Sejarah Maritim dan Kerajaan di Nusantara

0.0(0)
Studied by 0 people
call kaiCall Kai
learnLearn
examPractice Test
spaced repetitionSpaced Repetition
heart puzzleMatch
flashcardsFlashcards
GameKnowt Play
Card Sorting

1/26

flashcard set

Earn XP

Description and Tags

Flashcards vocabulary ini mencakup materi pengantar sejarah maritim, teori masuknya Hindu-Buddha dan Islam, serta detail kerajaan-kerajaan kuno di Nusantara berdasarkan catatan kuliah.

Last updated 12:39 PM on 5/30/26
Name
Mastery
Learn
Test
Matching
Spaced
Call with Kai

No analytics yet

Send a link to your students to track their progress

27 Terms

1
New cards

Maritim

Berasal dari bahasa Latin yang berarti laut; berkaitan dengan pelayaran, perdagangan laut, dan kehidupan di laut.

2
New cards

Belang

Perahu tradisional masyarakat Maluku yang digunakan untuk transportasi atau menangkap ikan.

3
New cards

Pencalang

Kapal layar Melayu yang digunakan untuk perdagangan antarpulau.

4
New cards

Selat Malaka

Jalur perdagangan internasional yang menghubungkan India dan Tiongkok, menjadi pusat lalu lintas perdagangan Asia sejak masa Hindu-Buddha.

5
New cards

Sistem Kerajaan Vasal

Sistem di mana kerajaan bawahan mengakui kerajaan pusat dengan cara membayar upeti, mengirim utusan, dan memberikan bantuan militer.

6
New cards

Teori Waisya

Teori yang dikemukakan oleh N.J. Krom bahwa Hindu-buddha dibawa oleh para pedagang India (kaum waisya) melalui faktor utama perdagangan.

7
New cards

Teori Ksatria

Teori bahwa Hindu-buddha dibawa oleh pedagang kaum bangsawan atau prajurit India, meskipun memiliki kelemahan tidak adanya bukti kolonisasi di Nusantara.

8
New cards

Teori Brahmana

Teori bahwa Hindu-buddha dibawa oleh kaum Brahmana yang menguasai bahasa Sansekerta dan huruf Pallawa.

9
New cards

Kerajaan Sriwijaya

Kerajaan maritim terbesar di Asia Tenggara yang berpusat di Sumatra dan menjadi pusat pembelajaran agama Buddha.

10
New cards

I-Tsing

Pendeta Buddha dari Tiongkok yang belajar di Sriwijaya sebelum ke India, membuktikan Sriwijaya sebagai pusat pendidikan Buddha.

11
New cards

Sriwijaya

Berasal dari kata Sri (bercahaya, mulia) dan wijaya (kemenangan), yang berarti "kemenangan yang gemilang".

12
New cards

Kerajaan Kutai

Kerajaan Hindu tertua di Indonesia dengan bukti sejarah utama berupa Prasasti Yupa.

13
New cards

Yupa

Tugu batu yang digunakan untuk memperingati upacara keagamaan di Kerajaan Kutai.

14
New cards

Kerajaan Salakanagara

Kerajaan yang dianggap tertua di Jawa, meskipun keberadaannya masih diperdebatkan.

15
New cards

Kerajaan Tarumanegara

Kerajaan yang berpusat di Jawa Barat dengan peninggalan prasasti di wilayah Bogor, Bekasi, Jakarta, dan Banten.

16
New cards

Ho-ling

Nama yang digunakan dalam catatan Dinasti Tang dari Tiongkok untuk menyebut Kerajaan kalingga.

17
New cards

Kerajaan Mataram Kuno

Kerajaan yang berada di Jawa Tengah dan diapit oleh Sungai Progo dan Sungai Opak.

18
New cards

Tumapel

Cikal bakal kerajaan Singasari dengan ibu kota awal bernama Kutaraja.

19
New cards

bango Samparan

Tokoh yang membantu ken Arok menjadi pengawal Akowu Tunggul Ametung.

20
New cards

Raja Kertajaya

Raja Kerajaan kediri yang terlibat perselisihan dengan kaum Brahmana, yang menjadi salah satu penyebab runtuhnya kerajaan tersebut.

21
New cards

Teori Gujarat

Teori oleh Snouck Hurgronje dan Pijnappel bahwa Islam masuk melalui Gujarat, India, sekitar abad ke-1313.

22
New cards

Teori Mekkah

Teori oleh Buya hamka bahwa Islam datang langsung dari Arab/Mekkah sekitar abad ke-77, dibuktikan dengan adanya perkampungan Islam di Batos, Sumatera baiat.

23
New cards

Teori Persia

Teori oleh Hoesein Djajadiningrat yang didasarkan pada tradisi Peringatan 1010 muhatam (Asyura) dan Tradisi Tabot / Tabulk.

24
New cards

Kerajaan Samudra Pasai

Kerajaan Islam pertama di Indonesia yang menganut mazhab Syafi'i.

25
New cards

Aksara Jawi

Tulisan Arab-Melayu yang merupakan hasil akulturasi budaya Islam.

26
New cards

Sunan

Berasal dari kata Susuhunan yang berarti orang yang dijunjung atau dihormati.

27
New cards

Akulturasi Struktur Pemerintahan

Perubahan konsep Dewa Raja menjadi Sultan, di mana raja menggunakan unsur lokal seperti Raden patah, Panembahan Senopati, dan Sultan Agung.