1/24
Flashcard kosakata untuk membantu mahasiswa S1 Pendidikan Dokter mempelajari konsep sehat-sakit, determinan penyakit, kedokteran klinis vs komunitas, masalah kesehatan Indonesia, dan klasifikasi ICD-10.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Definisi Sehat WHO (1948)
Keadaan sejahtera fisik, mental, dan sosial secara utuh, bukan semata-mata tidak adanya penyakit atau kelemahan.
Definisi Sehat UU No. 36 Tahun 2009
Keadaan sehat, baik secara fisik, mental, spiritual, maupun sosial yang memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan ekonomi.
Wellness (Kesejahteraan)
Keadaan dinamis sejahtera fisik, mental, sosial, dan spiritual yang memungkinkan seseorang mencapai potensi penuh dan menikmati hidup.
Positive Health (Huber et al., 2011)
Konsep sehat sebagai kemampuan beradaptasi dan mengelola diri (self-manage) dalam menghadapi tantangan sosial, fisik, dan emosional, bukan sekadar tidak adanya penyakit.
Disease (Penyakit)
Kondisi objektif-biomedis berupa kelainan biologis pada organ atau sistem tubuh yang didiagnosis tenaga kesehatan berdasarkan kriteria klinis.
Illness (Rasa Sakit)
Pengalaman subjektif atau personal berupa sensasi merasa tidak sehat (seperti lelah, lemas, atau tidak nyaman) dan cara seseorang memaknai kondisinya sendiri.
Sickness (Peran Sakit)
Dimensi sosial-budaya berupa status atau peran sosial (sick role) yang disematkan masyarakat kepada orang yang dianggap sakit, lengkap dengan hak dan kewajibannya.
Impairment
Kehilangan atau kelainan struktur atau fungsi pada tingkat organ atau sel, seperti gangguan pendengaran.
Disability
Keterbatasan dalam melakukan suatu aktivitas atau fungsi akibat kondisi impairment, seperti sulit mengikuti percakapan.
Handicap
Kerugian sosial berupa hilangnya keterlibatan atau peran di masyarakat akibat kondisi sakit atau disabilitas, seperti kesulitan bekerja dan bersosialisasi.
Model Biomedis
Pandangan bahwa sehat adalah tidak adanya penyakit yang dinilai melalui ambang kuantitatif seperti kadar HbA1c atau tekanan darah.
Fase Prepatogenesis
Tahap belum sakit pada riwayat alamiah penyakit, namun faktor risiko (genetik, perilaku, lingkungan) serta interaksi agen, host, dan lingkungan sudah ada.
Fase Patogenesis Subklinis
Tahap terjadinya perubahan biologis pada tubuh yang berlangsung tanpa gejala (tidak terdeteksi secara kasat mata).
Fase Patogenesis Klinis
Tahap dalam riwayat alamiah penyakit ketika gejala mulai muncul dan diagnosis dapat ditegakkan oleh dokter.
Horizon Klinis
Batas ketika perubahan biologis pada fase patogenesis mulai dapat dikenali dan didiagnosis secara medis.
Fenomena Gunung Es (Iceberg Phenomenon)
Gambaran kondisi kesehatan di mana sebagian besar kasus penyakit berada pada tahap subklinis atau belum terdiagnosis (tersembunyi di masyarakat) di bawah permukaan batas pelayanan kesehatan.
Segitiga Epidemiologi (Epidemiologic Triangle)
Model kausalitas penyakit linear sederhana yang terdiri dari tiga komponen yaitu agent, host, dan environment; paling cocok digunakan untuk penyakit menular.
Jala-jala Sebab Akibat (Web of Causation)
Model kausalitas penyakit kompleks karya MacMahon & Pugh yang menggambarkan jaringan banyak faktor saling berkaitan; paling cocok digunakan untuk penyakit tidak menular yang multikausal.
Kedokteran Klinis
Pendekatan kedokteran yang bersasaran individu (pasien) dengan tujuan menyembuhkan atau mengendalikan penyakit pasien menggunakan peralatan kedokteran dan diagnostik fisik.
Kedokteran Komunitas
Pendekatan kedokteran yang bersasaran kelompok atau masyarakat dengan tujuan mencegah penyakit dan meningkatkan kesehatan populasi menggunakan biostatistik dan epidemiologi.
Community-Oriented Primary Care (COPC)
Pendekatan jembatan antara kedokteran klinis dan komunitas di mana dokter primer mengobati pasien di ruang periksa sekaligus menjalankan program kesehatan berbasis wilayah kerja.
Triple Burden of Disease
Tiga beban masalah kesehatan di Indonesia yang mencakup penyakit menular yang belum tuntas, penyakit tidak menular yang meningkat, dan ancaman infeksi baru/re-emerging.
ICD-10
Sistem klasifikasi penyakit 'bahasa bersama' standar WHO yang mengubah diagnosis menjadi kode alfanumerik untuk statistik, epidemiologi, riset, dan klaim JKN/INA-CBG.
Anatomi Kode ICD-10
Struktur kode alfanumerik ICD-10 yang terdiri dari 1 huruf (bab/kategori besar), 2 angka (kategori utama), titik desimal (pemisah), dan 1-2 angka (subkategori spesifik).
SDG 3
Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals) yang berfokus menjamin kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan bagi semua orang pada semua usia.