1/17
Looks like no tags are added yet.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Apa rumus CV pada pemeriksaan QC?
CV(%)=MeanSD×100
Apa arti CV yang kecil pada QC laboratorium?
CV kecil menunjukkan presisi baik, artinya hasil pemeriksaan antar-run atau antar-hari relatif konsisten. (imprecicion rendah)
Apa rumus bias berdasarkan nilai target atau peer mean?
Bias(%)=Mean Lab - Mean peer Lab / Mean peer Lab ×100
Apa arti aturan Westgard 1₂s?
Satu hasil QC melewati batas ±2SD, tetapi belum melewati ±3SD. (warning rule)
Aturan Westgard apa saja yang menyebabkan run ditolak?
1₃s, 2₂s, R₄s, 4₁s, 10x
Apa rumus sigma metric?
Sigma=TEa−∣Bias∣ / CV
Apa hubungan CV, bias, TEa, dan sigma?
CV naik → sigma turun
Bias naik → sigma turun
TEa makin ketat/kecil → sigma turun
TEa makin longgar/besar → sigma naik
Sigma 6
1₃s saja ; 2 kontrol/run
Sigma >=5
1₃s / 2₂s / R₄s
sigma >=4
1₃s / 2₂s / R₄s / 4₁s
Sigma <4
1₃s / 2₂s / R₄s / 4₁s
Apa arti masing-masing komponen dalam rumus sigma?
TEa = total allowable error
Bias = systematic error / ketidaktepatan
CV = random error / imprecision
Aturan Westgard mana yang khas untuk random error?
1₃s
R₄s
Aturan Westgard mana yang khas untuk systematic error?
2₂s
4₁s
10x
Apa contoh penyebab random error pada QC
Gelembung udara pada probe atau cuvette
Aspirasi sampel/reagen tidak stabil
Pipetting tidak konsisten
Mixing kurang homogen
Volume kontrol kurang
Kontrol tidak tercampur sempurna
Clot/fibrin/mikropartikel pada sampel atau kontrol
Evaporasi kontrol
Gangguan listrik atau suhu sesaat
Cuvette kotor atau ada carry-over sporadik
Operator error
Solusi Random Error
1. Tahan hasil pasien / jangan lanjutkan run.
2. Periksa kontrol:
expired atau tidak
sudah dilarutkan benar atau belum
sudah homogen atau belum
ada gelembung, kontaminasi, evaporasi atau tidak
3. Ulang QC dari aliquot kontrol yang baik.
4. Periksa sistem aspirasi dan dispensing:
probe tersumbat
bubble
clot
volume reagen cukup
5. Cek cuvette, mixing, suhu, dan kondisi analyzer.
6. Bila setelah koreksi QC masuk batas, run boleh diterima.
7. Bila tetap gagal, jangan paksa. Lanjutkan troubleshooting atau panggil teknisi.
Apa contoh penyebab systematic error pada QC?
Kalibrasi bergeser
Kalibrator salah atau expired
Reagen rusak
Lot reagen baru belum diverifikasi
Lot kontrol baru dengan target belum tepat
Analyzer drift
Lamp/photometer bermasalah
Suhu inkubasi tidak stabil secara menetap
Water quality buruk
Blank reagen bermasalah
Maintenance tidak adekuat
Perubahan metode, reagen, kalibrator, atau instrument setting
solusi sistematik error
Stop pemeriksaan dan tahan hasil pasien
Lihat pola Levey-Jennings: shift? trend? bergeser 1 arah?
Cek perubahan terakhir: lot baru? kalibrator baru? maintenance terakhir? kalibrasi terakhir? penggantian komponen?
Periksa reagen dan kalibrator:expired? penyimpanan? kontaminasi? stabilitas onboard?
kalibrasi ulang
ulang QC minimal 2 level
Bila QC kembali in-control, baru sampel pasien boleh dikerjakan.
Bila tetap gagal, jangan paksa. Lanjutkan troubleshooting ulang atau panggil teknisi.