1/7
Looks like no tags are added yet.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Absrobsi
masuknya zat makanan kedalam darah / limfe dengan jalan menembus sel mukosa saluran pencernaan.
Merupakan peristiwa transport yaitu perpindahan zat dengan jalan menembus membran
6 Macam makanisme absorbsi
Difusi pasif / sederhana
Transport konvektif
Transport aktif
Difusi fasilitatif
Transport pasangan ion
Pinositosis
Difusi pasif
transport melalui membran semi permiabel. zat bergerak dari satu ruang ke ruang lain yg kadarnya lebih rendah
Kecepatan difusi berbanding langsung dg besarnya gradien /perbedaan kadar
Pada waktu menembus membran, molekul zat larut dalam komponen lipid membran sesuai dengan kelarutannya dalam lipid dan koefisien partisi lipid/air 🡪 molekul meninggalkan membran dan larut masuk ke dalam medium air dari sitoplasma.
Ion tidak larut dalam lipid -> tdk dpt menembus membran
Jika zat berupa elektrolit (asam / basa lemah): yang tidak terion (molekul) akan menembus membran disebut ‘difusi non ionik’
Zat yang bersifat asam lemah lebih cepat diabsorpsi dalam suasana asam karena zat yang berbentuk molekul lebih banyak dari pada yang berbentuk ion. Zat yg bersifat basa lemah sebaliknya.
Zat-zat yang diabsorpsi secara difusi pasif :
- Asam organik/basa organik lemah, non elektrolit
- organik (alkohol, urea) dan glikosida jantung (sebagian)

Transport konvektif / transport melalui pori
Molekul zat terlarut dalam medium berair pada tempat absorpsi bergerak bersama-sama pelarut menembus membran melalui pori.
Ion-ion yg muatan listriknya berlawanan dengan muatan membran yang membatasi pori maupun molekul netral dapat melalui pori.
Molekul dengan diameter < 7 – 10 Ao dapat melalui pori
Molekul berbentuk bola dengan BM 150 dan Molekul berbentuk rantai dengan BM 400
🡪 dapat diabsorpsi secara transport konvektif

Transport aktif
Sel menyediakan pembawa berupa protein dan energi (ATP) yg diperlukan dalam proses
Gerakan zat menentang gradien konsentrasi (dari konsentrasi rendah ke konsentrasi tinggi) untuk ion 🡪 melawan gradien Elektrokimia
Jumlah carrier terbatas 🡪 transport aktif dapat mengalami keadaan jenuh 🡪 kenaikan kadar zat yg akan ditransport tidak lagi meningkatkan kecepatan transport 🡪 terjadi kompetisi inhibisi antara zat-zat yg memp. struktur serupa misalnya antara glukosa & galaktosa
Transport aktif butuh energi maka dihambat oleh zat/keadaan yg mengganggu produksi ATP. Misal : Dinitrofenol, flourida, Anoksia, dan pendinginan
Zat-zat yang mengalami transport aktif : Na+ , K+ , Ca2+ , Fe3+ , I - ,monosakarida

Difusi fasilitatif
mirip transport aktif, tapi tidak butuh energi dan gerakan zat searah dg gradien kadar
Contoh: Transport vitamin B12
B12 mula-mula membentuk kompleks dg faktor instrinsik yang dihasilkan oleh lambung 🡪 kemudian kompleks menembus membran dengan perantaraan pembawa/carrier

Transport pasangan ion
Contoh: absorpsi zat-zat yg terionisasi kuat pada pH fisiologis
zat membentuk pasangan ion dengan zat endogen dari saluran pencernaan kompleks pasangan ion ini kemudian diabsorpsi secara difusi pasif karena sifatnya yang larut dalam air dan lipid.

Pionositas
Mirip dg penelanan bakteri oleh leukosit (fagositosis)
Zat-zat yang diabsorpsi dengan cara ini: Vitamin larut dalam lemak (A, D, E, K), asam lemak dan lemak, telur parasit yang mencapai sirkulasi sistemik
