1/56
Looks like no tags are added yet.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa ke Indonesia
Jatuhnya Konstantinopel, kekayaan rempah-rempah, semangat 3G (Gold, Glory, Gospel), dan kemajuan teknologi pelayaran.
Urutan Kedatangan Bangsa Eropa
Portugis → Spanyol → Belanda → Inggris
Pengertian Merkantilisme
Sistem ekonomi yang menganggap kekayaan negara ditentukan oleh banyaknya emas dan perak serta perdagangan yang menguntungkan.
Tujuan Merkantilisme
Memperbesar kekayaan dan kekuasaan negara melalui perdagangan.
Dampak Merkantilisme
Mendorong negara-negara Eropa mencari daerah penghasil komoditas dan wilayah jajahan.
Latar Belakang Berdirinya VOC
Persaingan antarpedagang Belanda, harga rempah tidak stabil, dan menghadapi Portugis serta Spanyol.
Tahun Berdirinya VOC
1602, setelah pemerintah Belanda menggabungkan perusahaan-perusahaan dagang.
Tujuan VOC
Menghindari persaingan antarpedagang Belanda, memperkuat posisi menghadapi bangsa Eropa lain, menguasai perdagangan rempah-rempah, dan mendapat keuntungan sebesar-besarnya.
Pengertian Hak Octroi
Hak istimewa yang diberikan oleh pemerintah Belanda kepada VOC.
Hak-hak Istimewa (Hak Octroi) VOC
Monopoli perdagangan, membuat perjanjian dengan kerajaan, mencetak uang, memiliki tentara, mendirikan benteng, menyatakan perang dan damai, serta mengangkat pegawai pemerintahan.
Kedudukan VOC
VOC digambarkan seperti negara dalam negara karena memiliki hak istimewa yang sangat luas.
Penyebab VOC Dibubarkan (1799)
Korupsi, biaya perang sangat besar, penyelewengan pegawai, utang menumpuk, administrasi buruk, dan keuntungan perdagangan menurun.
Pelayaran Hongi
Patroli perahu di Maluku untuk mengawasi rakyat agar tidak menjual rempah ke pihak lain guna mempertahankan monopoli VOC.
Ekstirpasi
Penebangan atau pemusnahan tanaman rempah-rempah oleh VOC untuk menjaga agar produksi tidak berlebihan dan harga tetap tinggi.
Devide et Impera (Politik Adu Domba)
Memanfaatkan perselisihan antarkerajaan atau antarkelompok untuk melemahkan mereka, kemudian memperluas kekuasaan (Contoh: VOC memanfaatkan konflik internal kerajaan-kerajaan di Nusantara).
Tokoh Utama Perlawanan Makassar / Gowa-Tallo
Sultan Hasanuddin yang menentang monopoli VOC. Ia terdesak setelah VOC bekerja sama dengan Arung Palakka dari Bone hingga menandatangani Perjanjian Bongaya (1667).
Isi Penting Perjanjian Bongaya
Gowa mengakui kekuasaan VOC, VOC memonopoli perdagangan, Gowa melepaskan wilayah kekuasaannya, membayar biaya perang, dan pedagang asing selain VOC harus meninggalkan Makassar.
Perlawanan Mataram terhadap VOC (Sultan Agung)
Sultan Agung menyerang Batavia pada tahun 1628 dan 1629.
Penyebab Gagalnya Serangan Mataram ke Batavia
Jarak sangat jauh, persediaan makanan kurang, banyak pasukan sakit, benteng VOC kuat, dan lumbung makanan dihancurkan.
Penyebab Kegagalan Perlawanan Rakyat Indonesia
Perlawanan masih bersifat kedaerahan, Belum ada persatuan nasional, persenjataan kalah modern, belanda memiliki sumber daya dan teknologi militer yang lebih kuat.
Hak Tawan Karang
Hak Tawan Karang adalah hak kerajaan-kerajaan di Bali untuk merampas kapal yang karam/terdampar di wilayahnya beserta muatannya.
Daendels
Herman Willem Daendels menjadi Gubernur Jenderal Hindia Belanda pada 1808-1811.
Tujuan utamanya: memperkuat pertahanan Jawa dari kemungkinan serangan Inggris.
Kebijakan Daendels
Membangun jalan dari Anyer sampai Panarukan, fungsinya untuk mempercepat mobilitas tentara. Memperkuat militer; membangun benteng. Sistem pemerintahan; mengurangi kekuasaan kerajaan. Kerja paksa;Pembangunan jalan menyebabkan rakyat mengalami kerja paksa dan penderitaan.
Rafles
Thomas Stamford Raffles memerintah Jawa pada masa Inggris, 1811-1816.
Kebijakan utama: Sistem Sewa Tanah
Disebut Landrent System.
Landrent System
tanah dianggap milik pemerintah sehingga petani harus membayar pajak/sewa atas tanah yang digarap.
Kebijakan Rafles lainnya
menghapus beberapa bentuk penyerahan wajib,
membagi Jawa menjadi wilayah administratif,
melakukan penelitian tentang kebudayaan dan sejarah Jawa,
menerapkan sistem pajak tanah.
Cultuurprocenten
Cultuurprocenten adalah bonus/imbalan yang diberikan kepada pejabat Belanda berdasarkan jumlah hasil tanaman yang berhasil dikumpulkan.
Tanam Paksa / Cultuurstelsel
Diperkenalkan oleh Johannes van den Bosch pada 1830. Belanda mengalami masalah keuangan karena:
perang di Eropa, Perang Diponegoro, perang-perang kolonial lainnya.Belanda membutuhkan pemasukan besar. Diterapkanlah Cultuurstelsel.
Aturan tanam paksa
tanah yang digunakan sering lebih dari 1/5;
rakyat tetap dibebani pajak;
rakyat dipaksa bekerja;
lahan tanaman pangan dikurangi;
gagal panen tidak selalu ditanggung pemerintah;
rakyat mengalami kelaparan dan kemiskinan.
Dampak tanam paksa
Bagi Belanda: Sangat menguntungkan secara finansial. Bagi rakyat Indonesia:
kemiskinan, kelaparan di beberapa daerah, beban kerja berat, berkurangnya lahan pangan, penderitaan rakyat.
Mengapa Tanam Paksa dibubarkan?
Kritik terhadap Tanam Paksa semakin kuat.
Tokoh yang terkenal: Eduard Douwes Dekker (Multatuli) melalui novel Max Havelaar.
Selain itu, kelompok liberal di Belanda mengkritik sistem tersebut.
UU Agraria 1870
Agrarische Wet 1870 merupakan dasar bagi berkembangnya politik ekonomi liberal di Hindia Belanda. Dan juga membuka kesempatan bagi pihak swasta untuk menyewa tanah dan menanamkan modal.
Akibat UU Agraria 1870
perusahaan swasta Eropa semakin banyak, perkebunan berkembang, modal asing masuk.
Politik Pintu Terbuka
Kebijakan ekonomi yang membuka Hindia Belanda bagi modal dan perusahaan swasta asing.
Perkembangan Politik Pintu Terbuka
Berkembang setelah disahkannya Undang-Undang Agraria (Agrarische Wet) tahun 1870.
Perbedaan Tanam Paksa dan Politik Pintu Terbuka
Tanam Paksa didominasi negara kolonial, sedangkan Politik Pintu Terbuka memberi kesempatan swasta asing menanam modal.
Lokasi Perang Padri
Sumatra Barat
Tokoh Utama Perang Padri
Tuanku Imam Bonjol
Latar Belakang Awal Perang Padri
Konflik antara Kaum Padri (ingin pembaruan Islam) dan Kaum Adat (mempertahankan adat kebiasaan).
Perkembangan Konflik Perang Padri
Konflik berkembang menjadi perlawanan terhadap Belanda setelah Belanda ikut campur dan mendukung pihak tertentu.
Waktu dan Tokoh Perang Diponegoro
Terjadi pada tahun 1825-1830 dan dipimpin oleh Pangeran Diponegoro.
Sebab Umum Perang Diponegoro
Campur tangan Belanda, penderitaan rakyat akibat pajak, tanah rakyat dikuasai, kekecewaan terhadap pemerintah kolonial, dan kehidupan sosial-politik Mataram semakin terganggu.
Sebab Khusus Perang Diponegoro
Belanda memasang patok/tanda batas jalan yang melewati tanah dan makam leluhur Diponegoro di Tegalrejo tanpa persetujuan.
Benteng Stelsel
Strategi Belanda yang dipimpin Jenderal de Kock dalam menghadapi Perang Diponegoro dengan membangun benteng-benteng kecil yang saling terhubung untuk mempersempit ruang gerak.
Akhir Perang Diponegoro
Pangeran Diponegoro ditangkap melalui tipu muslihat dalam perundingan di Magelang.
Waktu Dimulainya Perang Aceh
1873
Faktor Kesulitan Menumpas Perang Aceh
Semangat perlawanan tinggi, dukungan agama kuat, medan sulit, taktik gerilya, dukungan masyarakat, dan tokoh yang mampu mengorganisasi perlawanan.
Taktik Teuku Umar
Strategi berpura-pura bekerja sama dengan menyerah kepada Belanda untuk memperoleh senjata, pasukan, dan perlengkapan, kemudian berbalik melawan mereka.
Pengertian dan Munculnya Politik Etis
Muncul pada awal abad ke-20 sebagai respons terhadap kritik terhadap kebijakan kolonial.
Latar Belakang Politik Etis
Gagasan utang kehormatan / Eereschuld; Belanda dianggap memiliki kewajiban moral untuk memperbaiki kesejahteraan rakyat Hindia Belanda karena kekayaan negeri tersebut telah banyak digunakan untuk kepentingan Belanda.
Tokoh Terkenal Politik Etis
C.Th. van Deventer
Tujuan Politik Etis (Trias Van Deventer)
Secara resmi meningkatkan kesejahteraan penduduk pribumi melalui irigasi, edukasi, dan transmigrasi/emigrasi. Dalam praktiknya, pelaksanaannya tetap memiliki kepentingan kolonial.
Dampak Politik Penjajahan
Kerajaan kehilangan kedaulatan, kekuasaan kolonial semakin kuat, dan muncul berbagai bentuk perlawanan.
Dampak Ekonomi Penjajahan
Monopoli perdagangan, eksploitasi sumber daya, rakyat mengalami beban pajak dan kerja paksa, serta perkebunan berkembang.
Dampak Sosial Penjajahan
Muncul stratifikasi sosial, rakyat pribumi berada dalam posisi sosial yang lebih rendah, dan terjadi perubahan struktur masyarakat.
Dampak Pendidikan Politik Etis
Berkembangnya pendidikan Barat bagi sebagian masyarakat pribumi.
Peran Kaum Intelektual
Dari kelompok terdidik muncul kaum intelektual yang berperan dalam perkembangan nasionalisme Indonesia.