1/44
Kumpulan kartu kilat kosa kata mencakup konsep-konsep kunci, teori, skala, dan istilah dari empat tes psikologi utama: EPPS, 16PF, Papikostik, dan DISC.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
EPPS (Edwards Personal Preference Schedule)
Tes kepribadian terstruktur yang diciptakan oleh Edwards berdasarkan teori kebutuhan (need) Henry Murray untuk mengukur pilihan atau preferensi pribadi individu.
Need (Murray)
Konstruk abstrak dan hipotetis di otak yang menimbulkan serta mempertahankan tingkah laku sampai situasi organisme-lingkungan berubah, berkaitan dengan perhatian selektif dan tindakan instrumental untuk mencapai kepuasan.
Press (Murray)
Daya-daya atau penekanan yang berasal dari lingkungan yang mempengaruhi tingkah laku individu.
Regnancy
Konsep Murray yang menyatakan bahwa aspek fisiologis dan psikologis ada bersama dan menunjukkan fungsi yang berkaitan secara timbal balik, dengan otak sebagai lokus kepribadian.
Prepotency (EPPS)
Hubungan antar-need di mana need yang lebih kuat memiliki pengaruh yang lebih dominan terhadap tingkah laku individu.
Fusion (EPPS)
Hubungan di mana dua atau lebih need yang sama kuat bergabung dan terungkap dalam suatu tingkah laku yang sama.
Subsidiary (EPPS)
Hubungan di mana suatu need didukung oleh need lain yang lebih lemah dalam mengungkapkan suatu tingkah laku tertentu.
Conflict (EPPS)
Kondisi ketika dua atau lebih need yang sama kuat muncul pada saat bersamaan dengan arah sasaran yang bertentangan, sehingga individu tidak dapat memilih.
Forced Choice (EPPS)
Karakteristik tes EPPS di mana responden diwajibkan memilih salah satu dari dua pilihan pernyataan pada setiap nomor tanpa boleh mengosongkan atau memilih keduanya.
Skala Ipsative (EPPS)
Sifat pengukuran tes EPPS di mana skor total untuk keseluruhan need selalu tetap (210), sehingga peningkatan skor pada satu need akan menurunkan skor pada need lainnya.
Disguised Item (EPPS)
Karakteristik aitem tes EPPS berupa gambaran tingkah laku yang merupakan ungkapan terselubung dari need yang diukur.
Konsistensi (EPPS)
Kemantapan jawaban subjek yang diukur dengan membandingkan 15 pasang nomor item searah; skor 0−9 menunjukkan tidak konsisten (goyah), 10−13 konsisten fleksibel, dan 14−15 konsisten cenderung kaku.
Pengelompokan Need Maskulin dan Feminin (EPPS)
Pengelompokan need menurut Murray dalam Edwards; Maskulin mencakup Achievement, Autonomy, Dominance, Endurance, dan Aggression, sedangkan Feminin mencakup Deference, Order, Affiliation, Intraception, Succorance, Abasement, Nurturance, Change, dan Heterosexual.
Trait (Cattell)
Kemampuan atau karakteristik yang mendasari konsistensi tingkah laku seseorang.
Unique Trait vs Common Trait
Unique trait adalah trait yang hanya dimiliki oleh satu individu khusus, sedangkan Common trait adalah trait yang dimiliki oleh semua orang dalam satu kelompok dengan derajat yang bervariasi dari waktu ke waktu.
Surface Trait vs Source Trait
Surface trait adalah karakteristik luar yang dapat diobservasi dan diukur langsung, sedangkan Source trait adalah dasar struktur kepribadian individu yang menjadi penyebab tingkah laku (diukur dalam 16PF).
Constitutional Trait vs Environmental Mold Trait
Constitutional trait adalah trait yang ditentukan secara genetik, sedangkan Environmental Mold trait adalah trait yang ditentukan oleh pengalaman dan lingkungan.
Ability Trait
Jenis trait yang menentukan keefektifan usaha seseorang dalam mencapai tujuan, seperti inteligensi.
Temperament Trait
Source trait yang bersifat genetik yang menentukan emosionalitas seseorang.
Dynamic Trait
Motivational trait yang mendorong individu bergerak ke arah tujuan, terdiri dari Ergs, Meta Ergs, dan predisposisi motivasional.
Erg
Faktor motivasi bawaan yang menghasilkan perubahan persepsi dan tingkah laku.
Meta Erg
Faktor motivasi hasil proses belajar yang menghasilkan perkembangan perasaan (sentiments) dan sikap (attitudes).
Formula Dinamika Tingkah Laku Cattell
Persamaan R=f(P,S) di mana reaksi (R) merupakan fungsi dari kepribadian (P) dan situasi (S), dengan hasil prediksi berupa probabilitas.
L-Data (Life Record)
Sumber informasi kepribadian Cattell mengenai kehidupan sehari-hari individu yang diperoleh melalui anamnesa dan observasi.
Q-Data (Questionnaire Data)
Sumber informasi kepribadian Cattell mengenai berbagai karakteristik yang diperoleh melalui penilaian individu terhadap dirinya sendiri via kuesioner.
T-Data (Test Data)
Sumber informasi kepribadian Cattell yang diperoleh melalui pengukuran objektif yang kemudian dianalisis.
Motivational Distortion (MD)
Indikator pada 16PF yang berguna untuk memeriksa sejauh mana subjek mengerjakan tes secara sungguh-sungguh, jujur, dan bebas dari gangguan atau kepura-puraan.
Tes Papikostik
Alat psikologi untuk mengetahui kepribadian seseorang dalam setting kerja, terdiri dari 7 bagian pokok yang diuraikan menjadi 20 komponen berisikan Need (kebutuhan) dan Role (peran).
Need vs Role (Papikostik)
Need adalah kebutuhan internal dalam bekerja, sedangkan Role adalah peran yang ditampilkan yang menunjukkan interaksi individu dengan lingkungan kerjanya.
Work Direction (Papikostik)
Area pokok Papikostik mengenai pengarahan energi pada waktu bekerja ke arah tujuan, terdiri dari komponen N (Need to finish a task), G (Role of hard intense worker), dan A (Need to achieve).
Need to Finish a Task (N - Papikostik)
Dorongan dan ketabahan untuk bertahan melakukan pekerjaan yang sudah dimulai serta perasaan tidak nyaman jika tidak menyelesaikan tugas.
Role of Hard Intense Worker (G - Papikostik)
Kecenderungan memandang kerja sebagai bagian dari diri dan menerima peran untuk bekerja secara intensif dengan usaha yang sangat keras.
Ease in Decision Making (I - Papikostik)
Kemudahan dalam membuat keputusan untuk kelompok dan kesediaan untuk menerima akibat dari keputusan yang dibuat.
Social Extension (S - Papikostik)
Kecenderungan interaksi sosial yang luas, ramah, percaya diri saat bertemu orang lain, serta menyadari dan menikmati ikatan sosial.
Theoretical Type (R - Papikostik)
Gaya kerja yang menyukai pemikiran analitis, konseptual, dan mengolah hal-hal abstrak dibanding melakukan tindakan fisik langsung.
Emotional Restraint (E - Papikostik)
Derajat kontrol dari luar terhadap pengungkapan perasaan, di mana individu bertindak disiplin dan tidak menyukai pengungkapan perasaan secara terbuka.
Need to Support Authority (F - Papikostik)
Kebutuhan untuk mengidentifikasi diri dengan figur otoritas, patuh, dan menyesuaikan diri dengan struktur hirarkis.
Tes DISC
Instrumen asesmen kepribadian berdasarkan 4 tipe perilaku (Dominance, Influence, Steadiness, Compliance) yang dikelompokkan dalam sumbu Outgoing vs Reserved dan Task vs People.
Tipe Dominance (D - DISC)
Tipe kepribadian berorientasi tugas (Task) dan aktif (Outgoing), dimotivasi oleh kompetisi dan kesuksesan, serta dicirikan oleh sikap tegas, langsung (direct), berkemauan keras, dan mau mengambil risiko.
Tipe Influence (I - DISC)
Tipe kepribadian berorientasi orang (People) dan aktif (Outgoing), dimotivasi oleh pengakuan sosial dan hubungan kelompok, serta dicirikan oleh antusiasme, optimisme, dan kemampuan memengaruhi orang lain.
Tipe Steadiness (S - DISC)
Tipe kepribadian berorientasi orang (People) dan pasif (Reserved), dimotivasi oleh kerja sama dan stabilitas, serta dicirikan oleh sikap tenang, sabar, loyal, konsisten, dan senang membantu.
Tipe Compliance (C - DISC)
Tipe kepribadian berorientasi tugas/proses (Task) dan pasif (Reserved), dimotivasi oleh keahlian dan kualitas kerja, serta dicirikan oleh ketelitian, akurasi, logika, dan pendekatan sistematis.
Grafik MOST (DISC)
Grafik M (Public Self / Mask) yang merefleksikan gambaran persepsi individu tentang bagaimana orang lain mengharapkannya bertindak dalam lingkungan tertentu.
Grafik LEAST (DISC)
Grafik L (Private Self / Core) yang mempresentasikan kepribadian atau respon alami individu saat menghadapi situasi stres/tekanan berdasarkan pengalaman masa lalu.
Grafik CHANGE (DISC)
Grafik Perceived Self / Mirror yang diperoleh dari selisih MOST−LEAST, menggambarkan kesadaran diri (self-identity) serta pola perilaku individu di sebagian besar situasi.