1/108
Looks like no tags are added yet.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Syajaratun
Kata Arab yang berarti pohon, akar kata sejarah karena silsilah digambarkan bercabang seperti pohon.
Historia
Kata Yunani yang berarti pengetahuan hasil penyelidikan; asal etimologi kata sejarah dalam bahasa Yunani.
Geschichte
Istilah Jerman untuk sejarah yang berarti sesuatu yang telah terjadi.
Sejarah menurut KBBI
Kejadian atau peristiwa yang terjadi di masa lampau.
Herodotus
Bapak Sejarah; menyebut sejarah sebagai kajian jatuh bangunnya tokoh, masyarakat, dan peradaban yang bergerak melingkar, bukan lurus ke depan.
R.G. Collingwood
Sejarah adalah penyelidikan tentang tindakan manusia yang dilakukan pada masa lampau.
R. Mohammad Ali
Sejarah adalah ilmu yang menyelidiki perubahan dan kejadian yang benar-benar terjadi di masa lampau.
Sartono Kartodirdjo
Sejarah adalah penggambaran pengalaman kolektif masa lalu; ia membedakan sejarah arti objektif dan arti subjektif.
Kuntowijoyo
Sejarah adalah ilmu tentang manusia, waktu, dan sesuatu yang bermakna sosial, serta mempelajari sesuatu yang tertentu dan terinci.
Muhammad Yamin
Sejarah adalah ilmu pengetahuan hasil penyelidikan peristiwa yang dapat dibuktikan dengan bahan kenyataan.
Sejarah arti objektif
Peristiwa atau kejadian itu sendiri, apa adanya, sebelum ditulis siapa pun.
Sejarah arti subjektif
Sejarah yang sudah ditulis dan ditafsirkan oleh sejarawan.
Einmalig
Sifat peristiwa sejarah yang hanya terjadi sekali dan tidak dapat terulang persis sama.
Sifat unik peristiwa sejarah
Peristiwa itu hanya terjadi satu kali dengan konteks dan waktu tertentu, tidak ada yang persis sama.
Sifat penting peristiwa sejarah
Peristiwa itu punya arti dan pengaruh besar bagi kehidupan orang banyak, bukan kejadian sepele.
Sifat abadi peristiwa sejarah
Peristiwanya tidak bisa berubah lagi dan akan selalu dikenang sepanjang perjalanan hidup manusia.
Tiga unsur utama sejarah
Manusia, ruang, dan waktu.
Manusia dalam sejarah
Unsur paling utama; berperan sebagai objek atau pelaku peristiwa sekaligus subjek yang menuliskan kisahnya.
Konsep ruang (spasial)
Tempat terjadinya peristiwa; membuktikan bahwa peristiwa itu nyata dan ada.
Konsep waktu (temporal)
Kapan peristiwa terjadi; menjadi batasan temporal setiap peristiwa sejarah.
Tiga unsur Proklamasi Kemerdekaan RI
Manusia Sukarno dan Hatta, ruang Jl. Pegangsaan Timur No. 56 Jakarta, waktu 17 Agustus 1945.
Tiga dimensi waktu dalam sejarah
Masa lalu sebagai pelajaran, masa kini yang menentukan, dan masa depan yang dipengaruhi tindakan hari ini.
Perkembangan
Masyarakat bergerak dari bentuk sederhana ke bentuk yang lebih kompleks dan lebih sesuai dengan zamannya.
Kesinambungan
Cara atau kondisi lama tetap diwarisi karena masih dianggap baik oleh masyarakat.
Contoh kesinambungan
Indonesia masih memakai sejumlah produk hukum warisan kolonial Belanda meskipun sudah merdeka.
Pengulangan
Peristiwa serupa terjadi kembali di masa berikutnya, memunculkan jargon sejarah terulang kembali.
Contoh pengulangan
Lengsernya Sukarno dan lengsernya Soeharto, dua-duanya dipicu gerakan mahasiswa.
Perubahan
Masyarakat membentuk praktik baru secara besar-besaran dalam waktu singkat, sering karena pengaruh kuat dari luar.
Perubahan cepat
Perubahan yang berlangsung singkat tetapi mendasar dan mengubah struktur masyarakat; disebut juga revolusi.
Contoh perubahan cepat
Pengeboman Hiroshima dan Nagasaki Agustus 1945 yang langsung membuat Jepang menyerah kepada Sekutu.
Perubahan lambat
Perubahan bertahap yang butuh waktu sangat panjang dan sering tak terasa; disebut juga evolusi.
Contoh perubahan lambat
Peralihan manusia praaksara dari food gathering ke food producing yang berlangsung ribuan tahun.
Faktor internal perubahan
Penemuan baru, revolusi, pertambahan penduduk, dan konflik di dalam masyarakat itu sendiri.
Faktor eksternal perubahan
Perang, bencana alam, dan pengaruh kebudayaan masyarakat lain.
Keberlanjutan (kontinuitas)
Peristiwa masa lalu tidak terputus dan terus berlanjut pengaruhnya sampai masa kini dan masa depan.
Diakronik
Cara berpikir yang memanjang dalam waktu tetapi menyempit dalam ruang, menekankan urutan dan proses peristiwa.
Asal kata diakronik
Yunani dia yang berarti melintas atau melampaui dan chronos yang berarti waktu.
Ciri berpikir diakronik
Memanjang berdimensi waktu, naratif, dinamis, menekankan proses dan durasi, serta memakai hubungan kausalitas.
Contoh tema diakronik
Urutan peristiwa Perang Diponegoro 1825-1830 dari pengepungan Tegalrejo hingga penangkapan di Magelang.
Sinkronik
Cara berpikir yang meluas dalam ruang tetapi terbatas dalam waktu, menekankan struktur peristiwa pada masa tertentu.
Asal kata sinkronik
Yunani syn yang berarti dengan atau bersama dan chronos yang berarti waktu.
Ciri berpikir sinkronik
Mengkaji masa tertentu, menekankan struktur atau karakter, bersifat horizontal, tanpa perbandingan, cakupan lebih sempit.
Contoh tema sinkronik
Keadaan ekonomi Indonesia tahun 1998 saja, atau suasana pembacaan naskah Proklamasi di Jakarta.
5W+1H dalam sinkronik
What, when, where, who, why, dan how yang harus dijawab saat mengkaji satu peristiwa secara mendalam.
Kronologi
Ilmu tentang waktu yang menyusun peristiwa sejarah sesuai urutan terjadinya, dari chronos dan logos.
Anakronisme
Kerancuan urutan waktu antara satu peristiwa sejarah dengan peristiwa sejarah lainnya.
Kronik
Catatan daftar peristiwa tanpa menunjukkan hubungan antarperistiwa, berbeda dari kronologi yang berurutan dan berkaitan.
Periodisasi
Pembabakan atau pengelompokan peristiwa sejarah ke dalam babak, masa, zaman, atau periode tertentu.
Tujuan periodisasi
Mempermudah pemahaman, mengklasifikasi peristiwa, dan menyederhanakan rangkaian sejarah yang sangat panjang.
Panca Warsa Moh. Yamin
Periodisasi Prasejarah, Protosejarah 0-600 M, Babakan Kebangsaan 600-1525 M, Babakan antar Bangsa 1525-1900 M, Abad Proklamasi 1900-1945 M.
Kausalitas
Hubungan sebab akibat antara satu peristiwa sejarah dengan peristiwa sesudahnya.
Sejarah sebagai peristiwa
Kejadian itu sendiri yang benar-benar terjadi di masa lalu, bersifat einmalig dan objektif.
Sejarah sebagai kisah
Peristiwa masa lalu yang sudah diceritakan atau dituliskan ulang, sehingga dipengaruhi tafsir penulisnya.
Sejarah sebagai ilmu
Sejarah memenuhi syarat ilmu yaitu empiris, punya objek, teori, generalisasi, dan metode penelitian.
Sejarah sebagai seni
Penulisan sejarah membutuhkan intuisi, imajinasi, emosi, dan gaya bahasa agar kisahnya hidup dan indah dibaca.
Manfaat edukatif
Sejarah memberi pelajaran dari keberhasilan dan kesalahan masa lalu untuk memperbaiki masa kini dan masa depan.
Manfaat inspiratif
Kisah kepahlawanan masa lalu memberi ilham dan membangkitkan semangat nasionalisme serta patriotisme.
Manfaat instruktif
Sejarah membantu menyampaikan ilmu atau keterampilan, misalnya keputusan hukum yang merujuk kebiasaan masa lalu.
Manfaat rekreatif
Sejarah memberi kesenangan estetis, seolah membawa pembaca bertamasya menembus ruang dan waktu.
Kegunaan genetis dan didaktis
Rumusan Sartono Kartodirdjo bahwa sejarah berguna sebagai pelajaran dan suri teladan bagi generasi penerus.
Sumber sejarah menurut Moh. Ali
Segala sesuatu berwujud maupun tidak berwujud yang berguna bagi penelitian sejarah.
Sumber primer
Sumber asli yang didapat langsung dari pelaku atau saksi yang mengalami peristiwa dan belum diolah.
Sumber sekunder
Sumber dari orang yang tidak mengalami langsung peristiwa, biasanya dibuat setelah peristiwa selesai.
Kelebihan sumber primer
Paling dekat dengan peristiwa sehingga tingkat keaslian dan kebenarannya tinggi.
Kekurangan sumber primer
Jumlahnya terbatas, banyak yang rusak atau hilang, dan kadang aksesnya tertutup atau bahasanya sulit dipahami.
Kelebihan sumber sekunder
Mudah didapat, sudah tersusun rapi, dan biasanya sudah dianalisis sehingga membantu memahami konteks.
Kekurangan sumber sekunder
Sudah melewati tafsiran orang lain sehingga bisa bergeser dari fakta aslinya.
Sumber tertulis
Sumber berupa tulisan seperti prasasti, dokumen, piagam, naskah, surat kabar, arsip, dan laporan.
Kelebihan sumber tertulis
Informasinya rinci dengan nama dan tanggal, serta bisa diperiksa berulang-ulang.
Kekurangan sumber tertulis
Bisa dipalsukan atau ditulis demi kepentingan tertentu, dan bahasanya kadang kuno sehingga sulit dibaca.
Sumber lisan
Keterangan langsung dari pelaku atau saksi mata suatu peristiwa, biasanya dikumpulkan melalui wawancara.
Kelebihan sumber lisan
Bisa mengisi kekosongan informasi pada periode yang miskin dokumen dan memberi detail suasana peristiwa.
Kekurangan sumber lisan
Bergantung pada ingatan yang bisa melemah, bersifat subjektif, dan pelakunya makin berkurang.
Penyebab kesaksian saksi berbeda
Latar belakang pengetahuan yang berbeda, posisi pengamatan yang berbeda, dan saksi yang berlebihan bercerita.
Sumber benda
Sumber berupa artefak dan benda kebudayaan seperti bangunan, senjata, perkakas batu, patung, perhiasan, dan candi.
Kelebihan sumber benda
Wujudnya nyata dan dapat dilihat serta dipegang, dan menjadi rekaman jejak kehidupan manusia masa lampau.
Kekurangan sumber benda
Tidak bisa menginformasikan kebenaran secara pasti karena harus ditafsirkan ahli, dan banyak yang hilang atau rusak.
Sumber sejarah berdasarkan bentuk
Sumber tertulis, sumber lisan, dan sumber benda.
Sumber sejarah berdasarkan sifat
Sumber primer dan sumber sekunder.
Lima tahap penelitian sejarah
Pemilihan topik, heuristik, verifikasi, interpretasi, dan historiografi menurut Kuntowijoyo.
Pemilihan topik
Langkah pertama penelitian sejarah, dipilih berdasarkan kedekatan emosional dan kedekatan intelektual.
Kedekatan emosional
Memilih topik karena keterikatan dengan daerah asal, keluarga, agama, atau kesukaan pribadi.
Kedekatan intelektual
Memilih topik karena menguasai referensi dan meyakini gagasan yang terkait topik tersebut.
Heuristik
Tahap mencari, menemukan, dan mengumpulkan sumber serta data yang relevan dengan topik penelitian.
Verifikasi
Tahap menyaring dan menilai sumber agar diperoleh sumber yang paling valid, asli, dan kredibel.
Kritik ekstern
Pengujian keaslian atau autentisitas sumber dilihat dari bentuk fisiknya seperti bahan, tinta, dan gaya tulisan.
Kritik intern
Pengujian kredibilitas isi sumber, apakah kontennya dapat dipercaya dan sesuai dengan konteksnya.
Interpretasi
Tahap menafsirkan sumber yang sudah lolos verifikasi secara objektif dan rasional.
Analisis
Menguraikan dan memecah data sejarah menjadi bagian-bagian untuk diperiksa satu per satu.
Sintesis
Menyatukan kembali fakta-fakta yang terpisah menjadi satu kesimpulan yang utuh.
Historiografi
Penulisan sejarah, tahap akhir penelitian yang menyusun fakta menjadi kisah sejarah yang utuh dan bermakna.
Asal kata historiografi
Yunani historia yang berarti sejarah dan graphein yang berarti menulis.
Ciri penulisan sejarah yang baik
Objektif, sistematis, kritis, kausalitasnya jelas, kontekstual, dan komunikatif.
Historiografi tradisional
Penulisan sejarah masa kerajaan Hindu-Buddha dan Islam oleh pujangga istana, bercampur mitos dan legenda.
Ciri historiografi tradisional
Istana-sentris, religio-magis, bertujuan melegitimasi kekuasaan raja, berbentuk babad, hikayat, atau kronik.
Contoh historiografi tradisional
Babad Tanah Jawi, Hikayat Raja-Raja Pasai, Kitab Negarakertagama, dan Sejarah Melayu.
Historiografi kolonial
Penulisan sejarah masa penjajahan oleh orang Eropa dengan sudut pandang penjajah.
Ciri historiografi kolonial
Belanda-sentris, menempatkan bangsa Indonesia sebagai objek, dan menonjolkan peran VOC serta pemerintah kolonial.
Contoh historiografi kolonial
Geschiedenis van Nederlandsch Indie, karya F.W. Stapel, dan laporan resmi VOC serta Hindia Belanda.
Historiografi nasional
Penulisan sejarah setelah kemerdekaan yang bertujuan mempersatukan bangsa dan membangkitkan nasionalisme.