1/26
Kumpulan kartu kilat istilah dasar Kimia Dasar 1 materi Reaksi Kimia (Bagian 2) meliputi sifat larutan berair, reaksi pengendapan, reaksi asam-basa, reaksi redoks, titrasi, dan hukum-hukum gas ideal.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Larutan Berair
Larutan yang terbentuk saat solut atau partikel terlarut (molekul atau ion) dilarutkan dalam pelarut air.
Larutan Elektrolit
Larutan yang dapat menghantarkan arus listrik karena mengandung ion terlarut yang bergerak bebas membawa muatan listrik.

Skema Klasifikasi Solut
Pengelompokan zat terlarut berdasarkan kemampuannya menghasilkan ion dalam air menjadi nonelektrolit dan elektrolit (kuat atau lemah).

Uji Konduktivitas Elektrolit
Pengujian daya hantar listrik larutan berair yang ditunjukkan oleh nyala lampu: (a) tidak menyala/sangat sedikit ion, (b) terang/konsentrasi ion tinggi, dan (c) redup/konsentrasi ion kecil.
Disosiasi
Pemisahan satu entitas menjadi dua atau lebih entitas, seperti terdisosiasinya senyawa ionik sempurna dalam air (contoh: MgCl2(aq)→Mg(aq)2++2Cl(aq)−).
Ionisasi
Proses menghasilkan satu atau lebih ion di mana senyawa molekul (yang tidak memiliki ion) bereaksi dengan air untuk menghasilkan ion (contoh: CH3COOH(aq)+H2O(l)⇌H3O(aq)++CH3COO(aq)−).
Reaksi Pengendapan
Reaksi yang terjadi ketika kation dan anion dalam larutan bergabung membentuk padatan tak larut (endapan).
Ion Penonton (Spectator Ions)
Ion-ion dalam larutan yang tidak ikut bereaksi atau tidak mengalami perubahan selama reaksi kimia berlangsung.
Persamaan Ionik Bersih
Persamaan kimia yang hanya menyertakan partikel-partikel (ion atau molekul) yang secara langsung berpartisipasi dalam reaksi.
Asam Arrhenius
Zat yang menghasilkan ion H+ dalam air.
Basa Arrhenius
Zat yang menghasilkan ion OH− dalam air.
Asam Brønsted–Lowry
Spesies kimia yang bertindak sebagai donor proton (H+).
Basa Brønsted–Lowry
Spesies kimia yang bertindak sebagai akseptor proton (H+).
Reaksi Netralisasi
Reaksi antara asam dan basa yang bereaksi membentuk garam dan air.
Oksidasi (Definisi Modern)
Proses kimia yang ditandai dengan kenaikan bilangan oksidasi akibat kehilangan/pelepasan elektron.
Reduksi (Definisi Modern)
Proses kimia yang ditandai dengan penurunan bilangan oksidasi akibat penerimaan/penangkapan elektron.
Reduktor
Spesies yang mengalami oksidasi dan memberikan elektron kepada spesies lain dalam reaksi redoks.
Oksidator
Spesies yang mengalami reduksi dan menerima elektron dari spesies lain dalam reaksi redoks.
Reaksi Disproporsionasi
Reaksi redoks di mana satu zat yang sama mengalami reaksi oksidasi dan reduksi secara bersamaan.
Titrasi
Reaksi penambahan suatu pereaksi (titran) ke dalam pereaksi lain (titrat) tetes demi tetes hingga kedua pereaksi secara stoikiometri sama.
Titik Ekuivalen
Kondisi dalam titrasi di mana kedua reaktan tepat saling menghabiskan secara stoikiometri.
Standardisasi
Proses penentuan konsentrasi suatu larutan secara akurat (hingga 3-4 angka penting) dengan mereaksikannya terhadap zat standar murni (bahan primer).
Hukum Boyle
Hukum gas yang menyatakan bahwa untuk jumlah gas tertentu pada suhu konstan, volume gas berbanding terbalik dengan tekanan gas (PV=k).
Hukum Charles
Hukum gas yang menyatakan bahwa volume sejumlah gas tertentu pada tekanan konstan berbanding lurus dengan suhu Kelvin/mutlak (TV=k).
Hukum Gay-Lussac
Hukum gas yang menyatakan bahwa untuk jumlah gas tertentu pada volume konstan, tekanan gas berbanding lurus dengan suhu Kelvin/mutlak (TP=k).
Hukum Avogadro
Hukum gas yang menyatakan bahwa pada suhu dan tekanan tetap, volume gas berbanding lurus dengan jumlah mol gas (nV=k).
Persamaan Gas Ideal
Persamaan yang menggabungkan hukum-hukum gas sederhana, dirumuskan sebagai PV=nRT, di mana R=0,08206L⋅atm⋅mol−1⋅K−1.