1/11
IKM Kedokteran Keluarga
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Pemeriksaan Apa Saja yang dilakukan pada kedokteran keluarga untuk lansia?
PF → Menggali masalah medis (keluhan utama dari Pasien)
Pemeriksaan Fungsional → Untuk melakukan aktivitas fisik sehari hari (AKS)
Alat ukur → Perawatan diri sendiri, berias, mobilitas, berjalan, BAK, BAB
Status Mental → kognisi, daya ingat demensia, depresi dan lain lain
Seseorang perlu untuk dapat melakukan komunikasi dengan baik untuk dpt melakukan fungsi AKS
Status sosial ekonomi dan kualitas Hidup
Apa saja permasalahan Kesehatan pada lansia (Total ada 12) Part 1
Immobility (tirah baring selama > 3 hari) (screening dengan Index Barthel)→ Disebabkan oleh kekakuan otot rasa nyeri, masalah psikologis
Instability (Uji dengan tubuh)→ Penyebab jatuh misal dizzines, hipotensi ortostatik
Ada beberapa faktor intrinsik (dari dalam tubuh), faktor ekstrinsik (lingkungan)
Incontinence Urin dan Alvi → ketidakmampuan untuk menahan BAK dan BAB dpt menjadi peristiwa pasien sering mengompol jadi males minum jd dehidrasi
Apa saja permasalahan Kesehatan pada lansia (Total ada 12) Part 2
Sindroma Delirium Akut → Sindrom mental organik gangguan kesadaran dan atensi atau gangguan persepsi yang timbul dalam jangka akut
Dapat Dicek dengan insomnia rating scale
Impairment of hearing, vision and smell
Isolasi → Penyebab depresi usia lanjut karena kehilangan orang yang disayang Menyebabkan menarik diri dan teriolasi jadi depresi
Apa saja permasalahan Kesehatan pada lansia (Total ada 12) Part 3
Inatition (malnutrisi) → Asupan makanan berkurang 25% pada usia 40-70 tahun
Anoreksia dipengaruhi oleh → Faktor fisiologis, psikologis, sosial
Insomnia → Sering ada hubungan dengan depresi, gejala yang sering dikeluhkan → Sulit untuk masuk kedalam proses tidur, tidur mudah terbangun
Immunodefficiency → Proses imun menurun karena penurunan fungsi tubuh (prone to infection)
Apa saja permasalahan Kesehatan pada lansia (Total ada 12) Part 4
Impotence → Ketidakmampuan melakukan aktivitas seksual (gangguan homron, syaraf, pembuluh darah
Impecunity (tidak punya penghasilan) → Kemampuan fisik dan mental menurun dan mengalami pensiun hanya mengandalkan hidup dari tunjangan pensiun
Post Power Syndrome → Terjadi pada seorang yang kehilangan jabatan sehingga ia merasa tidak dihargai atau dihormati menjadi sumber masalah psikisnya
Bagaimana intervensi komprehensif yang dapat dilakukan untuk lansia?
Preventif → Mencegah terjadinya penyakit dan komplikasi (e.g. Puskesmas Kartu Menuju Sehat Lanjut Usia)
Promotif → Dapat dilakukan orang disekitar seperti penyuluhan perilaku hidup sehat, olah raga lansia spt senam, gizi usia lanjut
Kuratif → kegiatan pengobatan rutin seperti Posbindu atau posyandu lansia
Rehabilitatif (tujuan untuk mengembalikan fungsi fungsional dan percaya diri pada lansia
Dapat meliputi beberapa hal:
Aktivitas sederhana yang telah dilakukan lansia sebelumnya
Pastika aktivitas fisik serta lingkungan mendukung
Pusatkan perhatian pada fungsi yang ada pada lansia
Pengulangan aktifitas fisik
Pilih aktivitas yang merangsang kognitif dan manfaat untuk ekspresi diri
Beri kesempatan untuk keluarga mengikuti aktivitas itu
Apa definisi dan kapan perawatan paliatif digunakan untuk lansia?
Definisi → Pendekatan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien dalam menghadapi penyakit yang mengancam nyawa dengan approach fisik, psikososial dan spiritual
Perawatan Paliatif digunakan saat:
Mengurangi rasa sakit dan gelaja yang menyulitkan
Menggabungkan aspek psikologis dan spiritual
Menawarkan sistem pendukung untuk membantu pasien hidup dan membantu keluarga mengatasi kesukaran selama pasien sakit
Skoring apa yang digunakan untuk menilai perawatan paliatif?
EDMONTON SYMPTOM ASSESMENT SCORE)
Rasa sakit
aktivitas
Mual
Depresi
Kecemasanan
Rasa mengantuk
Nafsu makan
Kesehatan
Sesak Nafas
Apa saja jenis kegiatan perawatan paliatif
Penatalaksanaan nyeri
Penatalaksanaan keluhan fisik lain
Asuhan keperawatan
Dukungan psikologis
Dukungan sosial
Dukungan kultural dan spiritual
Dukungan persiapan selama masa dukacita
Apa saja tahap penerimaan berita buruk?
Denial → Tidak percaya diagnosis dokter
Marah dan iri → Marah pada tiap aktivitas yang ada
Tawar menawar → Kelakuan penderita jadi normal lagi
Depresi → Sedih untuk meninggalkan keluarga
Acceptance → Tahap menyerah pada apa yang terjadi (sering tidur)