1/34
Kumpulan kartu kosakata biologi mengenai konsep keanekaragaman hayati, tipe ekosistem, persebaran flora-fauna Indonesia, ancaman biodiversitas, upaya konservasi, serta dasar-dasar klasifikasi makhluk hidup untuk SMA/MA Kelas X.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Keanekaragaman Hayati (Biodiversitas)
Variasi organisme hidup pada tiga tingkatan biologis, yaitu tingkat gen, tingkat spesies, dan tingkat ekosistem.
Keanekaragaman Gen
Perbedaan atau variasi genetik yang terjadi dalam satu spesies makhluk hidup yang memunculkan varietas atau ras.
Keanekaragaman Jenis (Spesies)
Perbedaan karakteristik yang dapat ditemukan pada suatu komunitas atau kelompok berbagai spesies yang hidup di suatu tempat.
Keanekaragaman Ekosistem
Keanekaragaman yang terbentuk akibat interaksi timbal balik antarkelompok spesies dengan lingkungan abiotik tempat hidupnya.
Bioma
Ekosistem darat yang meliputi area geografis yang sangat luas dengan karakteristik iklim dan vegetasi dominan tertentu.
Hutan Hujan Tropis
Bioma di wilayah khatulistiwa dengan curah hujan sangat tinggi, suhu 21–30⊥∘C, serta vegetasi pohon tinggi berkanopi, liana, dan tumbuhan epifit.
Sabana
Bioma padang rumput di daerah tropis dengan curah hujan 90–150cm/tahun yang diselingi oleh sebaran pohon seperti Eucalyptus dan Acacia.
Padang Rumput
Bioma di wilayah tropis hingga beriklim sedang dengan curah hujan 25–50cm/tahun yang didominasi oleh komunitas rumput.
Gurun
Bioma kering dengan curah hujan kurang dari 25cm/tahun serta fluktuasi suhu ekstrem, mencapai 60∘C pada siang hari dan 0∘C pada malam hari.
Hutan Gugur
Bioma di wilayah dengan empat musim dengan curah hujan 75–100cm/tahun yang didominasi pohon yang meranggas pada musim dingin seperti elm, beech, oak, dan maple.
Taiga
Bioma di antara kawasan subtropis dan kutub dengan curah hujan 75–100cm/tahun yang didominasi oleh vegetasi pohon berdaun jarum (konifer).
Tundra
Bioma tanpa pohon di kawasan kutub utara (arktik) atau puncak gunung yang tinggi (alpin) yang didominasi lumut kerak (liken) dan lumut Sphagnum.
Negara Megabiodiversitas
Sebutan bagi negara yang memiliki tingkat keanekaragaman hayati dan spesies endemik yang sangat tinggi di dunia, meskipun luas daratan Indonesia hanya 1,3% dari daratan dunia.
Spesies Endemik
Spesies organisme hidup yang persebaran geografis alaminya hanya ditemukan secara terbatas di daerah atau pulau tertentu.
Kawasan Malesiana
Kawasan biogeografi flora di Asia Tenggara yang mencakup wilayah Indonesia, Malaysia, Filipina, Papua Nugini, dan Timor Leste.
Garis Wallace
Garis imajiner yang memisahkan sebaran fauna Indonesia bagian barat (oriental) dengan kawasan peralihan, terletak di antara Kalimantan dan Sulawesi serta Bali dan Lombok.
Garis Lydekker
Garis imajiner yang membatasi sebaran fauna kawasan peralihan dengan fauna Indonesia bagian timur (australis) yang mencakup wilayah Papua.
Kawasan Peralihan (Wallacea)
Kawasan biogeografi kepulauan Indonesia (seperti Sulawesi, Maluku, Nusa Tenggara) yang dibatasi garis Wallace di barat dan garis Lydekker di timur, dengan percampuran fauna oriental dan australis.
Plasma Nutfah
Bagian tubuh tumbuhan, hewan, atau mikroorganisme yang mempunyai fungsi serta kemampuan mewariskan sifat genetik dari generasi ke generasi.
Spesies Invasif
Spesies pendatang dari luar habitat aslinya yang berkembang biak dengan cepat dan mendesak atau memangsa populasi spesies endemik lokal.
Konservasi In Situ
Upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang dilaksanakan di dalam habitat aslinya, seperti taman nasional, suaka margasatwa, dan cagar alam.
Konservasi Ex Situ
Upaya pelestarian keanekaragaman hayati yang dilaksanakan di luar habitat aslinya, seperti kebun botani, taman safari, kebun binatang, dan kebun koleksi.
Cagar Alam
Kawasan suaka alam yang ditujukan untuk perlindungan keutuhan alam beserta flora, fauna, dan keindahan ekosistem di dalamnya.
Cagar Biosfer
Kawasan ekosistem asli, unik, atau terdegradasi yang dilestarikan serta diperuntukkan bagi kepentingan penelitian ilmiah dan pendidikan.
Taksonomi
Cabang ilmu biologi yang mempelajari prinsip, pengelompokan, penamaan, dan klasifikasi makhluk hidup.
Klasifikasi Sistem Alamiah
Sistem klasifikasi yang mengelompokkan organisme untuk membentuk takson-takson sesuai kehendak alam berdasarkan persamaan habitat, morfologi, struktur, dan perilaku.
Klasifikasi Sistem Artifisial (Buatan)
Sistem klasifikasi organisme yang didasarkan pada tujuan praktis tertentu, seperti kegunaan tanaman sebagai bahan pangan, obat, sandang, atau tanaman hias.
Klasifikasi Sistem Filogenetik
Sistem pengelompokan makhluk hidup yang didasarkan pada hubungan kekerabatan evolusioner antarorganisme dengan menganalisis kesamaan morfologi, anatomi, fisiologi, dan etologi.
Klasifikasi Sistem Modern
Sistem klasifikasi yang dibuat berdasarkan hubungan kekerabatan filogenetik, analisis genetik atau kromosom, serta karakter biokimia.
Tingkatan Takson
Unit atau tingkatan hierarkis pengelompokan makhluk hidup yang disusun mulai dari takson tertinggi hingga takson terendah.
Binomial Nomenklatur
Sistem tata nama ganda dua kata berbahasa Latin atau dilatinkan untuk setiap spesies organisme yang diperkenalkan oleh Carolus Linnaeus.
Deskriptor
Orang atau ilmuwan yang pertama kali memberikan deskripsi resmi dan mempublikasikan nama ilmiah suatu spesies makhluk hidup.
Kultivar
Varietas secara agronomi berupa sekelompok tanaman dalam satu spesies yang memiliki ciri khas jelas dan dibudidayakan manusia, ditulis menggunakan tanda petik tunggal.
Kunci Determinasi
Petunjuk praktis yang berisi urutan ciri-ciri taksonomi untuk mengidentifikasi dan menempatkan organisme ke dalam tingkatan takson tertentu.
Kunci Dikotom
Format kunci determinasi yang setiap langkahnya disusun dari dua pernyataan alternatif yang saling berlawanan.