1/44
Kumpulan kartu kilat kosakata (vocabulary flashcards) mengenai prinsip pembelahan sel mitosis, meiosis, gametogenesis, serta struktur dan kelainan kromosom berdasarkan materi perkuliahan.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Endoplasmic Reticulum (ER)
Jaringan kantong dan tabung bermembran yang aktif dalam sintesis membran serta proses sintetis dan metabolik lainnya, terdiri dari wilayah kasar (berpenebar ribosom) dan halus.
Nucleolus
Struktur nonmembran di dalam nukleus yang terlibat dalam produksi ribosom.
Chromatin
Kompleks yang terdiri dari DNA dan protein, berfungsi menjaga struktur kromosom dan mengatur aktivitas gen.
Centrosome
Wilayah tempat mikrotubulus sel diinisiasi yang berisi sepasang sentriol.
Peroxisome
Organel sel dengan fungsi metabolik terspesialisasi yang menghasilkan hidrogen peroksida sebagai produk sampingan lalu mengubahnya menjadi air.
Gen
Kode informasi dari sifat yang diturunkan yang memprogram sifat spesifik dan tertulis di dalam DNA.
Lokus
Lokasi spesifik tempat suatu gen berada pada kromosom.
Kromosom Homolog
Pasangan kromosom yang memiliki ukuran, panjang, dan posisi sentromer yang sama, serta mengontrol karakter atau sifat yang sama.
Alel
Versi atau variasi gen yang berbeda yang terletak pada lokus yang sama pada kromosom homolog.
Autosom
Kromosom sel somatik yang tidak menentukan jenis kelamin, berjumlah 44 buah atau 22 pasang pada manusia.
Kromosom Seks
Pasangan kromosom yang menentukan jenis kelamin suatu individu, yaitu XX untuk perempuan dan XY untuk laki-laki.
Diploid (2n)
Kondisi sel yang memiliki dua set kromosom lengkap, seperti pada sel somatik manusia (2n=46).
Haploid (n)
Kondisi sel yang hanya memiliki satu set kromosom tunggal, seperti pada sel gamet manusia (n=23).
Interfase
Tahap siklus sel yang membutuhkan waktu paling lama (sekitar 90%) yang terdiri dari fase G1, S, dan G2.
Fase G1
Bagian dari interfase tempat berlangsungnya pertumbuhan sel serta hasil berupa protein dan organel.
Fase S
Bagian dari interfase tempat terjadinya sintesis DNA dan duplikasi kromosom.
Fase G2
Bagian dari interfase tempat pertumbuhan sel berlanjut, sintesis protein, dan duplikasi sentriol sebagai persiapan mitosis.
Kohesin
Protein yang melekatkan kromatid saudara satu sama lain hingga memasuki tahap anafase.
Profase (Mitosis)
Tahap mitosis di mana kromatin terkondensasi menjadi kromosom, nukleolus lenyap, gelendong mitotik mulai terbentuk, dan sentrosom bergerak menjauh.
Prometafase
Tahap mitosis di mana membran inti hilang, mikrotubulus memanjang ke wilayah nukleus, dan mikrotubulus kinetokor memegang kromatid.
Kinetokor
Struktur protein pada kromatid tempat melekatnya mikrotubulus gelendong/spindel.
Metafase (Mitosis)
Fase paling lama dalam mitosis di mana sentrosom berada pada dua kutub berlawanan dan kromosom berjejer di lempeng metafase.
Anafase (Mitosis)
Fase paling cepat dalam mitosis di mana protein kohesin putus dan kromatid saudara terpisah menjadi kromosom tunggal yang ditarik ke kutub berlawanan.
Telofase (Mitosis)
Tahap mitosis di mana dua nukleus dan membran inti terbentuk kembali, nukleolus muncul, dan terjadi sitokinesis.
Sitokinesis
Proses pembelahan sitoplasma dengan pembentukan lekukan yang membagi sel induk menjadi dua sel anak.
Meiosis
Pembelahan sel sebanyak dua kali (Meiosis I dan II) pada sel gamet yang mengurangi jumlah kromosom dari diploid (2n) menjadi haploid (n) dan menghasilkan 4 sel anak yang berbeda secara genetik.
Sinapsis
Proses berpasangannya kromosom homolog yang saling terhubung oleh kompleks sinaptonemal pada Profase I meiosis.
Kompleks Sinaptonemal
Struktur kompleks yang menghubungkan dan merekatkan pasangan kromosom homolog selama proses sinapsis.
Pindah Silang (Crossing Over)
Pertukaran gen antara kromatid non-saudara yang saling berkaitan pada Profase I meiosis.
Kiasma
Struktur berbentuk silang yang terbentuk akibat perlekatan kromatid non-saudara saat terjadi pindah silang.
Oogenesis
Proses pembentukan sel telur (ovum) di ovarium yang menghasilkan 1 ovum fungsional dan 3 badan polar dari setiap oosit primer.
Badan Polar
Sel anak hasil pembelahan oogenesis yang berukuran kecil, tidak berfungsi, dan akhirnya hancur/berhenti berkembang.
Spermatogenesis
Proses pembentukan sperma di testis yang berlangsung dalam siklus 48–60 hari dan menghasilkan 4 sperma dari satu spermatosit primer.
Spermatid
Sel haploid (n) hasil akhir pembelahan Meiosis II pada spermatogenesis yang akan mengalami tahap pematangan menjadi sperma.
Nondisjunction
Peristiwa gagal berpisah di mana pasangan kromosom homolog (pada Meiosis I) atau kromatid saudara (pada Meiosis II) tidak terpisah dengan benar.
Aneuploidi
Kondisi jumlah kromosom abnormal pada zigot akibat fertilisasi yang melibatkan gamet tidak normal.
Monosomi
Kondisi aneuploidi di mana sel zigot kekurangan satu kromosom dari jumlah normalnya (2n−1).
Trisomi
Kondisi aneuploidi di mana sel zigot memiliki satu kromosom ekstra atau rangkap tiga (2n+1).
Poliploidi
Kondisi di mana suatu organisme memiliki lebih dari dua set kromosom lengkap pada semua sel somatiknya (contoh: Triploidi 3n atau Tetraploidi 4n).
Delesi
Perubahan struktur kromosom akibat hilangnya suatu fragmen kromosom sehingga kehilangan gen tertentu.
Duplikasi
Perubahan struktur kromosom akibat melekatnya fragmen tambahan ke kromatid saudara atau non-saudara pada kromosom homolog.
Inversi
Perubahan struktur kromosom akibat terlepasnya suatu fragmen kromosom dan melekat kembali ke kromosom awal dengan urutan terbalik.
Translokasi
Perubahan struktur kromosom di mana fragmen patahan kromosom bergabung ke kromosom non-homolog.
Translokasi Resiprokal
Jenis translokasi di mana dua kromosom non-homolog saling bertukar fragmen kromosom.
Translokasi Non-resiprokal
Jenis translokasi di mana satu kromosom memberikan fragmen kepada kromosom non-homolog tanpa menerima fragmen pengganti.