1/26
Kumpulan kartu kilat kosakata (Vocabulary) berdasarkan materi perkuliahan Infeksi Saluran Kemih (ISK) dan Infeksi Genitalia untuk persiapan ujian.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Nefritis
Peradangan pada ginjal yang merupakan salah satu bentuk manifestasi klinis infeksi saluran kemih (ISK) bagian atas.
Sistitis
Peradangan pada kandung kemih (bladder) yang merupakan salah satu bentuk manifestasi klinis infeksi saluran kemih (ISK) bagian bawah.
Clean Catch Midstream Urine
Metode pengambilan spesimen urine porsi tengah dengan membuang aliran urine pertama guna meminimalkan kontaminasi oleh flora normal.

Suprapubic Aspiration
Prosedur pengambilan spesimen urine secara invasif dengan mengaspirasi urine langsung dari vesica urinaria yang penuh menggunakan jarum dan spuit, serta cocok untuk biakan aerob dan anaerob.
Jalur Asendens (Ascending Route) ISK
Rute infeksi saluran kemih yang berasal dari mikroorganisme di bagian bawah yang naik ke organ atas, seperti contohnya mikroorganisme Pseudomonas dan E. coli (ESBL).
Jalur Desendens (Descending Route) ISK
Rute infeksi saluran kemih yang berasal dari penyebaran hematogen melalui aliran darah ke ginjal, dengan contoh utama mikroorganisme Staphylococcus aureus.

Pengambilan Spesimen Urine Kateter
Teknik pengumpulan urine dengan mengklem bagian distal kateter (+5cm dari port), mendesinfeksi area port dengan alkohol 70%, lalu mengaspirasi urine secara aseptik menggunakan spuit.
Penyimpanan Spesimen Urine
Kondisi di mana jika spesimen urine tidak dapat dikirim ke laboratorium dalam waktu 2jam setelah dikumpulkan, spesimen harus disimpan di lemari pendingin (refrigrasi) hingga 24jam dan tidak boleh dibekukan.

Teknik Mayo (T-T Pattern)
Metode penggoresan pada kultur kuantitatif urine menggunakan calibrated loop untuk menyebarkan inokulum di sepanjang garis diameter plate dan digoreskan melintasi permukaan agar guna menghasilkan koloni terisolasi yang dapat dihitung (CFU/mL).
Interpretasi Kultur Urine Midstream/Kateter
Kriteria di mana hasil biakan >105CFU/mL mengindikasikan ISK; 103−<105CFU/mL menunjukkan kemungkinan ISK jika pasien mengonsumsi antibiotik/diuretik atau bergejala; dan <102CFU/mL menunjukkan tidak ada ISK.
Pseudomonas aeruginosa
Bakteri batang Gram-negatif berukuran 0.6×2μm, bersifat aerob obligat, tumbuh optimal pada suhu 37∘C, uji oksidase (+), motil, serta menghasilkan pigmen hijau piosianin dan pioverdin.

Karakteristik Biokimia Pseudomonas aeruginosa
Hasil uji biokimia yang menunjukkan Oxidase (+), Citrate (+), Motility (+) dengan flagela polar, TSI alk/alk (gas -, H2S -), Indole (-), MR (-), VP (-), dan Urea (-).

Neisseria gonorrhoeae
Bakteri diplokokus Gram-negatif berbentuk seperti biji kopi (kidney bean shaped) yang dapat ditemukan di dalam sel leukosit polimorfonuklear (PMN) pada spesimen discharge uretra atau serviks.

Candle Jar
Sistem perbenihan tertutup yang memanfaatkan nyala lilin untuk membentuk kondisi atmosfer mikroaerofilik kaya CO2 (3−5%) yang diperlukan untuk pertumbuhan kultur Neisseria gonorrhoeae.
Agar Thayer-Martin
Media selektif untuk pengisolasian patogen Neisseria spp. yang dibuat dari basis GC agar, 2% hemoglobin, IsoVitaleX, serta antibiotik Vancomycin, Colistin, Trimethoprim lactate, dan Nystatin.
Vancomycin dalam Agar Thayer-Martin
Komponen antibiotik pada agar Thayer-Martin yang berfungsi spesifik untuk menghambat pertumbuhan kokus Gram-positif.
Colistin dalam Agar Thayer-Martin
Komponen antibiotik pada agar Thayer-Martin yang berfungsi spesifik untuk menghambat pertumbuhan basil Gram-negatif.
Nystatin dalam Agar Thayer-Martin
Komponen antijamur pada agar Thayer-Martin yang berfungsi untuk menekan pertumbuhan Candida albicans.
Trimethoprim Lactate dalam Agar Thayer-Martin
Komponen kimia pada agar Thayer-Martin yang ditambahkan untuk menekan sifat koloni berjelajah (swarming) dari Proteus spp.
Uji Biokimia Neisseria gonorrhoeae
Hasil reaksi identifikasi yang menunjukkan uji Oksidase (+), fermentsi Glucose (+), Maltose (-), Lactose (-), Sucrose (-), Nitrate Reduction (-), dan DNAse (-).

Clue Cell
Sel epitel skuamosa vagina yang permukaannya dilapisi atau ditutupi oleh banyak bakteri sehingga batas sel tampak kabur, khas ditemukan pada pemeriksaan mikroskopis kasus Bacterial Vaginosis.
Skor Nugent (Nugent Score)
Sistem skoring mikroskopis pewarnaan Gram spesimen vagina untuk diagnosis Bacterial Vaginosis berdasarkan perhitungan jumlah morfotipe Lactobacillus-like, Mobiluncus-like, dan Gardnerella/Bacteroides-like per lapangan pandang minyak imersi.
Interpretasi Skor Nugent
Kategori penentuan diagnosis di mana skor total 0−3 dinilai Normal, skor 4−6 dinilai Intermediate (tes diulang nanti), dan skor 7−10 mengindikasikan Bacterial Vaginosis.
Morfotipe Lactobacillus-like
Bakteri berbentuk batang Gram-positif dengan sisi sejajar (parallel-sided Gram-positive rods) yang merupakan indikator utama flora normal vagina.
Morfotipe Mobiluncus-like
Bakteri berbentuk batang Gram-negatif yang melengkung (curved Gram-negative rods).
Morfotipe Gardnerella/Bacteroides-like
Kokobasil Gram-variabel berukuran kecil (tiny Gram-variable coccobacilli) atau batang Gram-negatif pleomorfik membulat yang memiliki vakuola.
Volume Spesimen Urine M. tuberculosis
Kebutuhan volume spesimen urine minimal untuk pemeriksaan laboratorium terhadap M. tuberculosis yaitu sebesar +50mL (>20mL).