1/14
Looks like no tags are added yet.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Q60: Apa tujuan repeatability limit (r) dan critical range CR(4) dalam pengujian proppant menurut ISO 13503-2?
A: Menilai konsistensi hasil pengukuran berulang dan menentukan apakah hasil akhir dilaporkan sebagai rata-rata dua hasil, rata-rata empat hasil, atau median empat hasil.
Q61: Apakah nilai repeatability limit r dihitung dari hasil pengujian yang sedang dilakukan?
A: Tidak. Nilai r diambil dari Table 1 pada prosedur. Nilainya bergantung pada parameter pengujian.
Q62: Bagaimana menghitung selisih absolut D dari dua hasil pengujian proppant?
A: Gunakan rumus:
D = |x₁ − x₂|
D adalah selisih absolut, sedangkan x₁ dan x₂ adalah hasil pengujian pertama dan kedua.
Q63: Bagaimana menentukan hasil akhir jika selisih absolut dua pengujian D ≤ repeatability limit r?
A: Laporkan rata-rata aritmetika dari dua hasil pengujian:
x = (x₁ + x₂)/2
Q64: Apa yang harus dilakukan jika selisih absolut dua hasil pengujian D > repeatability limit r?
A: Lakukan dua pengujian tambahan sehingga tersedia empat hasil pengujian. Selanjutnya, hitung range dan bandingkan dengan critical range CR(4).
Q65: Bagaimana menghitung range F dari empat hasil pengujian proppant?
A: Gunakan rumus:
F=xmax-xmin
Range F adalah hasil tertinggi dikurangi hasil terendah dari empat pengukuran.
Q66: Bagaimana menentukan hasil akhir jika range empat pengujian F ≤ critical range CR(4)?
A: Laporkan rata-rata aritmetika dari empat hasil pengujian:
x = (x₁ + x₂ + x3 + x4)/4
Q67: Bagaimana menentukan hasil akhir jika range empat pengujian F > critical range CR(4)?
A: Laporkan median empat hasil pengujian menggunakan rumus:
x = (x2 + x3)/2
Sebelum menghitung median, urutkan empat hasil dari terkecil hingga terbesar. X2 adalah hasil terkecil kedua dan X3 adalah hasil terkecil ketiga.
Q68: Berapa nilai repeatability limit r dan critical range CR(4) untuk pengujian in size berdasarkan Table 1?
A: r = 0,86 wt.% dan CR(4) = 1,11 wt.%.
Q69: Jika dua hasil pengujian in size adalah 12,0 dan 12,5 wt.%, bagaimana menentukan hasil akhirnya menggunakan repeatability limit r = 0,86 wt.%?
A:
1. Hitung selisih absolut: D = |12,0 − 12,5| = 0,5 wt.%.
2. Bandingkan: 0,5 ≤ 0,86 wt.%.
3. Karena memenuhi batas repeatability, hitung rata-rata: (12,0 + 12,5)/2 = 12,25 wt.%.
Hasil akhir yang dilaporkan adalah 12,25 wt.%.
Q70: Jika empat hasil pengujian in size adalah 12,0; 13,0; 12,4; dan 12,6 wt.%, bagaimana menentukan hasil akhirnya menggunakan CR(4) = 1,11 wt.%?
A:
1. Hitung range: F = 13,0 − 12,0 = 1,0 wt.%.
2. Bandingkan: 1,0 ≤ 1,11 wt.%.
3. Karena memenuhi critical range, hitung rata-rata empat hasil: (12,0 + 13,0 + 12,4 + 12,6)/4 = 12,5 wt.%.
Hasil akhir yang dilaporkan adalah 12,5 wt.%.
Q71: Jika empat hasil pengujian in size adalah 12,0; 13,4; 12,3; dan 12,5 wt.%, bagaimana menentukan hasil akhirnya menggunakan CR(4) = 1,11 wt.%?
A:
1. Hitung range: F = 13,4 − 12,0 = 1,4 wt.%.
2. Bandingkan: 1,4 > 1,11 wt.%.
3. Karena melebihi critical range, gunakan median.
4. Urutkan hasil: 12,0; 12,3; 12,5; 13,4 wt.%.
5. Hitung median: (12,3 + 12,5)/2 = 12,4 wt.%.
Hasil akhir yang dilaporkan adalah median 12,4 wt.%.
Q72: Apakah hasil yang memenuhi repeatability limit atau critical range otomatis berarti proppant memenuhi spesifikasi produk?
A: Tidak. Repeatability limit dan critical range digunakan untuk menilai konsistensi pengukuran dan menentukan hasil akhir yang dilaporkan. Kelulusan terhadap spesifikasi produk harus dievaluasi secara terpisah.
Q73: Mengapa loss on ignition dan absolute density dikecualikan dari tabel repeatability limit r dan critical range CR(4) umum?
A: Dokumen Recommended Procedure for Proppant Testing menetapkan bahwa akurasi kedua pengujian tersebut dikendalikan melalui prosedur khusus masing-masing.