Materi Perkuliahan Bahasa Indonesia: Sejarah, Kedudukan, Teks Akademik, dan Kaidah Ejaan

0.0(0)
Studied by 0 people
call kaiCall Kai
learnLearn
examPractice Test
spaced repetitionSpaced Repetition
heart puzzleMatch
flashcardsFlashcards
GameKnowt Play
Card Sorting

1/67

flashcard set

Earn XP

Description and Tags

Kumpulan kartu perbendaharaan kata (vocabulary flashcards) komprehensif yang memuat konsep-konsep kunci seputar sejarah perkembangan bahasa Indonesia, kedudukan dan fungsi hukumnya, karakteristik serta struktur teks akademik, dan kaidah pemakaian huruf serta penulisan kata berdasarkan pedoman ejaan resmi.

Last updated 5:41 AM on 10/11/26
Name
Mastery
Learn
Test
Matching
Spaced
Call with Kai
Chat

No analytics yet

Send a link to your students to track their progress

68 Terms

1
New cards

Bahasa Melayu

Akar sejarah dari bahasa Indonesia yang telah digunakan sebagai lingua franca dan sarana komunikasi antarsuku di Nusantara sejak masa Kerajaan Sriwijaya.

2
New cards

Prasasti Kedukan Bukit

Prasasti berangka tahun 683 Masehi yang ditemukan di Palembang, menjadi salah satu bukti tertulis penggunaan bahasa Melayu Kuno pada zaman Kerajaan Sriwijaya.

3
New cards

Prasasti Kota Kapur

Prasasti peninggalan Kerajaan Sriwijaya yang ditemukan di Bangka Barat dan berangka tahun 686 Masehi sebagai bukti penggunaan bahasa Melayu Kuno.

4
New cards

Prasasti Gandasuli

Prasasti kuno yang ditemukan di Jawa Tengah bertarikh tahun 832 Masehi yang membuktikan persebaran bahasa Melayu Kuno di luar Pulau Sumatra.

5
New cards

Kongres Bahasa Indonesia I

Pertemuan kebahasaan pertama yang diadakan di Kota Solo pada tahun 1938 untuk mengkaji dan mendorong pembinaan bahasa Indonesia.

6
New cards

Ejaan van Ophuijsen

Sistem ejaan bahasa Melayu berhuruf Latin yang diterbitkan pada tahun 1901, disusun oleh Charles A. van Ophuijsen dengan bantuan Engku Nawawi Gelar Soetan Ma’moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim.

7
New cards

Ejaan Soewandi (Ejaan Republik)

Sistem ejaan yang diresmikan pada tanggal 19 Maret 1947 oleh Mr. Raden Soewandi, menggantikan diftong "oe" menjadi "u" serta menghapus tanda apostrof.

8
New cards

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD 1972)

Sistem ejaan resmi yang diberlakukan sejak 17 Agustus 1972, dengan pembaruan ortografi seperti penggantian "tj" menjadi "c", "dj" menjadi "j", "j" menjadi "y", dan "nj" menjadi "ny".

9
New cards

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (EBI)

Pedoman ejaan yang disahkan melalui Permendikbud RI No. 50 Tahun 2015, yang menambahkan diftong "ei", memperjelas lafal huruf "e", dan mengatur penggunaan cetak tebal.

10
New cards

Kedudukan Bahasa Nasional

Status bahasa Indonesia yang diikrarkan pada peristiwa Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, berfungsi sebagai lambang identitas nasional, lambang kebanggaan, pemersatu antarsuku, dan sarana komunikasi antarbudaya.

11
New cards

Kedudukan Bahasa Negara

Status yuridis bahasa Indonesia yang tercantum dalam Pasal 36 UUD 1945, berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, pengantar pendidikan, hubungan internasional, serta komunikasi media massa.

12
New cards

Pasal 36 UUD 1945

Pasal dalam konstitusi Republik Indonesia yang secara tegas menyatakan bahwa "Bahasa Negara ialah Bahasa Indonesia".

13
New cards

Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2009

Undang-undang yang mengatur tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan untuk memberikan kepastian dan kekuatan hukum bagi penggunaan bahasa Indonesia.

14
New cards

Peraturan Presiden Nomor 63 Tahun 2019

Regulasi turunan yang mengatur teknis implementasi dan penegakan kewajiban penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai ranah resmi dan ruang publik.

15
New cards

Teks Akademik

Karya tulis ilmiah formal yang disusun melalui proses pengamatan, peninjauan, atau riset sistematis berdasarkan kaidah metodologis dan dapat dipertanggungjawabkan secara empiris.

16
New cards

Nominalisasi

Proses pembentukan kata benda dari kelas kata verba atau adjektiva yang umum digunakan dalam teks akademik guna memadatkan informasi secara ilmiah.

17
New cards

Sifat Impersonal Teks Akademik

Karakteristik teks ilmiah yang meniadakan kata ganti orang pertama (seperti "saya" atau "kami") dan lebih menonjolkan objek atau proses penelitian melalui bentuk kalimat pasif.

18
New cards

Teks Akademik Deskriptif

Jenis teks ilmiah yang bertujuan menggambarkan suatu objek, konsep, keadaan, atau fenomena secara terperinci dan berdasarkan informasi faktual.

19
New cards

Teks Akademik Eksplanatif

Jenis teks akademik yang berfokus menjelaskan proses atau hubungan kausalitas (sebab-akibat) di balik terjadinya suatu fenomena.

20
New cards

Teks Akademik Analitis

Jenis teks akademik yang membedah masalah dengan cara menguraikan bagian-bagian serta maknanya, disertai interpretasi berdasarkan teori dan data riset.

21
New cards

Teks Akademik Argumentatif

Jenis teks ilmiah yang menyajikan posisi atau opini penulis yang dibangun atas dasar pembuktian, penalaran logis, data empiris, dan rujukan teori.

22
New cards

Genre Makro

Format teks akademik besar yang menaungi berbagai genre kecil di dalamnya, seperti buku, skripsi, proposal penelitian, artikel jurnal, dan laporan penelitian.

23
New cards

Genre Mikro

Bentuk sub-teks retoris yang terdapat di dalam genre makro, mencakup deskripsi, eksplanasi, prosedur, laporan, eksposisi, dan diskusi.

24
New cards

Struktur Teks Akademik

Urutan bagian sistematis dalam karya ilmiah yang sekurang-kurangnya mencakup Pendahuluan, Tinjauan Pustaka, Metodologi, Hasil dan Pembahasan, serta Kesimpulan.

25
New cards

Abstrak

Komponen ringkas pada awal artikel jurnal atau laporan ilmiah yang memuat ringkasan padat mengenai latar belakang, metodologi, temuan hasil, dan kesimpulan penelitian.

26
New cards

EYD Edisi V

Ejaan Bahasa Indonesia yang Disempurnakan Edisi Kelima, yang dijadikan pedoman mutakhir dalam mengatur pemakaian huruf, penulisan kata, tanda baca, serta penyerapan unsur bahasa.

27
New cards

Diftong

Gabungan dua huruf vokal yang menghasilkan satu kesatuan bunyi dalam satu suku kata, yaitu "ai", "au", "ei", dan "oi".

28
New cards

Huruf Miring

Bentuk huruf yang digunakan untuk menulis judul buku/karya yang dikutip, menegaskan huruf/kata, serta menuliskan kata asing atau daerah yang belum diserap secara baku.

29
New cards

Kata Depan "di"

Preposisi penunjuk keterangan tempat atau arah yang penulisannya wajib dipisahkan dengan spasi dari kata yang mengikutinya (contoh: "di kampus", "di atas meja").

30
New cards

Imbuhan "di-"

Afiks (awalan) pembentuk kata kerja pasif yang penulisannya wajib dirangkai secara serangkai menyatu dengan kata dasarnya (contoh: "dibaca", "dikerjakan").

31
New cards

Bahasa Melayu

Akar dari bahasa Indonesia yang berfungsi sebagai alat komunikasi sejak zaman Sriwijaya serta dikukuhkan sebagai bahasa persatuan dalam Sumpah Pemuda tanggal 28 Oktober 1928 di Jakarta.

32
New cards

Prasasti Kedukan Bukit

Prasasti bertarikh 683 Masehi di Palembang yang menjadi bukti autentik penggunaan bahasa Melayu Kuno pada masa Kerajaan Sriwijaya.

33
New cards

Prasasti Kota Kapur

Batu bertulis bertarikh 686 Masehi yang ditemukan di Bangka Barat sebagai bukti tertulis digunakannya bahasa Melayu Kuno pada zaman Sriwijaya.

34
New cards

Prasasti Gandasuli

Prasasti kuno yang ditemukan di Jawa Tengah bertarikh 832 Masehi yang memperlihatkan pemakaian bahasa Melayu Kuno di pulau Jawa.

35
New cards

Kongres Bahasa Indonesia I

Kongres kebahasaan pertama di Indonesia yang diselenggarakan di Kota Solo pada tahun 1938.

36
New cards

Kongres Bahasa Indonesia II

Kongres kebahasaan yang diselenggarakan di Kota Medan pada tahun 1954.

37
New cards

Ejaan van Ophuijsen

Ejaan bahasa Melayu dengan huruf Latin yang diterbitkan tahun 1901, disusun oleh Charles A. van Ophuijsen dengan dibantu oleh Engku Nawawi Gelar Soetan Ma'moer dan Moehammad Taib Soetan Ibrahim.

38
New cards

Ejaan Soewandi (Ejaan Republik)

Ejaan yang disusun oleh Mr. Raden Soewandi dan diresmikan 19 Maret 1947, dengan pembaruan penggantian diftong oe menjadi u serta penyesuaian tanda apostrof dengan huruf k atau peniadaan tanda.

39
New cards

Ejaan Yang Disempurnakan (EYD 1972)

Ejaan yang resmi berlaku sejak 17 Agustus 1972 yang mengubah tj menjadi c, dj menjadi j, j menjadi y, nj menjadi ny, serta merinci aturan kata depan, partikel, dan huruf kapital.

40
New cards

Pedoman Umum Ejaan Bahasa Indonesia (EBI)

Pedoman ejaan yang diresmikan tahun 2015 melalui Permendikbud RI No. 50 Tahun 2015 yang menyempurnakan EYD dengan penambahan diftong (ai, au, ei, oi), pelafalan tiga jenis e, cetak tebal, huruf kapital untuk julukan, dan tanda elipsis.

41
New cards

Bahasa Nasional

Kedudukan bahasa Indonesia yang diikrarkan melalui Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928, yang berfungsi sebagai identitas nasional, pemersatu bangsa, dan sarana komunikasi antarbudaya.

42
New cards

Bahasa Negara

Kedudukan resmi bahasa Indonesia berdasarkan Pasal 36 UUD 1945 yang berfungsi sebagai bahasa resmi kenegaraan, bahasa pengantar pendidikan, hubungan internasional, karya ilmiah, dan komunikasi resmi media massa.

43
New cards

Pasal 36 UUD 1945

Landasan konstitusional utama yang menegaskan status yuridis bahwa bahasa negara ialah bahasa Indonesia.

44
New cards

Undang-Undang No. 24 Tahun 2009

Peraturan perundang-undangan Republik Indonesia yang mengatur tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu Kebangsaan.

45
New cards

Perpres No. 63 Tahun 2019

Peraturan Presiden yang mengatur rincian pelaksanaan ketentuan dan kewajiban penggunaan bahasa Indonesia dalam berbagai bidang kehidupan resmi.

46
New cards

Teks Akademik

Karya tulis ilmiah formal yang disusun melalui pengamatan, peninjauan, atau penelitian sistematis berdasarkan kaidah metodologis sehingga dapat dipertanggungjawabkan secara empiris untuk pengembangan ilmu.

47
New cards

Nominalisasi

Ciri kebahasaan teks akademik berupa pengubahan verba atau adjektiva menjadi nomina untuk memadatkan informasi dan konsep ilmiah dalam teks.

48
New cards

Teks Deskriptif (Akademik)

Jenis teks akademik yang bertujuan menggambarkan objek, konsep, keadaan, atau fenomena secara jelas dan berbasis informasi faktual.

49
New cards

Teks Eksplanatif

Jenis teks akademik yang bertujuan menjelaskan jalannya suatu proses atau hubungan sebab-akibat terjadinya suatu fenomena ilmiah.

50
New cards

Teks Analitis

Jenis teks akademik yang membahas suatu masalah dengan menguraikan bagian-bagian, relasi, dan maknanya, serta menyajikan interpretasi berdasarkan teori dan data.

51
New cards

Teks Argumentatif (Akademik)

Jenis teks akademik yang memuat pandangan atau posisi penulis yang diperkuat dengan alasan, fakta, teori, dan data tanpa mencantumkan klaim kosong tanpa bukti.

52
New cards

Makalah Ilmiah

Bentuk karya tulis akademik yang membahas topik tertentu dengan memanfaatkan rujukan sumber teoretis, tersusun atas pendahuluan, pembahasan, penutup, dan daftar pustaka.

53
New cards

Artikel Jurnal

Bentuk tulisan ilmiah yang memuat ringkasan hasil penelitian atau kajian teori untuk diterbitkan kepada komunitas ilmiah sesuai panduan berkala ilmiah tertentu.

54
New cards

Proposal Penelitian

Karya tulis akademik berupa rancangan penelitian yang menjelaskan latar belakang, rumusan masalah, kerangka teoretis, dan rancangan metode yang akan dijalankan.

55
New cards

Laporan Penelitian

Teks akademik yang memuat uraian transparan mengenai keseluruhan proses pelaksanaan penelitian dari tahap pendahuluan hingga penarikan kesimpulan.

56
New cards

Genre Makro

Ragam wujud teks akademik dalam skala utuh dan menyeluruh, seperti buku, proposal penelitian, laporan riset, laporan praktikum, dan artikel ilmiah.

57
New cards

Genre Mikro

Bentuk teks bagian kecil berstruktur khusus yang terdapat di dalam genre makro, mencakup deskripsi, laporan, prosedur, eksplanasi, eksposisi, dan diskusi.

58
New cards

Tinjauan Pustaka

Bagian struktur teks akademik yang berisi kajian teori, konsep keilmuan, dan telaah penelitian terdahulu sebagai landasan pembahasan masalah.

59
New cards

Metodologi Penelitian

Bagian struktur teks akademik yang memaparkan pendekatan kerja riset, teknik pengumpulan data, instrumen penelitian, serta prosedur analisis data.

60
New cards

Hasil dan Pembahasan

Bagian inti teks akademik yang menyajikan data temuan lapangan secara objektif dan mengaitkannya secara mendalam dengan kerangka teori yang relevan.

61
New cards

Diftong

Gabungan dua huruf vokal (ai, au, ei, dan oi) yang diucapkan sebagai satu kesatuan bunyi vokal rangkap dalam satu suku kata.

62
New cards

Gabungan Huruf Konsonan

Kombinasi dua konsonan (kh, ng, ny, dan sy) yang masing-masing melambangkan satu bunyi konsonan khusus dalam tata ejaan bahasa Indonesia.

63
New cards

Huruf Miring

Bentuk huruf yang digunakan untuk menuliskan judul karya seperti buku, majalah, atau film, menegaskan kata tertentu, serta menulis istilah asing atau daerah yang belum diserap menjadi kosakata baku.

64
New cards

Huruf Kapital

Huruf besar yang dipakai pada huruf pertama awal kalimat, nama diri orang, suku, bangsa, bahasa, lembaga, waktu penanggalan, geografi, serta kata utama pada judul tulisan selain kata tugas di tengah.

65
New cards

Kata Depan 'di'

Preposisi penunjuk keterangan tempat yang wajib ditulis terpisah dari kata yang mengikutinya, seperti pada contoh 'di pasar' atau 'di atas meja'.

66
New cards

Imbuhan 'di-'

Prefiks pembentuk kata kerja pasif yang penulisannya wajib digabung serangkai langsung dengan kata dasarnya, seperti pada contoh 'dibaca' atau 'dikerjakan'.

67
New cards

Kata Depan 'ke'

Preposisi yang menunjukkan arah atau tempat tujuan dan wajib ditulis secara terpisah dari kata yang mengikutinya, misalnya 'ke pasar'.

68
New cards

EYD Edisi Kelima (EYD Edisi V)

Pedoman ejaan bahasa Indonesia mutakhir yang mengatur kaidah resmi pemakaian huruf, penulisan kata, tanda baca, serta unsur serapan sebagai acuan penulisan akademik.