1/91
Looks like no tags are added yet.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Ilmu kimia
Cabang IPA yang mempelajari susunan, struktur, dan sifat materi, perubahan materi, serta energi yang menyertainya
Materi
Segala sesuatu yang memiliki massa dan menempati ruang
Susunan materi
Unsur-unsur apa saja yang menyusun suatu materi beserta perbandingannya
Struktur materi
Bagaimana atom-atom tersusun dan terikat satu sama lain dalam suatu zat
Sifat fisika
Sifat yang dapat diamati tanpa mengubah zat: wujud, warna, titik didih, kelarutan, massa jenis, kemagnetan
Sifat kimia
Sifat yang berkaitan dengan pembentukan zat baru: mudah terbakar, mudah berkarat, mudah membusuk, beracun, mudah meledak
Objek kajian biologi
Makhluk hidup dan lingkungannya
Objek kajian fisika
Gerak, gaya, dan energi mekanik
Objek kajian geologi dan astronomi
Kebumian dan susunan tata surya
Mengapa perkaratan besi termasuk fenomena kimia
Karena atom besi berikatan dengan oksigen dan air membentuk zat baru berupa besi(III) oksida
Zat tunggal
Materi yang hanya terdiri dari satu jenis zat, yaitu unsur dan senyawa
Unsur
Zat tunggal paling sederhana yang tidak dapat diuraikan lagi menjadi zat lain melalui reaksi kimia biasa
Senyawa
Zat yang terbentuk dari gabungan dua unsur atau lebih dengan perbandingan tertentu
Campuran homogen
Campuran yang komponennya tidak dapat dibedakan lagi, contoh larutan gula dan udara bersih
Campuran heterogen
Campuran yang komponennya masih dapat dibedakan, contoh air dengan pasir dan minyak dengan air
Atom
Partikel tunggal dari suatu unsur, contoh Fe, Na, Cu, C
Molekul unsur
Gabungan dua atom atau lebih yang sejenis, contoh H2, O2, O3, N2, Cl2, S8, P4
Molekul senyawa
Gabungan dua atom atau lebih yang berbeda jenis dan bersifat netral, contoh H2O, CH4, CO2, NO, C6H12O6
Ion
Atom atau gabungan atom yang bermuatan listrik positif atau negatif
Ion monoatomik
Ion yang terdiri dari satu atom, contoh Na+, Ca2+, Cl-, O2-
Ion poliatomik
Ion yang tersusun dari beberapa atom berbeda tetapi bermuatan, contoh SO4 2-, HCO3-, NH4+
Cu, Fe, dan Na yang berdiri sendiri tergolong
Atom atau unsur logam, bukan molekul unsur, karena hanya satu atom
HCO3- dan SO4 2- tergolong
Ion poliatomik, bukan molekul senyawa, karena bermuatan
O3 (ozon) tergolong
Molekul unsur, karena ketiga atom penyusunnya sejenis
Kation
Ion bermuatan positif, terbentuk ketika atom melepas elektron
Anion
Ion bermuatan negatif, terbentuk ketika atom menyerap elektron
Ionisasi
Peristiwa terlepasnya atau masuknya elektron pada sebuah atom sehingga terbentuk ion
Perubahan fisika
Perubahan yang tidak menghasilkan zat baru, hanya berubah wujud, bentuk, atau ukuran, dan umumnya dapat dibalik
Contoh perubahan fisika
Es mencair, air menguap, gula larut dalam air, lilin meleleh, kertas disobek, besi ditempa
Perubahan kimia
Perubahan yang menghasilkan zat baru dengan sifat berbeda dari zat asalnya
Contoh perubahan kimia
Besi berkarat, kayu dibakar menjadi abu, nasi menjadi basi, susu menjadi masam, singkong difermentasi menjadi tapai
Empat tanda terjadinya reaksi kimia
Terbentuk gas (gelembung), terbentuk endapan, terjadi perubahan warna, dan terjadi perubahan suhu
Reaksi eksoterm
Reaksi yang melepaskan kalor ke lingkungan sehingga wadah terasa hangat atau suhunya naik
Reaksi endoterm
Reaksi yang menyerap kalor dari lingkungan sehingga wadah terasa dingin atau suhunya turun
Hasil reaksi CaCO3 dengan HCl
Terbentuk CaCl2, H2O, dan gas CO2, sehingga tergolong perubahan kimia
Peran ilmu kimia di bidang kedokteran dan farmasi
Sintesis obat, uji laboratorium darah dan urine, penggunaan radioisotop untuk terapi
Peran ilmu kimia di bidang hukum dan forensik
Analisis sampel darah, tes DNA, uji residu tembakan, identifikasi racun pada korban
Peran ilmu kimia di bidang pertanian
Sintesis pupuk urea dan NPK, formulasi pestisida dan fungisida, pengapuran untuk menetralkan pH tanah
Peran ilmu kimia di bidang pangan
Penggunaan pengawet seperti asam benzoat, pengujian kandungan gizi, deteksi formalin dan boraks
Peran ilmu kimia di bidang industri
Pengolahan bijih besi dengan tanur tiup, produksi semen, pembuatan polimer sintetik
Peran ilmu kimia di bidang lingkungan
Pengolahan limbah, katalis konverter untuk emisi kendaraan, uji pencemaran air dan udara
Peran ilmu kimia di bidang arkeologi
Penentuan umur fosil dan artefak menggunakan karbon-14
APD wajib di laboratorium kimia
Jas laboratorium lengan panjang, kacamata pelindung (goggles), sarung tangan, masker, dan sepatu tertutup
Aturan rambut dan kerudung di laboratorium
Rambut panjang diikat rapi ke belakang dan kerudung dimasukkan ke dalam jas laboratorium
Cara mencium bahan kimia yang benar
Mengibaskan uapnya ke arah hidung dari jarak aman, bukan menghirup langsung dari mulut wadah
Larangan di laboratorium kimia
Makan dan minum, mencicipi bahan, memipet dengan mulut, mencium bahan langsung, bercanda, dan bekerja sendirian
Yang harus dilakukan sebelum praktikum
Membaca instruksi kerja dan SOP alat, mengetahui letak APAR, eyewash, dan shower darurat, serta mencuci tangan
APAR
Alat Pemadam Api Ringan, digunakan untuk memadamkan kebakaran kecil di laboratorium
Eyewash
Alat pencuci mata darurat saat mata terkena percikan bahan kimia
Simbol tengkorak dan tulang bersilang
Beracun (toxic), contoh merkuri, sianida, arsen
Simbol tangan dan logam terkikis
Korosif, contoh H2SO4 pekat, HCl pekat, NaOH
Simbol nyala api
Mudah terbakar (flammable), contoh etanol, aseton, eter
Simbol nyala api di atas lingkaran
Pengoksidasi (oxidizing), contoh KMnO4, H2O2, KClO3
Simbol bom meledak
Mudah meledak (explosive), contoh TNT dan amonium nitrat
Simbol pohon mati dan ikan mati
Berbahaya bagi lingkungan, contoh merkuri, timbal, pestisida
Simbol tanda seru atau tanda silang X
Iritan (Xi) atau berbahaya (Xn), dapat menyebabkan iritasi
Simbol kipas radiasi
Radioaktif, contoh uranium dan plutonium
Limbah B3
Limbah bahan berbahaya dan beracun, harus ditampung di wadah khusus berlabel lalu diserahkan ke pengolah limbah berizin
Mengapa limbah merkuri tidak boleh dibuang ke wastafel
Karena pengenceran dengan air tidak menghilangkan logam beratnya, hanya menyebarkan pencemaran
Mengapa limbah cair B3 tidak boleh diuapkan di ruang terbuka
Karena uap logam berat mencemari udara dan sisa padatannya mencemari tanah
Gelas ukur (graduated cylinder)
Alat gelas berskala untuk mengukur volume cairan
Gelas beker (beaker glass)
Wadah untuk melarutkan dan memanaskan zat, skalanya kasar sehingga tidak untuk pengukuran teliti
Labu Erlenmeyer
Labu berleher sempit dan beralas lebar untuk menampung larutan saat titrasi agar tidak memercik saat dikocok
Labu ukur (labu takar)
Alat untuk membuat larutan dengan konsentrasi dan volume yang tepat
Buret
Alat untuk meneteskan titran saat titrasi, ketelitiannya tinggi
Pipet volume (pipet gondok)
Alat untuk memindahkan cairan dengan satu ukuran volume secara teliti
Pipet tetes
Alat untuk memindahkan cairan dalam jumlah sangat kecil
Tabung reaksi (test tube)
Wadah untuk mereaksikan zat dalam jumlah kecil
Corong pisah
Alat untuk memisahkan dua cairan yang tidak bercampur berdasarkan perbedaan massa jenis
Kaca arloji (watch glass)
Wadah untuk menimbang zat padat dan menutup gelas beker
Spatula
Alat untuk mengambil zat padat atau serbuk
Mortar dan alu (lumpang dan alu)
Alat untuk menghaluskan zat padat
Kaki tiga dan kawat kasa
Penyangga wadah saat pemanasan, kawat kasa berfungsi meratakan panas
Urutan alat pengukur volume dari yang paling teliti
Buret dan pipet volume, lalu labu ukur, lalu gelas ukur, terakhir gelas beker
Urutan langkah metode ilmiah
Observasi dan identifikasi masalah, merumuskan masalah, menyusun dasar teori, merumuskan hipotesis, eksperimen dan pengumpulan data, analisis data, kesimpulan, publikasi
Hipotesis
Dugaan atau jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang masih harus diuji melalui eksperimen
Rumusan masalah
Pertanyaan penelitian yang jelas, dapat diuji, dan menjadi dasar tujuan penelitian
Letak hipotesis dalam metode ilmiah
Selalu setelah rumusan masalah dan sebelum eksperimen, bukan di urutan pertama
Variabel bebas
Variabel yang sengaja diubah-ubah oleh peneliti
Variabel terikat
Variabel yang diukur hasilnya dan nilainya bergantung pada variabel bebas
Variabel kontrol
Variabel yang sengaja dibuat sama pada semua percobaan agar tidak mengganggu hasil
Cara cepat mengenali variabel dari judul penelitian
Yang disebut setelah kata pengaruh adalah variabel bebas, yang disebut setelah kata terhadap adalah variabel terikat
Variabel bebas pada penelitian pengaruh jenis pelarut terhadap laju kelarutan gula
Jenis pelarut, yaitu air, alkohol, dan aseton
Variabel terikat pada penelitian pengaruh jenis pelarut terhadap laju kelarutan gula
Waktu atau laju kelarutan gula
Variabel kontrol pada penelitian pengaruh jenis pelarut terhadap laju kelarutan gula
Volume pelarut 100 mL, massa gula 10 gram, ukuran partikel gula, suhu 25 derajat Celsius, dan kecepatan pengadukan
Data kuantitatif
Data berupa angka hasil pengukuran, contoh massa 10 gram dan suhu 25 derajat Celsius
Data kualitatif
Data berupa deskripsi atau pengamatan, contoh larutan berubah menjadi keruh dan muncul bau menyengat
Sikap ilmiah
Jujur, objektif, teliti, terbuka terhadap kritik, tekun, kritis, dan memiliki rasa ingin tahu
Tindakan yang benar saat data bertentangan dengan hipotesis
Tetap mencatat data apa adanya, menganalisis potensi kesalahan sistematik dan acak, lalu melakukan eksperimen ulang
Kesalahan sistematik
Kesalahan yang berulang dan terpola, misalnya alat tidak dikalibrasi atau metode yang keliru
Kesalahan acak
Kesalahan yang tidak terpola, misalnya kekeliruan membaca skala atau fluktuasi suhu ruangan
Pelanggaran kejujuran ilmiah
Mengubah angka data, menghapus data yang tidak mendukung hipotesis, atau menyalahkan bahan tanpa pengecekan ulang