inflammantory phase

0.0(0)
Studied by 0 people
call kaiCall Kai
Locked
learnLearn
examPractice Test
spaced repetitionSpaced Repetition
heart puzzleMatch
flashcardsFlashcards
GameKnowt Play
Card Sorting

1/15

encourage image

There's no tags or description

Looks like no tags are added yet.

Last updated 5:21 PM on 7/6/26
Name
Mastery
Learn
Test
Matching
Spaced
Call with Kai
Chat

No analytics yet

Send a link to your students to track their progress

16 Terms

1
New cards

kapan fase inflamasi terjadi?

1-4 hari setelah jejas

2
New cards

apa fungsi fibrin clot pada fase inflamasi?

membantu influx (masuknya) PMNs (neutrofil) dan monosit ke area luka

3
New cards

apa fungsi neutrofil dan monosit pada fase inflamsi?

melakukan fagositosis terhadap jaringan nekrotik, bakteri dan benda asing

4
New cards

sel pertama yang muncul pada fase inflamsi?

PMNs (neutrofil)

5
New cards

kapan neutrofil mencapai puncaknya?

24-48 jam

6
New cards

mediator apa saja yang dilepaskan neutrofil?

  • Prostaglandin

  • Faktor komplemen

  • IL-1

  • TNF-α

  • TGF-β

  • PF4

7
New cards
8
New cards

apa fungsi neutrofil pada fase inflamasi?

fagositosis bakteri dan debris seluler

9
New cards

apa fungsi TNF-alpha yang disekresikan neutrofil?

  • Merangsang angiogenesis

  • Merangsang sintesis kolagen

10
New cards

Apa fungsi kolagenase (protease) yang dilepaskan neutrofil?

Mendegradasi ECM (Extracellular Matrix) pada awal proses penyembuhan luka.

11
New cards

Kapan monosit/makrofag mencapai puncaknya?

48–96 jam.

12
New cards

Apa fungsi makrofag pada fase inflamasi?

  • Fagositosis

  • Aktivasi dan rekrutmen sel lain

  • Regulasi proliferasi sel

  • Sintesis ECM

  • Angiogenesis

13
New cards

Apa yang dihasilkan makrofag saat fagositosis?

  • Radikal O₂

  • Nitric oxide (NO)

14
New cards

Growth factor apa yang dilepaskan makrofag?

  • TGF-β

  • VEGF

  • IGF

  • EGF

15
New cards

Kapan limfosit T mencapai puncaknya?

±1 minggu setelah jejas.

16
New cards

Apa fungsi limfosit T pada fase inflamasi?

  • Menjadi jembatan antara fase inflamasi dan proliferasi.

  • Memodulasi lingkungan sekitar luka.

  • Menurunkan (downregulating) sintesis kolagen oleh fibroblas melalui IL-1, TNF-α, dan IFN-γ.