Catatan Studi Lengkap: Keterampilan Kateterisasi Uretra (Teknik Pemasangan Kateter Urine)

PENDAHULUAN DAN TUJUAN PEMBELAJARAN KATETERISASI URETRA

  • Blok: Clinical Skill & Reasoning 2.3 (Manual Clinical Skill Lab).
  • Konteks Akademik: Keterampilan Kateterisasi Uretra (Teknik Pemasangan Kateter Urine) untuk Mahasiswa Pendidikan Kedokteran Tahun Akademik 2025-2026, Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta.
  • Pentingnya Keterampilan: Kemampuan pemasangan kateter uretra adalah keterampilan dasar yang krusial dalam praktik klinik. Mahasiswa diwajibkan memahami anatomi organ traktus urinaria bagian bawah pada laki-laki dan wanita, serta indikasi, kontraindikasi, dan komplikasi prosedur ini.
  • Sasaran Pembelajaran Utama:
    • Mengetahui indikasi dan kontraindikasi pemasangan kateter.
    • Mempersiapkan penderita (pemberitahuan dan posisi).
    • Mempersiapkan alat secara lengkap dengan kaidah asepsis.
    • Mengetahui jenis-jenis kateter urin.
    • Melakukan persiapan dan pemasangan kateter pada laki-laki dan wanita.
  • Tujuan Instruksional Khusus:
    • Persiapan pasien dan alat/bahan dengan benar.
    • Cuci tangan asepsis dan penggunaan sarung tangan steril dengan benar.
    • Posisi pemeriksa yang tepat dan teknik memegang organ genitalia serta kateter.
    • Teknik dorongan kateter, pengecekan posisi di kandung kencing, pengembangan balon, dan fiksasi kateter yang benar.

METODE PEMBELAJARAN DAN DESKRIPSI KEGIATAN

  • Metode:
    • Demonstrasi sesuai daftar panduan.
    • Diskusi.
    • Partisipasi aktif mahasiswa (simulasi).
    • Evaluasi menggunakan daftar tilik.
  • Alokasi Waktu (Total 100100 menit):
    • Pengantar (55 menit): Mempelajari teori dasar dan referensi.
    • Bermain Peran Tanya Jawab (3030 menit): Demonstrasi oleh instruktur, pengamatan mahasiswa, dan sesi tanya jawab.
    • Praktek Bermain Peran dengan Umpan Balik (5050 menit): Setiap mahasiswa berlatih minimal satu kali di bawah supervisi instruktur menggunakan check list.
    • Curah Pendapat/Diskusi (1515 menit): Refleksi mengenai kemudahan, kesulitan, dan kendala yang dialami.

DEFINISI DAN SEJARAH KATETERISASI

  • Definisi: Kateterisasi uretra adalah pemasangan kateter yang dimasukkan ke dalam buli-buli (bladder) pasien melalui uretra untuk menghubungkan drainase urin ke urine bag atau kontainer.
  • Sejarah Singkat:
    • Istilah kateterisasi dikenal sejak zaman Hipokrates untuk instrumentasi pengeluaran cairan tubuh.
    • Bernard (17791779): Memperkenalkan kateter berbahan karet.
    • Foley (19301930): Menciptakan kateter menetap yang masih digunakan secara luas hingga saat ini.

ANATOMI TRAKTUS URINARIUS BAGIAN BAWAH

  • Komponen Organ: Terdiri dari ginjal, pelvis renalis, ureter, kandung kencing (bladder/vesica urinaria/buli-buli), ostium urethra internum (OUI), urethra, dan ostium urethra eksternum (OUE).
  • Vesica Urinaria:
    • Fungsi: Menampung urine hingga kapasitas kurang lebih 230300ml230-300\,\text{ml}.
    • Karakteristik: Fleksibel (mengecil/membesar sesuai isi), berbentuk piramid dengan 33 sisi.
    • Letak: Dalam rongga panggul (pelvis major), di depan organ pelvis lainnya, dan tepat di belakang simpisis osis pubis.
    • Bagian-bagian:
      • Apex vesicae: Menuju ventral kranial.
      • Facies cranialis: Sisi kanan dan kiri.
      • Fundus vesicae: Basis di bagian dorsal caudal.
      • Muara ureter terletak pada sudut cranial kanan dan kiri fundus.
      • Cervix vesicae: Daerah pada sudut caudal antara awal uretra sampai OUI.

INDIKASI DAN KONTRAINDIKASI

  • Indikasi Terapi:
    • Dekompresi bladder pada kasus retensi urine akut atau kronik (akibat intravesicular obstruction atau neurogenic bladder).
    • Irigasi kontinyu pada pasien gross hematuria untuk membuang jendalan darah.
  • Indikasi Diagnosis:
    • Mendapatkan sampel urin steril (terutama tes mikrobiologi).
    • Mengukur output urine pada pasien kritis.
    • Mengukur volume residual urine pasca tindakan invasif jika cara non-invasif tidak memungkinkan.
  • Kontraindikasi Mutlak:
    • Urethral injury (sering terjadi pada trauma/fraktur pelvis).
    • Tanda trauma uretra: Perdarahan meatus uretra, hematoma perineal, dan "high-riding" prostate gland.
    • Jika dicurigai trauma, harus dilakukan uretrography terlebih dahulu.
  • Kontraindikasi Relatif:
    • Striktur uretra.
    • Riwayat pembedahan uretra atau bladder.
    • Pasien tidak kooperatif.

PERSIAPAN ALAT DAN BAHAN

  • Alat Kebersihan: Sabun cair, air mengalir, lap bersih/tissue, ember berisi air, handuk kecil.
  • Alat Medis & Steril:
    • Kateter non-logam steril (Foley catheter ukuran 16-18 French\text{16-18 French}).
    • Collection bag dan tubing.
    • Lubrikan (water based jelly atau jelly xylocaine).
    • Pinset/arteri klem steril.
    • Satu spoit 20cc20\,\text{cc} (isi balon) dan satu spoit untuk menyemprot jelly.
    • Larutan antiseptik/betadine dan larutan savlon encer.
    • Larutan NaClNaCl steril untuk pengisian balon.
    • Kasa steril dan doek lubang steril.
    • Sarung tangan steril.
    • Salep antibiotik dan plester.
    • Obat analgetik/sedativa.
  • Wadah Pembuangan: Tempat sampah medis, tempat sampah non-medis, dan bak instrumen berisi klorin 0,5%0,5\% (hanya untuk alat bekas pakai).

JENIS DAN UKURAN KATETER

  • Unit Ukuran: French (1French=1/3mm1\,\text{French} = 1/3\,\text{mm}). Ukuran berkisar 12FR sampai 48FR12\,\text{FR} \text{ sampai } 48\,\text{FR} (316mm3-16\,\text{mm}).
  • Jenis Berdasarkan Desain:
    • Kateter Foley (umum digunakan).
    • Kateter Pezzer (mushroom tip).
    • Kateter dua sayap.
    • Kateter Malecot empat sayap (wing tip).
  • Jenis Berdasarkan Durasi dan Fungsi:
    • In-dwelling: Menetap untuk hari/minggu, tersambung ke drainage bag, dipasang oleh tenaga profesional.
    • Intermittent: Sekali pakai/buang, digunakan beberapa kali sehari, bisa dilakukan sendiri oleh pasien atau pengasuh setelah instruksi.
    • External: Hanya untuk pria, digunakan untuk inkontinensia urin (bukan retensi), mudah digunakan sendiri.

TEKNIK PEMASANGAN PADA LAKI-LAKI

  1. Disinfeksi: Lakukan pada penis dan area sekitar, pasang doek steril.
  2. Lubrikasi: Masukkan jelly ke dalam uretra atau oleskan pada kateter.
  3. Insersi: Masukkan kateter ke OUE secara perlahan.
  4. Menembus Tahanan: Saat mencapai daerah bulbo-membranasea (sfingter uretra eksterna), akan ada tahanan. Minta pasien tarik nafas dalam agar sfingter relaks.
  5. Posisi Akhir: Dorong hingga urine keluar, sebaiknya hingga percabangan kateter menyentuh meatus uretra eksterna.
  6. Pengembangan Balon: Masukkan 510ml5-10\,\text{ml} air steril (pada panduan pembelajaran disebutkan kapasitas bisa hingga 520cc5-20\,\text{cc}).
  7. Fiksasi: Hubungkan ke urine bag. Kateter difiksasi ke arah kranial pada perut bawah atau daerah inguinal/paha proksimal.
    • Peringatan: Fiksasi yang salah (mengarah ke kaudal) dapat menyebabkan nekrosis uretra bagian penoskrotal, striktura, atau fistel.

TEKNIK PEMASANGAN PADA WANITA

  1. Posisi: Pasien berbaring telentang dengan tungkai fleksi dan paha abduksi (Lithotomy).
  2. Disinfeksi: Bersihkan labia dan uretra dengan betadine (dari atas ke bawah).
  3. Manipulasi: Buka labia dengan tangan non-dominan dan pertahankan.
  4. Insersi: Masukkan kateter yang sudah dilubrikasi ke OUE.
  5. Kedalaman: Dorong hingga urin keluar, tambahkan dorongan sekitar 2inchi2\,\text{inchi} untuk memastikan posisi di dalam bladder (total insersi sekitar 1015cm10-15\,\text{cm}).
  6. Pengembangan Balon: Masukkan 510ml5-10\,\text{ml} air steril.
  7. Fiksasi: Fiksasi kateter ke arah kranial pada pangkal paha hingga pinggang.

TEKNIK MELEPAS KATETER (UP-KATETER)

  1. Persiapan: Siapkan alat (spuit, kapas alkohol, kassa, NaCl0,9%NaCl\,0,9\%), identifikasi pasien, dan jaga privasi.
  2. Posisi: Dorsal recumbent.
  3. Aspirasi Balon: Masukkan syringe ke inflation port, tarik semua cairan balon sampai habis.
  4. Ekstraksi: Minta pasien tarik nafas dalam dan rileks, tarik kateter secara perlahan sampai keluar.
  5. Pembersihan: Bersihkan area preputium atau vulva dengan kassa dan NaCl0,9%NaCl\,0,9\%.
  6. Dokumentasi: Catat tindakan dan lepaskan sarung tangan.

DAFTAR TIM PENYUSUN

  • Penulis: D. Renovaldi, M.Sc.
  • Koordinator: dr. Tri Wahyuni, Sp.PK.
  • Tim: dr. Dayu Swasti Kharisma, M.Biomed; dr. Cyntya Harlyana, M.Biomed; dr. Rahma Ayu Larasati, M.Biomed; dr. Gifarani Pratiwi, Sp.PK.
  • Pakar Bedah Urology: dr. Samycha Bazed, Sp.U.
  • Pendidikan Kedokteran: dr. Oktarina, M.Sc.
  • Medical Education Unit: Dr. Tirta Prawita Sari, M.Sc, Sp.GK.