1/29
Kumpulan flashcards ini mencakup konsep dasar batuan beku, termasuk bentuk tubuh (igneous bodies), tekstur, struktur, dan komposisi mineralogi berdasarkan materi kuliah Petrologi.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Igneous bodies
Mengacu pada bentuk tubuh batuan beku relatif terhadap posisi terbentuknya di kerak bumi.
Batuan Beku Vulkanik/Ekstrusi
Batuan yang membeku di luar permukaan bumi dengan kecepatan pendinginan sangat cepat hingga cepat.
Lava
Magma yang naik dan membeku di permukaan bumi, umumnya terjadi karena erupsi gunungapi yang bersifat efusif.
Lava bantal (pillow lava)
Jenis lava yang membeku di dalam air.
Intrusi Dangkal/Hipabisal
Disebut juga intrusi minor, berukuran meter hingga puluhan meter, terletak pada kedalaman dangkal dan dekat permukaan.
Dyke
Intrusi batuan beku yang bersifat diskordan atau memotong lapisan host rock.
Sill, lakolit, dan lopolit
Contoh terminologi intrusi yang bersifat konkordan atau sejajar dengan lapisan host rock.
Intrusi Dalam/Plutonik
Disebut juga pluton atau batolit, berukuran puluhan hingga ratusan kilometer, membeku sangat lambat di kedalaman yang sangat dalam.
Tekstur Batuan Beku
Kenampakan batuan beku berdasarkan hubungan antarbutirnya (kristal mineral, gelas vulkanik) yang mencerminkan proses petrogenesisnya.
Holokristalin
Derajat kristalisasi di mana seluruh bagian batuan merupakan kristal.
Hipokristalin
Derajat kristalisasi di mana batuan terdiri dari sebagian kristal dan sebagian gelasan.
Holohyalin
Derajat kristalisasi di mana sebagian besar komponen batuan adalah gelasan, contohnya pada obsidian.
Sangat kasar (Very coarse grained)
Ukuran kristal batuan beku yang lebih besar dari 30mm, biasanya ditemukan pada batuan plutonik jenis pegmatit.
Faneritik
Tekstur equigranular dengan ukuran kristal seragam kasar yang bisa dibedakan dengan mata telanjang.
Afanitik
Tekstur equigranular dengan ukuran kristal seragam halus yang sulit dibedakan dengan mata telanjang.
Fenokris
Kristal berukuran besar yang terbentuk lebih dahulu dalam tekstur batuan beku inequigranular.
Massa dasar
Kristal berukuran halus atau gelasan yang membeku belakangan dan mengelilingi fenokris.
Porfiritik
Tekstur batuan beku di mana fenokris dikelilingi oleh massa dasar kristal yang lebih halus.
Vitrofirik
Tekstur batuan beku di mana fenokris dikelilingi oleh massa dasar yang bersifat gelasan.
Diabas
Batuan hipabisal berkomposisi mafik/basaltik yang dicirikan oleh fenokris plagioklas dan piroksen yang menjarum.
Vesikuler
Struktur batuan beku yang memiliki lubang gas, seperti skoriaan atau pumisan.
Amigdaloidal
Struktur batuan beku di mana lubang gas terisi oleh mineral sekunder seperti kuarsa, kalsit, atau zeolit.
Kekar kolom (columnar joint)
Struktur rekahan pada batuan beku yang terbentuk akibat proses pendinginan.
Xenolith
Fragmen batuan samping (host rock) yang terperangkap di dalam tubuh batuan beku.
Autobreksiasi
Breksiasi yang umum terdapat pada bagian atas aliran lava akibat pendinginan di permukaan aliran lava.
Mineral utama (essential mineral)
Mineral yang melimpah dan berpengaruh dalam penamaan serta penentuan jenis batuan beku, terbentuk langsung dari pembekuan magma.
Mineral aksesori
Mineral dengan kelimpahan kurang dari 5% yang tidak berpengaruh signifikan dalam penentuan jenis batuan.
Mineral Sekunder
Mineral yang terbentuk dari proses alterasi hidrotermal dan pelapukan, contohnya klorit dan epidot.
Mineral Felsik
Mineral berwarna terang penyusun utama batuan beku asam seperti kuarsa, K-feldspar, dan muskovit.
Mineral Mafik
Mineral berwarna gelap yang kaya akan Fe dan Mg, penyusun utama batuan beku basa seperti olivin, piroksen, amfibol, dan biotit.