1/21
Kumpulan kartu kosakata berdasarkan materi ekonomi kelas 11 tentang Indeks Harga, Inflasi, serta Kebijakan Moneter dan Fiskal dari SMA NEGERI 1 TANJUNGPANDAN.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Indeks Harga
Angka yang mencerminkan perubahan daya beli mata uang di suatu negara dan menunjukkan perbandingan harga dari tahun dasar ke tahun tertentu.
Metode Laspeyres
Metode perhitungan indeks harga yang sering dianggap overstated (menilai terlalu tinggi) karena tidak memperhitungkan efek substitusi saat harga barang naik dan menggunakan kuantitas tahun dasar sebagai penimbang.
Metode Paasche
Metode perhitungan indeks harga yang menggunakan kuantitas pada tahun berjalan (Qn) sebagai penimbang dan cenderung meremehkan (understated) biaya hidup sebenarnya.
Nilai Tukar Petani (NTP)
Indikator kesejahteraan petani; jika Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik lebih lambat daripada Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib), maka kesejahteraan petani menurun.
Indeks Harga Agregatif Sederhana
Metode perhitungan kenaikan harga rata-rata dengan rumus ∑P0∑Pn×100%, di mana ∑Pn adalah jumlah harga tahun berjalan dan ∑P0 adalah jumlah harga tahun dasar.
Demand-Pull Inflation
Fenomena inflasi yang terjadi ketika perekonomian berada dalam kondisi full employment dan permintaan agregat terus meningkat.
Cost-Push Inflation
Inflasi desakan biaya yang terjadi karena kenaikan biaya produksi (seperti BBM), yang mengakibatkan kurva penawaran agregat bergeser ke kiri atas.
Debitur
Pihak (peminjam) yang diuntungkan saat terjadi inflasi tidak terduga karena membayar utang dengan nilai uang yang daya belinya sudah turun.
Inflasi Berat
Kategori inflasi berdasarkan tingkat keparahannya jika laju inflasi mencapai kisaran tertentu, seperti contoh 45% dalam satu tahun.
Imported Inflation
Inflasi yang berasal dari luar negeri, biasanya dipicu oleh depresiasi mata uang lokal terhadap mata uang negara mitra dagang.
Open Market Operation
Kebijakan Bank Sentral untuk mengatasi inflasi dengan menjual Sertifikat Bank Indonesia (SBI) untuk menyerap likuiditas di masyarakat.
Kebijakan Fiskal Kontraksi
Kebijakan untuk menekan inflasi dengan cara meningkatkan tarif pajak dan mengurangi pengeluaran pemerintah.
Teori Kuantitas Irving Fisher
Teori yang dirumuskan sebagai MV=PT, menjelaskan bahwa jika kecepatan peredaran uang (V) dan jumlah barang (T) tetap, maka kenaikan jumlah uang (M) akan menaikkan harga (P) secara proporsional.
Tight Money Policy
Kebijakan uang ketat yang dilakukan dengan tujuan mengurangi jumlah uang beredar untuk menekan laju inflasi.
Stagflasi
Kondisi ekonomi yang mengalami dilema karena terjadi inflasi tinggi yang disertai dengan tingkat pengangguran yang tinggi.
Indeks Harga Perdagangan Besar (IHPB)
Indikator dini (early warning) bagi inflasi IHK karena perubahan harga di tingkat grosir/produsen akan diteruskan ke harga eceran di masa depan.
Pendapatan Riil
Nilai nyata pendapatan masyarakat; jika inflasi (12%) lebih tinggi dari kenaikan gaji nominal (10%), maka nilai ini akan mengalami penurunan.
Kebijakan Diskonto
Kebijakan Bank Sentral untuk memengaruhi jumlah uang beredar melalui penentuan suku bunga pinjaman kepada bank umum.
Hoarding (Penimbunan Barang)
Tindakan masyarakat yang dipicu oleh ekspektasi kenaikan harga di masa depan sehingga memperparah kelangkaan barang.
Volatile Foods
Sektor bahan makanan yang paling sering menjadi penyebab inflasi musiman di Indonesia, terutama menjelang hari raya.
Ceiling Price
Kebijakan penetapan harga maksimum oleh pemerintah yang bertujuan melindungi konsumen agar barang tetap terjangkau saat inflasi tinggi.
Rumus Laju Inflasi
Persentase perubahan indeks harga yang dihitung dengan rumus IHKn−1IHKn−IHKn−1×100%, di mana n adalah periode saat ini.