FISIKA STATISTIK
STATISTIK MAXWELL-BOLTZMANN • Pendahuluan • Keadaan Mikro dan Makro • Peluang Termodinamika • Konfigurasi Peluang Maksimum PENDAHULUAN • Termodinamika merupakan kerangka umum dengan hanya melihat sifat-sifat makroskopik atau variabel termodinamika dan mengabaikan sifat mikroskopik (setiap molekul). Subyek termodinamika berkaitan dengan kesimpulan yang dapat ditarik dari hukum-hukum eksperimen tertentu, dan memanfaatkan kesimpulan ini untuk menghubungkan sifat-sifat material seperti kapasitas panas, koefisien ekspansi, kompresibilitas Hipotesa Sifat Materi •Meskipun dengan prinsip termodinamika dapat diprediksikan relasi beberapa sifat zat seperti selisih harga Cp – Cv, namun nilai absolut kapasitas panas tidak dapat diturunkan dari prinsip termodinamika murni •Mengatasi keterbatasan dengan melakukan beberapa hipotesa tentang sifat materi Pendahuluan
Sifat-sifat zat dapat diprediksi dengan teori molekular melalui dua cara :
- Teori kinetika atau dinamika • Menerapkan hukum-hukum mekanika untuk individual molekul suatu sistem dan dari hukum –hukum ini dapat diturunkan ekspresi-ekspresi untuk tekanan gas, energi internal dan kapasitas panas jenisnya.
- Termodinamika statistik atau mekanika statistik • Mengabaikan tinjauan-tinjauan rinci molekul-molekul sebagai individual dan menerapkan tinjauan-tinjauan probabilitas jumlah molekul yg sangat besar sebagai penyusun bahan. Metode statistik ini dapat menjelaskan lebih lanjut tentang konsep entropi. • Menjelaskan fenomena fisis melalui pendekatan matematika dan statistik. KEADAAN MIKRO DAN MAKRO Keadaan mikro berkaitan dengan sekumpulan posisi dan momentum dari partikel-partikel gas yang memenuhi konstrain tertentu, misal volume V tetap. Keadaan makro adalah sekumpulan keadaan-keadaan mikro dengan energi tertentu, U, yang memenuhi konstrain tertentu, misalnya energi U, volume V dan jumlah partikel N yang konstan. Jumlah keadaan mikro dalam suatu keadaan makro tertentu dinyatakan sebagai bobot statistik dari keadaan makro tersebut dan dinyatakan dengan simbol (U,V,N). Disebut juga assembli yaitu sekumpulan sistem yg sangat banyak.
g3 =1;N3 =1 g2 = 2;N2 = 3 g1 = 3;N1 = 6 PELUANG TERMODINAMIKA PELUANG TERMODINAMIKA PELUANG TERMODINAMIKA PELUANG TERMODINAMIKA STATISTIK MAXWELL-BOLTZMANN WMB Sistem Terdegenerasi Misalkan jumlah seluruh partikel N. Dalam pengisian tingkat energi E1, jumlah cara untuk memasukkan 3 dari N buah partikel adalah : N (N-1) (N-2) . . . 2 1 = N ! Jika tanda pada ketiga partikel : A, B, C maka ada 3! = 6 urutan pengisian yang berbeda yaitu: ABC, ACB, BCA, BAC, CAB, CBA Tapi keenam urutan ini isinya sama; jadi ada 3! Partisi yang sama. Peluang Partikel Mengisi Tingkat Energi Oleh sebab itu, jumlah cara berbeda untuk memasukkan 3 dari N buah partikel ke E1 adalah : Secara umum, jumlah cara berbeda memasukkan n1 dari N buah partikel ke tingkat energi E1 adalah : Setelah memasukkan n1 buah partikel ke E1 , maka yang tersisa adalah N-n buah. Jika ingin memasukkan n2 dari N-n1 partikel ke E2 , maka jumlah cara berbeda adalah: Dengan cara yang sama, jumlah cara berbeda memasukkan n3 dari (Nn1 -n2 ) buah partikel adalah : Jumlah cara berbeda untuk mengisikan n1 partikel ke E1 , n2 partikel ke E2 , n3 partikel ke E3 dst nya hingga ke tingkat terakhir secara berturutturut adalah: WMB W Untuk Non Degenerasi MB Bisa jadi tingkat-tingkat energi tsb memiliki peluang yang berbeda, misalnya g1 adalah peluang suatu partikel untuk menempati E1 ; jadi peluang n1 buah partikel menempati E1 adalah: Jika g2 peluang suatu partikel untuk menempati E2 , maka peluang n2 buah partikel menempati E2 adalah : = w1MB = w2MB Dapat ditulis : Jadi total peluang suatu distribusi untuk sistem partikel yg identik tapi dapat dibedakan adalah : WMB Untuk Degenerasi Partikel identik dapat dibedakan • Permutasi (penukaran) mempengaruhi pembobotan (peluang) • Contoh : Asumsikan ada partikel A dan B pada keadaan 1 and 2. Jika kedua partikel terbedakan, maka apabila kedua partikel tersebut ditukar, akan diperoleh keadaan baru dengan sifat yang sama seperti keadaan sebelumnya • Contoh lain : Atom pada kisi atom pada kristal zat padat memiliki posisi yang spesifik, maka atom-atom tersebut terbedakan • Distribusi untuk partikel terbedakan, distribusi Maxwell-Boltzmann