MD-Ceramah Kebijakan Bangkom
Ceramah Kebijakan Pengembangan Kompetensi
Lembaga Administrasi Negara Republik Indonesia mengadakan ceramah mengenai pengembangan kompetensi sumber daya aparatur.
Era TUNA
TUNA: sebuah istilah yang mencakup tantangan dalam lingkungan bisnis yang labil, yang ditandai dengan:
Turbulensi: sulitnya memprediksi apa yang akan terjadi.
Uncertainty: tingkat ketidakpastian yang tinggi.
Novelty: kebutuhan akan kebaruan.
Ambiguity: ketidakjelasan dalam kejadian dan dampaknya.
Era Revolusi Industri 4.0 memperburuk kondisi TUNA bagi organisasi dan bisnis.
Nilai BerAKHLAK
8 nilai BerAKHLAK yang harus diterapkan dalam pelayanan publik:
Bangganya melayani (Bangga Melayani)
Berorientasi pelayanan
Akuntabel
Kompeten
Harmonis
Loyal
Adaptif
Kolaboratif
Tantangan Cara Kerja ASN di Era New Normal
Tantangan:
Penguasaan teknologi digital
Ketidakpastian lingkungan
Ancaman kesehatan fisik dan mental
Tuntutan:
Efisiensi dan disrupsi inovasi
Literasi digital
Mindset yang fleksibel dan terintegrasi dalam bekerja.
Roadmap Pembangunan ASN
RPJM:
RPJM 1 (2005-2009): Good Governance
RPJM 2 (2010-2014): Reformasi Birokrasi
RPJM 3 (2015-2019): Sistem Merit
RPJM 4 (2020-2024): Birokrasi Kelas Dunia
Kecerdasan Artifisial dalam Layanan Publik
Penggunaan Artificial Intelligence (AI) untuk:
Mempercepat waktu pelayanan
Meningkatkan jangkauan layanan
Menurunkan biaya serta membangun layanan kesehatan yang lebih baik.
Transformasi Birokrasi
Prioritas:
8 fokus area untuk mencapai birokrasi kelas dunia dan pelayanan publik yang kompetitif.
Akuntabilitas kinerja dan pengawasan yang efektif.
Pengembangan Kompetensi ASN
ASN diwajibkan untuk melakukan pengembangan kompetensi secara berkelanjutan agar relevan dengan tuntutan organisasi.
Pembelajaran terintegrasi mencakup:
Keterhubungan proses pembelajaran dengan pekerjaan.
Hubungan antar pegawai lintas instansi.
Tujuan Transformasi ASN
Menyusun ASN yang:
Merdeka belajar dan berkarakter BerAKHLAK.
Menciptakan dampak positif bagi transformasi ASN dan birokrasi.
Tantangan dalam Pengembangan ASN
Belajar yang belum berdampak
Sistem yang terfragmentasi dan anggaran terbatas.
Rendahnya motivasi belajar.
GAP Budaya Kerja
Adanya perbedaan karakter antara generasi PNS dengan generasi baru.
Pentingnya pembinaaan dan pelatihan untuk menyesuaikan dengan perkembangan teknologi dan tuntutan zaman.
Kualitas ASN dan Keterampilan Masa Depan
Pentingnya mengembangkan keterampilan kompleks dan sosial untuk memecahkan masalah di masa depan.
ASN Hebat, Negara Kuat
Kinerja ASN yang berkualitas mendukung cita-cita pembangunan bangsa dan menciptakan kesejahteraan serta keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Penutup
Komitmen kepada nilai BerAKHLAK dalam pelayanan publik.