Hafalan Golongan Obat Antivirus dan Antiretroviral

0.0(0)
Studied by 0 people
call kaiCall Kai
learnLearn
examPractice Test
spaced repetitionSpaced Repetition
heart puzzleMatch
flashcardsFlashcards
GameKnowt Play
Card Sorting

1/17

flashcard set

Earn XP

Description and Tags

Flashcard kosakata komprehensif mengenai golongan obat antivirus dan antiretroviral, mekanisme kerja spesifik, serta contoh obat berdasarkan catatan log book farmakologi.

18 Terms

1
New cards

Antiretroviral - NRTI (Analog Nukleosida)

Golongan obat antiretroviral yang bekerja dengan menghambat enzim reverse transcriptase secara kompetitif sebagai analog nukleosida. Contoh obatnya adalah Zidovudin, Lamivudin, Abacavir, Stavudine, dan Emtricitabine.

2
New cards

Antiretroviral - NRTI (Analog Nukleotida)

Golongan obat antiretroviral yang bekerja menghambat enzim reverse transcriptase secara kompetitif sebagai analog nukleotida. Contoh obatnya adalah Tenofovir Disoproxil Fumarat (TDF) dan Tenofovir Alafenamide (TAF).

3
New cards

Antiretroviral - NNRTI

Golongan obat antiretroviral yang bekerja menghambat reverse transcriptase secara nonkompetitif (alosterik) →\rightarrow mengubah konformasinya →\rightarrow enzim tidak bisa bekerja. Contoh obatnya meliputi Nevirapin, Efavirenz, dan Etravirine.

4
New cards

Antiretroviral-Integrase Inhibitors (INSTIs)

Golongan obat antiretroviral dengan mekanisme menghambat enzim integrase →\rightarrow menghalangi penyatuan DNA HIV ke genom sel inang. Contoh obatnya adalah Dolutegravir.

5
New cards

Antiretroviral-Protease Inhibitor

Golongan obat antiretroviral yang bekerja menghambat enzim protease HIV sehingga virion tidak matang. Contoh obatnya meliputi Ritonavir dan Lopinavir.

6
New cards

Antiinfluenza-Neuraminidase Inhibitor

Golongan obat antiinfluenza yang bekerja menghambat enzim neuraminidase sehingga mencegah pelepasan virus influenza baru. Contoh obatnya adalah Oseltamivir.

7
New cards

Antivirus Hepatitis B-NRTI

Golongan obat hepatitis B yang bekerja menghambat reverse transcriptase virus HBV. Contoh obatnya meliputi Entecavir, Lamivudin, Adefovir, dan Tenofovir Disoproxil Fumarat.

8
New cards

Antivirus Hepatitis B-Interferon

Golongan obat hepatitis B yang bekerja menghambat replikasi virus dan meningkatkan respon imun. Contoh obatnya meliputi Interferon alfa-2a dan Pegylated Interferon alfa-2a.

9
New cards

Antivirus Hepatitis C-Direct Acting Antivirus (DAAS)

Golongan obat hepatitis C yang bekerja dengan menghambat replikasi virus. Contoh obatnya meliputi Sofosbuvir dan Velpatasfir.

10
New cards

Antihepes – Analog Nukleosida

Golongan obat antiherpes yang bekerja menghambat DNA polimerase virus. Contoh obatnya meliputi Acyclovir, Valacyclovir, dan Valganciclovir.

11
New cards

Antivirus imunomodulator

Golongan obat antivirus yang mekanisme kerjanya adalah meningkatkan respon imun. Contoh obatnya adalah Methisoprinol dan Isoprinosine.

12
New cards

Dolutegravir

Obat antiretroviral golongan Integrase Inhibitors (INSTIs) yang menghalangi penyatuan DNA HIV ke genom sel inang dengan menghambat enzim integrase.

13
New cards

Oseltamivir

Obat golongan Antiinfluenza-Neuraminidase Inhibitor yang bekerja menghambat enzim neuraminidase guna mencegah pelepasan virus influenza baru.

14
New cards

Ritonavir dan Lopinavir

Obat golongan Antiretroviral-Protease Inhibitor yang berfungsi menghambat enzim protease HIV sehingga virion tidak mengalami pematangan.

15
New cards

Sofosbuvir dan Velpatasfir

Obat golongan Antivirus Hepatitis C-Direct Acting Antivirus (DAAS) yang bekerja menghambat proses replikasi virus hepatitis C.

16
New cards

Methisoprinol dan Isoprinosine

Obat golongan antivirus imunomodulator yang memiliki mekanisme kerja utama meningkatkan respon imun tubuh.

17
New cards

Acyclovir, Valacyclovir, dan Valganciclovir

Obat-obat golongan Antihepes – Analog Nukleosida yang bekerja secara spesifik menghambat enzim DNA polimerase virus.

18
New cards

Nevirapin, Efavirenz, dan Etravirine

Obat-obat golongan Antiretroviral - NNRTI yang menghambat reverse transcriptase secara nonkompetitif pada sisi alosterik sehingga enzim tidak berfungsi.