Teori Kognitif Sosial

Prinsip belajar sosial

  • pembelajaran tidak selalu ditunjukkanmelaluiperubahan perilaku

  • Penekanan Peranan kognisi dalam pembelajaran

  • Pembelajaran tidak hanya bergantung pad proses eksternal, tetapi juga terdapat proses iternal seperti kognitif

  • Kontrol atas tindakan dan lingkungan

Miller dan Dollard: orang meniru perilaku orang lain karena mendapatkan penguatan atas perilaku imitasi tersebut.

  • Same behavior: trjdi ketika beberapa individu memberikan respons yang sama terhadap stimulus yang sama

  • Copying behavior: melkukan perilaku sesuai dengan perilaku orang lain

  • Matched-dependen behavior: perilaku yang muncul sama, namun bergantung pada penguatan atau motif yang ada

Evolusi teori Albert Bandura:

  • Penguatan oleh model

  • Penguatan oleh pihak ketiga

  • Konsekuensi yang menguatkan dari perilku yang ditiru

  • Vicarious reinforcement: indivdu yang mengamati model menerima penguatan secara tidak langsung

  • Reciprocal deteminism: hubungan timbal balik antara 3 hal yaitu individu, perilaku, dan lingkungan atau behaviornya. Contoh: individu yang hidup di dalam lingkungan agresif (lingkungan), maka individu berpikir jika cara merespons orang lain dengan agresi (person/individu), kemudian perilaku yang dimunculkan yaitu berkta kasar, tindakan agresi (perilaku yang dimunculkan)

Self Efficacy

  • Pengaruh self efficacy terhadap pembelajaran

    • Berpengaruh pada pilihan aktivitas

    • Berpengaruh dalam persiapan tujuan

    • Usaha dan ketekunan

    • Pembelajaran dan prestasi

    • Akurasi dan optimisme

    • Perbedaan dalam konteks pembelajaran dan kinerja

    • Self efficacy untuk kinerja

    • Kekurangan atau kelebihan kepercayaan diri

  • Faktor yang memengaruhi perkembangan self efficacy

    • Keberhasilan dan kegagalan sebelumnya

    • Keadaan emosional saat ini

    • Pesan dari orang lain

    • Keberhasilan dan kegagalan orang lain

    • Keberhasilan dan kegagalan kelompok

Self Regulation

Self regulation adalah kemampuan sso utk mengendalikan dan mengatur perilakunya sendiri, berdasarkan pemahaman tentang apa yg dianggap sesuai atau tdk sesuai oleh lingkungan sosialnya. Self-regulation melibatkan proses yang kompleks dan saling berkaitan, mulai dari menetapkan standar dan tujuan hingga refleksi diri untuk memperbaiki kinerja dan mencapai tujuan.

  • Self regulation element:

    • Setting standard and goals

    • Self evaluation

    • Self reaction

    • Self reflection

    • Self observation