1/34
Flashcard ini merangkum istilah-istilah penting dalam ilmu Nahwu berdasarkan kitab Matan Al Ajrumiyyah, mencakup definisi kalam, i'rab, tanda-tanda i'rab, fi'il, serta isim-isim yang dirafa'kan, dinashabkan, dan dikhafadhkan.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Al kalam
Lafadz yang tersusun yang berfaedah dengan bahasa arab.
Bagian-bagian Kalam
Isim, fi’il, dan huruf yang memiliki arti.
I’rab
Berubahnya akhir-akhir kalimat karena perbedaan amil-amil yang masuk atasnya baik secara lafadz atau taqdir.
Bagian I’rab
Terdiri dari empat jenis: rafa’, nashab, khofadh atau jar, dan jazm.
Tanda I’rab Rafa’
Memiliki empat tanda, yaitu dhammah, waw, alif dan Nun.
Tempat Dhammah sebagai tanda Rafa’
Isim Mufrad, Jama’ taktsir, Jama’ muannas salim, dan fiil mudhari’ yang tidak bersambung di akhirnya dengan sesuatu.
Tanda I’rab Nashab
Memiliki lima tanda, yaitu Fathah, alif, kasrah, ya, dan hadzfunnuun (membuang nun).
Tanda I’rab Khafadh/Jar
Memiliki tiga tanda, yaitu kasrah, ya, dan fathah.
Tanda I’rab Jazm
Memiliki dua tanda, yaitu sukun dan al hadzfu (membuang).
Fi’il Madhi
Kata kerja bentuk lampau yang difathahkan selamanya.
Fi’il Amr
Kata kerja perintah yang dijazamkan selamanya.
Fi’il Mudhari’
Kata kerja yang di awalnya terdapat salah satu huruf tambahan (alif, nun, ya, ta) yang terkumpul dalam perkataan "أنيت ", dan dirafa’kan selamanya kecuali ada amil nashab atau jazm.
Isim-isim yang dirafa’kan
Terdiri dari tujuh bagian: Isim Faa’il, Naaibul fa’il, Mubtada, khabar mubtada, Isim Kaana, khabar inna, dan yang mengikuti (Na’at, ‘athaf, taukid, badal).
Faa’il
Isim yang dirafa’kan yang disebut sebelum faa’il itu fi’ilnya.
Naaibul Faa’il
Isim yang dirafa’kan yang tidak disebut bersamanya faa’ilnya (maf’ul yang tidak disebut faa’ilnya).
Mubtada
Isim yang dirafa’kan yang terbebas dari amil-amil lafadzh.
Khabar
Isim yang dirafa’akan yang disandarkan kepada mubtada’.
Fungsi Kaana dan saudara-saudaranya
Merafa’kan isim (mubtada) dan menashabkan khabar.
Fungsi Inna dan saudara-saudaranya
Menashabkan mubtada dan merafa’kan khabar.
Fungsi Dzhanantu dan saudara-saudaranya
Menashabkan mubtada dan khabar karena keduanya dianggap sebagai maf’ul.
Na’at
Kata yang mengikuti yang disifati pada keadaan rafa’, nashab, khafadh, ma’rifat, dan nakirahnya.
Ma’rifat
Kata khusus yang terdiri dari: Isim Dhamir, Isim Alam, Isim Mubham, Isim dengan alif lam, dan yang diidhafahkan kepadanya.
Nakirah
Setiap isim yang tersebar pada jenisnya dan tidak tertentu, biasanya ditandai dengan kemampuan menerima alif lam.
Taukid
Kata yang mengikuti yang diperkuat untuk menekankan atau menguatkan makna.
Badal
Kata pengganti yang mengikuti i’rab kata yang digantikannya.
Maf’ul Bih
Isim yang dinashabkan yang dikenakan padanya suatu perbuatan (objek).
Mashdar
Isim yang dinashabkan yang datang menempati tempat ketiga dalam tashrif fi’il.
Dzharaf Zaman
Isim keterangan waktu yang dinashabkan dengan taqdir makna "fi " (pada).
Dzharaf Makan
Isim keterangan tempat yang dinashabkan dengan taqdir makna "fi " (pada).
Haal
Isim yang dinashabkan yang menjelaskan tata cara/keadaan yang sebelumnya samar.
Tamyiz
Isim yang dinashabkan yang menjelaskan dzat yang sebelumnya samar.
Munada
Isim yang dipanggil, terdiri dari lima jenis: Mufrad ‘alam, Nakirah maqsudah, Nakirah ghairu maqsudah, Mudhaf, dan Serupa mudhaf.
Maf’ul min Ajlih
Isim yang dinashabkan yang disebut untuk menjelaskan sebab-sebab terjadinya suatu perbuatan.
Maf’ul Ma’ah
Isim yang dinashabkan yang disebut untuk menjelaskan sesuatu yang bersamanya dilakukan suatu perbuatan.
Isim-isim yang Dikhafadhkan
Terdiri dari tiga bagian: dikhafadhkan dengan huruf khafadh, dikhafadhkan dengan idhafah, dan dikhafadhkan karena mengikuti yang sebelumnya.