1/24
Flashcards ini mencakup konsep dasar teknik biologi molekuler termasuk PCR, ekstraksi asam nukleat, elektroforesis, DNA sequencing, dan analisis BLAST berdasarkan materi kuliah.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Polymerase Chain Reaction (PCR)
Suatu proses sintesis enzimatik untuk mengamplifikasi (perbanyakan) fragmen atau sekuens DNA secara invitro.
Fungsi PCR
Mendeteksi material genetik, yaitu RNA (ribonucleic acid) atau DNA (deoxyribonucleic acid) dari suatu organisme.
Thermal Cycler (Mesin PCR)
Instrumen laboratorium yang digunakan untuk mengamplifikasi fragmen DNA atau RNA melalui reaksi rantai polimer dengan menggunakan perubahan suhu.
Ekstraksi DNA/RNA
Kegiatan untuk memperoleh material genetik murni dengan melisiskan sel dan memisahkannya dari debris atau organel sel lainnya.
Lisis
Prinsip ekstraksi yang memecah sel atau jaringan baik secara enzimatik, kimia, maupun mekanik menggunakan detergen atau enzim.
Presipitasi
Tahap ekstraksi yang bertujuan mengendapkan DNA atau RNA menggunakan larutan ethanol, metanol, atau isopropanol absolut (100%).
Elusi
Tahap mentransfer asam nukleat ke dalam air atau buffer bebas asam nukleat (seperti TE buffer) agar dapat disimpan atau diawetkan.
Proteinase K
Enzim yang digunakan dalam ekstraksi enzimatik untuk merusak protein membran sel dan mendegradasikan protein selular lainnya.
Metode Spin Column
Metode ekstraksi fase solid yang menggunakan partikel inti bersilika untuk mengikat asam nukleat dengan bantuan gaya sentrifugal.
Primer
Oligonukleotida rantai pendek (15−32 pasang basa) yang dirancang secara sintetik untuk mengenali urutan DNA cetakan yang akan diamplifikasi.
Taq Polymerase
Enzim DNA polimerase thermostabil yang diisolasi dari bakteri Thermus aquaticus untuk mengkatalisis polimerisasi DNA dari ujung 5′ ke 3′.
dNTPs
Komponen PCR Mix yang terdiri dari dATP (Adenin), dTTP (Timin), dCTP (Sitosin), dan dGTP (Guanin) sebagai pembentuk untai DNA baru.
Reverse Transcriptase
Enzim yang digunakan untuk membuat DNA cetakan (cDNA) dari untaian RNA karena sifat RNA yang tidak stabil.
Denaturasi
Tahap amplifikasi pada suhu sekitar 94−96∘C di mana terjadi pemisahan DNA heliks ganda menjadi untaian DNA tunggal.
Annealing
Tahap amplifikasi pada suhu sekitar 45−60∘C di mana terjadi penempelan primer forward dan reverse pada untaian tunggal DNA cetakan.
Elongating (Extension)
Tahap amplifikasi pada suhu sekitar 72∘C di mana terjadi pemanjangan primer menjadi untai DNA baru oleh enzim DNA polimerase.
Nested PCR
Jenis PCR yang menggunakan dua pasang primer untuk meningkatkan spesifisitas amplifikasi fragmen DNA target.
Multiplex PCR
Teknik PCR yang menggunakan lebih dari sepasang primer untuk mendeteksi beberapa gen target sekaligus dalam satu tabung reaksi.
Real-Time PCR (qPCR)
Modifikasi teknik PCR di mana hasil amplifikasi dianalisis dalam bentuk grafik dan dapat menghitung konsentrasi DNA sampel secara kuantitatif.
Probe
Oligonukleotida yang diberi label fluoresen untuk mendeteksi keberadaan target spesifik pada alat Real-Time PCR.
Elektroforesis
Teknik pemisahan molekul selular berdasarkan ukurannya menggunakan medan listrik pada medium gel agarose.
Cycle Threshold (CT)
Banyaknya siklus amplifikasi yang dibutuhkan agar sinyal fluoresens melewati ambang batas deteksi; nilainya berbanding terbalik dengan jumlah target gen.
Rnase P (RP)
Kontrol kualitas dalam pemeriksaan RT-PCR untuk memastikan bahwa pengambilan sampel dan proses ekstraksi material genetik telah dilakukan dengan benar.
DNA Sequencing
Proses penentuan urutan asam nukleat atau nukleotida (Adenin, Guanin, Timin, Sitosin) pada molekul DNA suatu sampel.
BLAST (Basic Local Alignment Search Tool)
Program untuk membandingkan sekuens nukleotida atau protein dengan basis data untuk menemukan daerah kemiripan dan menghitung signifikansi statistik kecocokan.