1/28
Kumpulan kosakata kunci mengenai anatomi dan fungsi sistem indera manusia (mata, telinga, hidung, lidah, kulit) beserta gangguannya berdasarkan materi biologi.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Sistem Indera
Bagian dari sistem koordinasi yang berperan sebagai penerima rangsang atau reseptor dari lingkungan sekitarnya.
Fotoreseptor
Jenis reseptor yang peka terhadap rangsangan cahaya, yang terdapat pada retina mata, khususnya di fovea centralis.
Sklera (Tunika Fibrosa)
Lapisan terluar bola mata yang berwarna putih, bersifat tidak bening, dan berfungsi sebagai pelindung mata.
Koroid (Tunika Vaskulosa)
Lapisan tengah mata yang mengandung pembuluh darah untuk mensuplai nutrisi dan pigmen untuk menyerap refleksi cahaya.
Retina (Tunika Nervosa)
Lapisan terdalam mata yang mengandung sel-sel fotoreseptor seperti sel kerucut (konus) dan sel batang (basil).
Sel Kerucut (Konus)
Sel fotoreseptor yang peka terhadap intensitas cahaya tinggi dan warna; mengandung iodopsin (retinin) untuk melihat saat terang.
Sel Batang (Basil)
Sel fotoreseptor yang peka terhadap intensitas cahaya rendah dan tidak peka warna; menghasilkan rhodopsin untuk melihat saat gelap.
Kornea
Bagian sklera yang bening dan berfungsi untuk memfokuskan bayangan yang akan masuk ke dalam mata.
Aqueous Humor
Cairan yang mengisi bagian depan lensa, berfungsi memberi nutrisi bagi kornea dan lensa, serta membiaskan cahaya.
Iris (Selaput Pelangi)
Bagian koroid yang mengatur diameter pupil untuk mempengaruhi jumlah cahaya yang masuk ke mata melalui otot sfingter dan dilator.
Daya Akomodasi
Kemampuan lensa mata untuk mengubah kecembungannya agar bayangan benda jatuh tepat pada retina.
Vitreous Humor
Cairan yang mengisi bagian belakang lensa mata (isi bola mata) yang berfungsi menjaga bentuk dan tekanan bola mata.
Bintik Buta
Daerah awal saraf optik meninggalkan bola mata yang tidak mengandung sel-sel fotoreseptor sehingga tidak peka cahaya.
Fonoreseptor
Jenis reseptor yang peka terhadap rangsangan suara atau getaran, yang terdapat pada organ korti di dalam telinga.
Tulang Pendengaran
Rangkaian tulang yang terdiri dari martil (maleus), landasan (inkus), dan sanggurdi (stapes) untuk meneruskan getaran ke tingkap oval.
Saluran Eustachius
Saluran yang menghubungkan telinga tengah dengan tenggorokan untuk menyeimbangkan tekanan udara di dalam dan luar telinga.
Kanal Semisirkuler
Tiga saluran setengah lingkaran yang berisi cairan endolimfe dan kupula sebagai reseptor keseimbangan saat kepala memutar.
Otolith
Batu kecil pada makula di dalam vestibula yang peka terhadap gerakan vertikal kepala berdasarkan gaya gravitasi.
Organ Korti
Struktur pada koklea yang mengandung sel rambut sebagai reseptor suara utama yang bersentuhan dengan membran tektorial.
Saraf Olfaktori (I)
Saraf yang bertanggung jawab sebagai indra pembau dengan menerima molekul gas (odoran) pada langit-langit rongga hidung.
Papilla
Tonjolan pada permukaan lidah yang mengandung tunas pengecap dan berfungsi sebagai kemoreseptor cair.
Kemoreseptor
Jenis reseptor yang peka terhadap rangsangan zat kimia, baik dalam bentuk gas (bau) maupun cair (rasa).
Korpus Paccini
Reseptor pada kulit yang berfungsi untuk merasakan rangsangan berupa tekanan kuat.
Korpus Meissner
Reseptor pada kulit yang berfungsi untuk merasakan rangsangan berupa sentuhan halus.
Miopi (Rabun Jauh)
Cacat mata di mana bayangan jatuh sebelum retina karena bola mata terlalu lonjong, ditolong dengan kacamata lensa cekung.
Hipermetropi (Rabun Dekat)
Cacat mata di mana bayangan jatuh setelah retina karena bola mata terlalu pipih, ditolong dengan kacamata lensa cembung.
Presbiopi
Cacat mata tua yang disebabkan menurunnya daya akomodasi mata akibat faktor usia; ditolong dengan lensa bifokal.
Anosmia
Gangguan pada indra pembau berupa ketidakmampuan total reseptor hidung dalam menerima atau merasakan bau.
Dermatitis
Peradangan kulit yang ditandai dengan ruam, gatal, dan inflamasi sebagai respon imun terhadap benda asing atau patogen.