1/13
Flashcards kosa kata mengenai makna, ciri-ciri, dan hakikat Gereja berdasarkan materi agama Katolik kelas 11.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Gereja sebagai gedung
Tempat fisik atau rumah Allah yang dikuduskan untuk ibadat resmi, perayaan Misa, sakramen, dan simbol kehadiran Allah di tengah umat-Nya.
Gereja sebagai ibadat
Lembaga rohani yang mengatur dan menyelenggarakan seluruh kegiatan liturgi untuk menyalurkan kebutuhan iman umat dalam membangun relasi dengan Allah.
Gereja sebagai ajaran
Tugas Gereja untuk menjaga dan menyebarkan kebenaran iman Kristen sejati yang dirangkum dalam Katekismus.
Ekklesia
Kata dari bahasa Yunani yang berarti persekutuan orang-orang yang dipanggil keluar dari kegelapan oleh Allah untuk mewartakan Kerajaan Allah.
Kisah Para Rasul 2:41-47
Perikop yang memaknai Gereja sebagai komunitas iman yang ideal, sehati, sejiwa, berpusat pada pengajaran iman, Ekaristi, dan kemauan berbagi harta.
Gereja sebagai Umat Allah
Hakikat Gereja yang menekankan pada manusianya atau persekutuan orang beriman, bukan sekadar organisasi resmi, dengan kesetaraan martabat melalui baptisan.
Dasar Gereja sebagai Umat Allah
Sakramen Baptis yang membersihkan dosa dan mempersatukan umat secara rohani dengan Kristus.
Gereja sebagai persekutuan terbuka
Sifat Gereja yang tidak eksklusif, melainkan peka, inklusif, serta siap berdialog dan bekerja sama dengan siapa saja demi kemanusiaan dan perdamaian.
Garam dan Terang Dunia
Makna kehadiran Gereja di tengah masyarakat yang harus membawa dampak positif serta mempedulikan kegembiraan, harapan, duka, dan kecemasan sesama.
Koinonia
Hakikat Gereja sebagai persekutuan kasih yang merupakan buah karya Roh Kudus dalam kasih persaudaraan sejati.
Ecclesia Peregrinans
Gereja sebagai umat peziarah yang belum sempurna, masih menghadapi tantangan, dan terus bertobat dalam perjalanan menuju Kerajaan Surga.
Empat pilar cara hidup Gereja perdana
Tekun mendengarkan pengajaran rasul, setia berkumpul memecahkan roti (Ekaristi), tekun berdoa bersama, dan menerapkan sistem milik bersama.
Contoh persekutuan terbuka di Paroki
Kegiatan aksi sosial, pengobatan gratis, kerja bakti lingkungan, siskamling, dan pembangunan forum dialog lintas agama.
Konsekuensi hierarki dan awam
Kesadaran bahwa keduanya memiliki martabat yang setara dan merupakan mitra kerja di hadapan Allah dalam karya misi Gereja.