Wawasan Kebangsaan, Bela Negara & SANKRI – Catatan Latsar ASN
Latar Belakang & Konteks Pelatihan
- Alinea IV UUD 1945 ⇒ tujuan nasional:
• melindungi \text{bangsa & tumpah-darah},
• memajukan kesejahteraan umum,
• mencerdaskan kehidupan bangsa,
• ikut menegakkan ketertiban dunia (kemerdekaan, perdamaian abadi, keadilan sosial). - ASN profesional, bebas KKN & intervensi politik, menjadi perekat persatuan.
- 3 fokus Latsar:
- Memantapkan Wawasan Kebangsaan.
- Menumbuhkembangkan Kesadaran Bela Negara.
- Mengimplementasikan Sistem Administrasi NKRI (SANKRI).
Wawasan Kebangsaan
Sejarah Pergerakan
- Founding fathers mendahulukan kepentingan bersama.
- Rangkaian tonggak:
• 20 Mei 1908: Boedi Oetomo ⇒ Hari Kebangkitan Nasional.
• 28 Okt 1928: Kongres Pemuda II ⇒ Sumpah Pemuda, Bahasa Persatuan, kumandang instrumental “Indonesia”.
• 17 Agu 1945: Proklamasi.
• Hari-hari nasional lain: Pendidikan (2 Mei), Angkatan Perang (5 Okt), Pahlawan (10 Nov), Ibu (22 Des). - Perhimpunan Indonesia (1925) → internasionalisasi perjuangan; strategi solidaritas, swadaya, non-kooperasi.
- Detik-detik Proklamasi: perdebatan pemuda vs. PPKI, penculikan Rengasdengklok, penyusunan naskah di rumah Maeda, penandatanganan hanya oleh Soekarno-Hatta.
Pengertian
- “Cara pandang bangsa dalam mengelola kehidupan berbangsa & bernegara berlandaskan jati diri serta sistem nasional (Pancasila, UUD 1945, NKRI, Bhinneka Tunggal Ika) untuk memecahkan persoalan demi masyarakat aman, adil, makmur, sejahtera.”
4 Konsensus Dasar
- Pancasila
• Diperkenalkan 1 Juni 1945, philosofische grondslag.
• Fungsi: dasar negara, ideologi, pandangan hidup, pemersatu, Leitstar.
• Menolak nilai yang bertentangan (atheisme, radikalisme). - UUD 1945
• Dirancang BPUPKI (29 Mei – 16 Jul 1945), disempurnakan PPKI (18 Agu 1945).
• Prinsip konstitusionalisme: rechstaat versus machtstaat.
• Amandemen menghasilkan pasal 1 ayat (3): “Negara hukum”. - Bhinneka Tunggal Ika
• Asal: Mpu Tantular, Kakawin Sutasoma; makna “berbeda-beda tetapi satu adanya”.
• Semboyan Garuda Pancasila (PP 66/1951); merangkum (\approx 300) suku, >17 000 pulau. - NKRI
• Lahir 17 Agu 1945, disempurnakan PPKI (18 Agu).
• Tujuan negara (alinea IV) = fungsi negara.
• Unsur konstitutif: rakyat, wilayah, pemerintahan berdaulat.
Simbol Negara
- Bendera: Merah-Putih, rasio 32, Bendera Pusaka di MONAS.
- Bahasa: Bahasa Indonesia (Sumpah Pemuda), jati diri & sarana pemersatu, fungsi resmi kenegaraan, pendidikan, komunikasi ilmiah.
- Lambang: Garuda Pancasila, kepala menoleh kanan, bulu 17/8/19/45, perisai lima simbol, pita “Bhinneka Tunggal Ika”.
- Lagu Kebangsaan: “Indonesia Raya” W.R. Soepratman.
Nilai-Nilai Bela Negara
Sejarah & Hari Bela Negara (19 Des 1948)
- Agresi II Belanda “Operasi Kraai” → jatuhnya Yogya, lahir PDRI (Mr. Syafruddin Prawiranegara).
- Perintah Kilat No.1 Jend. Soedirman, Order Harian Wapres Hatta: perang gerilya.
- Mandat Soekarno-Hatta → PDRI s.d. 13 Jul 1949 → Roem-Royen.
- 19 Des ditetapkan HBN (Keppres 2006).
Definisi & Payung Hukum
- Bela Negara = tekad, sikap, perilaku, tindakan warga negara menjaga kedaulatan, keutuhan wilayah, keselamatan bangsa berlandaskan Pancasila & UUD 1945 (UU 23/2019 §1).
Spektrum Ancaman
- Fisik/non-fisik; alamiah/rekayasa; dalam/luar; langsung/tak langsung.
- Sektor: ideologi, politik, ekonomi, sosial-budaya, pertahanan-keamanan.
Kewaspadaan Dini
- Konsep “Tepat Lapat” (5W + 1H) → deteksi & cegah konflik, penyakit, bencana.
- Sinergi lintas sektor; contoh: BNPB lead penanggulangan bencana.
Nilai Dasar (UU 23/2019 §7 (3))
- Cinta Tanah Air.
- Sadar Berbangsa & Bernegara.
- Setia pada Pancasila sebagai Ideologi.
- Rela Berkorban.
- Kemampuan Awal Bela Negara.
Indikator Perilaku
- Detail untuk tiap nilai: menjaga wilayah, partisipasi pemilu, paham Pancasila, pengorbanan waktu/tenaga, kebugaran fisik-mental, dsb.
Pembinaan & Aktualisasi di Tempat Kerja (ASN)
- Bentuk: pendidikan, pelatihan kemiliteran dasar, pengabdian TNI sukarela/wajib, pengabdian sesuai profesi.
- Contoh implementasi: netralitas birokrasi, pelayanan publik prima, penggunaan produk dalam negeri, menjaga kesehatan.
Sistem Administrasi NKRI (SANKRI)
Sejarah Singkat Administrasi Negara
- 1816: awal dinas pemerintahan Hindia Belanda → 1905 desentralisasi locale ressorten.
- 1942–45: Jepang (Syuu, Ken, Ku).
- 1945–1949: masa transisi, kabinet presidensial ↔ parlementer, agresi Belanda, lahir RIS 1949 (parlementer quasi).
- 1950: UUDS 1950 → banyak partai, instabilitas → Dekrit 5 Jul 1959, kembali UUD 1945.
- Orde Baru: semangat UUD 1945 murni & konsekuen.
Makna Kesatuan dalam Penyelenggaraan Negara
- Kesatuan psikologis: Sumpah Pemuda 1928.
- Kesatuan politis: Proklamasi 17 Agu 1945.
- Kesatuan geografis: Deklarasi Juanda 1957 → wawasan nusantara, UNCLOS 1982.
- Kesatuan visi: RPJP/RPJM terintegrasi pusat-daerah.
Prinsip Persatuan & Nasionalisme
- Bhinneka Tunggal Ika.
- Nasionalisme inklusif.
- Kebebasan bertanggung jawab.
- Wawasan Nusantara.
- Persatuan dlm pembangunan.
- Hindari: sukuisme, chauvinisme, ekstremisme, provinsialisme.
- Patriotisme: cinta tanah air, rela berkorban, jiwa pembaharu, tak menyerah.
Kebijakan Publik & Administrasi
- UU 30/2014 Admin Pemerintahan:
• Produk hukum = Keputusan Adm. & Tindakan Adm.
• Definisi diskresi.
• Perlindungan hukum bagi pejabat. - UU 12/2011 hierarki per-UU-an.
Landasan Idiil & Konstitusional
- Pancasila = sumber segala sumber hukum.
- Pembukaan UUD 1945 (4 alinea): alasan moral anti-penjajahan, visi (merdeka, bersatu, berdaulat, adil, makmur), pernyataan kemerdekaan, tujuan & dasar negara (Pancasila).
- Batang Tubuh UUD 1945 (amandemen I-IV) = kerangka kelembagaan, ketatalaksanaan, SDM.
Peran ASN (UU 5/2014 §11)
- Melaksanakan kebijakan publik.
- Memberi pelayanan profesional & berkualitas.
- Merekatkan persatuan-kesatuan.
- Etos: akuntabel, netral, berintegritas, kompeten.
Simpulan / Penutup
- Simbol-simbol negara (Merah-Putih, Bahasa Indonesia, Garuda Pancasila, Indonesia Raya) = identitas & kedaulatan; diatur UU 24/2009.
- Kerukunan nasional mencakup rumah tangga, agama, masyarakat, budaya; toleransi & gotong-royong adalah perekat.
- Peraturan perundang-undangan (UU 12/2011) + Tindakan Administrasi (UU 30/2014) = instrumen menata kehidupan berbangsa.
- Kewajiban bersama: pelihara persatuan, tegakkan nilai Bela Negara, laksanakan SANKRI berlandaskan Pancasila & UUD 1945 demi terwujudnya masyarakat adil-makmur.