1/46
Flashcards ini mencakup istilah dan definisi penting terkait dengan aritmia, tatalaksana, dan kondisi medis yang relevan.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Aritmia
Kelainan dalam kecepatan, irama, tempat asal dari impuls, atau gangguan konduksi yang menyebabkan perubahan dalam urutan normal aktivasi atrium sampai ventrikel.
Takiaritmia
Aritmia dengan denyut jantung > 100 kali per menit.
Bradiaritmia
Aritmia dengan denyut jantung < 60 kali per menit.
TATALAKSANA ARITMIA
Didasarkan pada kondisi nadi dan jenis aritmia (Takiaritmia atau Bradiaritmia).
Fibrilasi Atrial
Gelombang f tak teratur dengan frekuensi 350-600/menit.
Takikardi Sinus
Kecepatan > 100 kali per menit dengan QRS kompleks teratur.
Atrial Flutter
Denyut atria cepat dan teratur, frekuensi 250-350/menit.
Ventrikel Takikardi (VT)
Terdapat 3 atau lebih ekstrasistol ventrikel berturutan.
Blok AV Derajat I
Implus terhambat tetapi masih dapat diteruskan, interval PR memanjang.
Blok AV Derajat II
Sebagian impuls dapat diteruskan, dan sebagian terhenti.
Blok AV Derajat III
Impuls tidak dapat lewat sama sekali, disosiasi AV komplit.
Kardioversi
Menggunakan energi listrik untuk mengembalikan irama jantung normal.
Epinefrin
Obat vasopresor yang digunakan untuk henti jantung dan anafilaksis.
Dopamin
Diberikan untuk bradikardia simptomatik dan hipotensi.
Amiodaron
Digunakan pada henti jantung dengan irama VF/VT dan aritmia atrial.
Torsades de Pointes
Salah satu penyebab henti jantung yang berhubungan dengan hipomagnesemia.
Magnesium Sulfat
Digunakan untuk pengobatan henti jantung akibat Torsades de Pointes.
Digitalis
Obat untuk memperlambat respons ventrikular pada atrial fibrillation.
Asistol
Keadaan tanpa aktivitas listrik jantung yang terdeteksi.
Ventricular Fibrillation (VF)
Gelombang QRS yang menyatu menjadi undulasi yang tidak teratur.
Pulseless Electrical Activity (PEA)
Aktivitas listrik jantung tanpa adanya nadi teraba.
Siklus CPR
Lakukan 30 kompresi dan 2 nafas sebanyak 5 siklus.
Hipotensi
Tanda instabilitas hemodinamik, TD sistolik <90 mmHg.
Gejala Hemodinamik
Menurunnya curah jantung, syok kardiogenik dan edema paru akut.
Tindakan Defibrilasi
Memberikan kejutan listrik untuk menghentikan aktivitas jantung abnormal.
Bradiaritmia
Denyut jantung < 60 x/menit, bisa fisiologis atau patologis.
Kegawatan Aritmia
Dibagi menjadi Takiaritmia > 160 x/m dan Bradiaritmia < 40 x/m.
Tindakan Vagal
Manuver yang dilakukan untuk menghentikan takikardia.
Obat Anti-Aritmia
Obat yang digunakan untuk mengobati berbagai jenis aritmia.
Kardiogenic Shock
Keadaan di mana jantung tidak dapat memenuhi kebutuhan perfusi jaringan.
Tindakan Pijat Sinus Karotis
Digunakan untuk mengatasi takikardi ekstrim.
Obat Vasoaktif
Diberikan untuk meningkatkan tekanan darah dan kontraktilitas jantung.
Defibrilator
Alat yang digunakan untuk mengembalikan irama jantung melalui kejutan listrik.
Hipoksia
Kondisi kekurangan oksigen dalam jaringan.
Resusitasi Jantung Paru (RJP)
Intervensi untuk menghidupkan kembali pasien henti jantung.
Diltiazem
Digunakan untuk kontrol ritme dalam atrial fibrillation.
Verapamil
Digunakan untuk SVT dengan kompleks QRS sempit.
Klasifikasi Anti-Arhythmia
Dibagi menjadi penyekat natrium, penyekat beta, penyekat kalsium.
BB (Beta Blocker)
Digunakan sebagai antiangina dan mencegah VF.
Rhythm Control
Pengendalian frekuensi jantung untuk mengembalikan irama normal.
Syndrome Adams-Stokes
Curah jantung menurun mendadak yang menyebabkan pingsan.
Klasifikasi Takikardia
Diklasifikasikan menjadi QRS sempit dan lebar.
Bradycardia
Kondisi denyut jantung lambat dengan gejala klinis.
Algoritma Henti Jantung
Urutan tindakan untuk mengatasi henti jantung.
Oksigenasi
Pemberian oksigen untuk meningkatkan saturasi oksigen darah.
Gejala Takikardi
Kebutuhan oksigen miokardium meningkat dan curah jantung menurun.
Kondisi Pasien Stabil
Ketika parameternya dalam batas normal saat ditangani.