1/30
Looks like no tags are added yet.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Q: Apa itu modal kerja (working capital)
A: Dana yang dibutuhin perusahaan buat operasional sehari-hari — bukan buat beli aset tetap, tapi buat kas, piutang, dan inventori.
Q: Rumus Net Working Capital (NWC)
A: NWC = Current Assets (CA) − Current Liabilities (CL)
Q: NWC positif artinya apa
A: Aktiva lancar > utang lancar. Lebih likuid dan aman, tapi return rendah karena banyak aset nganggur.
Q: NWC negatif artinya apa
A: Utang lancar > aktiva lancar. Risiko likuiditas tinggi, tapi potensi return lebih tinggi karena dana lebih banyak di aktiva tetap produktif.
Q: Rumus Siklus Operasi (OC)
A: OC = AAI + ACP (Average Age of Inventory + Average Collection Period)
Q: Rumus Cash Conversion Cycle (CCC)
A: CCC = OC − APP (APP = Average Payment Period, tempo bayar ke supplier)
Q: Gimana cara mempersingkat CCC
A: Percepat penjualan inventori (AAI turun), percepat tagih piutang (ACP turun), minta tempo lebih panjang ke supplier (APP naik).
Q: Sebutkan 3 motif perusahaan memegang kas
A: 1) Motif Transaksi — buat operasional harian. 2) Motif Berjaga-jaga — dana darurat hal tak terduga. 3) Motif Spekulatif — kelebihan kas diputar ke instrumen keuangan.
Q: Rumus kas optimal Model Baumol
A: Cash* = √(2FM / i) — F = biaya transaksi, M = total kebutuhan kas, i = suku bunga.
Q: Asumsi utama Model Baumol
A: Kebutuhan kas perusahaan konstan dan bisa diprediksi setiap periode.
Q: Dua jenis biaya dalam Model Baumol
A: Biaya transaksi (fee setiap jual surat berharga) dan biaya bunga/opportunity cost (potensi bunga yang hilang karena pegang kas terlalu banyak).
Q: Apa itu Model Miller-Orr
A: Model manajemen kas untuk kebutuhan kas yang fluktuatif/random, dengan tiga titik kunci: L (batas bawah), Z* (return point/optimal), dan H/h* (batas atas).
Q: Rumus Miller-Orr untuk Z* dan h*
A: Z* = ∛(3bσ² / 4ir) + L | h* = 3Z* − 2L | Cash rerata = (4Z* − L) / 3
Q: Apa yang terjadi kalau kas menyentuh H di Miller-Orr
A: Kas kebanyakan — perusahaan wajib beli surat berharga supaya kas turun kembali ke Z*.
Q: Apa yang terjadi kalau kas menyentuh L di Miller-Orr
A: Kas terlalu sedikit — perusahaan harus jual surat berharga untuk nambah kas kembali ke Z*.
Q: Perbedaan utama Baumol vs Miller-Orr
A: Baumol = kebutuhan kas konstan/stabil, transaksi periodik. Miller-Orr = kebutuhan kas fluktuatif/random, transaksi responsif berbasis batas atas dan bawah.
Q: Apa itu aging piutang
A: Pengelompokan piutang berdasarkan umurnya. Makin tua umur piutang, makin besar risiko tidak tertagih (NPL).
Q: Persentase NPL tiap kelompok umur piutang (contoh standar)
A: 0–30 hari = 0% | 31–60 hari = 1% | 61–90 hari = 3% | >90 hari = 5%
Q: Sebutkan 5C dalam penilaian kredit
A: Character (rekam jejak), Capacity (kemampuan bayar), Capital (modal sendiri vs utang), Collateral (jaminan), Conditions (kondisi ekonomi makro).
Q: Apa itu factoring
A: Praktik menjual piutang ke pihak ketiga (factor) dengan harga diskon untuk mendapatkan kas lebih cepat tanpa menunggu jatuh tempo.
Q: Apa itu earning management dalam konteks piutang
A: Manajer mempermudah syarat kredit supaya penjualan di pembukuan naik dan target laba tercapai — padahal duitnya belum tentu masuk (window dressing laporan keuangan).
Q: Sebutkan 4 biaya dalam analisis piutang
A: 1) Biaya dana tertanam (opportunity cost HPP piutang). 2) Biaya diskon (untuk mendorong bayar cepat). 3) Biaya piutang tak tertagih / bad debt. 4) Biaya penagihan.
Q: Rumus ARTO dan ACP
A: ARTO = Sales / Piutang | ACP = 360 / ARTO
Q: Rumus HPP Piutang dan Biaya Dana
A: HPP Piutang = (1 − profit margin) × Rerata Piutang | Biaya Dana = biaya modal % × HPP Piutang
Q: Apa itu Just In Time (JIT)
A: Filosofi pesan bahan baku atau inventori tepat saat dibutuhkan — tidak lebih, tidak kurang — supaya stok minimal dan biaya gudang ditekan.
Q: Apa itu EOQ dan rumusnya
A: Economic Order Quantity = jumlah order optimal yang meminimalkan total biaya inventori. EOQ = √(2SO / C) — S = total permintaan, O = biaya order, C = biaya simpan per unit.
Q: Rumus Total Cost (TC) inventori
A: TC = O(S/Q) + C(Q/2) — biaya order + biaya penyimpanan.
Q: Perbedaan FIFO, LIFO, dan Average dalam valuasi inventori
A: FIFO = bahan masuk pertama keluar pertama, HPP rendah, laba tinggi saat harga naik. LIFO = bahan masuk terakhir keluar pertama, HPP tinggi, laba rendah. Average = rata-rata semua batch, HPP dan laba moderat.
Q: Sebutkan 3 jenis utang lancar dalam pembiayaan modal kerja
A: 1) Spontaneous — muncul otomatis dari operasional (utang dagang, gaji belum dibayar). 2) Account Payable/Supplier — utang dengan tempo bayar yang bisa dimanfaatkan. 3) Accrual — kewajiban belum dibayar seperti pajak dan upah lembur.
Q: Kenapa utang lancar bisa meringankan kebutuhan modal kerja
A: Karena utang lancar berarti ada pihak lain yang menanggung biaya dulu — perusahaan bisa pakai dananya sementara sebelum kewajiban jatuh tempo.
Q: Apa perbedaan aktiva lancar dan aktiva tetap dalam konteks modal kerja
A: Aktiva lancar (kas, piutang, inventori) dibiayai utang lancar dan dipakai untuk operasional harian. Aktiva tetap (mesin, gedung) dibiayai pendanaan jangka panjang.