1/20
Flashcard ini mencakup terminologi penting, ciri morfologi, dan klasifikasi parasit gastrointestinal (nematoda, cestoda, trematoda, dan protozoa) berdasarkan materi kuliah praktikum parasitologi.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Ascaris lumbricoides
Spesies nematoda usus yang dikenal sebagai cacing gelang, termasuk dalam kelompok Soil Transmitted Helminth yang membutuhkan tanah untuk perkembangan telurnya menjadi infektif.
Lapisan Albuminoid
Lapisan luar telur Ascaris lumbricoides yang berwarna cokelat dan memiliki tonjolan-tonjolan kasar.
Decorticated egg
Telur fertil Ascaris lumbricoides yang kehilangan lapisan albuminoid atau lapisan ketiganya, sehingga berbentuk lonjong dengan permukaan halus.
Semilunar space
Rongga udara berbentuk bulan sabit yang terdapat di tiap kutub telur Ascaris lumbricoides sebagai daerah tenang.
Trichuris trichiura
Parasit yang dikenal sebagai cacing cambuk, hidup di sekum dan kolon asenden manusia, serta menyebabkan penyakit trikuriasis.
Mucoid plug
Tonjolan yang terdapat pada kedua ujung telur Trichuris trichiura, juga dikenal sebagai polar plug atau clear knop.
Enterobius vermicularis
Cacing kremi yang menyebabkan enterobiasis atau oxyuriasis, di mana infeksinya didiagnosis melalui penemuan telur dengan anal swab pada area anus.
Cephalic alae
Penebalan kutikula yang terdapat pada ujung anterior cacing dewasa Enterobius vermicularis.
Larva Rhabditiform
Stadium larva pada nematoda usus (seperti cacing tambang) yang merupakan stadium makan, memiliki bentuk agak gemuk dengan bulbus esofagus.
Larva Filariform
Stadium larva ramping yang bersifat infektif, mampu menembus kulit manusia untuk memulai siklus sistemik.
Necator americanus
Spesies cacing tambang yang memiliki rongga mulut dengan sepasang kitin dan empat lempeng pemotong (cutting plates) serta tubuh berbentuk huruf S.
Ancylostoma duodenale
Spesies cacing tambang dengan tubuh berbentuk huruf C yang memiliki dua pasang gigi ventral pada bagian mulutnya.
Strongyloides stercoralis
Nematoda penyebab strongiloidiasis yang didiagnosis dengan menemukan larva rhabditiform pada tinja segar.
Taenia saginata
Cacing pita sapi yang scolex-nya hanya memiliki 4 batil isap tanpa kait, dengan proglotid gravid memiliki 15 hingga 20 cabang uterus lateral.
Taenia solium
Cacing pita babi yang scolex-nya dilengkapi dengan rostellum berisi dua baris kait sebagai alat pelekat di usus halus.
Hexacanth embrio
Embrio yang berada di dalam telur Taenia sp. dan dikelilingi oleh lapisan embriofore yang bergaris-garis radier.
Fasciolopsis buski
Trematoda usus terbesar yang berbentuk menyerupai daun, bersifat hermafrodit, dan menggunakan tumbuhan air sebagai hospes intermediet kedua.
Operculum
Bagian penutup seperti tutup kecil pada salah satu ujung telur trematoda, seperti pada Fasciolopsis buski.
Schistosoma sp.
Kelompok trematoda darah yang bersifat non-hermafrodit (jenis kelamin terpisah) dan memiliki telur dengan spina atau duri khas tanpa operculum.
Canalis gynecophorus
Saluran atau lekukan memanjang pada bagian ventral tubuh cacing jantan Schistosoma sp. yang digunakan untuk memegang cacing betina.
Giardia lamblia
Protozoa usus berbentuk seperti buah pir yang memiliki dua nukleus simetris dan empat pasang flagella, serta hidup pada bagian dorsal usus halus.