ASCE

0.0(0)
Studied by 19 people
call kaiCall Kai
Locked
learnLearn
examPractice Test
spaced repetitionSpaced Repetition
heart puzzleMatch
flashcardsFlashcards
GameKnowt Play
Card Sorting

1/42

encourage image

There's no tags or description

Looks like no tags are added yet.

Last updated 3:08 AM on 12/9/24
Name
Mastery
Learn
Test
Matching
Spaced
Call with Kai
Chat

No analytics yet

Send a link to your students to track their progress

43 Terms

1
New cards

Assessment Centers adalah

metode yang digunakan oleh bagian Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) untuk mengevaluasi dan mengembangkan kemampuan seseorang yang relevan dengan kebutuhan organisasi. Proses ini membantu mengukur kekuatan dan kelemahan individu, serta memutuskan siapa yang layak untuk seleksi, promosi, atau pengembangan.

2
New cards

Tujuan Assessment Centers

  1. Seleksi Karyawan: Menentukan siapa yang cocok untuk posisi tertentu.

  2. Pengembangan Keterampilan: Meningkatkan kemampuan karyawan agar sesuai dengan pekerjaan mereka.

  3. Penempatan: Menempatkan individu di posisi yang paling sesuai dengan kemampuannya.


3
New cards

Bagaimana Assessment Centers Dilakukan?

Metode ini biasanya menggunakan simulasi yang mencerminkan situasi kerja nyata, seperti:

  • Menjawab email/memo

  • Melakukan presentasi

  • Menyelesaikan masalah melalui laporan tertulis

  • Berbicara dengan klien dalam skenario tertentu


4
New cards

Pentingnya Assessment Centers

  1. Akurat: Mampu mengukur potensi kandidat dengan tepat.

  2. Adil: Semua peserta diberi kesempatan yang sama dalam situasi yang sudah distandardisasi.

  3. Efektif: Bisa digunakan untuk berbagai level pekerjaan dan kompleksitas tanggung jawab.


5
New cards

Sejarah Assessment Centers

  1. Perang Dunia I: Digunakan untuk memilih pemimpin militer Jerman.

  2. Perang Dunia II: Dipakai oleh OSS (awal mula CIA) untuk rekrutmen mata-mata.

  3. 1956: Dipakai oleh AT&T untuk menilai manajer potensial.

  4. 1990: Masuk ke Indonesia melalui Telkom.


6
New cards

Hubungan dengan Manajemen SDM

Assessment Centers membantu SDM dalam:

  • Rekrutmen: Menunjukkan proses kerja kepada calon karyawan.

  • Penilaian Kinerja: Mengevaluasi kemampuan dan keterampilan teknis individu.

  • Pelatihan dan Pengembangan: Mendeteksi kelemahan dan memberikan pelatihan yang diperlukan.

  • Promosi dan Transfer: Memilih individu yang siap untuk posisi lebih tinggi.

  • Perencanaan SDM: Menentukan program pelatihan yang tepat untuk karyawan.


7
New cards

Contoh Penggunaan

  • AT&T: Digunakan untuk mengidentifikasi manajer potensial.

  • Kodak: Mendeteksi kelemahan manajer untuk pelatihan lanjutan.

  • Perusahaan Otomotif: Seleksi pelatih program pabrik.


8
New cards

Tantangan dalam Assessment Centers

  • Tidak jelasnya kompetensi target: Jika kemampuan yang diukur tidak spesifik, penilaian menjadi tidak efektif.

  • Subyektivitas penilai: Penilaian bisa dipengaruhi oleh pandangan pribadi assessor.

  • Data tidak terbaru: Informasi tentang peserta sudah usang, sehingga hasil tidak akurat.

  • Proses terburu-buru: Terkadang kebutuhan mendesak membuat assessment dilakukan asal-asalan.

  • Alat ukur tidak tepat: Jika alat yang digunakan kurang sesuai, kemampuan peserta sulit diukur.


9
New cards

Karakteristik Assessment Centers

  • Penilaian oleh banyak penilai (multiple assessors): Bukan hanya satu orang yang menilai, tetapi beberapa penilai yang sudah dilatih.

  • Melibatkan banyak peserta: Beberapa orang dinilai dalam waktu yang sama.

  • Menggunakan simulasi nyata: Peserta dihadapkan pada masalah konkret yang relevan dengan pekerjaan.

  • Sulit dipalsukan (faking): Karena berbasis simulasi nyata, peserta harus menunjukkan kemampuan sebenarnya.


10
New cards

Perbandingan dengan Metode Lain

Assessment Center

Metode Alternatif

Penilaian dari beberapa penilai terlatih

Penilaian bisa hanya dari satu orang

Mengamati perilaku langsung (saat ini)

Berdasarkan laporan masa lalu (wawancara)

Menggunakan simulasi konkret

Terkadang abstrak, misalnya tes kognitif

Sulit dipalsukan

Mudah dipalsukan (misalnya kuisioner)


11
New cards

Contoh Teknik Simulasi:

In-Basket/In-Tray
Peserta diberikan satu paket masalah yang berisi memo-memo seperti pekerjaan seorang manajer. Tugas peserta adalah meninjau, menentukan prioritas, membuat keputusan, dan menyusun langkah tindakan. Waktu yang dibutuhkan sekitar 60-180 menit.

12
New cards

Keistimewaan Assessment Centers

  • Metode ini menggunakan berbagai prosedur penilaian yang dikombinasikan, bukan hanya satu teknik saja.

  • Fokus pada perilaku aktual peserta, bukan hanya teori atau laporan diri.


13
New cards

Pro dan Kontra Assessment Centers

Keunggulan (Pro):

  • Prediksi yang Akurat: Mampu memprediksi berbagai kriteria yang dibutuhkan organisasi.

  • Diterima oleh Pelamar: Metode ini dianggap adil dan transparan.

  • Mengukur Atribut Kompleks: Bisa menilai berbagai kemampuan yang sulit diukur, seperti kepemimpinan dan komunikasi.

  • Laporan Detail: Menghasilkan laporan mendalam tentang perilaku peserta.

  • Sulit Dipalsukan: Karena menggunakan simulasi nyata, peserta harus menunjukkan kemampuan sebenarnya.

  • Menggunakan Teknologi: Dengan teknologi modern, proses menjadi lebih efisien.

  • Fleksibel: Bisa disesuaikan dengan kebutuhan spesifik organisasi.

Kekurangan (Kontra):

  • Mahal: Biaya pelaksanaan tinggi.

  • Rumit: Prosesnya kompleks dan membutuhkan banyak perencanaan.

  • Butuh Waktu Lama: Penilaian bisa memakan waktu beberapa hari.

  • Terbatas: Hanya bisa menilai sedikit peserta dalam satu waktu.

  • Tidak Efektif untuk Jabatan Rendah: Biayanya terlalu besar untuk digunakan pada screening posisi level bawah.

  • Beban Asesor: Penilai memiliki beban kerja yang besar, termasuk masalah kerahasiaan data.


14
New cards

Kapan Assessment Centers Digunakan?

  1. Promosi atau Penilaian Level Atas: Untuk jabatan manajerial atau strategis.

  2. Penilaian Atribut Kompleks: Jika kemampuan yang ingin diukur cukup rumit dan mendalam.

  3. Sumber Daya yang Memadai: Organisasi memiliki anggaran, waktu, dan tim yang siap mendukung pelaksanaan AC.

  4. Kebutuhan Informasi Detail: Diperlukan data spesifik tentang kekuatan dan kelemahan individu.


15
New cards

Kontinuitas dan Perubahan dalam Assessment Centers

Kontinuitas (Hal yang Tetap Dipertahankan):

  • Latihan Simulasi: Selalu ada untuk menilai perilaku nyata peserta.

  • Asesor Terlatih: Penilai yang kompeten dan berpengalaman.

  • Penilaian Terstruktur: Menggabungkan berbagai metode penilaian menjadi laporan yang komprehensif.

Perubahan (Hal yang Berkembang):

  • Teknologi Baru: Penggunaan platform berbasis web membuat proses lebih modern dan efisien.

  • Strategi Validasi: Penelitian dan teknik baru meningkatkan akurasi penilaian.

  • Aplikasi Lebih Luas: AC semakin berkembang untuk berbagai industri dan kebutuhan organisasi.


16
New cards

Komponen Utama Assessment Center

  1. Job Analysis: Memahami pekerjaan dengan mengidentifikasi tugas, kompetensi yang dibutuhkan, dan situasi kerja.

  2. Multiple Assessment Techniques: Menggunakan berbagai metode seperti simulasi, wawancara, atau tes untuk menggali perilaku peserta.

  3. Simulation Exercises: Peserta menghadapi situasi kerja nyata, seperti:

    • Studi kasus untuk menganalisis masalah.

    • Diskusi kelompok untuk merumuskan rekomendasi.

    • Role play untuk menghadapi situasi seperti menangani karyawan bermasalah.

  4. Behavioral Responses: Menilai perilaku peserta selama latihan simulasi, seperti kemampuan menyelesaikan masalah atau memengaruhi orang lain.

  5. Multiple Assessors: Ada lebih dari satu penilai untuk mengurangi bias dan memastikan hasil lebih objektif.

  6. Trained Assessors: Penilai harus dilatih agar dapat mengamati, mencatat, dan mengevaluasi perilaku peserta dengan akurat.

Integration of Observations: Menggabungkan hasil pengamatan dari berbagai latihan untuk mendapatkan kesimpulan akhir.

17
New cards

Tujuan dan Manfaat

Metode ini membantu organisasi memilih kandidat terbaik untuk posisi tertentu dan memberikan gambaran jelas tentang potensi mereka. Dengan simulasi yang mirip situasi kerja, peserta menunjukkan kemampuan nyata yang sulit diukur dengan tes biasa.

18
New cards

Kompetensi

kombinasi dari:

  1. Pengetahuan: Informasi yang dikuasai.

  2. Keterampilan: Kemampuan melakukan tugas tertentu.

  3. Perilaku: Cara bertindak atau merespons situasi.

  4. Sikap: Pola pikir atau pandangan terhadap sesuatu.

  5. Motif: Dorongan yang membuat seseorang bertindak.

  6. Karakter: Kepribadian yang memengaruhi cara kerja.

Kompetensi dibagi menjadi dua jenis utama:

  1. Kompetensi Teknis: Kemampuan yang spesifik untuk tugas tertentu, seperti manajemen risiko atau logistik.

  2. Kompetensi Perilaku: Perilaku yang dibutuhkan di berbagai organisasi, seperti pemecahan masalah atau pengambilan keputusan.


19
New cards

Peran Job Analysis dalam Kompetensi

  1. Mengidentifikasi kompetensi yang diperlukan untuk posisi tertentu.

  2. Memastikan pengukuran kompetensi yang akurat.

  3. Memberikan informasi untuk melatih penilai (asesor).

  4. Melindungi organisasi dari tantangan hukum dengan bukti analisis yang valid.

  5. Membantu menciptakan simulasi yang relevan dengan situasi kerja nyata.


20
New cards

Contoh Kompetensi

  • Kompetensi Teknis: Manajemen tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), yaitu kemampuan merancang dan mengimplementasikan program CSR yang sesuai.

Kompetensi Perilaku: Dorongan berprestasi, seperti motivasi untuk melampaui target atau menciptakan inovasi.

21
New cards

Penggunaan Kompetensi dalam Assessment Center

  1. Menilai kandidat berdasarkan kriteria teknis dan perilaku.

  2. Mencocokkan kemampuan kandidat dengan tuntutan pekerjaan.

  3. Memberikan umpan balik yang bermanfaat untuk pengembangan lebih lanjut


22
New cards

Apa Itu Kamus Kompetensi?

Kamus Kompetensi adalah dokumen yang mencatat semua kompetensi (baik teknis maupun perilaku) yang dibutuhkan dalam sebuah organisasi. Ini seperti daftar panduan yang membantu perusahaan memahami dan mengatur kemampuan apa saja yang diperlukan untuk berbagai posisi.

23
New cards

Penyusunan Kamus Kompetensi

  • Langkah-langkahnya:

    1. Analisis kebutuhan organisasi, dimulai dari nilai inti perusahaan (core values).

    2. Gunakan Job Analysis untuk menentukan kompetensi spesifik yang dibutuhkan.

    3. Kompetensi teknis (pengetahuan dan keterampilan khusus) dan kompetensi perilaku (sikap dan cara bekerja) ditentukan berdasarkan indikator-indikator yang relevan.


24
New cards

Apa Itu Profil Kompetensi Jabatan (PKJ)?

Profil Kompetensi Jabatan (PKJ) adalah daftar kompetensi teknis dan perilaku yang harus dimiliki seseorang untuk berhasil menjalankan tugas di posisi tertentu. PKJ tidak mencakup:

  • Pendidikan formal.

  • Pengalaman kerja sebelumnya.

  • Pelatihan yang tidak memiliki sertifikat.


25
New cards

Kenapa PKJ Penting?

  1. Menilai kesesuaian kandidat untuk suatu posisi.

  2. Memberikan arahan pelatihan untuk pengembangan karyawan.

  3. Menjamin karyawan dapat mencapai target kerja.


26
New cards

Kompetensi Standar

  1. Orientasi Hasil (Achievement/Results Orientation).

  2. Inisiatif.

  3. Pengaruh dan Dampak (Impact and Influence).

  4. Orientasi Pelayanan Pelanggan.

  5. Pemahaman Interpersonal.

  6. Kesadaran Organisasi.

  7. Berpikir Analitis.

  8. Berpikir Konseptual.

  9. Pencarian Informasi.

  10. Integritas.


27
New cards

Contoh Penggunaan AC

  • Perusahaan seperti ExxonMobil dan Starbucks mungkin memiliki fokus kompetensi yang berbeda sesuai dengan budaya dan tujuan mereka.

  • Profil kompetensi juga digunakan untuk mendukung proses seleksi, pelatihan, promosi, atau evaluasi karyawan.


28
New cards

Stimulus dan Respon dalam AC

  • Stimulus adalah informasi atau situasi kompleks yang diberikan kepada peserta, seperti data keuangan, masalah personel, atau surat-menyurat kantor.

  • Respon adalah bagaimana peserta menyelesaikan masalah tersebut, seperti membuat keputusan, memimpin diskusi, atau menulis laporan.


29
New cards

Bentuk Simulasi di AC

  • Written Case Analysis: Membuat laporan tertulis berdasarkan masalah organisasi.

  • Oral Presentation: Memberikan presentasi tentang solusi suatu masalah.

  • Leaderless Group Discussion: Diskusi kelompok tanpa pemimpin resmi untuk menyelesaikan masalah.

  • Interview Simulation: Berinteraksi dengan role player sebagai atasan, rekan, atau bawahan.

  • In-Basket Exercise: Menangani berbagai dokumen dan email untuk membuat keputusan dalam waktu singkat.

  • Business Games: Permainan simulasi bisnis yang kompleks, misalnya simulasi perdagangan saham atau manajemen tim.


30
New cards

Tujuan dan Keuntungan

Simulasi ini dirancang untuk menilai berbagai kompetensi, seperti kemampuan analitis, kepemimpinan, dan komunikasi. Setiap simulasi mencerminkan aspek penting dari pekerjaan nyata.

31
New cards

Matriks Dimensi

Matriks ini membantu menilai kompetensi peserta berdasarkan 10 kemampuan utama, seperti:

  • Kemampuan mengambil inisiatif,

  • Orientasi pada hasil,

  • Pemahaman interpersonal,

  • Integritas.


32
New cards

Tantangan Simulasi AC

Simulasi di AC memerlukan persiapan matang, termasuk pelatihan asesor untuk mengamati dan mengevaluasi perilaku peserta secara akurat.

33
New cards

Apa itu Simulasi dalam Assessment Center (AC)?

Simulasi adalah cara untuk menguji kemampuan seseorang melalui situasi kerja yang dibuat menyerupai kondisi nyata. Tujuannya adalah untuk menilai kompetensi, perilaku, atau kemampuan peserta.

34
New cards

Jenis-Jenis Simulasi

  • Simulasi Individu atau Kelompok: Misalnya peserta menyelesaikan tugas sendiri atau berdiskusi dalam kelompok tanpa pemimpin resmi.

  • Tugas Lisan atau Tertulis: Contohnya adalah memberikan presentasi (lisan) atau menyusun laporan kasus (tertulis).


35
New cards

Faktor Penting dalam Membuat Simulasi

  • Jumlah Simulasi: Semakin banyak dan bervariasi simulasi, hasil penilaian akan lebih akurat.

  • Kesesuaian dengan Pekerjaan Nyata: Simulasi sebaiknya menyerupai tugas yang akan dihadapi peserta di pekerjaan aslinya (misalnya pengolahan data keuangan untuk sektor perbankan).

  • Gabungan Simulasi Nyata dan Umum: Kombinasi ini untuk menguji kemampuan teknis sekaligus potensi dasar peserta.


36
New cards

 Fokus pada Tujuan Penilaian

Simulasi didesain sesuai dengan tujuan AC, misalnya:

  • Untuk seleksi: Simulasi dibuat lebih spesifik, menyerupai pekerjaan nyata.

  • Untuk pengembangan atau promosi: Simulasi bersifat lebih umum untuk melihat potensi jangka panjang peserta.


37
New cards

Contoh Simulasi

  • Work Samples/Job Replicas: Simulasi pekerjaan kecil yang sangat mirip dengan tugas di dunia nyata.

  • In-Basket Exercise: Menangani dokumen dan masalah kerja dengan waktu terbatas.

Leaderless Group Discussion (LGD): Diskusi kelompok tanpa pemimpin untuk melihat dinamika tim.

38
New cards

Peran dan Fungsi Asesor Individual di AC

Asesor adalah orang yang bertugas mengamati, mencatat, dan mengevaluasi perilaku peserta (disebut Asesi) selama simulasi. Mereka berperan penting untuk memberikan penilaian yang adil dan objektif.

39
New cards

Tugas Asesor Individual

  1. Mengamati Perilaku: Selama simulasi, asesor mencatat perilaku peserta dengan detil tanpa memberikan evaluasi langsung.

  2. Mengklasifikasikan Perilaku: Setelah simulasi, perilaku peserta dikategorikan ke dalam kompetensi atau dimensi yang dinilai.

  3. Menyusun Laporan: Asesor membuat ringkasan hasil pengamatan untuk dibahas bersama tim.

  4. Memberikan Umpan Balik: Asesor memberikan masukan kepada peserta baik secara lisan maupun tertulis



40
New cards

Alat yang Digunakan Asesor

  1. Behavioral Checklists:

    • Daftar perilaku yang mungkin muncul selama simulasi.

    • Memudahkan asesor untuk menandai perilaku peserta.

    • Kekurangan: Bisa saja perilaku tertentu terlewat jika asesor terlalu fokus pada daftar.

  2. Behaviorally Anchored Rating Scales (BARS):

    • Digunakan untuk memberi skor pada dimensi tertentu, misalnya komunikasi atau kepemimpinan.

    • Ada dua metode:

      • Penilaian Dimensi Latihan: Dilakukan setelah tiap simulasi.

Pelaporan Perilaku: Dilakukan di sesi integrasi setelah semua simulasi selesai.

41
New cards

Pelatihan Asesor

Asesor harus mendapatkan pelatihan agar penilaian mereka akurat. Beberapa materi pelatihan meliputi:

  1. Pemahaman tentang tujuan AC dan organisasi.

  2. Cara menghindari kesalahan umum dalam observasi dan evaluasi.

  3. Latihan menggunakan alat seperti checklist dan skala penilaian.

  4. Diskusi tentang arti setiap level penilaian.


42
New cards

variasi dalam mengintegrasikan hasil observasi dan evaluasi dari para asesor individua

Proses integrasi bersifat kontinum mulai dari murni judgemental dan murni statistikal

● MetodeJudgemental Penilai mendiskusikan pengamatan perilaku untuk mencapai konsensus tentang penilaian perilaku yang akan diberikan

● MetodeStatistikal Rating oleh penilai individu setiap simulasi digabungkan secara kuantitatif dengan rumus statistik

43
New cards

VARIASI METODE MENGINTEGRASIKAN OBSERVASI & RATING

1. Purely Judgmental: Development Centers

2. Modified Judgmental: Behavior Reporting Method.

3. Hybrid Methods: Within-Exercise Rating Method

4. Modified Statistical: Public Jurisdictions

5. Purely Statistical Variasi ini bersifat kontinum