1/17
Looks like no tags are added yet.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Urutan langkah metode ilmiah
Observasi dan identifikasi masalah, merumuskan masalah, menyusun dasar teori, merumuskan hipotesis, eksperimen dan pengumpulan data, analisis data, kesimpulan, publikasi
Hipotesis
Dugaan atau jawaban sementara terhadap rumusan masalah yang masih harus diuji melalui eksperimen
Rumusan masalah
Pertanyaan penelitian yang jelas, dapat diuji, dan menjadi dasar tujuan penelitian
Letak hipotesis dalam metode ilmiah
Selalu setelah rumusan masalah dan sebelum eksperimen, bukan di urutan pertama
Variabel bebas
Variabel yang sengaja diubah-ubah oleh peneliti
Variabel terikat
Variabel yang diukur hasilnya dan nilainya bergantung pada variabel bebas
Variabel kontrol
Variabel yang sengaja dibuat sama pada semua percobaan agar tidak mengganggu hasil
Cara cepat mengenali variabel dari judul penelitian
Yang disebut setelah kata pengaruh adalah variabel bebas, yang disebut setelah kata terhadap adalah variabel terikat
Variabel bebas pada penelitian pengaruh jenis pelarut terhadap laju kelarutan gula
Jenis pelarut, yaitu air, alkohol, dan aseton
Variabel terikat pada penelitian pengaruh jenis pelarut terhadap laju kelarutan gula
Waktu atau laju kelarutan gula
Variabel kontrol pada penelitian pengaruh jenis pelarut terhadap laju kelarutan gula
Volume pelarut 100 mL, massa gula 10 gram, ukuran partikel gula, suhu 25 derajat Celsius, dan kecepatan pengadukan
Data kuantitatif
Data berupa angka hasil pengukuran, contoh massa 10 gram dan suhu 25 derajat Celsius
Data kualitatif
Data berupa deskripsi atau pengamatan, contoh larutan berubah menjadi keruh dan muncul bau menyengat
Sikap ilmiah
Jujur, objektif, teliti, terbuka terhadap kritik, tekun, kritis, dan memiliki rasa ingin tahu
Tindakan yang benar saat data bertentangan dengan hipotesis
Tetap mencatat data apa adanya, menganalisis potensi kesalahan sistematik dan acak, lalu melakukan eksperimen ulang
Kesalahan sistematik
Kesalahan yang berulang dan terpola, misalnya alat tidak dikalibrasi atau metode yang keliru
Kesalahan acak
Kesalahan yang tidak terpola, misalnya kekeliruan membaca skala atau fluktuasi suhu ruangan
Pelanggaran kejujuran ilmiah
Mengubah angka data, menghapus data yang tidak mendukung hipotesis, atau menyalahkan bahan tanpa pengecekan ulang