Toksikologi Lingkungan Industri: Definisi, Ruang Lingkup, dan Sejarah Perkembangan

0.0(0)
Studied by 0 people
call kaiCall Kai
learnLearn
examPractice Test
spaced repetitionSpaced Repetition
heart puzzleMatch
flashcardsFlashcards
GameKnowt Play
Card Sorting

1/28

flashcard set

Earn XP

Description and Tags

Kumpulan kartu perbendaharaan kata (vocabulary flashcards) mengenai dasar konsep, cabang keilmuan, alur tahapan kajian, peristiwa sejarah penting, dan regulasi toksikologi lingkungan industri.

29 Terms

1
New cards

Toksikologi

Ilmu yang mempelajari sifat, mekanisme kerja, dan efek merugikan (adverse effect) suatu zat terhadap organisme hidup, termasuk cara mendeteksi, mengukur, dan mencegah efek tersebut.

2
New cards

Toxikon

Kata dari bahasa Yunani yang berarti racun panah; menjadi asal kata istilah toksikologi bersama dengan kata logos (ilmu).

3
New cards

3 Unsur Kajian Toksikologi

Tiga komponen esensial dalam kajian toksikologi yang terdiri dari: Zat/Agen Toksik, Organisme Terpajan, dan Efek yang Ditimbulkan.

4
New cards

Paracelsus (1493–1541)

Bapak Toksikologi Modern yang merumuskan bahwa semua zat adalah racun dan dosis yang tepat membedakan racun dari obat.

5
New cards

Sola dosis facit venenum

Prinsip toksikologi dari Paracelsus yang menyatakan bahwa hanya dosis yang menentukan racun; menjadi fondasi evaluasi risiko dan penetapan Nilai Ambang Batas (NAB).

6
New cards

Toksikologi Lingkungan

Bidang toksikologi yang mengkaji zat toksik yang berasal dari dan berpindah melalui media lingkungan, serta dampaknya terhadap kesehatan manusia dan ekosistem.

7
New cards

Media Lingkungan Toksikologi

Empat media penyebaran zat toksik yang meliputi udara (emisi gas, partikulat, uap), air (limbah cair), tanah (residu kimia, limbah padat/B3), dan pangan (rantai makanan).

8
New cards

Toksikologi Lingkungan Industri

Cabang toksikologi lingkungan yang secara khusus mengkaji sifat, sumber, jalur pajanan, dan dampak kesehatan bahan kimia/fisik proses industri terhadap pekerja, masyarakat sekitar, dan ekosistem.

9
New cards

Pekerja Industri (Sasaran Kajian)

Sasaran utama kajian toksikologi industri yang menerima pajanan langsung di lingkungan kerja (occupational exposure).

10
New cards

Masyarakat Sekitar (Sasaran Kajian)

Sasaran kajian toksikologi industri yang menerima pajanan tidak langsung melalui emisi dan limbah buangan industri.

11
New cards

Lingkungan/Ekosistem (Sasaran Kajian)

Sasaran kajian toksikologi industri berupa akumulasi bahan toksik pada media lingkungan dan rantai makanan ekosistem.

12
New cards

Toksikologi Deskriptif

Cabang toksikologi yang melakukan uji efek toksik secara langsung (in vivo/in vitro) untuk menilai keamanan suatu zat.

13
New cards

Toksikologi Mekanistik

Cabang toksikologi yang mempelajari mekanisme seluler dan molekuler kerja zat toksik di dalam tubuh organisme.

14
New cards

Toksikologi Regulatori

Cabang toksikologi yang bertugas menetapkan standar keamanan dan nilai ambang batas berdasarkan bukti ilmiah.

15
New cards

Toksikologi Forensik

Cabang toksikologi yang bertugas mengidentifikasi zat toksik untuk kepentingan hukum dan investigasi peradilan.

16
New cards

Toksikologi Industri/Okupasi

Cabang toksikologi yang berfokus pada kajian pajanan zat toksik (toksikan) di tempat kerja dan lingkungan industri.

17
New cards

Lima Tahap Kajian Toksikologi Lingkungan Industri

Tahapan runtut kajian meliputi: (1) Sumber & Jenis Bahan, (2) Jalur Pajanan, (3) Dosis-Respon & Risiko, (4) Dampak Kesehatan, dan (5) Pengendalian & Regulasi.

18
New cards

Jalur Pajanan Toksikan

Rute paparan zat toksik industri ke tubuh organisme yang meliputi inhalasi, dermal (kontak kulit), dan ingesti.

19
New cards

Papyrus Ebers (± 1500 SM)

Catatan tertua dari peradaban Mesir kuno yang pertama kali mendokumentasikan penggunaan zat toksik dari tumbuhan dan hewan.

20
New cards

De Materia Medica

Karya klasifikasi awal racun yang disusun oleh Dioscorides pada abad ke-1 Masehi.

21
New cards

Percival Pott (1775)

Tokoh yang mengidentifikasi kanker skrotum pada penyapu cerobong asap akibat jelaga (soot), tercatat sebagai kasus kanker akibat kerja pertama.

22
New cards

Higiene Industri (Industrial Hygiene)

Disiplin ilmu yang mulai berkembang pada awal abad ke-20 untuk mengenali dan mengendalikan bahaya kesehatan di tempat kerja.

23
New cards

Tragedi Minamata (1956–1960an)

Bencana pencemaran metil-merkuri dari limbah industri ke laut di Jepang yang merusak sistem saraf massal penduduk pesisir melalui rantai makanan.

24
New cards

Love Canal (1978)

Peristiwa pencemaran permukiman di Amerika Serikat akibat pembuangan limbah B3 industri kimia, yang memicu lahirnya regulasi Superfund (CERCLA).

25
New cards

OSHA & EPA (1970)

Badan keselamatan kerja (OSHA) dan perlindungan lingkungan hidup (EPA) yang dibentuk di Amerika Serikat sebagai respons regulasi atas berbagai insiden industri.

26
New cards

Tragedi Bhopal (1984)

Bencana kebocoran gas metil isosianat dari pabrik pestisida di India yang menewaskan ribuan orang dan memperkuat manajemen risiko industri serta ADKL global.

27
New cards

UU No. 1 Tahun 1970

Undang-Undang tentang Keselamatan Kerja yang menjadi landasan hukum K3 pertama di Indonesia, mencakup pengendalian bahaya bahan berbahaya di tempat kerja.

28
New cards

Permenaker No. 5 Tahun 2018

Peraturan Menteri Ketenagakerjaan tentang K3 Lingkungan Kerja yang menetapkan Nilai Ambang Batas (NAB) pajanan bahan kimia di tempat kerja.

29
New cards

Analisis Dampak Kesehatan Lingkungan (ADKL)

Kajian berbasis prinsip toksikologi untuk menilai risiko kesehatan dan menyusun pengendalian dalam perizinan serta pengawasan kegiatan industri.