.
Kjeldahl method
Metode untuk menentukan kadar protein berdasarkan total nitrogen dalam sampel.
Crude fat
Lemak kasar yang ditentukan kadarnya melalui proses ekstraksi.
Soxhlet extraction
Teknik ekstraksi lemak dari sampel menggunakan pelarut organik secara berkelanjutan.
Crude fiber
Serat kasar yang diukur setelah sampel melalui proses hidrolisis asam dan basa.
NFE (Nitrogen Free Extract)
Perhitungan kandungan karbohidrat selain serat kasar dalam analisis proksimat.
Desiccator
Wadah untuk mendinginkan atau menyimpan sampel yang sudah dikeringkan agar beratnya tetap.
Bomb calorimeter
Alat yang digunakan untuk mengukur energi bruto atau nilai kalori dari suatu bahan.
Loss on Drying (LOD)
Perhitungan kehilangan massa sampel yang disebabkan oleh penguapan air.
Spectrophotometry
Analisis untuk mengukur kadar larutan berwarna atau zat pada panjang gelombang UV.
Hukum Beer-Lambert
Hukum dasar yang menjelaskan hubungan antara absorbansi cahaya dan konsentrasi zat.
Calibration curve
Kurva kalibrasi yang digunakan untuk menentukan kadar sampel berdasarkan standar.
Blank solution
Larutan blanko untuk mengoreksi pengaruh absorpsi dari pelarut dan reagen.
LOD (Limit of Detection)
Konsentrasi terendah dari suatu zat yang masih dapat dideteksi oleh alat.
LOQ (Limit of Quantification)
Konsentrasi terendah yang dapat dihitung secara akurat dalam analisis.
GC (Gas Chromatography)
Teknik kromatografi gas untuk analisis senyawa volatil seperti pelarut.
Retention time
Waktu retensi yang digunakan untuk identifikasi senyawa berdasarkan waktu keluarnya dari kolom.
AAS (Atomic Absorption Spectroscopy)
Alat untuk mengukur kadar logam seperti Fe, Zn, dan Pb.
FTIR Spectroscopy
Teknik spektroskopi untuk identifikasi gugus fungsi pada senyawa organik.
Validation
Proses untuk membuktikan bahwa suatu metode layak digunakan secara resmi di laboratorium.
Nutrient Agar (NA)
Media umum yang digunakan untuk menumbuhkan berbagai jenis bakteri.
Selective media
Media yang dirancang khusus hanya untuk menumbuhkan mikroba tertentu.
Differential media
Media yang digunakan untuk membedakan jenis-jenis mikroba berdasarkan karakteristik pertumbuhannya.
Sterilization
Proses membunuh semua bentuk kehidupan mikroorganisme pada alat atau media.
Autoclave
Alat sterilisasi yang menggunakan uap panas bertekanan tinggi.
Aseptic technique
Teknik kerja yang bertujuan mencegah kontaminasi mikroba dari lingkungan.
Incubation
Proses menumbuhkan mikroba pada suhu dan kondisi tertentu di dalam inkubator.
CFU (Colony Forming Unit)
Unit pembentuk koloni yang digunakan untuk menghitung jumlah mikroba hidup.
Serial dilution
Pengenceran bertingkat untuk mengurangi jumlah mikroba agar dapat dihitung dengan mudah.
Gram-positive
Bakteri yang berwarna ungu setelah dilakukan prosedur pewarnaan gram.
Gram-negative
Bakteri yang berwarna merah atau pink setelah prosedur pewarnaan gram.
MPN method
Metode statistik yang digunakan untuk menghitung estimasi jumlah mikroba.
Total Plate Count (TPC)
Metode untuk menghitung total seluruh bakteri aerobik yang ada dalam sampel.
Coliform test
Uji kualitas air atau makanan untuk mendeteksi keberadaan bakteri koliform yang berbahaya.