1/43
Kumpulan flashcards ini mencakup istilah dan definisi penting terkait ECG dan aritmia, berguna untuk mempersiapkan ujian mengenai topik ini.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Irama Sinus Normal
Gelombang P harus ada, mendahului kompleks QRS, positif di II, aVF, inverted di aVR.
Interval PR
Durasi 0,12-0,20 detik dan konstan.
Kompleks QRS
Durasi < 0,10 detik.
Frekuensi
60-100 denyut per menit.
Definisi Aritmia
Kelainan dalam kecepatan, irama, tempat asal dari impuls, atau gangguan konduksi yang menyebabkan perubahan dalam urutan normal aktivasi atrium sampai ventrikel.
Gangguan pembentukan impuls
Henti Sinus
Akibat kegagalan pembangkitan impuls di nodus sinus, terwujud sebagai jeda dalam ritme.
Rhythm
Irregular ketika sinus arrest atau SA exit block hadir.
Kecepatan atrium pada Blok AV derajat 3
Biasanya 60-100 kali per menit, impuls terpisah dari kecepatan ventrikel yang lebih lambat.
Interval PR pada Blok AV derajat I
Lebih dari 0,20 detik, memanjang tetapi tidak bervariasi.
Gejala Klinis Takiaritmia
Menurunnya curah jantung, kebutuhan oksigen miokardium meningkat.
Situs Pacemaker
SA node pada henti sinus.
Kompleks QRS pada Takikardia Sinus
Teratur, dengan morfologi gelombang P positif di lead II.
Fibrilasi Atrium
Kecepatan respon ventrikel cepat, normal atau lambat, kompleks QRS tidak teratur.
Gambaran EKG Takiaritmia
Frekuensi biasanya 160-250 per menit, kompleks QRS regular dan biasanya sempit.
Asistol
Kompleks QRS tidak terlihat, defleksi yang konsisten tidak ada.
Pulseless Electrical Activity (PEA)
Terdapat kompleks QRS tetapi tidak teraba nadi.
Torsades de Pointes
Suatu subtipe VT polimorfik yang unik, irama kompleks QRS tidak teratur.
Blok AV Total
Atrium dan ventrikel berdenyut sendiri-sendiri, disosiasi AV komplit.
Blok AV derjad II Tipe Wenckebach
Interval PR semakin memanjang, ada gelombang QRS yang hilang.
Irama Jantung pada Henti Jantung
Pengobatan Aritmia
Berdasarkan apakah ada atau tidak ada nadi (cardiac arrest).
Maaf Irama I
Irama sinus dengan kecepatan > 100 kali per menit.
Morfologi Gelombang P pada Takikardia Sinus
Positif di lead II dan negatif di lead aVR.
Stabilisasi jantung
Tindakan penyelamatan nyawa dengan kompresi dada dan ventilasi.
Ekstrasistol Ventrikel
Gelombang QRS prematur, melebar, dan bizarre.
Kriteria Takikardia Ventrikular
Terdapat 3 atau lebih ekstrasistol ventrikel yang berturutan.
Gelombang P pada Supraventricular Tachycardia
Umumnya tidak terlihat, bila tampak, pada umumnya di belakang kompleks QRS.
Frekuensi Flutter Atrial
220-350 kali per menit, irama ventrikel jarang >150-180 kali per menit.
Ritme Ventrikular
Gelombang P jarang terlihat, kompleks QRS lebar.
Fibrilasi Ventrikel
Gelombang QRS dan T menyatu menjadi undulasi yang tidak teratur.
Penyebab Henti Jantung
Takiaritmia, asistol, PEA.
Pencegahan Aritmia
Menghindari faktor pemicu seperti stres dan konsumsi stimulans.
Penanganan Takiaritmia
Identifikasi jenis aritmia dan terapi sesuai indikasi.
Blok Atrio-Ventrikular
Menyebabkan gangguan pada koordinasi antara atrium dan ventrikel.
Gelombang f dalam Fibrilasi Atrial
Gelombang fibrilasi tak teratur, frekuensi 350-600 per menit.
Pentingnya Monitoring EKG
Untuk mendeteksi aritmia dan memperbaiki manajemen pasien.
Kriteria Diagnostik Blok AV Derajat III
Tidak ada hubungan antara gelombang P dan kompleks QRS.
Ketekunan Nilai IRAMA
Menentukan jenis dan origin aritmia pada EKG.
Pervensi pada EKG Normal
Menyajikan karakteristik irama sinus normal.
Definisi Takiaritmia
Aritmia dengan denyut jantung > 100 kali per menit.
Ketidakstabilan Hemodinamik
Ditemui pada denyut jantung > 150 kali per menit.
Kompleks QRS lebar
Tanda adanya hambatan diatas atau dibawah nodus AV.
Pengelompokan Blok AV