1/37
Kumpulan kartu flash kosakata biologi yang mencakup materi Sistem Ekskresi, Sistem Hormon, Sistem Reproduksi, dan Katabolisme berdasarkan catatan perkuliahan.
Name | Mastery | Learn | Test | Matching | Spaced | Call with Kai | Chat |
|---|
No analytics yet
Send a link to your students to track their progress
Osmoregulasi
Mekanisme pengaturan jumlah pelarut dan zat terlarut dalam tubuh untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh.
Korteks Ginjal
Lapisan terluar ginjal (kulit ginjal) yang merupakan tempat terjadinya filtrasi darah dan mengandung badan Malpighi.
Medulla Ginjal
Lapisan tengah ginjal (sumsum ginjal) tempat terjadinya reabsorpsi dan augmentasi yang tersusun atas tubulus-tubulus ginjal.
Pelvis
Rongga ginjal yang merupakan muara dari tubulus kolektivus dan hulu dari saluran ureter.
Glomerulus
Kapiler ginjal yang berfungsi melakukan filtrasi darah untuk menghasilkan urin primer.
Kapsula Bowman
Kapsul epitel yang menyelubungi glomerulus dan berfungsi menampung hasil filtrasi darah.
Reabsorpsi Obligat
Penyerapan kembali zat terlarut mutlak seperti air melalui osmosis serta glukosa, asam amino, vitamin, dan mineral melalui transpor aktif pada tubulus kontortus proksimal.
Augmentasi
Proses penambahan zat sisa seperti urobilin, H+ , NH4+ , dan urea pada urin sekunder untuk menghasilkan urin sesungguhnya.
Glandula Sudorifera
Kelenjar keringat berbentuk pipa terpilin pada lapisan dermis kulit yang berfungsi mengekskresikan keringat.

Albuminuria
Gangguan sistem ekskresi akibat tidak tersaringnya protein darah oleh glomerulus sehingga urin mengandung albumin.
Anuria
Kondisi tidak terbentuknya urin akibat gagal ginjal, dengan jumlah produksi urin kurang dari 300mL/hari .
Kelenjar Endokrin
Kelenjar penghasil hormon yang tidak memiliki saluran pembuangan (buntu) dan menyalurkan sekresinya langsung ke dalam peredaran darah.

Growth Hormone (GH)
Hormon protein dari hipofisis anterior yang mengatur pembelahan sel, pertambahan volume, dan regenerasi sel-sel tubuh.
Thyroid Stimulating Hormone (TSH)
Hormon glikoprotein dari hipofisis anterior yang berfungsi mengatur pembentukan tiroksin di kelenjar tiroid.
Anti-Diuretic Hormone (ADH)
Hormon peptida yang dihasilkan kelenjar hipofisis untuk mengatur permeabilitas tubulus kontortus distal dan tubulus kolektivus serta reabsorpsi air.
Parathormon (PTH)
Hormon dari kelenjar paratiroid yang memacu pelepasan kalsium dari tulang dan meningkatkan konsentrasi kalsium di darah.
Hormon Insulin
Hormon dari sel β pulau Langerhans pankreas yang menurunkan kadar glukosa darah dengan merangsang penyerapan glukosa dan pembentukan glikogen.
Hormon Glukagon
Hormon dari sel α pulau Langerhans pankreas yang merangsang hati mengubah glikogen menjadi glukosa saat kadar gula darah rendah.
Hormon Adrenalin
Hormon dari medulla adrenal yang mempersempit pembuluh darah, meningkatkan denyut jantung, dan mempercepat perubahan glikogen menjadi glukosa.
Kretinisme
Gangguan pertumbuhan berupa kekerdilan dan keterbelakangan mental akibat kekurangan hormon tiroid.
Sindrom Cushing
Kondisi kelebihan hormon kortison/glukokortikoid yang ditandai dengan kelelahan, otot lemah, moonface, dan edema.
Sel Sertoli
Sel pada tubulus seminiferus testis yang menghasilkan hormon estrogen, memberikan nutrisi bagi sel sperma, dan merangsang spermiasi.
Sel Leydig
Sel pada testis yang berfungsi menghasilkan hormon testosteron (androgen) atas stimulasi hormon ICSH.
Epididimis
Saluran berkelok-kelok pada organ reproduksi pria yang berfungsi sebagai tempat pematangan dan penyimpanan sementara sel sperma.
Akrosom
Bagian kepala sel sperma yang mengandung enzim hialuronidase, protease, dan antifertilisin untuk menembus mantel ovum.

Oviduk
Saluran tuba Fallopi yang menghubungkan ovarium dengan uterus dan merupakan tempat terjadinya fertilisasi pada 1/3 bagian awalnya.
Korona Radiata
Lapisan pelindung ovum paling luar yang mengandung hialuronid.
Amnion
Membran kehamilan yang membentuk air ketuban untuk melindungi embrio dari guncangan.
Human Chorionic Gonadotropin (HCG)
Hormon yang diproduksi plasenta saat kehamilan untuk menstimulasi produksi hormon estrogen dan progesteron ibu.
Vasektomi
Metode sterilisasi permanen pada pria yang dilakukan dengan cara mengikat saluran vas deferens.
Katabolisme
Reaksi penguraian molekul kompleks menjadi molekul sederhana yang mengubah senyawa organik menjadi anorganik dan menghasilkan ATP .
Glikolisis
Tahap awal respirasi aerob dan anaerob di sitoplasma yang memecah satu molekul glukosa ( 6C ) menjadi dua molekul asam piruvat ( 3C ).
Dekarboksilasi Oksidatif
Proses pemutusan gugus karboksil dan oksigen pada asam piruvat di mitokondria yang menghasilkan dua molekul asetil-KoA, dua NADH , dan dua CO2 .
Siklus Kreb
Tahapan respirasi aerob di matriks mitokondria yang mengoksidasi asetil-KoA menjadi CO2 serta menghasilkan NADH , FADH2 , dan ATP .

Transpor Elektron
Proses kemiosmosis di membran dalam mitokondria yang melepas energi proton ( H+ ) dan elektron dari NADH dan FADH2 melalui ATP sintase.
Fermentasi Asam Laktat
Respirasi anaerob pada sel otot manusia/hewan yang mengubah asam piruvat menjadi asam laktat dengan bantuan NADH tanpa membutuhkan O2 .
β-Oksidasi
Reaksi penguraian asam lemak menjadi asetil-KoA di mitokondria yang pada katabolisme asam lemak palmitat menghasilkan total 129ATP .
Reaksi terang
Tahap fotosintesis yang membutuhkan cahaya matahari langsung, berlangsung di grana (tilakoid), serta menghasilkan ATP, NADPH, dan O2.