1/24
Kumpulan kartu kilat kosakata mengenai keanekaragaman hayati, pembagian daerah fauna di Indonesia, pelestarian hayati, dan sistem klasifikasi makhluk hidup berdasarkan catatan perkembangannya.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas)
Keanekaragaman makhluk hidup pada semua tingkatan organisasi kehidupan yang ditunjukkan dengan adanya variasi bentuk, penampilan, jumlah, dan sifat lainnya.
Keanekaragaman Tingkat Gen
Keanekaragaman atau perbedaan susunan gen yang terjadi dalam satu jenis (satu spesies) makhluk hidup.
Keanekaragaman Tingkat Jenis
Perbedaan sifat dan penampilan yang dapat ditemukan antarindividu berbeda jenis atau spesies dalam satu familia (keluarga).
Keanekaragaman Tingkat Ekosistem
Keanekaragaman yang timbul karena adanya interaksi antara lingkungan abiotik tertentu dengan sekumpulan makhluk hidup tertentu.
Garis Wallace
Garis yang ditetapkan oleh Alfred Russel Wallace pada tahun 1856 yang membatasi wilayah fauna bertipe Oriental di Selat Lombok, Selat Makassar, dan Filipina Selatan.
Garis Weber
Garis yang ditetapkan oleh Max Carl Wilhelm Weber pada tahun 1899 yang membatasi wilayah fauna bertipe Australian di Maluku dan Papua serta kepulauan dekat Australia.
Fauna Daerah Oriental
Fauna wilayah Barat Indonesia (Sumatera, Kalimantan, Bali, Jawa) dengan ciri mamalia berukuran besar, banyak jenis primata, dan warna bulu burung kurang menarik.
Fauna Daerah Peralihan
Fauna wilayah Tengah Indonesia (Sulawesi, Bali, Kepulauan Nusa Tenggara) yang memiliki ciri khas tersendiri dengan campuran tipe Asia dan Australia seperti komodo, anoa, babirusa, dan burung maleo.
Fauna Daerah Australia
Fauna wilayah Timur Indonesia (Papua dan sekitarnya) dengan ciri mamalia berukuran lebih kecil, memiliki mamalia berkantong, dan warna bulu burung lebih menarik serta beragam.
Hilangnya Habitat
Menyusutnya materi pada tempat yang sesuai atau cocok untuk tempat hidup makhluk hidup.
Fragmentasi Habitat
Pemisahan suatu habitat menjadi bagian-bagian yang lebih kecil.
Introduksi Spesies
Suatu upaya mendatangkan spesies asing ke suatu wilayah yang telah memiliki spesies lokal.
Degradasi Habitat
Kerusakan habitat yang disebabkan oleh polusi, seperti hujan asam dan efek rumah kaca.
Pelestarian In Situ
Usaha pelestarian keanekaragaman hayati yang dilakukan di habitat aslinya, seperti taman nasional, cagar alam, dan suaka margasatwa.
Pelestarian Ex Situ
Usaha pelestarian keanekaragaman hayati yang dilakukan di luar habitat aslinya, seperti kebun binatang, kebun raya, kebun botani, dan taman safari.
Taksonomi
Ilmu yang mempelajari tentang klasifikasi makhluk hidup.
Binomial Nomenklatur
Sistem penamaan ilmiah makhluk hidup yang terdiri dari dua suku kata (nama genus dan penunjuk spesies) yang diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus.
Sistem Artifisial (Buatan)
Sistem klasifikasi makhluk hidup yang disusun menggunakan ciri atau sifat sesuai dengan kehendak manusia, seperti berdasarkan kegunaannya.
Sistem Filogenetik
Sistem klasifikasi makhluk hidup berdasarkan hubungan kekerabatan antara takson satu dengan lainnya serta hubungan evolusioner nenek moyang dan keturunannya.
Sistem Alami
Sistem klasifikasi untuk membentuk takson yang bersifat alamiah menggunakan dasar persamaan dan perbedaan morfologi.
Sistem 2 Kingdom
Sistem klasifikasi yang dikemukakan oleh Carolus Linnaeus (1735), terdiri dari kingdom Plantae dan Animalia.
Sistem 3 Kingdom
Sistem klasifikasi yang dikemukakan oleh Haeckel (1866), terdiri dari kingdom Protista, Plantae, dan Animalia.
Sistem 4 Kingdom
Sistem klasifikasi yang dikemukakan oleh Herbert Copeland (1956), terdiri dari kingdom Monera, Protista, Plantae, dan Animalia.
Sistem 5 Kingdom
Sistem klasifikasi yang dikemukakan oleh Robert Whittaker (1969), terdiri dari kingdom Monera, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.
Sistem 6 Kingdom
Sistem klasifikasi yang dikemukakan oleh Carl Woese (1977), terdiri dari kingdom Eubacteria, Archaebacteria, Protista, Fungi, Plantae, dan Animalia.