Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia

0.0(0)
Studied by 0 people
call kaiCall Kai
learnLearn
examPractice Test
spaced repetitionSpaced Repetition
heart puzzleMatch
flashcardsFlashcards
GameKnowt Play
Card Sorting

1/56

encourage image

There's no tags or description

Looks like no tags are added yet.

Last updated 2:53 AM on 9/30/26
Name
Mastery
Learn
Test
Matching
Spaced
Call with Kai
Chat

No analytics yet

Send a link to your students to track their progress

57 Terms

1
New cards

Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia

Jatuhnya Konstantinopel, kekayaan rempah-rempah, semangat 3G (Gold, Glory, Gospel), dan kemajuan teknologi pelayaran.

2
New cards

Urutan Kedatangan Bangsa Eropa

Portugis → Spanyol → Belanda → Inggris

3
New cards

Pengertian Merkantilisme

Sistem ekonomi yang menganggap kekayaan negara ditentukan oleh banyaknya emas dan perak serta perdagangan yang menguntungkan.

4
New cards

Tujuan Merkantilisme

Memperbesar kekayaan dan kekuasaan negara melalui perdagangan.

5
New cards

Dampak Merkantilisme

Mendorong negara-negara Eropa mencari daerah penghasil komoditas dan wilayah jajahan.

6
New cards

Latar Belakang Berdirinya VOC

Persaingan antarpedagang Belanda, harga rempah tidak stabil, dan menghadapi Portugis serta Spanyol.

7
New cards

Tahun Berdirinya VOC

1602, setelah pemerintah Belanda menggabungkan perusahaan-perusahaan dagang.

8
New cards

Tujuan VOC

Menghindari persaingan antarpedagang Belanda, memperkuat posisi menghadapi bangsa Eropa lain, menguasai perdagangan rempah-rempah, dan mendapat keuntungan sebesar-besarnya.

9
New cards

Pengertian Hak Octroi

Hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah Belanda kepada VOC.

10
New cards

Hak-hak Istimewa (Hak Octroi) VOC

Monopoli perdagangan, membuat perjanjian dengan kerajaan, mencetak uang, memiliki tentara, mendirikan benteng, menyatakan perang dan damai, serta mengangkat pegawai pemerintahan.

11
New cards

Kedudukan VOC

VOC digambarkan seperti negara dalam negara karena memiliki hak istimewa yang sangat luas.

12
New cards

Penyebab VOC Dibubarkan (1799)

Korupsi, biaya perang sangat besar, penyelewengan pegawai, utang menumpuk, administrasi buruk, dan keuntungan perdagangan menurun.

13
New cards

Pelayaran Hongi

Patroli perahu di Maluku untuk mengawasi rakyat agar tidak menjual rempah ke pihak lain guna mempertahankan monopoli VOC.

14
New cards

Ekstirpasi

Penebangan atau pemusnahan tanaman rempah-rempah oleh VOC untuk menjaga agar produksi tidak berlebihan dan harga tetap tinggi.

15
New cards

Devide et Impera (Politik Adu Domba)

Memanfaatkan perselisihan antarkerajaan atau antarkelompok untuk melemahkan mereka, kemudian memperluas kekuasaan (Contoh: VOC memanfaatkan konflik internal kerajaan-kerajaan di Nusantara).

16
New cards

Tokoh Utama Perlawanan Makassar / Gowa-Tallo

Sultan Hasanuddin yang menentang monopoli VOC. Ia terdesak setelah VOC bekerja sama dengan Arung Palakka dari Bone hingga menandatangani Perjanjian Bongaya (1667).

17
New cards

Isi Penting Perjanjian Bongaya

Gowa mengakui kekuasaan VOC, VOC memonopoli perdagangan, Gowa melepaskan wilayah kekuasaannya, membayar biaya perang, dan pedagang asing selain VOC harus meninggalkan Makassar.

18
New cards

Perlawanan Mataram terhadap VOC (Sultan Agung)

Sultan Agung menyerang Batavia pada tahun 1628 dan 1629.

19
New cards

Penyebab Gagalnya Serangan Mataram ke Batavia

Jarak sangat jauh, persediaan makanan kurang, banyak pasukan sakit, benteng VOC kuat, dan lumbung makanan dihancurkan.

20
New cards

Penyebab Kegagalan Perlawanan Rakyat Indonesia

Perlawanan masih bersifat kedaerahan, Belum ada persatuan nasional, persenjataan kalah modern, belanda memiliki sumber daya dan teknologi militer yang lebih kuat.

21
New cards

Hak Tawan Karang

Hak Tawan Karang adalah hak kerajaan-kerajaan di Bali untuk merampas kapal yang karam/terdampar di wilayahnya beserta muatannya.

22
New cards

Daendels

Herman Willem Daendels menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1808-1811.

Tujuan utamanya: memperkuat pertahanan Jawa dari kemungkinan serangan Inggris.

23
New cards

Kebijakan Daendels

Membangun jalan dari Anyer sampai Panarukan, fungsinya untuk mempercepat mobilitas tentara. Memperkuat militer; membangun benteng. Sistem pemerintahan; mengurangi kekuasaan kerajaan. Kerja paksa;Pembangunan jalan menyebabkan rakyat mengalami kerja paksa dan penderitaan.

24
New cards

Rafles

Thomas Stamford Raffles memerintah Jawa pada masa Inggris, 1811-1816.

Kebijakan utama: Sistem Sewa Tanah

Disebut Landrent System.

25
New cards

Landrent System

tanah dianggap milik pemerintah sehingga petani harus membayar pajak/sewa atas tanah yang digarap.

26
New cards

Kebijakan Rafles lainnya

menghapus beberapa bentuk penyerahan wajib,

membagi Jawa menjadi wilayah administratif,

melakukan penelitian tentang kebudayaan dan sejarah Jawa,

menerapkan sistem pajak tanah.

27
New cards

Cultuurprocenten

Cultuurprocenten adalah bonus/imbalan yang diberikan kepada pejabat Belanda berdasarkan jumlah hasil tanaman yang berhasil dikumpulkan.

28
New cards

Tanam Paksa / Cultuurstelsel

Diperkenalkan oleh Johannes van den Bosch pada 1830. Belanda mengalami masalah keuangan karena:

perang di Eropa, Perang Diponegoro, perang-perang kolonial lainnya.Belanda membutuhkan pemasukan besar. Diterapkanlah Cultuurstelsel.

29
New cards

Aturan tanam paksa

tanah yang digunakan sering lebih dari 1/5;

rakyat tetap dibebani pajak;

rakyat dipaksa bekerja;

lahan tanaman pangan dikurangi;

gagal panen tidak selalu ditanggung pemerintah;

rakyat mengalami kelaparan dan kemiskinan.

30
New cards

Dampak tanam paksa

Bagi Belanda: Sangat menguntungkan secara finansial. Bagi rakyat Indonesia:

kemiskinan, kelaparan di beberapa daerah, beban kerja berat, berkurangnya lahan pangan, penderitaan rakyat.

31
New cards

Mengapa Tanam Paksa dibubarkan?

Kritik terhadap Tanam Paksa semakin kuat.

Tokoh yang terkenal: Eduard Douwes Dekker (Multatuli) melalui novel Max Havelaar.

Selain itu, kelompok liberal di Belanda mengkritik sistem tersebut.

32
New cards

UU Agraria 1870

Agrarische Wet 1870 merupakan dasar bagi berkembangnya politik ekonomi liberal di Hindia Belanda. Dan juga membuka kesempatan bagi pihak swasta untuk menyewa tanah dan menanamkan modal.

33
New cards

Akibat UU Agraria 1870

perusahaan swasta Eropa semakin banyak, perkebunan berkembang, modal asing masuk.

34
New cards

Politik Pintu Terbuka

Kebijakan ekonomi yang membuka Hindia Belanda bagi modal dan perusahaan swasta asing.

35
New cards

Perkembangan Politik Pintu Terbuka

Berkembang setelah disahkannya Undang-Undang Agraria (Agrarische Wet) tahun 1870.

36
New cards

Perbedaan Tanam Paksa dan Politik Pintu Terbuka

Tanam Paksa didominasi negara kolonial, sedangkan Politik Pintu Terbuka memberi kesempatan swasta asing menanam modal.

37
New cards

Lokasi Perang Padri

Sumatra Barat

38
New cards

Tokoh Utama Perang Padri

Tuanku Imam Bonjol

39
New cards

Latar Belakang Awal Perang Padri

Konflik antara Kaum Padri (ingin pembaruan Islam) dan Kaum Adat (mempertahankan adat kebiasaan).

40
New cards

Perkembangan Konflik Perang Padri

Konflik berkembang menjadi perlawanan terhadap Belanda setelah Belanda ikut campur dan mendukung pihak tertentu.

41
New cards

Waktu dan Tokoh Perang Diponegoro

Terjadi pada tahun 1825-1830 dan dipimpin oleh Pangeran Diponegoro.

42
New cards

Sebab Umum Perang Diponegoro

Campur tangan Belanda, penderitaan rakyat akibat pajak, tanah rakyat dikuasai, kekecewaan terhadap pemerintah kolonial, dan kehidupan sosial-politik Mataram semakin terganggu.

43
New cards

Sebab Khusus Perang Diponegoro

Belanda memasang patok/tanda batas jalan yang melewati tanah dan makam leluhur Diponegoro di Tegalrejo tanpa persetujuan.

44
New cards

Benteng Stelsel

Strategi Belanda yang dipimpin Jenderal de Kock dalam menghadapi Perang Diponegoro dengan membangun benteng-benteng kecil yang saling terhubung untuk mempersempit ruang gerak.

45
New cards

Akhir Perang Diponegoro

Pangeran Diponegoro ditangkap melalui tipu muslihat dalam perundingan di Magelang.

46
New cards

Waktu Dimulainya Perang Aceh

1873

47
New cards

Faktor Kesulitan Menumpas Perang Aceh

Semangat perlawanan tinggi, dukungan agama kuat, medan sulit, taktik gerilya, dukungan masyarakat, dan tokoh yang mampu mengorganisasi perlawanan.

48
New cards

Taktik Teuku Umar

Strategi berpura-pura bekerja sama dengan menyerah kepada Belanda untuk memperoleh senjata, pasukan, dan perlengkapan, kemudian berbalik melawan mereka.

49
New cards

Pengertian dan Munculnya Politik Etis

Muncul pada awal abad ke-20 sebagai respons terhadap kritik terhadap kebijakan kolonial.

50
New cards

Latar Belakang Politik Etis

Gagasan utang kehormatan / Eereschuld; Belanda dianggap memiliki kewajiban moral untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat Hindia Belanda karena kekayaan negeri tersebut telah banyak digunakan untuk kepentingan Belanda.

51
New cards

Tokoh Terkenal Politik Etis

C.Th. van Deventer

52
New cards

Tujuan Politik Etis (Trias Van Deventer)

Secara resmi meningkatkan kesejahteraan penduduk pribumi melalui irigasi, edukasi, dan transmigrasi/emigrasi. Dalam praktiknya, pelaksanaannya tetap memiliki kepentingan kolonial.

53
New cards

Dampak Politik Penjajahan

Kerajaan kehilangan kedaulatan, kekuasaan kolonial semakin kuat, dan muncul berbagai bentuk perlawanan.

54
New cards

Dampak Ekonomi Penjajahan

Monopoli perdagangan, eksploitasi sumber daya, rakyat mengalami beban pajak dan kerja paksa, serta perkebunan berkembang.

55
New cards

Dampak Sosial Penjajahan

Muncul stratifikasi sosial, rakyat pribumi berada dalam posisi sosial yang lebih rendah, dan terjadi perubahan struktur masyarakat.

56
New cards

Dampak Pendidikan Politik Etis

Berkembangnya pendidikan Barat bagi sebagian masyarakat pribumi.

57
New cards

Peran Kaum Intelektual

Dari kelompok terdidik muncul kaum intelektual yang berperan dalam perkembangan nasionalisme Indonesia.