Berpikir Kritis dan Pengembangan Pengetahuan Ilmu dan Teknologi <IPTEK>

Berpikir kritis merupakan gabungan dari dua kata yaitu berpikir dan kritis.

Berpikir artinya menggunakan akal untuk mempertimbangkan dan memutuskan sesuatu sedangkan kritis artinya tidak mudah percaya.

Berpikir kritis adalah berpikir menggunakan akal pikiran atau logika alamiah yang sudah ada pada diri seseorang.

Al-Qur'an Surah Ali-Imran ayat 190:191 menjelaskan tentang berpikir kritis. Menurut Imam Ibnu Taksir isi kandungan surah tersebut yaitu:

  1. Ayat 190 tentang penciptaan langit dan bumi serta pergantian malam dan siang merupakan tanda kebesaran Allah SWT.

  2. Ayat 191 menjelaskan tentang Ulul Albab yaitu orang-orang yang senantiasa mengingat Allah SWT.

Langkah-Langkah Melatih Diri untuk Berpikir Kritis

  1. Menemukan masalah

  2. Mengumpulkan informasi

  3. Menganalisis masalah

  4. Menemukan solusi

Manfaat berpikir kritis

  1. Mampu menyelesaikan masalah dan membuat keputusan dengan baik.

  2. Sadar akan kemampuan diri dan berusaha untuk meningkatkannya.

  3. Tidak mudah terjerumus ke dalam hal-hal yang tidak baik.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi <IPTEK>

Secara bahasa, kata “Ilmu” berasal dari bahasa Arab, yaitu علم, yang artinya pengetahuan.

Ilmu adalah pengetahuan tentang yang diperoleh secara ilmiah.

Teknologi adalah hasil dari penerapan ilmu pengetahuan yang dapat memudahkan manusia dalam beraktivitas di segala bidang, seperti informasi, komunikasi, transportasi, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain.

Islam sangat menjunjung tinggi ilmu pengetahuan dan menghargai orang-orang yang berilmu. Mereka yang berilmu akan ditinggikan derajatnya oleh Allah SWT, sesuai firman Allah SWT pada Q.S. Al-Mujadalah/58:11.

Dalam Islam diwajibkan menuntut ilmu baik laki-laki maupun perempuan, bahkan wahyu pertama diturunkan oleh Allah SWT berisi perintah untuk membaca sebagaimana dalam Q.S. Al-Alaq/96:1–5.

Pada Q.S. Al-Alaq/96:1 disebut bahwa dalam membaca <menuntut ilmu> hendaknya melibatkan Allah SWT, dengan menyebut nama Allah SWT, karena semua ilmu adalah milik Allah SWT.

Selanjutnya pada Q.S. Al-Alaq/96:4–5, Allah SWT menerangkan untuk memperoleh dan mengembangkan ilmu pengetahuan adalah dengan qalam <pena> sebagai alat untuk menulis, karena manusia memiliki sifat lupa.

Penerapan berpikir kritis dan IPTEK dalam kehidupan sehari-hari:

  1. Senang membaca buku-buku pengetahuan.

  2. Selalu ingin mencari tahu tentang alam semesta.

  3. Tidak malu bertanya ketika belum paham/tidak tahu.

  4. Selalu mengikuti dan mempelajari perkembangan IPTEK yang bersifat dinamis.