1/31
Kumpulan kartu kilat kosakata ilmiah yang mencakup topik nutrisi bakteri, faktor lingkungan, kurva pertumbuhan, media kultur, metode isolasi, serta genetika bakteri berdasarkan materi kuliah Mikrobiologi FK Unair.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Nutrisi Makro (Bakteri)
Nutrisi yang dibutuhkan dalam jumlah besar oleh bakteri untuk pembentukan CO2, senyawa karbon organik, nitrat, ammonia, sulfat, dan fosfat.
Nutrisi Mikro (Trace Elements)
Unsur hara yang dibutuhkan dalam jumlah sangat sedikit oleh sel bakteri untuk proses metabolisme, seperti mangan (Mn+), seng (Zn++), dan kobalt (Co++).
Autotrof
Kelompok bakteri yang memperoleh sumber karbon utamanya dari CO2.
Heterotrof
Kelompok bakteri yang memperoleh sumber karbon dari bahan organik yang berasal dari organisme lain.
Kemotrof
Bakteri yang memperoleh energi dari oksidasi senyawa kimia atau senyawa organik lain.
Lithotrof
Bakteri yang memperoleh energi dari senyawa anorganik seperti H2, NH3, dan H2S.
Psikrofil
Bakteri yang tumbuh optimal pada suhu dingin sekitar 15oC (dengan rentang −5oC hingga 30oC).
Mesofil
Bakteri yang tumbuh optimal pada suhu sedang sekitar 25–40oC, mencakup flora normal manusia dan bakteri patogen.
Termofil
Bakteri yang tumbuh optimal pada suhu tinggi sekitar 50–65oC.
Hipertermofil
Bakteri yang tumbuh optimal pada suhu sangat tinggi, sekitar 88oC hingga lebih dari 100oC.
Asidofil
Bakteri yang menyukai lingkungan asam dan tumbuh optimal pada pH 1–5.
Neutrofil (Bakteri)
Bakteri yang tumbuh optimal pada kisaran pH netral yaitu 5,5–8.
Alkalofil
Bakteri yang menyukai lingkungan alkali atau basa dan tumbuh optimal pada pH 8,5–11,5.
Obligat Aerob
Bakteri yang mutlak memerlukan oksigen untuk memetabolisir gula (oksigen sebagai akseptor elektron terminal), contohnya Pseudomonas.
Mikroaerofilik
Bakteri yang memerlukan oksigen dalam jumlah sedikit (2–10\text{\%}), namun kadar oksigen tinggi bersifat toksik baginya, contohnya Treponema pallidum.
Fakultatif Aerob/Anaerob
Bakteri yang dapat tumbuh dengan ada maupun tanpa adanya oksigen, contohnya E. coli.
Aerotoleran
Bakteri yang tumbuh dengan adanya oksigen tetapi tidak menggunakannya untuk respirasi maupun produksi energi, contohnya Streptococcus pyogenes.
Capnofil
Organisme yang membutuhkan tambahan CO2 untuk bertumbuh, contohnya Neisseria gonorrhoeae dan Haemophilus influenzae.
Waktu Generasi (Generation time)
Waktu yang dibutuhkan oleh sel bakteri untuk memperbesar diri dua kali lipat dan membelah dari satu sel menjadi dua sel.
Lag phase
Fase adaptasi bakteri terhadap lingkungan baru dengan memperbesar ukuran sel dan membuat enzim metabolik tanpa pertambahan jumlah sel.
Log (logarithmic) phase
Fase pertumbuhan tercepat pada bakteri di mana jumlah sel bertambah secara eksponensial.
Stationary phase
Fase di mana jumlah bakteri hidup sebanding dengan bakteri yang mati akibat persediaan makanan berkurang atau akumulasi produk toksik.
Decline phase / Death phase
Fase pertumbuhan di mana persediaan makanan habis dan sel-sel bakteri mengalami kematian secara eksponensial.
Media Enriched (Media Diperkaya)
Media pertumbuhan yang ditambahi nutrisi tertentu (seperti darah) untuk meningkatkan pertumbuhan bakteri, contohnya Blood Agar.
Media Enrichment (Media Pengaya)
Media cair yang mengandung zat untuk menghambat flora normal/bakteri pesaing (12–18 jam) sehingga menguntungkan pertumbuhan bakteri target tertentu.
Media Differential (Media Diferensial)
Media kultivasi yang ditambahi indikator untuk membedakan bakteri berdasarkan karakteristik atau penampilan ciri khas koloninya, seperti MacConkey Agar.
Media Selective (Media Selektif)
Media yang mengandung bahan aditif untuk menghambat pertumbuhan jenis bakteri tertentu sekaligus memfasilitasi isolasi bakteri yang diinginkan.
Operon
Unit regulasi genetik pada bakteri yang terdiri dari beberapa gen struktural yang diekspresikan bersama di bawah kontrol promotor dan operator tunggal.
Transformasi (Genetika Bakteri)
Proses transfer genetik di mana sel bakteri penerima mengambil fragmen DNA telanjang/bebas secara langsung dari lingkungannya.
Transduksi
Transfer DNA dari satu bakteri ke bakteri lain melalui perantara bakteriofag (virus yang menginfeksi bakteri).
Konjugasi
Transfer materi genetik (seperti plasmid) secara langsung dari sel bakteri donor ke sel penerima melalui struktur sex pilus atau jembatan konjugasi.
Transposon (Transposable element)
Elemen genetik (dikenal sebagai jumping gene) yang dapat berpindah tempat dari satu posisi ke posisi lain dalam kromosom atau antara kromosom dan plasmid.