week 2 - cognitive & language dev (1)
1. Overview
Development: pola proses biologis, kognitif, dan sosioemosional yang dimulai sejak konsepsi dan berlanjut sepanjang hidup.
Sebagian besar berupa pertumbuhan, tetapi juga melibatkan kemunduran (penuaan, kematian).
Isu Perkembangan (Developmental Issues)
Nature vs. Nurture → genetik/hereditas vs. lingkungan/pengalaman.
Continuity vs. Discontinuity → perkembangan bertahap (kontinu) vs. tahap-tahap tertentu (diskontinu).
Early vs. Later Experience → pengalaman awal atau pengalaman kemudian lebih berpengaruh?
Kaitan dengan Pendidikan
Developmentally appropriate practices: pembelajaran jangan terlalu mudah/terlalu sulit; jangan terlalu membosankan/terlalu menekan.
Splintered development: perkembangan tidak merata antar domain.
Contoh: unggul di matematika tapi lemah menulis; cerdas akademik tapi belum matang secara emosi.
Pemahaman perubahan perkembangan membantu guru menyesuaikan metode agar anak belajar optimal.
2. Cognitive Development
a. The Brain
Neuroconstructivist view:
Perkembangan otak dipengaruhi proses biologis & pengalaman lingkungan.
Otak punya plasticity (neuroplasticity) → bisa berubah sepanjang hidup sesuai pengalaman.
Hubungan erat antara perkembangan otak & perkembangan kognitif.
Dua pandangan:
“Development is based on brain heredity.”
“Experiences throughout development stages can change development of the brain.”
Contoh relevansi pendidikan: stimulasi lingkungan (misalnya bimbingan belajar, dukungan keluarga/sekolah) mempercepat perkembangan kognitif.
b. Piaget’s Theory
Anak sebagai active learner → membangun pengetahuan melalui interaksi.
Konsep Utama:
Schemas → kerangka mental untuk memahami dunia.
Assimilation → memasukkan informasi baru ke dalam skema lama.
Accommodation → mengubah skema agar sesuai informasi baru.
Organization → mengelompokkan informasi ke dalam sistem yang lebih kompleks.
Equilibration → keseimbangan antara asimilasi & akomodasi.
Tahap-tahap Perkembangan (Stages of Development):
Sensorimotor (0–2 thn): belajar lewat indra & tindakan.
Preoperational (2–7 thn): simbolik, tapi egosentris.
Concrete Operational (7–11 thn): berpikir logis pada objek nyata.
Formal Operational (11+ thn): berpikir abstrak & hipotesis.
c. Vygotsky’s Theory
Menekankan sosial & budaya sebagai kunci perkembangan kognitif.
Konsep Utama:
Zone of Proximal Development (ZPD) → jarak antara apa yang anak bisa lakukan sendiri vs. dengan bantuan orang lain.
Scaffolding → dukungan sementara dari guru/orangtua untuk membantu anak mencapai ZPD.
Language & Thought → bahasa sebagai alat utama untuk berpikir & belajar.
d. Perbandingan Piaget vs. Vygotsky
Aspek | Piaget | Vygotsky |
|---|---|---|
Fokus | Individu konstruksi pengetahuan | Peran sosial & budaya |
Tahapan | Tetap & universal (4 tahap) | Tidak kaku, tergantung interaksi sosial |
Bahasa | Produk perkembangan kognitif | Alat utama perkembangan kognitif |
Guru | Fasilitator agar anak eksplorasi | Mediator, memberi scaffolding dalam ZPD |
3. Language Development
Apa itu Bahasa?
Bentuk komunikasi (lisan, tulisan, isyarat) berbasis sistem simbol.
5 sistem aturan:
Phonology → bunyi bahasa.
Morphology → unit makna (misalnya “un-”, “-ing”).
Syntax → aturan kombinasi kata (tata bahasa).
Semantics → makna kata & kalimat.
Pragmatics → penggunaan bahasa sesuai konteks sosial.
Biological & Environmental Influences
Interactionist view: perkembangan bahasa hasil interaksi biologi + pengalaman.
Anak secara biologis siap untuk belajar bahasa, tapi butuh interaksi dengan orang tua/guru.
Bukan sekadar imitasi & reward.
Anak berkembang lebih baik bila diajak percakapan interaktif (bukan hanya instruksi).
Perkembangan Bahasa
Infancy – Early Childhood: mulai dari cooing, babbling → kata pertama → penggabungan kata.
Middle & Late Childhood: kosa kata bertambah, mulai memahami aturan sintaksis, keterampilan membaca & menulis.
Adolescence: berkembangnya kemampuan berpikir abstrak, diskusi kompleks, penggunaan bahasa untuk argumentasi & identitas sosial.
Catatan Penting untuk Ujian
Hafal isu perkembangan utama (nature vs nurture, continuity vs discontinuity, early vs later experience).
Neuroconstructivist view & brain plasticity → penting untuk mengaitkan biologi & pengalaman.
Bedakan Piaget vs. Vygotsky → sering muncul dalam soal perbandingan.
Ingat 5 sistem aturan bahasa → bisa muncul dalam soal definisi/contoh.
Contoh konkret: scaffolding, ZPD, splintered development → relevan untuk soal aplikasi.