1/30
Looks like no tags are added yet.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Q: Apa definisi pemasaran tradisional
A: Serangkaian kegiatan oleh organisasi/perusahaan/individu untuk mengenalkan, mempromosikan, mendistribusikan, dan menjual produk/jasa kepada konsumen menggunakan media konvensional (bukan digital).
Q: Apa yang dimaksud "tradisional" dalam konteks pemasaran
A: Proses atau pendekatan yang lazim dilakukan dan belum melibatkan teknologi digital secara intensif, masih bergantung pada media konvensional seperti TV, radio, koran, dan surat.
Q: Sebutkan 4 alat/saluran utama pemasaran tradisional
A: (1) Media cetak (koran & majalah), (2) Media broadcast (TV & radio), (3) Surat langsung (direct mail), (4) Telemarketing.
Q: Apa konsep 4P dalam pemasaran tradisional
A: Product (produk), Price (harga), Promotion (promosi), Place (tempat/distribusi).
Q: Apa keunggulan utama media cetak dibanding media digital
A: Tidak memerlukan koneksi internet atau perangkat elektronik khusus, sehingga tetap bisa diakses masyarakat yang tidak memiliki akses stabil terhadap teknologi digital.
Q: Apa peran koran sebagai alat pemasaran tradisional
A: Berfungsi sebagai platform bagi perusahaan dan bisnis lokal untuk memasang iklan guna memperluas jangkauan bisnis dan mencapai target konsumen di komunitas setempat.
Q: Apa keunggulan utama majalah sebagai alat pemasaran
A: Menyajikan konten lebih spesifik dan mendalam (mode, gaya hidup, kesehatan, hobi), menggunakan visual berkualitas tinggi, dan menawarkan analisis eksklusif yang menarik pembaca yang mencari informasi lebih dari sekadar berita.
Q: Bagaimana TV beradaptasi di era digital
A: Stasiun TV memperluas kehadiran secara online melalui situs web, layanan streaming, dan aplikasi seluler, serta meningkatkan kualitas produksi (siaran HD, audio digital DAB+, IPTV).
Q: Apa itu direct mail dan apa keunggulannya
A: Metode pengiriman pesan promosi langsung ke target audiens. Keunggulannya: dapat menarget audiens secara spesifik berdasarkan data demografis, geografis, atau perilaku konsumen, serta bisa mencantumkan nama penerima secara personal untuk meningkatkan respons positif.
Q: Apa definisi telemarketing menurut Haque-Fawzi dkk. (2022)
A: Kegiatan pemasaran produk atau jasa melalui saluran komunikasi jarak jauh (telekomunikasi).
Q: Apa definisi telemarketing menurut Kotler dan Armstrong (2012)
A: Proses penggunaan telepon untuk menjual produk secara langsung kepada konsumen dan pelanggan bisnis.
Q: Sebutkan 3 keunggulan pemasaran tradisional
A: (1) Jangkauan luas (wide reach) — bisa menjangkau kelompok demografis beragam termasuk daerah tanpa internet, (2) Bersifat nyata (tangibility) — produk bisa dilihat dan dirasakan langsung, (3) Interaksi personal — membangun hubungan lebih dalam dengan calon pelanggan secara tatap muka.
Q: Apa yang dimaksud tangibility dalam pemasaran tradisional
A: Konsep bahwa produk yang ditawarkan memiliki kualitas dan manfaat yang dapat dilihat secara langsung, mencakup pengalaman dan persepsi konsumen terhadap produk tersebut, bukan hanya fisik barang saja.
Q: Sebutkan 3 keterbatasan pemasaran tradisional
A: (1) Biaya tinggi — iklan TV, radio, media cetak sangat mahal, (2) Penargetan terbatas — sulit menjangkau audiens secara spesifik dan real-time, (3) Kesulitan mengukur ROI — sulit mendapatkan data metrik yang tepat untuk mengukur efektivitas iklan.
Q: Apa itu ROI dan mengapa sulit diukur dalam pemasaran tradisional
A: ROI (Return on Investment) adalah indikator bisnis untuk melihat persentase profit dari total biaya yang diinvestasikan. Sulit diukur karena susah mendapatkan data metrik yang tepat, sehingga perusahaan sulit mengidentifikasi saluran mana yang paling efektif.
Q: Apa definisi pemasaran digital
A: Kegiatan pemasaran yang menggunakan teknologi, metode, dan alat digital serta memanfaatkan internet untuk menjangkau konsumen secara luas, kapan pun dan di mana pun, termasuk menjangkau pasar global.
Q: Sebutkan 4 dari 8 prinsip/karakteristik pemasaran digital
A: (1) Sistematis, (2) Inovatif, (3) Mobilitas dan komunikatif, (4) Saluran omnichannel, (5) Keinformatifan, (6) Otomatisasi dan individualisasi, (7) Profitabilitas, (8) Berorientasi pada manusia (human-oriented).
Q: Apa yang dimaksud omnichannel dalam pemasaran digital
A: Strategi pemasaran yang menggabungkan seluruh saluran komunikasi (daring dan luring) secara terpadu dalam satu waktu, bukan hanya mengandalkan satu saluran saja.
Q: Apa fungsi website sebagai alat pemasaran digital
A: Memberikan informasi, berinteraksi langsung dengan pelanggan, membantu penjualan, dan mengkomunikasikan merek perusahaan. Melalui fitur hyperlink memungkinkan akses ke micro-sites dan landing pages.
Q: Apa yang harus diperhatikan saat merancang website untuk pemasaran
A: Perusahaan harus memahami nilai budaya dan persepsi konsumen target, karena aspek seperti simbol, bahasa, warna, dan gaya navigasi dapat langsung berhubungan dengan keyakinan budaya yang memengaruhi interpretasi pengguna.
Q: Apa itu SEO dan apa tujuannya
A: Search Engine Optimization — metode yang digunakan agar halaman website paling sering muncul atau berada di peringkat tertinggi saat dilakukan pencarian di mesin pencari. Tujuannya meningkatkan visibilitas situs tanpa harus membayar iklan.
Q: Apa itu Social Media Marketing (SMM)
A: Strategi pemasaran yang dilakukan melalui media sosial (TikTok, Facebook, Instagram, Twitter, LinkedIn, YouTube) untuk mempromosikan produk atau jasa melalui internet, baik secara organik maupun berbayar.
Q: Sebutkan 3 keunggulan SMM menurut Peter dan Vecchia (2021)
A: Lebih hemat biaya, lebih mudah memaparkan produk ke konsumen, meningkatkan kunjungan ke website, mengoptimalkan SEO, meningkatkan word of mouth, dan meningkatkan akuisisi prospek pelanggan.
Q: Apa itu email marketing dan apa risikonya
A: Saluran pemasaran melalui email yang efektif karena biaya rendah dan tingkat respons tinggi. Risikonya: pengiriman email yang terlalu agresif dapat dianggap spam dan merusak citra perusahaan.
Q: Apa itu content marketing
A: Strategi pemasaran digital yang melibatkan pembuatan, penyusunan, dan pendistribusian berbagai jenis konten (blog, video, webinar, live streaming) untuk menarik pengguna dan mendorong kepercayaan serta loyalitas pelanggan.
Q: Apa itu PPC (Pay-Per-Click) dan sebutkan 3 model pembayarannya
A: Sistem iklan di mana pengiklan hanya membayar ketika pengguna mengklik iklan. Tiga model: (1) CPC (Cost Per Click) — bayar per klik, (2) CPA (Cost Per Acquisition) — bayar per konversi, (3) CPM (Cost Per Mile) — bayar per 1.000 tayangan.
Q: Sebutkan 4 keunggulan pemasaran digital
A: (1) Cepat mencapai target, (2) Efektivitas biaya — lebih murah dari tradisional, (3) Analitik real-time — kampanye bisa dipantau dan diukur langsung, (4) Cakupan global — bisa menjangkau audiens di seluruh dunia.
Q: Sebutkan 3 keterbatasan pemasaran digital
A: (1) Memerlukan kemampuan/keahlian khusus, (2) Perubahan dan pembaruan yang sangat cepat (rapid changes and updates), (3) Kelelahan digital (digital fatigue).
Q: Apa itu digital fatigue
A: Kecenderungan seseorang yang mulai merasa lelah secara mental dan fisik akibat terlalu sering dan terbiasa terpapar media digital. Gejalanya: kelelahan berlebihan, sering merasa bosan, dan malas beraktivitas meski sudah istirahat cukup.
Q: Apa perbedaan utama pemasaran tradisional dan digital dari sisi penargetan
A: Pemasaran tradisional hanya bisa menarget audiens berdasarkan data demografis umum yang sering kurang akurat. Pemasaran digital dapat menarget audiens secara real-time dan spesifik berdasarkan usia, jenis kelamin, minat, lokasi, hingga perilaku online.
Q: Apa itu viral marketing
A: Bentuk pemasaran dari mulut ke mulut secara elektronik (e-words of mouth) dengan memanfaatkan jaringan media sosial untuk mendistribusikan pesan terkait merek/produk/layanan, bertujuan menciptakan sensasi tanpa perlu biaya tambahan seperti metode pemasaran digital lainnya.