1/42
Flashcards for Sistem Eksresi Manusia lecture notes.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Sistem Defekasi
Proses pengeluaran sisa-sisa pencernaan, contohnya feses.
Sistem Sekresi
Proses pengeluaran sisa-sisa metabolisme yang masih berguna bagi tubuh, seperti enzim dan hormon.
Sistem Ekskresi
Proses pengeluaran sisa metabolisme yang sudah tidak berguna bagi tubuh, seperti urin, keringat, CO2, H2O, cairan empedu.
Fungsi Sistem Ekskresi
Menurunkan kadar zat produk metabolisme, melindungi sel-sel tubuh dari makanan bersifat racun, menjaga keseimbangan cairan tubuh (homeostatis), membantu mempertahankan suhu tubuh.
Alat Ekskresi
Ginjal, Paru-paru, Kulit, Hati
Ginjal
Organ tubuh yang memiliki 2 bagian yang bentuknya seperti kacang merah, terletak di bagian kanan dan kiri tulang pinggang di dalam rongga perut.
Struktur Ginjal
Korteks, Medula, Pelvis Renalis
Struktur Nefron
Kapsul Bowman, Glomerulus, Tubulus Proksimal, Lengkung Henle, Tubulus Distal, Tubulus Kolektivus
Fungsi Ginjal
Menjaga keseimbangan air dalam tubuh, membuang sisa metabolisme yang bersifat racun, mengatur kandungan elektrolit, menjaga tekanan osmosis, menjaga asam basa cairan darah, menghasilkan eritropoietin dan kalsitriol.
Proses Pembentukan Urine
Filtrasi (Penyaringan), Reabsorpsi (Penyerapan), Augmentasi (Penambahan)
Filtrasi
Penyaringan darah pada glomerulus, menghasilkan urine primer (glukosa, asam amino, air, garam mineral).
Reabsorpsi
Penyerapan kembali zat-zat yang masih diperlukan seperti air, glukosa, asam amino, ion Na, K, Ca, dan Cl, menghasilkan urine sekunder. Tempatnya di tubulus proksimal.
Augmentasi
Penambahan zat yang sudah tidak berguna lagi, dan menyerap kelebihan air (ADH). Menghasilkan urine sesungguhnya (air, urea, asam urat, kreatinin, kreatin, garam mineral, zat warna empedu). Terjadi di tubulus distal.
Proses Mikturasi
Ginjal → Ureter → Kantung kemih → Uretra.
Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Urine
Hormon Antidiuretik, Gaya hidup & aktivitas, Suhu/Cuaca, Usia, Kondisi kesehatan, Jumlah air yang diminum.
Struktur Paru-Paru
Trakea, Bronkus, Bronkiolus, Alveolus
Fungsi Paru-Paru
Mengeluarkan uap air (H2O) dan CO2.
Kulit
Lapisan terluar membungkus seluruh permukaan tubuh, sebagian besar ditumbuhi rambut.
Struktur Kulit
Epidermis, Dermis, Hipodermis
Lapisan Epidermis
Stratum korneum, Stratum lusidum, Stratum granulosum, Stratum spinosum, Stratum germinativum
Fungsi Kulit
Melindungi tubuh, Mengatur suhu tubuh, Mengeluarkan keringat, Membentuk vitamin D, Menentukan warna kulit.
Proses Pembentukan Keringat
Suhu tubuh meningkat → Sinyal dikirim ke hipotalamus → Pembuluh darah melebar → Kelenjar keringat mengambil zat garam → Enzim dikeluarkan → Pori-pori kulit terbuka → Keringat: air, garam, urea
Faktor yang Mempengaruhi Jumlah Keringat
Aktivitas, Suhu/Cuaca, Kondisi kesehatan, Emosi
Hati
Organ bagian dalam manusia yang berukuran paling besar, berat sekitar 1,5 kg, berada di bagian atas sebelah kanan abdomen dan di bawah tulang rusuk.
Struktur Hati
Lobus kanan, Lobus kiri, Kantong empedu, Saluran empedu, Kapsula hepatika, Vena porta, Arteri hepatika, Hepatosit, Lakuna, Kanalikuli
Fungsi Hati
Menyimpan energi dalam bentuk glikogen, menyimpan berbagai vitamin, menghasilkan zat kimia yang diperlukan tubuh, menetralkan racun, menghasilkan cairan empedu.
Sistem Ekskresi pada Hati
Zat besi, Globin, Hemin → Bilirubin, Biliverdin → Zat warna empedu → Urobilin → Usus
Fungsi Cairan Empedu
Mencerna dan mengemulsikan lemak dalam usus, mengaktifkan lipase, mengubah zat yang tidak larut menjadi zat yang larut dalam air, membentuk urea dan amonia.
Albuminuria
Penyakit yang terjadi akibat ginjal tidak dapat melakukan proses penyaringan, khususnya penyaringan protein.
Diabetes insipidus
Penyakit yang ditandai produksi urine berjumlah banyak dan encer, disertai rasa haus.
Poliuria
Kelainan peningkatan frekuensi buang air kecil sebagai akibat kelebihan produksi urine.
Uremia
Keadaan toksik saat darah mengandung banyak urea karena kegagalan fungsi ginjal dalam membuang urea keluar tubuh.
Penyakit hati
Penyakit hati disebabkan infeksi virus, Amoeba penyebab disentri, cacing, dan Toxoplasma sp.
Sirosis hati
Berubahnya sel-sel hati menjadi jaringan ikat fibrosa sehingga kehillangan fungsinya.
Hemokromatosis
Kelainan genetik yang menyebabkan tubuh terlalu banyak menyerap zat besi dari makanan.
Anhidrosis
Kulit tidak mampu berkeringat, disebabkan oleh luka bakar, pengaruh obat-obatan, dan kelenjar keringat yang tidak berfungsi.
Kudis
Gatal akibat infeksi tungau dan kutu air.
Kalvus
Penyakit mata ikan yang disebabkan oleh virus atau bakteri atau gesekan secara terus menerus pada pemakaian sepatu.
Bromhidrosis
Keringat berbau yang disebabkan oleh bakteri atau kelenjar keringat apokrin yang bekerja lebih aktif.
Hemodialisis
Proses pembersihan darah dari zat-zat sisa metabolisme melalui proses penyaringan di luar tubuh, biasanya dilakukan pada penderita gagal ginjal.
ESWL (Extracorporeal Shock Wave Lithotripsy)
Penghancuran batu saluran kemih dengan menggunakan gelombang kejut yang ditransmisikan dari luar tubuh.
Transplantasi ginjal
Terapi penggantian ginjal pasien dengan ginjal lain dari orang yang hidup atau sudah meninggal, biasanya diterapkan pada orang yang menderita gagal ginjal untuk meningkatkan kualitas hidupnya.
Skin grafting (cangkok kulit)
Tindakan memindahkan sebagian atau seluruh ketebalan kulit dari donor ke resipien yang membutuhkan. Kulit yang diambil bisa berasal dari diri sendiri maupun orang lain.