1/67
Kumpulan kartu perbendaharaan kata (vocabulary flashcards) komprehensif yang memuat konsep-konsep kunci seputar sejarah perkembangan bahasa Indonesia, kedudukan dan fungsi hukumnya, karakteristik serta struktur teks akademik, dan kaidah pemakaian huruf serta penulisan kata berdasarkan pedoman ejaan resmi.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Bahasa Melayu
Akar sejarah dari bahasa Indonesia yang telah digunakan sebagai lingua franca dan sarana komunikasi antarsuku di Nusantara sejak masa Kerajaan Sriwijaya.
Prasasti Kedukan Bukit
Prasasti berangka tahun 683 Masehi yang ditemukan di Palembang, menjadi salah satu bukti tertulis penggunaan bahasa Melayu Kuno pada zaman Kerajaan Sriwijaya.
Prasasti Kota Kapur
Prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan di Bangka Barat dan berangka tahun 686 Masehi sebagai bukti penggunaan bahasa Melayu Kuno.
Prasasti Gandasuli
Prasasti kuno yang ditemukan di Jawa Tengah bertarikh tahun 832 Masehi yang membuktikan persebaran bahasa Melayu Kuno di luar Pulau Sumatra.
Kongres Bahasa Indonesia I
Pertemuan kebahasaan pertama yang diadakan di Kota Solo pada tahun 1938 untuk mengkaji dan mendorong pembinaan bahasa Indonesia.
Ejaan van Ophuijsen
Sistem ejaan bahasa Melayu berhuruf Latin yang diterbitkan pada tahun 1901, disusun oleh Charles A. van Ophuijsen dengan bantuan Engku Nawawi Gelar Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim.
Ejaan Soewandi (Ejaan Republik)
Sistem ejaan yang diresmikan pada tanggal 19 Maret 1947 oleh Mr. Raden Soewandi, menggantikan diftong "oe" menjadi "u" serta menghapus tanda apostrof.
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD 1972)
Sistem ejaan resmi yang diberlakukan sejak 17 Agustus 1972, dengan pembaruan ortografi seperti penggantian "tj" menjadi "c", "dj" menjadi "j", "j" menjadi "y", dan "nj" menjadi "ny".
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (EBI)
Pedoman ejaan yang disahkan melalui Permendikbud RI No. 50 Tahun 2015, yang menambahkan diftong "ei", memperjelas lafal huruf "e", dan mengatur penggunaan cetak tebal.
Kedudukan Bahasa Nasional
Status bahasa Indonesia yang diikrarkan pada peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, berfungsi sebagai lambang identitas nasional, lambang kebanggaan, pemersatu antarsuku, dan sarana komunikasi antarbudaya.
Kedudukan Bahasa Negara
Status yuridis bahasa Indonesia yang tercantum dalam Pasal 36 UUD 1945, berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, pengantar pendidikan, hubungan internasional, serta komunikasi media massa.
Pasal 36 UUD 1945
Pasal dalam konstitusi Republik Indonesia yang secara tegas menyatakan bahwa "Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia".
Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009
Undang-undang yang mengatur tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan untuk memberikan kepastian dan kekuatan hukum bagi penggunaan bahasa Indonesia.
Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019
Regulasi turunan yang mengatur teknis implementasi dan penegakan kewajiban penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai ranah resmi dan ruang publik.
Teks Akademik
Karya tulis ilmiah formal yang disusun melalui proses pengamatan, peninjauan, atau riset sistematis berdasarkan kaidah metodologis dan dapat dipertanggungjawabkan secara empiris.
Nominalisasi
Proses pembentukan kata benda dari kelas kata verba atau adjektiva yang umum digunakan dalam teks akademik guna memadatkan informasi secara ilmiah.
Sifat Impersonal Teks Akademik
Karakteristik teks ilmiah yang meniadakan kata ganti orang pertama (seperti "saya" atau "kami") dan lebih menonjolkan objek atau proses penelitian melalui bentuk kalimat pasif.
Teks Akademik Deskriptif
Jenis teks ilmiah yang bertujuan menggambarkan suatu objek, konsep, keadaan, atau fenomena secara terperinci dan berdasarkan informasi faktual.
Teks Akademik Eksplanatif
Jenis teks akademik yang berfokus menjelaskan proses atau hubungan kausalitas (sebab-akibat) di balik terjadinya suatu fenomena.
Teks Akademik Analitis
Jenis teks akademik yang membedah masalah dengan cara menguraikan bagian-bagian serta maknanya, disertai interpretasi berdasarkan teori dan data riset.
Teks Akademik Argumentatif
Jenis teks ilmiah yang menyajikan posisi atau opini penulis yang dibangun atas dasar pembuktian, penalaran logis, data empiris, dan rujukan teori.
Genre Makro
Format teks akademik besar yang menaungi berbagai genre kecil di dalamnya, seperti buku, skripsi, proposal penelitian, artikel jurnal, dan laporan penelitian.
Genre Mikro
Bentuk sub-teks retoris yang terdapat di dalam genre makro, mencakup deskripsi, eksplanasi, prosedur, laporan, eksposisi, dan diskusi.
Struktur Teks Akademik
Urutan bagian sistematis dalam karya ilmiah yang sekurang-kurangnya mencakup Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Metodologi, Hasil dan Pembahasan, serta Kesimpulan.
Abstrak
Komponen ringkas pada awal artikel jurnal atau laporan ilmiah yang memuat ringkasan padat mengenai latar belakang, metodologi, temuan hasil, dan kesimpulan penelitian.
EYD Edisi V
Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi Kelima, yang dijadikan pedoman mutakhir dalam mengatur pemakaian huruf, penulisan kata, tanda baca, serta penyerapan unsur bahasa.
Diftong
Gabungan dua huruf vokal yang menghasilkan satu kesatuan bunyi dalam satu suku kata, yaitu "ai", "au", "ei", dan "oi".
Huruf Miring
Bentuk huruf yang digunakan untuk menulis judul buku/karya yang dikutip, menegaskan huruf/kata, serta menuliskan kata asing atau daerah yang belum diserap secara baku.
Kata Depan "di"
Preposisi penunjuk keterangan tempat atau arah yang penulisannya wajib dipisahkan dengan spasi dari kata yang mengikutinya (contoh: "di kampus", "di atas meja").
Imbuhan "di-"
Afiks (awalan) pembentuk kata kerja pasif yang penulisannya wajib dirangkai secara serangkai menyatu dengan kata dasarnya (contoh: "dibaca", "dikerjakan").
Bahasa Melayu
Akar dari bahasa Indonesia yang berfungsi sebagai alat komunikasi sejak zaman Sriwijaya serta dikukuhkan sebagai bahasa persatuan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta.
Prasasti Kedukan Bukit
Prasasti bertarikh 683 Masehi di Palembang yang menjadi bukti autentik penggunaan bahasa Melayu Kuno pada masa Kerajaan Sriwijaya.
Prasasti Kota Kapur
Batu bertulis bertarikh 686 Masehi yang ditemukan di Bangka Barat sebagai bukti tertulis digunakannya bahasa Melayu Kuno pada zaman Sriwijaya.
Prasasti Gandasuli
Prasasti kuno yang ditemukan di Jawa Tengah bertarikh 832 Masehi yang memperlihatkan pemakaian bahasa Melayu Kuno di pulau Jawa.
Kongres Bahasa Indonesia I
Kongres kebahasaan pertama di Indonesia yang diselenggarakan di Kota Solo pada tahun 1938.
Kongres Bahasa Indonesia II
Kongres kebahasaan yang diselenggarakan di Kota Medan pada tahun 1954.
Ejaan van Ophuijsen
Ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin yang diterbitkan tahun 1901, disusun oleh Charles A. van Ophuijsen dengan dibantu oleh Engku Nawawi Gelar Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim.
Ejaan Soewandi (Ejaan Republik)
Ejaan yang disusun oleh Mr. Raden Soewandi dan diresmikan 19 Maret 1947, dengan pembaruan penggantian diftong oe menjadi u serta penyesuaian tanda apostrof dengan huruf k atau peniadaan tanda.
Ejaan Yang Disempurnakan (EYD 1972)
Ejaan yang resmi berlaku sejak 17 Agustus 1972 yang mengubah tj menjadi c, dj menjadi j, j menjadi y, nj menjadi ny, serta merinci aturan kata depan, partikel, dan huruf kapital.
Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (EBI)
Pedoman ejaan yang diresmikan tahun 2015 melalui Permendikbud RI No. 50 Tahun 2015 yang menyempurnakan EYD dengan penambahan diftong (ai, au, ei, oi), pelafalan tiga jenis e, cetak tebal, huruf kapital untuk julukan, dan tanda elipsis.
Bahasa Nasional
Kedudukan bahasa Indonesia yang diikrarkan melalui Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, yang berfungsi sebagai identitas nasional, pemersatu bangsa, dan sarana komunikasi antarbudaya.
Bahasa Negara
Kedudukan resmi bahasa Indonesia berdasarkan Pasal 36 UUD 1945 yang berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar pendidikan, hubungan internasional, karya ilmiah, dan komunikasi resmi media massa.
Pasal 36 UUD 1945
Landasan konstitusional utama yang menegaskan status yuridis bahwa bahasa negara ialah bahasa Indonesia.
Undang-Undang No. 24 Tahun 2009
Peraturan perundang-undangan Republik Indonesia yang mengatur tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.
Perpres No. 63 Tahun 2019
Peraturan Presiden yang mengatur rincian pelaksanaan ketentuan dan kewajiban penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai bidang kehidupan resmi.
Teks Akademik
Karya tulis ilmiah formal yang disusun melalui pengamatan, peninjauan, atau penelitian sistematis berdasarkan kaidah metodologis sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara empiris untuk pengembangan ilmu.
Nominalisasi
Ciri kebahasaan teks akademik berupa pengubahan verba atau adjektiva menjadi nomina untuk memadatkan informasi dan konsep ilmiah dalam teks.
Teks Deskriptif (Akademik)
Jenis teks akademik yang bertujuan menggambarkan objek, konsep, keadaan, atau fenomena secara jelas dan berbasis informasi faktual.
Teks Eksplanatif
Jenis teks akademik yang bertujuan menjelaskan jalannya suatu proses atau hubungan sebab-akibat terjadinya suatu fenomena ilmiah.
Teks Analitis
Jenis teks akademik yang membahas suatu masalah dengan menguraikan bagian-bagian, relasi, dan maknanya, serta menyajikan interpretasi berdasarkan teori dan data.
Teks Argumentatif (Akademik)
Jenis teks akademik yang memuat pandangan atau posisi penulis yang diperkuat dengan alasan, fakta, teori, dan data tanpa mencantumkan klaim kosong tanpa bukti.
Makalah Ilmiah
Bentuk karya tulis akademik yang membahas topik tertentu dengan memanfaatkan rujukan sumber teoretis, tersusun atas pendahuluan, pembahasan, penutup, dan daftar pustaka.
Artikel Jurnal
Bentuk tulisan ilmiah yang memuat ringkasan hasil penelitian atau kajian teori untuk diterbitkan kepada komunitas ilmiah sesuai panduan berkala ilmiah tertentu.
Proposal Penelitian
Karya tulis akademik berupa rancangan penelitian yang menjelaskan latar belakang, rumusan masalah, kerangka teoretis, dan rancangan metode yang akan dijalankan.
Laporan Penelitian
Teks akademik yang memuat uraian transparan mengenai keseluruhan proses pelaksanaan penelitian dari tahap pendahuluan hingga penarikan kesimpulan.
Genre Makro
Ragam wujud teks akademik dalam skala utuh dan menyeluruh, seperti buku, proposal penelitian, laporan riset, laporan praktikum, dan artikel ilmiah.
Genre Mikro
Bentuk teks bagian kecil berstruktur khusus yang terdapat di dalam genre makro, mencakup deskripsi, laporan, prosedur, eksplanasi, eksposisi, dan diskusi.
Tinjauan Pustaka
Bagian struktur teks akademik yang berisi kajian teori, konsep keilmuan, dan telaah penelitian terdahulu sebagai landasan pembahasan masalah.
Metodologi Penelitian
Bagian struktur teks akademik yang memaparkan pendekatan kerja riset, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, serta prosedur analisis data.
Hasil dan Pembahasan
Bagian inti teks akademik yang menyajikan data temuan lapangan secara objektif dan mengaitkannya secara mendalam dengan kerangka teori yang relevan.
Diftong
Gabungan dua huruf vokal (ai, au, ei, dan oi) yang diucapkan sebagai satu kesatuan bunyi vokal rangkap dalam satu suku kata.
Gabungan Huruf Konsonan
Kombinasi dua konsonan (kh, ng, ny, dan sy) yang masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan khusus dalam tata ejaan bahasa Indonesia.
Huruf Miring
Bentuk huruf yang digunakan untuk menuliskan judul karya seperti buku, majalah, atau film, menegaskan kata tertentu, serta menulis istilah asing atau daerah yang belum diserap menjadi kosakata baku.
Huruf Kapital
Huruf besar yang dipakai pada huruf pertama awal kalimat, nama diri orang, suku, bangsa, bahasa, lembaga, waktu penanggalan, geografi, serta kata utama pada judul tulisan selain kata tugas di tengah.
Kata Depan 'di'
Preposisi penunjuk keterangan tempat yang wajib ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, seperti pada contoh 'di pasar' atau 'di atas meja'.
Imbuhan 'di-'
Prefiks pembentuk kata kerja pasif yang penulisannya wajib digabung serangkai langsung dengan kata dasarnya, seperti pada contoh 'dibaca' atau 'dikerjakan'.
Kata Depan 'ke'
Preposisi yang menunjukkan arah atau tempat tujuan dan wajib ditulis secara terpisah dari kata yang mengikutinya, misalnya 'ke pasar'.
EYD Edisi Kelima (EYD Edisi V)
Pedoman ejaan bahasa Indonesia mutakhir yang mengatur kaidah resmi pemakaian huruf, penulisan kata, tanda baca, serta unsur serapan sebagai acuan penulisan akademik.