1/30
Kumpulan kartu kilat kosa kata materi Kota, Urban Design, dan Permasalahan Umum Kota berdasarkan bahan perkuliahan Dr. Ar. Yashinta I. P. Hematang, S.T., M.T., IAI.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Civilis
Kata asal dari peradaban (civilization) yang memiliki arti "menjadi warga kota".
Kota (Hestin Mulyandari)
Barisan pertemuan semua kepentingan manusia dalam sebuah kolase ruang besar (organisme) yang merupakan pusat industri, perdagangan, pendidikan, dan pemerintahan.
Permukiman Kota (Dimensi Demografis)
Karakteristik permukiman kota yang ditandai oleh pemusatan penduduk yang tinggi.
Permukiman Kota (Dimensi Sosiologis)
Karakteristik permukiman kota yang bersifat heterogen dari penduduk dengan budaya Urban.
Permukiman Kota (Dimensi Ekonomis)
Karakteristik permukiman kota dengan lapangan kerja yang didominasi bidang industri, jasa, transportasi, dan perdagangan.
Kota Purba
Kota yang berkembang di dekat sumber air, memiliki sistem irigasi untuk ketersediaan pangan, ditandai stratifikasi sosial, perdagangan, serta dinding sebagai struktur pertahanan.
Penataan Kota Abad 20
Penataan kota berorientasi pada kekuatan pasar (market forces), penggunaan pola grid (contoh New York), pembangunan vertikal, dan pengenalan peraturan zoning.
Periode Kontemporer
Upaya pemaknaan kembali ruang perkotaan dan pencarian jati diri yang hilang pada awal abad ke-20 dengan merujuk pada pemikiran Jane Jacobs, Kevin Lynch, Gordon Cullen, dan Charles Moore.
Urban Design (Catanese dan Snyder; 1984)
Jembatan antara perencanaan kota dan perancangan arsitektur yang menjabarkan rencana dua dimensi menjadi tiga dimensi.
Urban Design (Gosling dan Maitland; 1984)
Bagian dari proses perencanaan kota yang menyangkut aspek tiga dimensi dan non-visual seperti kebisingan, aroma, rasa nyaman, bahaya, rasa aman, sosial, ekonomi, dan kebijakan.
Urban Form (Danisworo; 1989)
Akumulasi produk pengambilan keputusan oleh banyak pihak dalam satu kurun waktu.
Urban Design (Shirvani; 1985)
Cara untuk mengembangkan kerangka kebijakan dalam menyusun rancangan fisik elemen utama wujud kota yang dibangun pada waktu dan oleh orang yang berbeda.
Urban Planning
Proses yang mengintegrasikan perencanaan penggunaan lahan (land use planning) dan transportasi untuk meningkatkan lingkungan terbangun, ekonomi, dan sosial masyarakat.
Skala Regional (Catanese dan Snyder; 1984)
Ranah perancangan kota yang meliputi wilayah kota dan desa di sekelilingnya untuk menggambarkan hubungan antara wilayah kota yang berkembang dan wilayah desa terbuka.
Skala Kota (Catanese dan Snyder; 1984)
Ranah perancangan kota yang difokuskan pada kawasan pusat kota sebagai pusat metropolitan yang kuat untuk merangsang kegiatan ekonomi bagi penanaman modal.
Skala Lingkungan (Catanese dan Snyder; 1984)
Ranah perancangan kota yang meliputi wilayah dengan penggunaan tertentu untuk mengurangi konflik di antara penggunaan tanah yang ada.
Skala Blok (Catanese dan Snyder; 1984)
Ranah perancangan kota yang mencakup wilayah dibatasi jalan dengan tujuan mengendalikan tinggi dan jarak bangunan terhadap jalan.
Designing Cities Without Designing Buildings
Ungkapan Barnett (1974) yang menyatakan bahwa ruang di antara bangunan-bangunan merupakan ranah dari urban design.
Super Blok (SK. Gubernur DKI Jakarta No. 25/1990)
Bidang tanah dibatasi jalan kolektor atau saluran umum sesuai rencana kota untuk satu/lebih jenis peruntukan, berupa high rise building yang menampung kegiatan campuran.
Blok (SK. Gubernur DKI Jakarta No. 25/1990)
Bidang tanah yang batas-batas fisiknya adalah jalan lingkungan atau saluran umum sesuai rencana kota untuk satu jenis peruntukan atau lebih.
Sub Blok (SK. Gubernur DKI Jakarta No. 25/1990)
Bidang tanah yang telah ditetapkan batas-batas fisiknya sesuai rencana kota untuk suatu keperluan tertentu.
Aspek Pengelolaan (Urban Design)
Implementasi administrasi yang mencakup lembaga/organisasi pelaksana serta teknik dan strategi yang digunakan untuk mengimplementasikan urban design.
Aspek Regulasi (Urban Design)
Berbagai pranata hukum untuk mengimplementasikan urban design, seperti incentive zoning, performance zoning, special district, TDR, sign ordinance, dan historical district.
Pragmatisme Finansial (Lang; 1992)
Pendekatan urban design yang dikembangkan berdasarkan kebutuhan lokasi yang berorientasi pasar.
Pendekatan Seni (Lang; 1992)
Pandangan bahwa urban design merupakan pekerjaan seni dari ide arsitek tanpa menjadikan aspek sosio-teknik sebagai pertimbangan utama.
Pendekatan Pemecahan Masalah (Lang; 1992)
Pendekatan desain menggunakan pengetahuan empiris sebagai kesinambungan masa lalu untuk memecahkan masalah di masa datang.
Rancangan Komunitas (Lang; 1992)
Pendekatan urban design yang difokuskan pada proses pengambilan keputusan oleh pengguna sendiri.
Radiant City
Karya/konsep perancangan kota yang digagas oleh Le Corbusier.
Broadacre City
Karya/konsep perancangan kota yang digagas oleh Frank Lloyd Wright.
Dymaxion
Karya/konsep perancangan kota yang digagas oleh Buckminster Fuller.
Metabolism
Karya/konsep perancangan kota yang digagas oleh Kenzo Tange.