1/19
Flashcard ini berisi rangkuman istilah penting, konsep geguritan, paugeran tembang macapat, dan poin-poin utama dari cerita wayang Dewa Ruci sesuai kisi-kisi PAT Bahasa Jawa Kelas 8.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Geguritan
Puisi Jawa modern yang merupakan karya sastra dalam bentuk syair, yang isi dan bahasanya mencerminkan perasaan penulisnya.
Wicara
Keterampilan dalam pelafalan atau artikulasi suara yang jelas saat membaca geguritan.
Wirasa
Penjiwaan, penghayatan, atau perasaan yang dirasakan saat mendalami makna isi teks geguritan.
Wirama
Pengaturan panjang pendek, tinggi rendah, serta keras lemahnya nada atau irama saat membaca geguritan.
Wiraga
Gerak tubuh, ekspresi wajah, atau sikap badan saat membawakan geguritan agar pesan tersampaikan dengan baik.
Tembang Pangkur
Salah satu jenis tembang macapat yang biasanya digunakan untuk menggambarkan karakter yang gagah, kuat, perkasa, dan hati yang besar.
Guru Gatra
Jumlah baris atau larik dalam satu bait (pada) tembang macapat.
Guru Lagu
Jatuhnya bunyi vokal pada akhir setiap baris (gatra) dalam tembang macapat.
Guru Wilangan
Jumlah suku kata (wanda) dalam setiap baris (gatra) pada tembang macapat.
Paugeraning Tembang Macapat
Aturan-aturan yang mengikat dalam penulisan tembang macapat, yaitu guru gatra, guru lagu, dan guru wilangan.
Mingkar-mingkur
Kata dalam teks tembang yang merujuk pada sikap menjauhkan diri atau menghindar (biasanya dari hawa nafsu).
Siwi
Istilah dalam kosa kata Jawa yang memiliki arti anak atau putra-putri.
Pakarti
Istilah yang merujuk pada perbuatan, tindakan, atau tingkah laku manusia.
Werkudara
Tokoh utama dalam cerita Dewa Ruci, yang merupakan anggota keluarga Pandawalima yang mencari air kehidupan.
Dewa Ruci
Cerita wayang yang mengandung ajaran spiritual tentang pencarian jati diri dan kesempurnaan hidup oleh Werkudara.
Pandawalima
Sebutan untuk lima bersaudara putra Prabu Pandu, yang terdiri dari Yudhistira, Werkudara (Bima), Arjuna, Nakula, dan Sadewa.
Pancamaya Kuwasaningtyas Warna Putih
Simbol dari ketenangan, kesucian, dan pikiran yang bersih dalam ajaran Dewa Ruci.
Pancamaya Kuwasaningtyas Warna Kuning
Simbol dari nafsu mulhimah yang berhubungan dengan hasrat atau keinginan terhadap sesuatu.
Pancamaya Kuwasaningtyas Warna Hitam
Simbol dari nafsu aluamah yang berkaitan dengan kebutuhan fisik dasar seperti lapar dan haus.
Pancamaya Kuwasaningtyas Warna Merah
Simbol dari nafsu amarah atau kemarahan yang ada di dalam diri manusia.